
Akhirnya setelah mendengar usulan dari Bryan malam itu akhirnya besoknya Richard dan Ibunya memutuskan untuk melakukan test DNA ulang.
Dan tiga hari setelahnya tepatnya hari ini pihak rumah sakit memberikan info bahwa hasilnya sudah keluar.
Sebenarnya Bryan juga ikut serta tadi, tapi baru saja ia tiba di rumah sakit, ia mendapatkan telepon ada urusan mendadak yang lebih penting yang harus ia urus.
Mau tidak mau ia terpaksa pergi, walau hati kecilnya ingin menemani wanitanya, ckck bahkan masih menganggap wanitanya.
Tidak ada salahnyakan kalau ia masih berharap, toch semua kemungkinan masih bisa terjadi. pikhirnya sambil melajukan mobilnya menuju kantor perusahaannya.
Di luar ruangan terlihat Ariell duduk dengan gelisah, dan Nando di sampingnya berusaha untuk memberikan ketenangan untuknya.
Nando terus menggenggam tangan Ariell, sedangkan di sisi lain ada seseorang yang tengah menahan rasa sesak di dalam dadanya sedari tadi.
Seolah rasanya lebih sakit saat ini, di bandingkan dulu yang selalu di abaikan oleh-nya, kalau tak ingat pada kakaknya ingin rasanya ia segera pergi, dari pada melihat dua sejoli itu pamer kemesraan.
Tapi ia berusaha mati matian untuk meredam rasa sesak itu, toch masih ada kesempatan walaupun itu kecil, orang jawa bilang selama janur kuning belum melengkung masih ada harapan.
Dia pun tersenyum membayangkan apa yang ada di benaknya,"Oh iyaa Val, kamu masih kuliah di london,?" tiba tiba seseorang bertanya padanya, membuatnya tersentak kaget.
"Oh, Maa-uu .." Valerie spontan menjawab dengan tergagap.
"Eh udah selesai kok," ralat Val dengan cepat, seketika merutuki kebodohannya karena salah kata barusan, ia tadi tengah membayangkan di ajak nikah makanya langsung menjawab spontan, tapi kenapa jantungnya berdegup kencang sekarang.?
Tumben bicaranya bisa lembut banget gitu sama aku. batin Valerie tak percaya.
"Oh," balas Nando dengan beroh ria
Ck, oh ternyata masih sama cara bicaranya, selalu dingin dan cuek bebek. entahlah, semoga saja suatu saat nanti kamu bakalan bucin abis sama aku. Val menyeringai devil membayangkan hal itu terjadi.
Tapi sebelumnya ia harus tahu dulu seperti apa wanita yang sudah bertunangan dengannya ini, yang katanya adalah adik kandung kakaknya sendiri. wah sungguh tak terduga sekali dengan kehidupan ini.
Secara dia sama sekali belum pernah bertemu, bahkan mengenalnya juga sebelumnya yang ternyata dulunya pernah tinggal di jogja sama dengan orang yang di sebelahnya itu.
Ariell hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka bedua, walaupun ia bisa melihat ada sesuatu di antara keduanya. tapi memilih diam tak ingin membahas apapun.
Sedangkan Nando sendiri tahu betul apa yang tengah di pikhirkan oleh gadis itu padanya.
Ia terlalu malas kalau harus meladeni gadis itu, apalagi saat ini di hadapan calon istrinya, ia tak ingin ada kesalahpahaman nantinya.
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu Bryan kini ia sudah berada di ruangan kerjanya bersama dengan Felix dan beberapa tamu yang baru saja tiba.
"Jadi bagaimana Norman..!!?" to the poin Bryan tak ingin berbasa basi.
"Ck" orang yang di tanyai terlihat berdecak kesal dengan panggilan yang di berikan untuknya itu.
"Felix kau dengar itu, ingin sekali aku menyumpal mulut bosmu ini dengan kaos kakiku yang sudah seminggu belum ku cuci, nama bagus Armand sang vocalis gini di ganti sama nama si ce*****k itu." seru Armand mulai kesal.
"Bukankah dari jaman kuliah kau sangat senang menyanyikan lagu hindi favorit mu itu sambil memeragakan tariannya, nah sekarang kau sudah jadi anggotanya, bukankah sama seperti 'dia' yang sempet viral itu, kalian bisa duet maut." jawab Bryan datar berusaha menahan tawanya.
"Eh kau lihat itu" tunjuk Armand pada Felix dengan dagunya," Si kutup utara kita tanpa expresi ini bisa tersenyum juga ternyata, ckck hanya kau lah bosnya yang bisa membuatnya tersenyum seperti itu." Seloroh Armand yang baru melihat assisten kawannya itu tersenyum. adegan yang sangat langka itu.
Felix yang merasa dirinya di sebut hanya berdehem mencoba mengembalikan wajahnya ke semula.
"Jangan kau hiraukan dia Felix, cepat kau katakan bukti apa yang kau dapatkan itu.!" seru tegas Bryan tanpa menatap Felix malah menatap tajam pada Armand, ia tak ingin membahas masalah tak penting itu lagi.
Armand pun mengeluarkan sebuah flashdisk di saku jaket levisnya dan ada beberapa berkas info juga yang ia dapatkan beberapa hari ini.
Setelah Bryan tahu kenyataan bahwa Ariell dan Richard adalah saudara kandung, ia langsung meminta kawannya yang kebetulan anggota detektif itu untuk mencari tahu semua info yang berhubungan dengan keluarga Ariell.
ketiganya duduk diam fokus melihat apa isi di dalam video itu semua dengan seksama, karena ada beberapa video yang di dapatkan.
Beberapa anak buah Armand hanya berdiri saja di samping big bosnya.
Selang beberapa jam bahkan berjam jam mereka mengamati dan mengananilisis semua bukti buktinya, dan setelah mereka sudah mendapatkan beberapa barang bukti walau ada yang masih mereka cari lagi karena bukti terkuatnya masih belum mereka dapatkan.
"Eh tunggu dulu, kenapa kau begitu bernafsu sekali untuk mendapatkan semua bukti ini, jangan bilang kau masih sangat mencintai gadis itu sang mantan terindah ckckck" Armand menyepitkan kedua mata tajamnya hanya untuk menelisih wajah datar kawannya itu." benar kan dugaanku itu, tapi yang ku dengar bukankah dia sudah bertunangan dengan Nando kawan kita juga." terang Armand menasehati kawannya.
Felix terlihat begitu terkejut mendengar fakta bahwa sang bos dan nona Ariell sang pemilik restoran itu pernah menjalin hubungan sebelumnya.
Pantas saja sang bos berubah sejak bertemu nona Ariell waktu itu, ternyata dugaannya tidak pernah meleset.
Menyadari raut wajah sang assistennya berubah, karena pasti terkejut mendengar fakta itu. Bryan berdehem berkali kali.
Ia baru sadar juga bahwa selama ini dia tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Ariell pada siapa pun, termasuk pada orang tuanya dan juga mantan istrinya.
Hanya Kakaknya saja yang tau hubungan asmara itu. walau tak berjalan lama tapi kenangan itu selalu terukir indah di dalam hatinya hingga sampai detik ini.
__ADS_1
"Woiii, bangun woii," Bryan tersentak kaget pasti karena ulah Norman satu ini," Nanti aja bayangin kenangan masa indah itu lagi, sekarang gimana ini kita harus bergerak sekarang juga atau tunda dulu." Tak heran kalau kawannya itu melamunkan mantannya secara dia lah yang dulu bucin abis pada mantannya itu.
Bryan yang kaget langsung berdecak kesal,"Ck kau sudah bosan hidup rupanya." Bryan pun mengalihkan pembicaraannya, dan mulai berbicara panjang lebar pada semua orang yang berada di ruangannya untuk segera melakukan misinya itu.
...----------------...
Akhirnya setelah mendapatkan hasil test tadi di rumah sakit, kini Richard dan adiknya Valerie di ajak pulang ke rumah.
"Alhamdulillah, " seru Nenek Dhisa yang langsung memeluk tubah kekar cucunya itu, Ariell dan Ibu Ayu pun tak tinggal diam mereka langsung ikut berhambur memeluknya.
Mereka menangis bersama, merasakan bahagia yang tiada tara karena sosok pengganti kepala keluarga mereka sudah kembali.
Ariell begitu bahagia sekali karena sudah bertemu abang kandungnya yang selama ini belum pernah ia temui setelah dewasa, kalau dulu ia masih terlalu kecil untuk mengingat semua kenangan kecil bersama abangnya.
Richard sendiri perasaannya campur aduk ada rasa bahagia terpancar karena sudah di pertemukan dengan keluarga kandungnya tapi juga ada rasa sedih entah bingung ada apa dengan mamanya sebenarnya.
Karena dari malam itu Mamanya pergi entah kemana setelah meninggalkan pesta pertunangan Ariell yang ternyata adalah adik kandungnya.
Bahkan papanya sudah mencari kemana mana tapi belum juga ketemu.
"Jadi siapa sebenarnya nama asliku?" tanya Richard setelah mereka semua sudah kembali tenang dari acara drama isak tangis tadi dan mereka semua kini tengah duduk di ruang keluarga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih salam hangat buat semuanya. tekan like dan komen yaa..