Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 106


__ADS_3

"Wanita ini calon istrimu?" tanya David menatap undangan dan Nando bergantian.


"Iya, ada apa?" Nando sedikit curiga pada pria itu.


Tiba-tiba sang bibi mengintupsi keadaan dengan membawakan beberapa minuman dan cemilan.


"Ayo di minum." Ariell mempersilahkan tamu-tamunya untuk mencicipi


"Sepertinya aku pernah melihat wanita ini sebelumnya." jawab David ambigu.


Membuat Bryan, Ariell dan Nando saling pandang sejenak, lalu memandang David bersamaan, karena merasa heran kenapa seorang David bisa mengenal gadis seperti Valerie, yang banyak menghabiskan waktunya di luar negeri sana.


"Kenapa semua menatapku seperti itu? aku hanya pernah melihatnya di sebuah klub malam." membuat Nando langsung menoleh ke arah David dengan cepat.


Ia kembali mengingat kejadian waktu ia menyelamatkan kekasihnya dari seorang muc****i dulu itu.


"Sepertinya kita harus bicara setelah ini." seru Nando dengan mimik wajah tak terbaca.


" Tentu."


Tak lama mereka berdua berpamitan," Terima kasih sudah di ijinkan untuk bertemu dengan putra kalian." ujar David memandang wajah Ken yang sedang bermain di halaman rumah.


"Putra kita." ralat Bryan tersenyum kepada sahabatnya ini, membuat David langsung memeluk tubuh Bryan sebagai tanda syukurnya.


Bisa dekat dengan putranya seperti ini saja, rasanya sudah lebih dari cukup, seandainya wanita yang ia cintai itu masih hidup mungkin rasanya dua kali lipat dari ini, bisa menua bersama dengan putra mereka.


Tapi ya sudahlah semua Tuhan yang mengatur kehidupan ini akan berjalan dengan sebagaimana semestinya. (author kali yang mengaturnya hanya di cerita ini tapi.😀😀).


Sementara Ariell dan Nando ikut merasa bahagia, melihat dua pria ini sudah berbaikan kembali, walaupun mereka berdua tidak mengenal baik siapa David itu sebenarnya.


Tapi melihat ketulusan yang di berikan David kepada Ken membuat Nando pun menyadari bahwa David adalah pria yang baik, orangtua yang baik untuk Ken.


Sedangkan Ariell, memang sudah menyadari semuanya saat pria itu menyekap dirinya waktu itu dan juga berbagi cerita tentang semua yang pria itu rasakan.


Dan dua pria ini adalah korban dari keegoisan wanita itu maksudnya Mamanya Ken yang begitu pintarnya memanfaatkan keadaan.


...----------------...


"Bisa di jelaskan kapan anda bertemu dengan calon istriku?" tanya Nando yang duduk di hadapan David.

__ADS_1


Saat ini mereka tengah berada di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari Mansion Bryan, setelah pulang dari sana Nando mengajak David untuk mengobrol sebentar, seperti ucapannya tadi.


"Tidak perlu berbicara formal begitu, bukankah kita sudah berteman, kau berteman baik dengan mereka, dan aku pun sudah lama bersahabat dengan Bryan, baiklah sepertinya kau sudah sabar." sahut David tersenyum menatap Nando.


"Tidak perlu berbasi-basi langsung saja." ucapnya yang memang tidak sabar menunggu.


"Aku pernah memboking wanita itu dari seorang muc****i dan sudah kubayar lunas, ya kau pasti tahu, karena dia wanita yang sangat cantik, tidak heran pria sepertimu bisa berpaling dari Ariell dan mendapatkannya dengan mudah." ucap David dengan begitu tenang.


Dia tidak tahu saja bahwa kedua tangan Nando sudah mengepal sempurna hingga buku-buku tangannya itu memutih di atas pahanya, tapi dia masih diam untuk mendengarkan David menyelesaikan ucapannya dulu.


"Dan disaat aku sudah masuk ke dalam kamar wanita itu sudah berubah wujud menjadi wanita lain, tentu saja aku marah tidak terima dengan pergantian itu, kau tahu aku langsung memberi pelajaran pada wanita tua itu, agar ia tidak bisa bermain-main denganku." dan inilah saatnya Nando menjabarkan yang sebenarnya.


"Jadi malam itu kau yang membelinya, hingga aku harus ganti rugi yang cukup besar pada wanita tua itu." geram Nando bukan kepada David melainkan kepada orang yang sudah menjebak kekasihnya itu, tapi siapa orang itu? sampai sekarang ia belum tahu.


Bahkan masalah ini hanya dia dan Val saja yang tahu, jangan sampai Mama Ona dan Papa Gustav mengetahui hal ini, bisa-bisa kambuh lagi penyakit yang di derita Mama Ona.


"Tunggu dulu, jadi kau sudah tahu bahwa dia adalah wanita malam?" pertanyaan konyol ini membuat Nando merasa terhina.


"Biar kuperjelas, kekasihku bukanlah wanita malam dia hanya di jebak oleh seseorang dan malam itu membuatnya berada di tempat la***t tersebut, dia itu bukan orang sini, dia lahir di London, semua keluarganya disana, dan dia adik dari Richard Taro." terang Nando menjelaskan.


"Richard Taro? sepertinya aku pernah mendengar nama itu."


"Tentu saja, dia adalah bersahabat baik dengan Bryan dan juga kakak kandung dari Ariell." sahut Nando kembali.


"Itu ceritanya panjang, pasti kau akan mengetahuinya suatu hari nanti, dan hubungan keluarga kami pun sangat dekat dari kecil, sebab Papanya adalah saudara angkat dari Papaku." jelas Nando membuat David semakin tidak percaya.


"Woaauu, itu sungguh kenyataan yang luar biasa, jadi kalian sudah saling mengenal sejak kecil. sungguh aku sedikit iri." ucap David sendu.


"Setahuku bukankah kau sudah menikah? kenapa kau masih mencari wanita malam di luar sana."Nando tidak habis pikhir dengan pria ini.


"Oho, itu kau sedang menyindirku ya secara terang-terangan, ya ku akui aku memang sudah menikah, tapi bukan pernikahan yang aku impikan." jawabnya malah sambil tersenyum jenaka.


"Jadi kau tidak mencintai istrimu sendiri? apa kau masih mencintai wanita itu? maksudku mendiang istrinya Bryan, ya aku sedikit tahu banyak tentang masa lalu kalian berdua." tanya Nando tidak menutupinya.


"Waah ternyata mengobrol denganmu seru juga, kita bisa menjadi sahabat yang baik di masa mendatang bagaimana?" Nando tahu jika David sengaja mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, ya itu bisa di atur nanati, dan masalah pertanyaanku tadi terserah itu urusan kalian berdua, aku hanya memberi saran saja, siapa tahu istrimu itu memang jodoh yang Tuhan berikan untukmu, jaga dia selagi dia masih ada di sampingmu, jangan sampai menyesal di saat dia sudah tidak berada lagi di sampingmu." itu memang yang sekarang David pikhirkan.


"Ya ini juga masih mencoba sedikit demi sedikit, putraku sudah merubah seluruh hidupku, dia juga sudah membuatku membuka mata hatiku yang tertutup oleh rasa dendam, tapi sepertinya itu pengalaman pribadimu sendiri?" goda David menatap Nando geli.

__ADS_1


"Ya seperti dugaanmu, dia yang membuatku tidak lagi mengejar rasa obsesiku kepada Ariell, dia juga mengajariku banyak hal. cinta memang luar biasa, dulu aku pernah menyakitinya berulang kali, tapi dia tetap mencintaiku, jangan sampai kau melakukan hal bodoh seperti yang kulakukan dulu." ucap Nando sok bijak.


Akhirnya mereka mengobrol-ngobrol hingga tak terasa sudah hampir menjelang sore, mereka pun akan segera pulang ke kediaman mereka masing-masing.


"Baiklah see u. nanti aku kirimkan undangannya padamu." ujar Nando sebelum masuk ke dalam mobilnya


"Okay, di tunggu."


...----------------...


David baru masuk ke dalam Penthouse nya, dan berjalan masuk akan menuju kamar pribadinya, tapi di baeah tangga ia berpapasan dengan sang Papa.


"Kau dari mana saja? tadi Papa ke kantormu tetali kau tidak ada disana." ujar sang Papa menatap putranya itu.


Sepulang dari pulau dewata memang kedua orang tuanya langsung ikut kembali bersama mereka.


"Dari rumah teman Pa, ya sudah David masuk ke kamar dulu." ujarnya hanya menatap Papanya sekilas.


Lalu berjalan menuju kamarnya, begitu masuk ia langsung diperlihatkan pemandangan yang begitu indah, sampai kedua netranya membola seketika.


"Aaakkhh,,kau?! kenapa tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2