Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 58


__ADS_3

Dua mobil Ambulans baru saja memasuki halaman rumah sakit yang cukup besar di kota tersebut.


Para dokter dan juga beberapa perawat sudah berjejer rapi menunggu kedatangan korban yang baru saja mengalami kecelakaan.


Dengan gerakan cepat para perawat pria dan perawat wanita, serta dokter bekerja sama mendorong dua brangkar menuju ke ruangan ICU.


Tindakan-tindakan cepat di lakukan oleh para dokter di dua ruangan yang berbeda.


...----------------...


"Oma kenapa Daddy belum pulang?" tanya Ken saat mereka berada di kamar Oma Lidya.


"Oma juga tidak tahu sayang, Oma akan mencoba menghubungi uncle Felix yaa." jawab Oma Lidya sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas, tapi sebelum ia membuka layarnya, ponselnya sudah berbunyi terlebih dahulu.


"Felix." gumamnya lalu segera menerima panggilan itu." Baru saja aku akan menghubungimu, dimana Bryan?" seru Mama Lidya saat panggilan itu sudah terhubung.


"Maaf Nyonya Lidya, saya sudah di jalan dan sebentar lagi akan sampai di apartemen, anda bisa siap-siap. karena tuan Bryan saat ini sedang berada di rumah sakit, beliau baru saja mengalami kecelakaan." jeda sebentar karena tidak mendapatkan respon Felix pun berkata kembali.


"Kalau begitu saya tutup teleponnya." tanpa menunggu jawaban Felix segera mengakhiri panggilan itu.


Mama Lidya yang baru saja mendengar bahwa putranya mengalami kecelakaan begitu shock, ia diam mematung dan hampir saja menjatuhkan ponselnya kalau tidak merasakan usapan kecil dari cucunya.


"Oma, Daddy kenapa? apa kata uncle Felix?" cicit Ken membuat Mama Lidya tersadar kembali.


"Sayang, Ken tunggu di rumah ya sama bibi, Daddy baik-baik saja. Oma akan menyusul Daddy, saat ini Daddy membutuhkan Oma, Ken mengerti!." lirih Mama Lidya dengan suara yang sudah bergetar, berusaha bersikap tenang agar cucunya tidak panik, dan menangis histeris.


Kenzie pun mengangguk, mereka berjalan keluar kamar menuju kamar milik Daddy-nya di sana sudah ada bibi dan juga Felix di luar kamar.


Tak menunggu waktu lagi, mereka pun segera bergegas menuju ke rumah sakit." Bagaimana bisa terjadi kecelakaan pada Bryan? sedangkan kau baik-baik saja.!" bentak Mama Lidya yang sudah mengeluarkan air matanya yang sedari tadi ia tahan agar tidak jatuh di depan cucunya.


"Maafkan saya Nyonya, seharusnya saya yang mengantar tuan Bryan.." jawab Felix merasa sangat bersalah. Mama Lidya sudah tidak ingin bertanya lagi, ia hanya memikhirkan bagaimana keadaan putra bungsunya saat ini.


...----------------...


Sementara di kediaman lain, Ibu Ayu baru saja minum air seusai sarapan tadi, tapi saat akan beranjak ia malah tidak sengaja menyenggol gelas yang baru saja ia letakkan.


Pyaaarrr..


Detup jantungnya berdegub sangat kencang, hatinya merasa gelisah dan resah, seperti baru saja merasakan firasat buruk sedang menimpa keluarganya.

__ADS_1


"Ada apa, Yu?" tanya sang mertua sedikit panik. bukannya menjawab Ibu Ayu malah mematung, dengan perasaannya yang tidak menentu." Mba tolong di beresin ya?" pinta Nenek Dhisa pada sang asisten rumah tangganya.


Tak lama terdengar bunyi ponsel milik Ibu Ayu yang ia letakkan di atas bufet dekat meja makan, Ibu Ayu pun langsung bangkit dari duduknya dan menerima cepat panggilan itu.


"Iya, halo_Apa? b-baik kami akan segera kesana." jawab Ibu Ayu terbata.


Membuat nenek Dhisa mengernyit," Ada apa Yu? kenapa?" tanyanya sudah tidak sabaran.


"Mak, ayo cepat kita ke rumah sakit, Ariell mengalami kecelakaan Mak." ajak Ibu Ayu kemudian ia berlari ke arah ruang tamu dimana Nando berada.


"Nak Nando, Ariell mengalami kecelakaan, ayo cepat.!" seru Ibu Ayu yang sudah berlari keluar rumah.


"Apa Tan?" Nando pun tak kalah terkejut mendengar calon istrinya mengalami kecelakaan."Baiklah ayo Tan, nek." Nando pun dengan langkah lebarnya sudah berhasil masuk ke dalam mobilnya terlebih dahulu tak lama Ibu Ayu dan nenek Dhisa pun menyusul masuk ke dalam mobil.


Mobil yang di kendarai Nando melesat dengan cepat menuju rumah sakit dimana Ariell kini sudah di tangani di sana.


Setibanya di rumah sakit, Ibu Ayu terlebih dahulu masuk setengah berlari, bahkan tidak memperdulikan mertuanya yang terseret-seret tidak mampu mengimbangi langkah menantunya itu. ( jalan saja nek, takut encok 'ntar😀😀).


Setelah bertanya pada salah satu staf admin Ibu Ayu segera berjalan cepat menuju dimana putrinya sedang terbaring lemah saat ini.


Dan di sini lah mereka berada dua keluarga saling menunggu di depan ruangan masing-masing pasien, yang tidak begitu jauh jaraknya.


Kenapa dia juga berada di sini? apa jangan-jangan Ariell kecelakaan dengan Bryan? batin Nando menduga-duga.


Raut wajah mereka semua sudah jangan di tanya lagi, yang pasti sangat gelisah dan terpukul. bahkan air mata terus saja mengalir di pipi para wanita yang berada di situ.


Hingga beberapa jam lamanya, salah satu ruangan terbuka memunculkan dokter dan juga perawatnya.


"Permisi dengan keluarga pasien atas nama tuan Bryan?" tanya dokter pria yang baru saja menangani Bryan. membuat semuanya berjalan mendekati dokter tersebut.


"Saya Mamanya Dokter, bagaimana keadaan putra saya?" Mama Lidya sudah tidak sabar lagi.


"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik, saat ini pasien sangat membutuhkan transfusi darah secepatnya, stok darah kami hampir habis, mohon ikut bersama suster ini" setelah menyampaikan pesan itu Dokter itu pun segera masuk kembali.


Mama Lidya berjalan bersama perawat yang keluar bersama dokter tadi mereka menuju ruangan untuk melakukan transfusi darah.


Sementara Felix masih diam saja menunggu di depan ruangan bosnya. hingga Nando berjalan mendekatinya." Apa dugaanku benar, Bryan dan Ariell mengalami kecelakaan bersama?" walaupun sudah tahu jawabannya Nando masih ingin bertanya untuk memastikannya.


Felix hanya mengangguk pelan. hingga tidak lama terdengar suara langkah-langkah kaki berjalan mendekat pada mereka.

__ADS_1


"Permisi apa anda keluarga korban yang mengalami kecelakan tadi pagi?" seorang polisi memandang mereka berdua bergantian.


"Maaf bisakah kalian ikut dengan kami untuk di mintai keterangan lebih lanjut, untuk segera kami tindak lanjuti, mohon kesedian waktunya sebentar ." lanjut polisi itu kembali. mereka berdua pun mengangguk.


Akhirnya Nando dan Felix mengikuti beberapa polisi tadi, setelah sebelumnya Nando berpamitan pada Ibu Ayu dan nenek Dhisa.


"Kenapa Ariell belum selesai juga?" lirih nenek Dhisa, Ibu Ayu dan nenek Dhisa duduk saling berpelukan.


Tak lama ruangan yang mereka tunggu akhirnya terbuka, memunculkan seorang dokter juga perawat di sampingnya.


...----------------...


Di tempat lain tepatnya di sebuah gedung kosong terbengkalai, seseorang tengah duduk di kursi dan di ikat tangan beserta kakinya.


"Ber****sek apa kau yang melakukannya?" tatap Armand berang pada David yang sudah tidak berdaya.


David hanya terkekeh tanpa menjawab Iya atau tidak. walaupun badannya sudah lemas babak belur karena perlakuan Armand, David masih bisa tersenyum.


"Kalau bukan aku yang melakukannya apa kau akan percaya? setidaknya aku hanya akan membuat Bryan lenyap dari bumi ini, tapi tidak dengan wanita cantik itu." jawab David tersenyum menyeringai, walaupun dalam hatinya ia sangat senang merasa puas mendengar pria yang merebut wanitanya dulu mengalami kecelakaan hebat.


Benar juga yang di katakan cecunguk ini, lalu siapa dalang di balik semua ini. batin Armand menggeram sambil terus menatap tajam ke arah David.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir, love u all..

__ADS_1


__ADS_2