Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 69


__ADS_3

Ariell bingung mau jawab apa. dia hanya membalas dengan senyuman sambil melirik Bryan yang sudah tertidur pulas.


Untung saja pria itu sudah tidur kalau tidak, pasti ia seolah merasa di sidang oleh anak dan ayah ini.


Hari berganti hari hingga dua pekan lebih Bryan di rawat dan pagi ini ia sudah di perbolehkan untuk kembali pulang.


Ariell terkadang juga pamit untuk pulang bersama Ken kasihan kalau mengajaknya harus menginap di rumah sakit.


Tapi itu jikalau Mama Lidya tidak berada di rumah sakit, walaupun yang sebenarnya ia hanya mengantar Ken saja, lalu ia akan pulang ke kediamannya sendiri pada akhirnya.


Hari-hari sebelumnya Ariell juga sering meminta ijin untuk sekedar mengunjungi Restoran miliknya, walaupun dengan sedikit menguras emosi, sebab Bryan tidak mengijinkannya, tapi dengan sedikit mengeluarkan tanduknya Ariell berhasil meyakinkan Bryan.


Mau tidak mau Bryan pun mengijinkannya walau dengan terpaksa, sebab ancaman wanita yang ia juluki sebagai kucing betina itu tidak main-main kepadanya.


Karena dulu ia pernah mengalami, karena tidak mengijinkan Ariell dan Nando bekerja sama untuk pergi ke suatu tempat sekedar untuk menyelesaikan praktek belajarnya padahal itu juga bersama teman Ariell Jessy dan Kadek yang sama-sama wanita.


Entah itu sifat over protektifnya atau kah kebucinan seorang Bryan, membuat Ariiell memutuskan tidak ingin bertemu dengannya hampir seminggu lamanya sampai ia bisa mengurangi sifatnya itu, baru bisa bertemu kembali, tersiksa banget..😀


Walaupun Ariell sendiri sadar mungkin karena Bryan sangat mencintainya, tapi Ariell tidak ingin berlebihan seperti itu membuatnya terasa terjerat.


Mobil yang di kendarai Felix pun sampai di sebuah Mansion berlantai dua yang tidak terlalu besar sekali tapi nampak asri walaupun berada dekat dengan pantai tapi karena banyaknya pepohonan yang sengaja di tanam di pekarangan rumah kanan, kiri bahkan belakang membuat massion itu terasa menyejukkan.


"Bee ini Mansion siapa?" tanya Bryan saat mobil sudah sempurna berhenti di depan pintu masuk utama.


"Tentu saja Mansion kita, ayo!" ajak Ariell sambil membuka pintu mobil untuknya sendiri, ia tidak tampak bingung karena sebelumnya ia memang sudah di beritahu oleh Mama Lidya langsung ke Mansion baru milik Bryan saja.


Kemudian ia berjalan memutari mobil untuk membuka pintu untuk Bryan."Felix tolong bantu ya," pintanya setelah Felix baru saja mengeluarkan kursi roda dari bagasi belakang.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam Mansion yang sudah Bryan siapkan beberapa bulan yang lalu, karena ia merasa kasihan kalau mengajak Ken harus tinggal di Apartement miliknya, tidak baik bukan untuk tumbuh kembangnya tanpa tahu dunia luar itu seperti apa.


Kalau rumah peninggalan mendiang kakek dan neneknya orang tua dari Papanya sudah lama terjual, itu pun Papanya sendiri yang menjualnya, karena kondisi rumahnya yang sudah tua.


Hanya dia dan Felix saja yang mengetahuinya rencana ini, beruntung massion itu sudah selesai di renov membuat Felix langsung membicarakannya kepada Mama Lidya, yang membuat Mama Lidya pun berseru senang, sebab inilah yang ia inginkan sudah lama sekali ia memarahi putranya untuk pindah saja ke rumah atau massion.

__ADS_1


Suara teriakan Ken sudah terdengar dari pintu utama saat menyambut kedatangan Bryan dan Ariell, membuat semua orang yang memang menunggu kedatangan mereka pun berjalan ke arah ruang tamu."Daddy, Mommy," teriak Ken begitu semangatnya berjalan ke arah mereka.


"Halo jagoan Daddy dan Mommy apa kau menjadi anak yang baik dan penurut pada Oma selama Daddy dan Mommy tidak ada?" sambut Bryan sambil memeluk putranya dengan kasih sayang.


Terlihat Ken langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, Ariell yang berdiri di sebelah Bryan pun langsung duduk berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Ken.


"Good boy, itu baru putra Daddy dan Mommy." ucap Ariell membuat semua orang menghangat.


"Selamat datang Bryan semoga kau cepat sehat kembali." ucap Fredly membuat semuanya ikut mengharu.


"Hai Bro cepat pulihkan kondisimu, supaya kita bisa memburu mangsa kembali." bisik Armand pada Bryan yang membuat ia langsung mendapatkan tonyoran dari kakak sahabatnya itu.


"Apa yang kau bicarakan, di saat dia di depan istrinya?!" desis Fredly sambil tersenyum mengejek.


Dan masih lagi ucapan-ucapan lainnya, karena bukan hanya ada Kakaknya Fredly beserta keluarga kecilnya saja, tapi ada Armand, Nando, Ibu Ayu, Nenek Dhisa dan Mama Lidya tentunya.


Kenapa ada Ibu Ayu dan nenek Dhisa tentu saja atas undangan dari Mama Lidya, sedangkan Nando tidak mungkin juga kan ia tidak hadir, walaupun masih ada rasa sesak tapi itu semua sudah bisa ia kendalikan.


Apalagi hubungannya dengan gadis yang begitu mencintainya itu sudah mulai berjalan dengan baik, walau masih dengan jarak jauh mereka berkomunikasi, tapi itu tidak akan berlangsung lama.


Nando hanya berharap cinta itu bisa tumbuh dengan cepat di hatinya untuk gadis itu, agar ia juga bisa membalas cintanya, tidak terus-terusan membuatnya terluka.


Terkadang cinta memang membingungkan, padahal kita tidak harus memaksakan kehendak kita sendiri, bila memang ia tercipta untuk kita pasti cinta itu akan datang dengan sendirinya, itulah yang Nando yakini akhir-akhir ini.


Pantas saja dulu Ariell merasa begitu bersemangat setiap harinya, sebab ia sudah mendapatkan cinta yang luar biasa dari seorang pria bernama Bryan.


Dan mereka pun akhirnya mengobrol di ruang tengah, tak lama Mama Lidya menyuruh Ariell agar mengantarkan Bryan ke kamarnya untuk beristirahat, karena kondisinya yang belum sepenuhnya sehat.


...----------------...


Setelah pintu lift terbuka Felix mendorong kursi roda bosnya untuk memasuki kamar utama di lantai dua ini.


"Thank's Felix," ucap Ariell setelah Felix membantu Bryan membaringkan tubuhnya dan kemudian keluar dari kamar itu.

__ADS_1


" Dan kau istirahatlah, aku akan ke bawah sebentar untuk membawakan kau air minum," ucap Ariell sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Bryan.


Tapi baru saja Ariell akan berbalik badan, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Bryan , membuat tubuhnya jatuh menindih tubuh Bryan.


"Bryan," sentak Ariell begitu terkejut dengan tindakan Bryan kali ini, tapi tidak di hiraukan oleh Bryan, dia malah menyeringai sambil menatap dalam bola mata indah hazel milik Ariell, tatapan mereka akhirnya saling mengunci.


Membuat jantung keduanya berdegub begitu kencangnya, seperti suara genderang mau berperang, bahkan jarak wajah mereka hanya beberapa centi saja.


Pasti mereka berdua bisa mendengarkan bunyi detak jantung dari diri mereka masing-masing.


Entah siapa yang memulainya, tapi kini keduanya tidak ada jarak lagi, kedua bib*r saling menempel sempurna bahkan sudah saling bertukar saliva, c*uman mereka semakin menggebu di iringi suara d*sahan tertahan yang lolos dari Ariell.


Membuat b**ahi Bryan semakin memuncak naik ke atas ubun-ubun, bahkan tangannya sudah bergerak lincah di kedua aset kembar milik Ariell, membuat Ariell sudah tidak karuan lagi.


Lama mereka saling mem***gut, l***h mereka saling membelit, hingga terdengar suara decapan-decapan, dari mulut keduanya. tiba-tiba dari arah depan terdengar suara.


Tok..


Tok..


Ternyata sesosok malaikat sudah datang untuk merusak moment yang belum saatnya terjadi itu .😀😀)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2