
"Tapi Paa?" tegur Wilona sudah terlihat lebih tenang, ia tidak menyetujui rencana suaminya, karena pekerjaan itu sangat di cintai oleh putrinya.
"Sudahlah Ma, kau tidak usah membela putrimu itu. biarkan dia berpikhir dewasa agar bisa mempunyai rasa tanggung jawab." jawab Gustav sambil menghampiri cucunya yang tengah menggambar.
...----------------...
Sedangkan di belahan bumi lain gadis yang tengah di bicarakan oleh keluarganya itu tengah berada di sebuah klub malam.
"Sial, kenapa kepalaku sakit sekali?" keluh Val sambil mengerjapkan kedua netranya. "Dimana ini?" dia bingung kenapa ada di dalam kamar sendirian terlebih di tempat asing, lalu ia pun mencoba beranjak dan berjalan keluar kamar.
Dentuman keras langsung menekak gendang telinganya saat ia baru saja membuka pintu kamar itu.
"Hei ngapain kamu keluar?" tanya seorang pria yang berjaga di depan kamar tersebut.
Val yang baru saja mengingat kejadian siang tadi, seketika langsung berjalan cepat ingin kabur tapi pria tadi dengan cepat menarik pergelangan tangannya membuat Val berontak dan menendangi kaki pria tadi.
Sementara di luar, "Kenapa lokasinya pindah kesini, ngapain dia ada di sini?" gumam Nando tidak percaya saat baru saja tiba di lokasi yang di kirimkan seseorang tadi sore, bukankah siang tadi dia mengirim lokasi lainnya?
Nando menghela nafas kasarnya kemudian Ia pun terpaksa masuk ke dalam, saat sudah berada di tengah-tengah suasana yang sangat ramai suara hingar bingar itu, seketika pandangannya tertuju pada seorang gadis yang dikenal tubuhnya tengah di seret-seret , ia pun berjalan dengan cepat ke arahnya.
"Lepaskan aku!" teriak Val masih terus mencoba memberontak pada seorang pria yang menyeretnya untuk di masukkan kembali ke dalam kamar tadi.
"Hei lepaskan gadis itu?" seru Nando pada pria yang sedang memaksa Bal yang sedari tadi yang mencoba melepaskan diri.
"Siapa kamu? jangan ikut campur urusan kami." bentak salah satu dari mereka.
"Kak tolongin aku." rintih Val menatap mengiba pada Nando.
"Ayoo cepat bawa dia masuk.!" bentaknya pada kawannya untuk memasukkan kembali gadis itu ke dalam kamar.
Tapi Nando berhasil mencekal pergelangan tangan Val membuat dua pria itu menatap berang pada Nando.
"Kalau kau berani membawanya, berarti kau harus berhadapan dulu denganku.!" buugghhh... Nando segera memukul wajah pria itu membuat pegangannya pada gadis itu terlepas.
Tiba-tiba dari arah belakang ada wanita paruh baya masih terlihat cantik dengan dandanannya yang menor berjalan mendekat pada mereka." Ada apa ini? kau kenapa bisa keluar?" tunjuknya pada Val yang sedang bersembunyi di belakang tubuh Nando.
" Tuan mohon maaf bisa kau berikan wanita ja**ng itu pada kami, dia sudah di pesan oleh pelanggan kami." membuat Nando mengernyitkan dahinya bingung, lalu menatap tajam pada gadis di belakangnya itu.
"Cepat bawa dia masuk ke dalam.!" perintah sang Madame pada anak buahnya.
__ADS_1
"Bukan Kak, mereka yang memaksaku, mereka telah menyuntikan sesuatu pada tubuhku hingga membuatku tidak sadarkan diri.!" elak gadis itu pada Nando.
Tapi pria-pria itu sudah mendekat mereka semua tidak menggubris ucapan Val, tapi saat terdengar suara bentakan mereka terhenti. "Tunggu kalian salah orang, dia adalah istriku, bagaimana mungkin dia bekerja pada anda Madame? kau mengenalku bukan?" seru Nando pada Madame yang selaku m***kari di tempat itu. tapi pandangannya menatap tajam pada beberapa pria yang akan menyeret Val kembali.
"Istri? wah kau pasti salah orang tuan, dia sudah menjadi wanita pekerjaku." elak Madame.
"Lepaskan dia atau aku bisa melaporkanmu atas penculikan juga pemaksaan seorang wanita bersuami untuk di jadikan P**!" ucap tajam Nando kini beralih menatap pada Madame.
"Jangan tuan, baiklah saya akan lepaskan gadis itu, tapi saya minta uang ganti, bagaimana? saya juga tidak ingin rugi tuan, saya bisa di bunuh oleh pelanggan tetap kami karena kecewa atas pergantiannya dengan gadis yang lain." ucap Madame berusaha bernego.
Nando tidak ingin membuang waktu lebih untuk berurusan dengan orang-orang itu, ia langsung mengambil selembar cek dan menulis cepat nominal uang tidak lupa di bubuhi tanda tangannya dan menyerahkannya pada sosok wanita yang menjabat sebagai Madame itu.
"Itu sudah lebih dari cukup." Membuat Madame menyuruh anak buahnya segera melepaskan Val sambil tersenyum senang.
Nando langsung menarik paksa lengan Val untuk segera keluar dari klub malam itu dengan amarah yang sudah memuncak sedari tadi.
"Sekarang jelasin bagaimana kamu bisa berakhir di tempat ini? apa ini salah satu caramu? sungguh sangat murahan." ujar Nando berang tanpa menatap Val saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Val hanya menunduk takut, hanya bisa diam saja dengan air mata sudah mengalir di pipi cantiknya, sambil menautkan jari-jarinya." Kau tidak dengar?" Nando semakin kesal.
"Maafkan aku kak, tadi siang itu aku sedang menunggu temanku di rumahnya , katanya ia hanya pergi sebentar, tidak lama beberapa pria datang dan langsung membekapku dan menyuntikkan sesuatu padaku, aku tidak tahu apa-apa sungguh." jelas Val semakin terisak.
Val masih saja terisak saat mobil itu sudah berhenti di depan rumah kediamannya.
"Val." panggil Nando pelan, tapi Val masih bergeming bahkan tubuhnya terlihat bergetar sambil meringkuk dengan kedua matanya terpejam bahkan air mata masih terus mengalir.
Nando tahu mungkin gadis itu masih sangat shock dengan apa yang ia alami hari ini, ia tidak mungkin membiarkan gadis itu sendirian berada di rumahnya, apalagi ini sudah tengah malam.
Nando pun menginjak gas mobilnya kembali dan melajukan ke arah apartemen miliknya, mungkin hanya untuk malam ini saja, ia akan menenangkan gadis itu dulu besok baru mengantarkannya kembali pulang.
Nando membaringkan Val di atas ranjangnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu.
Di pandangi sejenak wajah yang terlihat sembab, relung hatinya ikut merasakan sakit juga, ia sudah menyakiti gadis ini sudah sejak lama sampai sengaja mengabaikannya agar bisa melupakannya.
Tapi Valerie tetaplah Valarie gadis yang keras kepala dan pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Nando mendesah lelah bila ingatannya kembali ke masa-masa dulu. saat mereka selalu bersama bila kedua keluarga itu bertemu pasti ada saja yang ia lakukan untuk hanya sekedar membuat gelak tawa bahagia di antara kedua keluarga besar mereka.
Setelah sampai di apartemen tadi ternyata Val tertidur, karena tidak ingin mengganggu tidurnya Nando pun menggendong Val masuk ke dalam Apartemennya.
__ADS_1
...----------------...
Pagi ini Ariell pergi ke Resto lebih pagi dari biasanya, Nando mengirim pesan semalam bahwa ia ada urusan penting jadi tidak bisa datang ke Resto hari ini.
Ia memikhirkan kembali ucapan dari abangnya semalam yang menelponnya. agar Ibu Ayu memberikan maaf pada Mama Wilona, abangnya sudah berbicara pada Mamanya, yang katanya sudah menyesali perbuatannya, tapi tidak sepenuhnya salahnya semata, ada orang lain di balik semua ini.
Bahkan tadi pagi di meja makan Ariell masih bingung, bagaimana caranya menyampaikan pesan dari Abangnya itu kepada Ibunya.
Beeb..
Beeb..
Terdengar bunyi pesan masuk, Ariell segera membuka pesan itu. dan kedua matanya membulat saat melihat apa isi pesan tersebut.
Dahinya mengkerut," Nando menggendong siapa ini?" gumam Ariell melihat beberapa foto yang di kirim seseorang ke ponselnya," Tunggu bukankah dia Valerie? lalu kenapa mereka bersama dan masuk ke Apartemen? gak, ini pasti ada sesuatu yang menimpa Val, Nando bukan pria yang seperti itu." gerutu Ariell masih membuka foto demi foto.
Yang membuatnya heran, nomor siapa yang mengirim photo-photo itu, dan dari mana orang itu mendapatkan nomor ponselnya. dia tidak pernah memberikan nomornya pada orang asing pikhirnya.
Beeb..
Beeb..
Terdengar pesan masuk kembali di ponselnya masih nomor asing yang sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..