
Bryan kembali mema***t bibir itu dengan lembut, Ariell merasakan sesuatu benda keras dan besar berurat milik Bryan menyentuh miliknya yang sudah basah.
Membuat Ariell sedikit tersentak merasakan benda pusaka milik Bryan yang begitu besarnya itu apa akan muat bila masuk ke dalam miliknya? itu yang tengah di pikhirkan Ariell.
Padahal Bryan belum memasukkannya tapi rasanya sungguh terasa senikmat ini, ciuman Bryan turun kembali yang kini sudah menciumi aset kembar istrinya.
Kemudian Bryan menyeringai saat istrinya terus saja mende*ah meneriaki namanya, membuat Bryan semakin ganas menciumi dua gundukan itu sambil menggesekkan si djordy dengan milik istrinya yang semakin basah.
"Sayang aku mau keluar." des*h Ariell yang sudah tidak tahan lagi.
Tak lama Ariell mencapai puncak kenikmatannya, padahal baru di gesekkan belum masuk ke inti, Bryan menyeringai kembali,"Enak sayang?"
Ariell hanya bisa mengangguk di sela kenikmatan itu, lalu tangan Bryan menuntun tangan istrinya untuk menyentuh si djordy yang sudah menegang sempurna.
Yang sudah setegak tiang bendera itu, Ariell langsung meremasnya lembut, membuat Bryan seketika mendes*h," Terus sayang.." kata Bryan sambil menutup kedua netranya untuk menikmati pijatan lembut yang di berikan istrinya.
Tangan Ariell semakin liar saja memainkan mainan barunya, Bryan baru tahu ternyata seperti ini rasanya hand job? sebab selama ini ia selalu berduet dengan sabun di kamar mandi.
Tak tahu kalau rasanya akan seenak ini, dulu bahkan bersama mantan istrinya ia tidak pernah merasakan seperti ini, bukannya menginginkan itu dari Fay, tapi memang dirinya-lah yang menolak.
Selama menikah hampir satu tahun mereka bahkan melakukan hubungan suami istri itu bisa di hitung dengan jari, itu pun Fay yang selalu menggodanya.
Ya ibaratnya singa yang lapar di kasih umpan daging segar setiap hari, langsung saja di terkam, tanpa berpikhir panjang. Kadang ia dalam kondisi tidak sadar juga melakaukannya.
Bryan juga pria normal pada umumnya, dan kini Bryan tidak perlu di kasih umpan lagi, karena dia sendiri yang akan mencari mangsanya.
Setelah hampir sepuluh menitan memijat, Bryan merasakan tidak lama lagi ia akan mencapai puncaknya, ia pun menepis tangan Ariell dengan perlahan.
Pelan namun pasti Bryan perlahan mencoba memasukkan si djordy ke dalam milik istrinya yang terasa sangat sempit, kemudian menundanya saat ia merasa dasar celah itu sulit untuk di tembus, baru ia sadari bahwa istrinya masih virg*n.
"Sayang tahan sebentar ya, ini mungkin akan terasa sedikit sakit," Bisiknya tepat di depan telinga Ariell.
Ariell mengangguk dan berbisik juga," Pelan-pelan." jawabnya sambil menyiapkan diri untuk menerima barang asing milik suaminya.
__ADS_1
"F**k," umpat Bryan saat si djordy berhasil membobol gawang milik istrinya itu walau masih ujungnya saja yang masuk dengan beberapa kali mencoba menerobos, tapi ia begitu beruntung istrinya menjaga dirinya selama ini.
Karena saat pertama kali melakukan itu dengan mantan istrinya dulu, Bryan menyadari kalau ternyata Fay sudah tidak utuh lagi.
Walaupun bukan saat malam pertama mereka melakukannya, karena masih dalam suasana berkabung, sebab sang Papa baru saja meninggal waktu itu.
Bryan masih sangat ingat dengan jelas mereka melakukan itu untuk pertama kalinya saat mereka sudah berada di London itu pun ia dalam keadaan tidak sadar. Entah pengaruh alkohol atau obat, ia sama sekali tidak ingat, yang jelas rasanya tidak senikmat punya istrinya saat ini.
Apakah Bryan bertanya siapakah pria yang sudah membobol gawang itu pertama kali? tentu saja jawabannya adalah tidak, sebab memang ia dulu tidak akan bertanya apapun tentang sesuatu pribadi Fay, apa yang mantan istrinya itu lakukan, ia tidak pernah ingin tahu segalanya.
Padahal Bryan baru memasukkan si djordy ujungnya saja tapi rasa nikmat yang begitu luar biasa langsung menggerayangi seluruh tubuh Bryan.
"S-sakitttt.." Ariell memejamkan kedua netranya ketika sentuhan itu menjamin rasa perih, air mata pun sudah mengalir dari sudut kedua netranya itu.
Cukup lama Bryan berperang untuk melanjutkan keinginannya dan suara Ariell mengadukan rasa. ia pun mengusap lembut dengan ujung ibu jari bulir air mata milik istrinya.
Lalu saat Ariell sudah kembali tenang, Bryan pun menekan kembali djordy sampai semuanya tertanam sempurna terlihat di makan habis oleh milik istrinya itu.
Pelan Bryan mulai menggerakan pinggulnya, kembali menciumi leher jenjang dan juga aset kembar itu kembali meninggalkan tanda kepemilikan dimana-mana.
"Kau begitu nikmat sayang," Des*hnya sambil terus memompa, sedangkan Ariell ikut terhanyut ke dalam gelombang yang memabukkan sambil tangannya meremasi surai tebal milik suaminya.
Hingga hampir satu jam lamanya meraka berdua hampir mencapai puncaknya" Sayang aku mau keluar lagi." des*h Ariell semakin meremas kuat pegangan tangannya.
"Keluar bersama sayang." Gerakan Bryan berubah sedikit brutal lalu ia mengerang tanpa batas dan semakin kuat dalam berc**ta.
Tak lama mereka pun akhirnya sampai mencapai puncak itu bersamaan, lenguhan panjang keluar dari bibir mereka masing-masing, Bryan menyemburkan benih unggulnya ke dalam rahim istrinya.
Bryan pun lemas tumbang, tubuhnya menindih tubuh istrinya tapi masih ia topang dengan sebelah tangannya, begitupun dengan Ariell yang sudah tidak bertenaga.
Bryan menyusupkan kepalanya ke dalam ceruk leher Ariell, nafas keduanya pun masih terengah-engah memburu, seperti habis lari maraton.( padahal mah main kuda-kudaan😀)
Setelah di rasa nafas keduanya sudah kembali normal Bryan mendongak lalu mengecup lama kening istrinya" Terima kasih sayang," Kemudian mengecup kedua mata Ariell, lalu kedua pipi dan berakhir di bibir sedikit mengul**nya.
__ADS_1
"Tidurlah," Bryan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih dalam keadaan polos, lalu memeluk tubuh istrinya dari samping dan kembali mengecup seluruh sisi wajah Ariell dan juga puncak kepalanya.
Akhirnya mereka tertidur menuju ke alam mimpi setelah pertempuran hebat yang mereka lakukan barusan yang berakhir sampai pada tengah malam.
...----------------...
Masih terlalu pagi saat pasangan yang masih bergelung di dalam selimut itu mendengar suara yang tidak sabaran mengharuskan mereka untuk segera bangun dari mimpi indahnya.
Tok..
Tok..
"Siapa sih? mengganggu saja!!." Gerutu Bryan, yang sepertinya melupakan seseorang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Akhirnya babang Bryan buka puasa juga, setelah sekian lama.😀😀
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1