Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 109


__ADS_3

Hari yang di nanti-nanti pun tiba bagi sepasang kekasih yang sudah lama saling suka ini, walaupun salah satunya sempat terbelenggu oleh sebuah obsesi yang tak bisa di raihnya.


Tapi seakan takdir memang sudah mempersatukan mereka dengan jalan yang tidak pernah diduga.


Dan tepatnya hari ini adalah moment yang sakral bagi keduanya yang di laksanakan di kediaman sang mempelai pria yang mana berasal dari kota yang mempunyai makanan khas bernama gudeg.


Acara di selenggarakan di pinggir pantai parangtritis sesuai permintaan dari Val, walaupun terlihat sederhana tapi Nando sudah berusaha membuat calon istrinya itu bahagia di hari pernikahan mereka.



Dan tepatnya lagi di Queen of the South Resort, posisinya yang berada di pinggir pantai dengan posisi yang lebih tinggi membuatnya menjadi tempat yang sangat sempurna untuk melakukan acara yang sakral ini.


Acaranya di adakan di waktu sore menjelang malam hari. Dimana acara akan berlangsung dengan menjumpai terbenamnya matahari di pantai ratu selatan ini.


Suasana menjadi fun dan tentunya sangat berkesan bagi sang calon pengantin beserta keluarga dan juga para tamu undangan.


"Sayang kau sudah siap?" tanya Bryan saat membuka pintu kamar yang mereka sewa untuk tiga hari kedepan.


Sebab bukan hanya untuk menghadiri undangan pernikahan Nando dan Val tapi juga untuk honeymoon yang kedua kalinya.


Dasar emang pikhiran cerdiknya sang Hot Daddy satu ini tidak ada habisnya, untuk selalu memanfaatkan keadaan.


Padahal jarak dari Resort ke Mansion milik kakaknya Fredly itu pun tidak sampai satu jam, emang dasar julliet dari goa hantu.


Pagi tadi mereka baru saja sampai dan langsung menuju ke Mansion Fredly untuk mengantarkan Mama Lidya, Ibu Ayu dan Nenek Disha, karena mereka lebih memilih menginap di sana dari pada di hotel di samping mempunyai kamar yang lebih juga karena ada baby yang membuat para Oma ini tertawa.


Setelahnya Bryan langsung menuju ke Resort ini yang mana tempat acara pernikahan sahabat mereka di gelar.


"Iya sebentar lagi, Ken dimana?" tanya Ariell saat tak melihat putranya itu bersama suaminya.


"Dia sedang bermain dengan baby Meo." balasnya sambil memandang takjub istrinya di pantulan cermin.


"Kau cantik sekali hari ini sayang?" bisiknya sambil mengendus tengkuk istrinya yang harum rasa vanila itu.


"Jadi kemarin-kemarin aku tidak cantik, begitu." gerutu Ariell memandang sinis pada Bryan.


"Bukan begitu sayang, kemarin-kemarin tentu saja kau cantik, istri siapa dulu. tapi hari ini kau semakin jauh lebih cantik lagi, begitu." terangnya tak ingin membuat istrinya itu marah.


Heran makhluk bernama wanita ini, begitu aneh memang, di puji cantik hari ini, di bilang kemarin tidak cantik, serba salah memang, harus extra sabar menghadapi perempuan itu.

__ADS_1


Sebab sesalah apapun istri tetap saja suaminya yang salah, dan sebenar apapun suami tetap istri yang selalu benar, tidak mau di salahkan.


Sebab itu akan semakin panjang berdebatan mereka, lalu sang istri membahas kesalahan masa lalu yang di lakukan oleh suaminya begitu terus sampai berujung suami tetap yang salah.


Dan kalau sudah begitu harus mengalah para suami, kalau tidak mau terpancing kata yang tidak seharusnya di ucapkan, dan pada akhirnya timbullah kata menyesal di dalam diri masing-masing.


Jadi makhluk pria cari aman saja, yang penting jatah tiap malam tidak berkurang, bukan begitu?


"Sudah sana jangan dekat-dekat." tepis Ariell tangan suaminya yang berada di pinggangnya itu.


"Kenapa memang?" tanya Bryan tak menggubris ucapan sang istri, tangannya malah semakin naik dan mendarat di kedua aset kembarnya.


"Perutku jadi mual, sudah sana nanti pakaianku berantakan lagi." gerutunya kembali.


"Mual?" Bryan membeo," Kau sedang tidak sehat?" tanyanya yang masih saja ingin menempel di tubuh istrinya itu.


"Tidak, sudah sana atau aku pergi dengan dandanan seperti ini." sambil menunjukkan rambutnya yang sebelah sudah tertata, sedangkan sebelahnya belum.


"Baiklah-baiklah aku tunggu di luar saja, tapi jangan lama-lama kita sudah akan turun sayang." pinta Bryan sebelum ia meninggalkan istrinya yang sedang mengkerli rambutnya itu.


Ariell memang tidak ingin pergi ke salon atau memanggil seorang MUA untuk mendadaninya, entah kenapa ia hanya ingin ber- make up tipis, natural saja.


" Ken sudah ayo kita turun sekarang, itu Mom sudah datang." seru Bryan mendekati putranya yang masih saja asyik berceloteh dengan baby Meo.


" Lihat putramu itu sudah siap menjadi seorang kakak, sudah jadi belu? apa bibitmu sudah tidak unggul lagi?" sarkas Fredly sambil tertawa.


Kakak durjananya itu memang suka sekali menggoda adiknya agar ia bisa bersikap sedikit hangat pada orang lain, sebab ia memang terlihat dingin sama seperti mendiang Papa mereka.


"Memang kakak durjana-lah kau ini, kau mendoakan adikmu sendiri tak memiliki bibit unggul? kau tak melihat hasil cetakannya yang sangat tampan itu." celetuk Belinda istrinya sambil menujuk Ken yang sedang tertawa bersama baby Meo.


Mereka tidak tahu saja bahwa Bryan bukanlah Ayah biologis dari Kenzie, sebab Bryan memang tidak memberitahukan pada mereka semua, takutnya mereka tidak terima atas kebobongan yang Fay lakukan padanya dan semua keluarganya.


Bahkan Papinya Bram saja tidak ia beritahu masalah itu, hanya mereka berempat yang tahu. mungkin nanti setelah Ken sudah beranjak dewasa.


Beruntung waktu itu Mamanya sibuk di kamar bersama Ken, jadi tidak mendengarkan pembicaraan mereka waktu itu.


"Kau tidak tahu saja, bibitku ini sangat unggul dan langka hingga mereka bisa mencetak banyak sekaligus, baby-baby yang sangat lucu dan comel nantinya." ucap Bryan bangga pada sang kakak.


Membuat semuanya tertawa sambil geleng-geleng kepala melihat dua orang kakak beradik itu sedang ribut kecil sebagai candaan.

__ADS_1


"Sudah-sudah ayo kita semua turun," ajak Mama Lidya mengintrupsi pada semua anggota keluarganya.


Kedua putra dan kedua menantunya beserta ketiga cucunya itu untuk segera bergabung dengan yang lain.


Bagi Ibu Ayu dan Mama Lidya Val sudah ia anggap seperti putri mereka sendiri." Hay aduh kamu gendut sekali sih?!" ujar Ariell sambil mencium baby Quel yang sedang di gendong Ibu Ayu.


"Iya Aunty, karena aku minum susunya sangat banyak." jawab Richard menirukan suara anak kecil. membuat gelak tawa mereka semua yang mendengarkan.


"Ariell bagaimana kabarmu? sudah ada isinya belum?" sapa Mama Wilona sambil memegang perut Ariell yang masih datar itu.


"Baik Ma, belum ini doain ya Ma," jawabnya sambil mengelus perutnya juga, sambil melirik suaminya yang sedang duduk di sampingnya sambil mengobrol dengan abangnya itu.


Wilona memang menyuruh Ariell untuk memanggilnya Mama, karena ia sudah menganggap Ariell seperti putrinya sendiri, sungguh ia sedikit malu sebenarnya pada perbuatan yang pernah ia lakukan dulu pada keluarga mantan kekasihnya ini.


" Kami akan menjemput mempelai wanitanya, kau jaga baby Quel." titah Zoey pada sang suami, lalu menarik tangan Ariell untuk beranjak.


"Ayo Riel kita masuk ke dalam kamar rias." ajaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2