
"Opa, Aunty"..teriak Kenzie antusias saat melihat Aunty dan Opanya datang. ia langsung turun dari pangkuan Ariell dan berlari ke arah keduanya.
Sang Opa pun menggendong cucunya saat baru saja masuk. "Hai Ariell." seru seorang wanita muda.
"Bonee!" pekik Ariell tidak menduga akan bertemu temannya di sini." Astaga sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" sahut Ariell berjalan menghampiri temannya itu.
Bonee dan Ariell berpelukan lalu bercipika-cipiki sebentar," Aku sangat baik, aku sangat merindukanmu, maaf aku baru dengar kau mengalami kecelakaan bersama Kak Bray." balas Bonee sambil melepas pelukan mereka.
"Bonee kau juga mengenal Ariell?" tanya Mama Lidya heran sebab Bonee selama ini di jakarta bagaimana ia bisa mengenal Ariell yang dulu tinggalnya di Jogja.
Begitulah yang ia dengar dari Felix tadi, karena Felix sudah menceritakan segalanya tentang hubungan Ariell dan Bryan dulu seperti apa.
"Iya Tan, kami berteman sudah lama, saat Bonee main ke Jogja dulu." jawab Bonee mengajak Ariell duduk di sofa.
"Oh iya Riell kenalkan ini Papi-ku, Papi ini temanku Ariell." Bonee mengenalkan Bram pada Ariell, tapi ia tidak memberitahukan bahwa Ariell-lah yang dulu menolongnya saat di Jogja.
Hanya Fanya kakaknya saja yang tahu perihal kejadian itu, ia tidak akan berani memberitahukan karena ia memang takut pada Papinya.
Bram hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Ariell. " Oh iya Lid maaf aku dan Bonee baru bisa datang soalnya ada pekerjaan penting di luar negeri yang tidak bisa aku tinggalkan kemarin itu. sekarang bagaimana keadaannya?" Bram menatap mantan menantunya itu.
"Aku sangat mengerti, seperti yang kau lihat, ia sudah hampir tiga bulan ini mengalami koma belum juga sadar." ucap parau Mama Lidya.
"Yang sabar ya Tan, semoga Kak Bryan cepat bangun,"Bonee mengusap pelan bahu Mama Lidya dengan lembut.
Dan semua itu tidak luput dari perhatian Ariell yang sejak tadi diam saja sambil mendengar dan juga melihat apa yang ada di sekitarnya.
Tapi ia juga berpikhir ada hubungan apa antara kedua keuarga ini, kenapa mereka terlihat begitu sangat dekat, tapi ia hanya diam saja.
Mereka pun berbincang-bincang saling mengobrol, Papi Bram dan Mama Lidya si yang Dominan sebenarnya.
__ADS_1
Sementara Bonee dan Ariell bersenda gurau bersama Ken di sofa sambil memainkan permainan yang membuat Ken yang sangat antusias.
Tak lama Bonee ijin mengantar Ariell yang pamit pulang, tapi ia ingin mengajak Ariell dulu mengobrol sebentar di cafe samping rumah sakit.
...----------------...
"Kau pasti bingung kan?! sebenarnya aku ini mantan adik iparnya Kak Bryan," terang Bonee membuat Ariell sedikit terkejut mendengar pernyataan ini.
"Maaf aku belum pernah bercerita, Fanya kakakku meninggal sehabis melahirkan Ken dia mengalami pendarahan hebat pada waktu itu." lanjut Bonee, Ariell hanya diam masih mendengarkan.
"Jangan bilang pria yang kau ceritakan itu, yang di jodohkan denganmu adalah...?" Ariell tidak meneruskan ucapannya karena Bonee sudah memberikan jawaban dengan cara menganggukkan kepalanya pelan.
"Maaf aku juga baru tahu kalian saling kenal bahkan aku juga sudah tahu tentang hubungan kalian di masa lalu."
"Dia yang menceritakan semuanya padamu?" tanya Ariell yang sudah jelas jawabannya pasti iya, tapi ia masih ingin bertanya.
Bonee mengangguk lagi." Kenapa kalian tidak memperjuangkan cinta kalian saja, aku tahu kak Bray juga salah, tapi tidak semua kesalahan ada pada dirinya." dan Ariell pun juga berpikhir demikian.
Ariell mengusap air mata Bonee dengan tisu sambil merangkul pundak Bonee yang memang mereka duduknya berdampingan.
Tiba-tiba Ariell mengingat sesuatu." Apa kau mengenal David?" tanyanya dengan sedikit panik membuat Bonee langsung menoleh cepat.
"Kak David? tentu saja mereka bertiga bersahabat sejak mereka sekolah menengah pertama, kenapa kau menanyakannya? kau mengenalnya?" Ariell nampak bergeming sambil memikirkan apa ia harus menceritakan kejadian waktu itu pada Bonee atau tidak.
Lama berpikhir sampai tersentak saat Bonee memanggilnya sambil menepuk lengannya dengan sedikit keras.
"Apa yang kau lamunkan? aku bertanya dari tadi, ada apa dengan Kak David?"
"Apa David dan Kakakmu pernah menjalin hubungan sebelum dia menikah dengan Bryan?" akhirnya Ariell pun bertanya agar apa yang ia pikhirkan selama beberapa bulan terakhir ini terjawab.
__ADS_1
"Setahuku mereka tidak pernah menjalin suatu hubungan dulu, tapi yang aku tahu Kak David itu memamg mencintai kak Fay, tapi malah kak Fay mencintai kak Bryan, dan kak Bryan sangat mencintaimu." membuat Ariellz menundukkan kepalanya.
"Kau tidak perlu malu-malu kucing begitu, tapi kata kak Bray kau itu kan memang kucing betina yang liar hahaha," goda Bonee tertawa senang.
"Sembarangan, dia itu Juliet dari goa hantu." elaknya sambil memukul rungan lengan Bonee membuat keduanya cekikian.
"Ya ya terserah kalian itu panggilan manis kalian berdua. Ini semua berawal dari permintaan Om Hadi yang ingin kak Bryan dan Kak Fay menikah. itu sudah di atur dari mereka masih kecil." membuat Ariell yakin kalau ada kesalahpahaman antara David dan Bryan.
"Yang membuat kak David marah pada kak Bray itu karena kak Bryan ingkar janji, dia bilang tidak akan menikahi kak Fay tapi kenyataannya lain, itulah yang membuat mereka dulu sempat bertengkar hebat sebelum acara pernikahan itu terjadi, dan merusak persahabatan mereka sendiri pada akhirnya." Jelas Bonee tapi inilah yang Ariell temukan sebagai jawaban atas pertanyaannya.
”Tapi kalau aku di sisi Bryan aku pun akan mengabulkan permintaan Ayahku untuk terakhir kalinya, sulit memang tapi membuat orang tua kita bahagia adalah keputusan yang tepat menurutku." sahut Ariell yang di benarkan juga oleh Bonee.
"Jadi hubunganmu dengan Chef ganteng itu bagaimana? aku sudah mengakhiri acara perjodohan konyol itu. dan mereka para orang tua pun setuju, dan kau tahu siapa orang yang membantuku?" Ariell menggeleng.
"Armand namanya, apa kau juga mengenalnya?"
"Tentu, mereka sahabatan sewaktu kuliah, jadi mana mungkin aku tidak mengenalnya." balas Ariell sambil menyesap minumannya yang ia pesan.
" Dan ku harap kau bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk hubunganmu, dia benar-benar mencintaimu." Bonee berkata serius saat mengatakan kalimat itu, yang membuat Ariell semakin dilema.
Bukannya Ariell tidak tahu siapa yang di maksud oleh Bonee , tapi saat ini dia benar-benar tidak ingin apabila nanti menyakiti yang lain.
"Aku juga tidak tahu, di lain sisi pria itu juga tulus padaku, selama ini sudah menungguku bahkan sebelum kami menjalin hubungan." terang Ariell membuat Bonee mengerti sekarang.
Bonee sangat mengerti dengan posisi Ariell saat ini, " Baiklah aku harus pergi mungkin dia sudah menungguku sedari tadi." Akhirnya mereka berdua memutuskan keluar dari kafe dan berpisah pada akhirnya.
Tanpa mereka berdua sadari bahwa obrolan mereka sudah di dengar oleh seseorang yang duduk di belakang mereka tadi, ia mendengarkan dengan seksama hingga mereka beranjak pergi.
"Sial." Umpatnya sambil berjalan keluar kafe.
__ADS_1
Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷