Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 98


__ADS_3

Bryan tersenyum geli, setelah mendengar penjelasan dari istrinya itu yang ternyata sedang cemburu, karena ia menyebut nama wanita lain di dalam tidurnya.


"Tidak perlu senyum-senyum begitu, dasar kau pasti senang bukan?! kenapa harus membawaku kesini, kalau kau hanya ingin bertemu dengan wanita lain.!" ucapnya sambil menatap sinis pada suaminya itu.


"Kenapa kau harus marah sayang? aku bahkan tidak sadar mengatakan itu semalam, baiklah maafkan aku Bee!" belanya masih dengan menahan senyum.


Bryan terus saja berusaha merayu istrinya, agar tidak marah lagi padanya, bisa-bisa tidak mendapatkan jatah malam ini, jangan sampai itu terjadi.


"Awas saja, lihat apa yang aku lakukan sampai kau berani macam-macam di belakangku.!" gumam Ariell tanpa suara.


"Kau mengatakan sesuatu?" Bryan melihat mulut istrinya itu manyun sambil komat-kamit tidak jelas." Kau tidak sedang membaca sebuah mantra untuk suami ini bukan?" Bryan menatap curiga pada istrinya kali ini.


"Kalau iya kenapa? aku sedang membacakan sebuah mantra tolak ganjen, mantra untuk para wanita genit di luar sana, agar kau tidak tergoda oleh mereka" ucap Ariell begitu seriusnya.


Bryan ingin sekali menyemburkan tawanya saat ini, tapi ia tahan, takut istrinya itu tersinggung dan makin marah lagi padanya.


Terlahir menjadi orang Jawa, membuat Ariell sedikit mengerti tentang hal seperti itu, tapi bukan berarti ia mendalami ilmu perdukunan, bukan?


Namun itu semua hanya semata-mata untuk mengerjai suaminya, dan juga mengeluarkan kekesalan yang sedang melandanya saat ini.


"Kau jahat sekali pada suamimu sendiri Bee, dan kau tidak perlu memakai mantra-mantra tidak jelas seperti itu, aku tidak akan tergoda oleh wanita lain. kau percaya padaku bukan?" sebenarnya Bryan sudah tidak tahan ingin tertawa terbahak, sampai kapan ia harus menahannya.


Seolah mengerti dengan perasaan istrinya saat ini, Bryan pun berjalan mendekat dan mengecupi pucuk kepala istrinya itu berulang kali, berharap istrinya tidak marah-marah lagi padanya.


"Bukankah seharusnya aku yang marah? kau bertemu dengan David kemarin sore bukan?" tambah Bryan lagi sambil menatap istrinya di dalam cermin.


Deggh..


Membuat Ariell langsung membulatkan kedua netranya itu," Kau tahu kami bertemu kemarin? eemm..maaf bukannya aku tidak mau bilang hanya saja_


Ariell bukannya tidak mau bilang, ia hanya takut ada kesalahpahaman di antara mereka berdua nantinya.


"Tentu saja, dan aku tahu maksudmu tadi, kalau pun kau bilang, aku sungguh tidak apa? karena disini aku-lah yang bersalah, David berhak marah padaku!" terangnya dengan raut wajah yang menyesal.


Bryan kemarin memang menyuruh dua orang untuk menjaga istri dan putranya, tapi ia juga menyuruh seseorang lagi untuk memantau mereka dari kejauhan.


Dan ia percaya David tidak akan mungkin mengganggu istrinya lagi, setelah apa yang ia lakukan pada perusahaan milik pria itu.


Bryan tidak ingin mencari keributan dengan sahabatnya itu, seandainya ada pilihan lain, ia pasti tidak akan menikahi Fay dulu.

__ADS_1


Tapi sekarang nasi telah menjadi bubur, ia harus terima keadaannya sekarang, yang masih saja di musuhi oleh sahabatnya itu.


"Bukan kesalahanmu sayang, inilah kehidupan, kadang yang tidak kita inginkan, malah terwujud, dan kalau kita menginginkan sesuatu hal belum tentu itu terwujud, kalau pun ada pasti melewati jalan yang berliku. seperti takdir kita" terang Ariell menatap pantulan suaminya di dalam cermin.


Bryan pun tersenyum ," Kau tidak marah lagi padaku bukan?" tanya Bryan sambil menaik turunkan kedua alisnya menatap wajah cantik istrinya.


Ariell hanya mengangguk, lalu Bryan merogoh ponselnya akan menghubungi seseorang, tapi ternyata ponselnya itu sudah lebih dulu berdering, yang ternyata panggilan dari sang assisten.


"Ya ada apa Felix?" tanyanya saat telepon itu sudah tersambung.


"Tuan, orang yang anda maksud semalam sebentar lagi akan segera datang." lapor Felix kepada bosnya.


Walaupun sedari tadi Ariell diam dan terlihat cuek, fokus berdandan. tapi diam-diam Ariell menguping pembicaraan mereka.


"Oh dia sudah akan datang? baiklah sebentar lagi aku ke sana." jawab Bryan kemudian menutup telelon itu.


Lalu melirik istrinya, yang sedang sibuk menata rambutnya itu," Bee aku berangkat dulu ya, nanti sore aku jemput kalian, " pamitnya tak lupa mengecup puncak kepala dan kening istrinya terlebih dahulu sebelum pergi.


"Tunggu, aku juga ingin pergi berbelanja sebentar bersama Ken dan Mama, bolehkan?" Ariell tersenyum manis pada suaminya.


Tapi Bryan malah menganggap senyuman istrinya itu seperti pertanda buruk, dari pada berlarut-larut lebih baik ia ijinkan saja toch hanya berbelanja 'kan?!


Ya Mama Lidya memang menyusul mereka ke kesana, tadi sekitar pukul sepuluh pagi dia baru datang, dan kini tengah menemani cucunya di kamarnya.


...----------------...


Setelah Bryan pergi tak lama Ariell pun pergi bersama Mama Lidya dan putranya.


"Max kau tahu siapa yang datang ke hotel untuk menemui suamiku? pasti wanita itu sudah datang bukan? beraninya mereka, awas saja." Ariell sudah terlihat sedikit emosi.


Sedangkan Max belum sempat menjawab pertanyaan dari istri bosnya itu, tapi malah terus saja mengoceh tidak jelas.


Membuat Max bertanya-tanya wanita siapa yang di maksud oleh istri bosnya ini? apa Miss Farah chef cantik itu? atau yang lainnya?


Kalau Miss Farah kenapa harus marah, dia bahkan sudah mempunyai dua orang anak, "Sudah Ariell, Bryan tidak mungkin seperti itu, percaya sama Mama." ujar Mama Lidya sedikit membela putra bungsunya itu, saat Ariell tadi menceritakan masalah mereka itu.


Ariell pun sebenarnya juga percaya pada suaminya, tapi entah kenapa ia merasa sedikit waspada saat ini, apalagi jika mengingat gumaman suaminya itu menyebut wanita lain di tidurnya.


Seharusnya ia merasa curiga saat Bryan kehilangan ingatannya kemarin itu, tapi ini suaminya sudah mengingat semuanya dan baik-baik saja tapi malah di curigai.

__ADS_1


Saat ini mereka sedang berada di dalam sebuah butik, yang dulu sering di kunjungi oleh Mama Lidya, jika ia sedang berkunjung kesini.


"Ma nanti Ariell akan pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, Mama tidak apa 'kan? kalau sendirian bersama Ken?" tanya Ariell sedikit merasa tidak enak sebenarnya, Mama Lidya hanya tersenyum ke arahnya, sembari mengangguk pelan.


"Mom, Ken ikut boleh?" tanya Ken dengan polosnya, sambil menatap Ariell.


"Ken di rumah bersama Oma ya Son, Mom tidak akan lama." walaupun harus melihat raut kecewa dari Ken, tapi Ariell hanya ingin pergi sendiri untuk sekarang.


Setelah menemukan apa yang mereka cari, akhirnya mereka pun kembali ke villa, dan juga tidak lupa untuk membeli satu set setelan jas kecil untuk di pakai Ken malam ini.


Dan hari sudah menjelang sore, saat Mama Lidya dan Ken sudah sampai dan berjalan masuk ke dalam Villa.


Lalu dimana Ariell berada? yang jelas ia sedang melakukan aksinya yang entah sedang melakukan apa? Mama Lidya pun juga tidak bertanya apapun, biarlah itu menjadi urusan mereka sendiri.


Sementara di kantor, Bryan sedang berada di ruangannya, dan tiba-tiba pintu ruangannya itu di ketuk dari luar.


Dan masuklah Felix dengan raut wajah bingung sambil berpikhir." Tuan di luar ada M**iss Ariel Tatum yang baru saja datang!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2