Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 42


__ADS_3

Masih Bryan 💓 Ariell


Di sebuah jalanan yang tampak ramai terlihat seorang gadis sedang berjalan bersama seorang pria yang seumuran dengannya.


Mereka berjalan meninggalkan taman kota menuju sebuah mobil Marcedes hitam yang terparkir tak jauh dari area taman.


"Fay besok aku jemput agak pagian yaa..?" seru David pada Fanya sambil melajukan mobilnya menuju ke rumah kediaman keluarga Wijaya.


"Kalau kamu sedang sibuk jangan jemput aku, aku bisa suruh sopir Papiku mengantarkanku." jawab Fanya tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


David yang sesekali melirik Fay pun hanya bisa mendesah pasrah. memang gadis di sebelahnya ini susah untuk di ambil hatinya.


Apalagi membuatnya cinta padanya sungguh sulit sekali, karena di hatinya sudah di isi oleh lelaki lain yang ia kenal juga.


"Kamu sungguh masih menunggu dia?" tanya David untuk yang kesekian kalinya bertanya.


"Kau sudah tahu jawabanku, tidak perlu aku menjawabnya lagi." jawab malas Fanya.


"C'mon Fay, dia bahkan tidak pernah membalas cintamu. sebegitu besarnya cintamu pada lelaki itu!" ketus David mulai emosi mencekram kuat setir mobilnya.


"Lelaki itu yang kau maksud sahabatmu sendiri, cih kenapa kau terus saja ingin aku melepaskan Bryan, stop Dav turunin aku di sini saja, lebih baik aku pulang sendiri." seru Fanya mulai jengah dengan sikap sahabat lelakinya itu.


"Okay, aku tidak akan membahas cinta sialanmu itu, asalkan jangan menjauh dariku.!" tegas David tak terbantahkan.


David sudah lama mencintai sahabat gadisnya ini, sejak duduk di bangku menengah pertamanya, ia merasakan ada getaran aneh pada dirinya semenjak dia memeluk erat tubuh sahabat cantiknya ini.


...----------------...


Flasback Masa SMP


Pada saat itu pulang sekolah Fanya akan belajar kelompok bersama teman-teman wanitanya, sebelum keluar kelas ia meminta Bryan untuk menjemputnya di rumah Nina teman satu kelas mereka.


Bryan pun hanya menganggukkan kepala dan merangkul Andrew sepupu juga sahabatnya keluar kelas, mereka pun juga akan belajar kelompok bersama teman lainnya, satu kelas di bagi beberapa kelompok, dan mereka tidak satu kelompok.


Fanya yang memang sangat dekat dengan Bryan sejak kecil, terlalu tergantung pada sahabat lelakinya itu. bahkan banyak yang bilang mereka berpacaran, walau kenyataannya tidak sama sekali.


Tiba saat selesai belajar kelompok Fanya dan teman lainnya keluar dari rumah Nina, lalu duduk di bangku halaman sambil menunggu Bryan menjemputnya.


David teman satu kelompoknya menghampiri Fanya yang sedang melamun. " Fay masih nunggu Bryan?" panggil David seraya menepuk pundak Fanya.


"Eh iya Dav, tadi Bryan bilang mau menjemputku, tapi sudah malam begini kenapa dia belum datang ya? apa terkena macet di jalan ya?" jawab Fanya menerka nerka terus berpikhiran positif.


"Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang saja, mungkin Bryan lagi sibuk. sepertinya akan turun hujan juga sebentar lagi." seru David sambil mengadah menatap langit malam yang mendung tanpa berbintang.


"Kamu duluan aja Dav, mungkin sebentar lagi dia datang.!" tolak Fanya berharap Bryan segera datang sebelum hujan turun.

__ADS_1


"Baiklah, kamu sebaiknya nunggu di dalam, aku panggilin Nina yaa.?" David akan berbalik melangkah kembali ke rumah Nina yang sudah tertutup pintunya.


"Jangan, mungkin Nina sudah istirahat. gak apa apa, aku di sini aja. toch di depan ada pak satpam." cegah Fanya cepat, dengan menarik ujung jaket yang di kenakan David.


"Baiklah aku pulang duluan yaa.." Fanya mengangguk pelan, David pun pasrah sambil berjalan perlahan.


Jeddeerrrr..


Terdengar suara gemuruh di atas langit berbarengan dengan turunnya hujan yang sangat deras.


Mau tidak mau David berbalik menghampiri Fanya sambil melepas jaket kulit yang ia pakai tadi. menjadikannya penutup kepalanya dan kepala Fanya.


"Ayoo berteduh di pos situ saja," setengah berteriak David karena suara hujan yang begitu besar.


Mereka berdua berlari cepat menuju pos satpam yang tak jauh dari halaman rumah Nina.


"Maaf Pak, kami menumpang berteduh." seru David setelah sampai di pos. pak satpam pun hanya mengangkat ibu jarinya tanda setuju.


Setelah berteduh kurang lebih hampir satu jam hujan belum juga reda, malah semakin deras.


David melirik Fanya yang tampak sembab, ternyata air matanya sudah mengalir di pipi cantiknya sedari tadi, David pun mendekatinya merengkuh pundak Fanya memberikan pundaknya sebagai tempat sandaran untuknya.


Tapi sikap yang di berikan David malah membuat Fanya semakin terisak, David pun semakin memeluk tubuh Fanya, membenamkan kepala Fanya di dada yang belum terlihat bidang itu.


Setalah beberapa menit Fanya sudah mulai kembali tenang, saat itu juga hujan pun mulai sedikit reda, David mengantarkan Fanya kembali ke rumahnya.


Fanya pun hanya bisa mengangguk tanpa bersuara.


Sejak saat itu David bersahabat dengan Fanya juga dengan Bryan dan Andrew, semakin hari perasaannya malah semakin tumbuh untuk gadis itu.


Flasback Off


...----------------...


David di perjalanan pulang, sambil memikirkan kenangan pertamannya saat ia merasakan jatuh cinta pada gadis yang bernama Fanya.


Gadis yang cantik, baik, lemah lembut, dan manja. tapi ia sangat menyukai apa yang ada pada diri Fanya. sikap manjanya itu membuatnya ingin selalu menjaga dan melindungi gadis itu, dari siapa pun apalagi dari Bryan sahabat mereka.


David selalu menjadi tempat curahan hati Fanya, ia tahu gadis itu sangat mencintai Bryan, tapi sayang Bryan tidak pernah bisa membalas cintanya, entah sampai kapan ia akan selalu jadi bayangan dari Bryan.


"HAaahh!!,,, serumit ini yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan.!" gumamnya sambil terus menyetir.


Sedangkan Fanya setelah David pergi, ia langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuknya, hari ini ia menghabiskan sorenya bersama teman-teman kampusnya di taman kota.


"Lagi apa yaa Bryan, sejak kemarin aku belum menghubunginya..!" gumam Fanya sambil mengambil ponsel yang berada di nakas samping ranjang.

__ADS_1


...----------------...


Sedangkan di tempat lain


Bryan terus menatap dalam bola mata Ariell tubuhnya terus menghimpit tubuhnya, membuat gadis itu salah tingkah dan langsung memejamkan kedua matanya, tangan Bryan terulur ke belakang tubuh Ariell kemudian mulutnya di dekatkan pada telinga Ariell.


"Kenapa kau pejamkan mata, apa kau ingin mengulang kembali ciuman panas kita tempo hari.!" bisik Bryan sengaja menggoda Ariell.


Sreett..


Rambut Ariell yang lurus langsung tergerai indah karena ikatan rambutnya di tarik paksa oleh Bryan, berbarengan dengan mata Ariell yang seketika terbuka lebar dan menatap mata tajam milik Bryan.


Kedua pasang mata itu saling mengunci saling menatap tajam," apa yang akan kau lakukan?" geram Ariell karena Bryan sudah berhasil membuatnya salah tingkah.


"Menurutmu? Apa yang di lakukan oleh sepasang kekasih? " jawab Bryan sambil tersenyum menyeringai.


"Kita bukan pasangan kekasih.!"


"Tapi kau adalah wanitaku Bee.!"


Bryan sudah mendekatkan wajahnya tinggal beberapa centi saja bibirnya dan bibir Ariell akan menempel, jikalau saja bunyi dering ponsel milik Bryan tidak merusak moment indah mereka. ralat indah bagi Bryan, belum bagi Ariell.


Bryan mendecak kesal sambil merogoh ponsel di saku celana miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2