Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Bonchap_07


__ADS_3

" Sayang kenapa mobilnya jalannya seperti ini?" pekik Ariell yang mulai sedikit panik.


" Bee kau tenanglah, tolong kau hubungi Imam sekarang juga untuk menjemput kita." ujar Bryan.


Belum sempat Ariell mengambil ponselnya di dalam handbag nya, suara dentuman yang begitu sangat keras menghentikan aksinya.


CIIIITTTTT!!


BRUAAKKKK!!!


SRAAAAAKKKKK!!


Suara yang bersahutan terdengar begitu mencengkam juga suara benturan yang hebat membuat semua mobil yang sedang melaju itu menurunkan kecepatan mereka.


...----------------...


Seminggu berlalu.


Di ruangan Intensive Care Unit (ICU) atau Unit Perawatan Intensif seseorang sedang berbaring tak berdaya di dalam sana dengan berbagai banyak alat yang menempel di tubuhnya, seperti ventilator, selang makanan, infus, kateter dan yang lain lagi, ini disebut sebagai kondisi yang sangat kritis.


Hanya suara monitor yang menemaninya di dalam sana, tak seorang pun bisa masuk ke sana, tanpa persetujuan terlebih dahulu dari seorang dokter.


Keadaan yang sangat memprihatinkan itu membuat seorang wanita paruh baya menatapnya dengan tatapan sendu, melihat buah hati yang ia besarkan hingga dewasa sedang berjuang untuk bertahan hidup.


Air mata terus saja mengalir di kedua pipinya hampir setiap hari, membuat orang yang melihatnya menjadi tidak tega.


" Ibu makanlah dulu, nanti Ibu yang sakit jika tidak mau makan, lalu siapa nanti yang akan mengurus putri Ibu yang cantik itu jika ia sudah bangun nanti." ucap Richard merayu sang Ibu yang sedari tadi berdiri di balik kaca pembatas ruang.


Memang Ariell yang berada di ruangan ICU tersebut, karena benturan hebat yang menabrak mobil kendaraan lain, sehingga mobil oleng ke arah kiri, Bryan yang menyadari hal itu, ia langsung membanting stir ke kanan tidak ingin sang istri mengalami hal yang buruk.


Namun seolah takdir tidak memihak pada keinginan Bryan, hingga mobil menabrak mobil pengendara lain sehingga mobil oleng ke kiri dan menabrak pohon membuat Ariell mengalami benturan keras di bagian kepalanya.


Beruntungnya kondisi janin yang berada di kandungan Ariell sehat dan kuat, mungkin malam itu Ariell memeluk erat perutnya, begitu melindungi calon buah hati mereka entah dengan apa ia melakukannya. begitulah penjelasan dari Dokter yang menanganinya.

__ADS_1


Membuat seluruh keluarga sedikit mengurangi rasa lega, namun tetap saja berharap ada keajaiban yang bisa membuat Ariell dan Bryan segera sadar.


Sedangkan Bryan kondisinya juga cukup parah namun tidak begitu kritis seperti sang istri, namun ia juga dalam keadaan koma masih belum sadarkan diri di ruang IGD.


Rich sudah tiga hari berada di Negara ini, dari bandara ia langsung ke rumah sakit, begitu ia mendengar kabar dari sang Ibu jika adik dan juga suaminya mengalami kecelakaan hebat pada malam itu dan sekarang bahkan sudah sepekan lamanya, namun belum ada tanda-tanda mereka berdua sudah sadarkan diri.


" Bagaimana kondisi janinnya? kasihan sekali mereka harus ikut bertahan hidup di dalam perut Mommy nya yang juga sedang berjuang. Ibu rasanya tidak tega dengan keadaan adikmu Rich." lirih Ibu Ayu yang terus saja menangis melihat kondisi putrinya yang belum ada kemajuan sama sekali.


" Kata Dokter mereka semua sehat, dan sangat aktif di dalam perut, mungkin Ariell sedang bermain dengan mereka, sehingga mereka begitu aktif Bu." kekeh Rich, mencoba membuat suasana ceria, walau kenyataannya Ibunya itu sama sekali tidak ada senyum walaupun sedikit di wajahnya semenjak malam itu mereka mengalami kecelakaan.


Di tambah dua hari kemarin mereka sedang berkabung di rumah, Nenek Dhisa sudah lebih dulu di panggil oleh Yang Maha Kuasa, untungnya ada Richard yang menemaninya, memberi semangat dan support untuk menerima semua cobaan hidup yang sedang menimpa keluarganya saat ini.


Ibunya hanya pulang sekali saat Nenek Dhisa meninggal, setelahnya ia justru terus berada di rumah sakit tidak ingin meninggalkan putri dan menantunya itu hingga mereka sudah sadar.


Rich memang datang bersama sang istri, namun ia menyuruh sang supir untuk mengantarkannya ke Mansion Bryan, agar ikut membantu menjaga Kenzie dan juga Kaylee, yang mungkin saat ini belum mendengar kabar apapun perihal kedua orangtuanya yang mengalami kecelakaan dan belum sadarkan diri.


Sedangkan keluarga besar Rich menyusul besoknya, karena ada suatu hal yang harus mereka urus terlebih dahulu di sana, sekarang mereka semua tinggal di Mansion Bryan dan ikut menjaga kedua anak itu.


Saat tengah serius menatap ke arah kaca pembatas dimana Ariell terbaring lemah disana, tiba-tiba keduanya di kejutkan oleh para suster yang sedang tergesa-gesa berjalan bersama seorang Dokter. saat di amati ternyata mereka semua menuju ke ruangan Bryan yang berada tak jauh dari sini.


" Ayo Bu." Rich menggandeng Ibunya berjalan kesana, dan didepan ruangan itu ada Fredly kakak dari Bryan yang sedang menunggu adiknya.


" Bang ada apa? semua baik-baik saja?" tanya Rich menepuk bahu Fredly yang sedang menunduk.


" Tadi Bryan sempat menggerakkan jari-jarinya tak lama ia langsung kejang-kejang. " jelas Fredly kepada mereka berdua.


Rich sangat mengerti bagaimana perasaannya, sebab adiknya sendiri di dalam sana juga tengah berjuang untuk hidup, Rich hanya bisa memberi dukungan dan sedikit nasehat agar tetap bersabar menghadapi cobaan ini.


Fredly hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya." Apa Armand sudah menghubungimu?" tanya Fredly begitu ia lebih tenang dari sebelumnya.


" Belum bang, mudah-mudahan ia segera memberi kabar kepada kita, kita tetap terusbetdoa agar keduanya cepat sadar." sahut Rich, kemudian ia duduk di sampingnya. sementara Ibu Ayu sidah lebih dulu pergi kembali melihat kondisi putrinya.


" Ya Tuhan kenapa cobaan ini selalu saja menimpa keluarga putriku, jika memang ada orang yang sengaja mencelakai mereka berdua, semoga polisi segera menangkap mereka. Aamiin." doa Ibu Ayu yang sudah kembali terisak.

__ADS_1


Malam pun tiba, kondisi Bryan sudah normal kembali, namun masih belum sadarkan diri. sedangkan Ariell masih sama belum ada perubahan apapun. hanya saja asupan makanan yang berupa susu yang di berikan lewat leher Ariell itu cepat sekali habis, sehingga beberapa kali suster menggantinya.


Mungkin di karenakan bukan hanya satu yang mengkonsumsinya namun dua janin sekaligus yang sedang tumbuh di perut sang Ibu, mereka begitu sehat dan kuat di dalam sana dalam kondisi seperti ini.


Itulah yang membuat Ibu Ayu semakin terharu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya mereka nanti jika sesuatu menimpa Ibunya, namun Ibu Ayu segera menepis pikiran buruk itu, tidak ingin hal buruk itu sampai terjadi.


Ibu Ayu terus berdoa dan berihktiyar semoga ada keajaiban dari Tuhan yang membuat putrinya segera sadar dan sehat kembali agar bisa merasakan kebahagian yang selama ini di impikannya yang akan segera melahirkan dua bayi sekaligus.


Ibu Ayu masih ingat saat Ariell baru saja menikah dulu, jika putrinya itu ingin mempunyai bayi kembar jika Tuhan mengijinkan, pasti ia akan sangat bahagia mendapatkan kesempatan tersebut.


Dan sekarang saat keinginannya terkabul, justru keadaannya yang memprihatinkan yang ia terima, mungkin Tuhan sedang mengujinya kembali.


" Bu, aku ke bawah sebentar ya, Armand sudah menungguku di bawah, semoga ia mendapatkan titik terang." ucap Rich berpamitan kepada Ibunya, Ibu Ayu mengangguk dan Rich segera bergegas pergi ke lantai bawah.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2