
Ariell sampai di kediamannya menjelang petang, dan ternyata Nando sudah menunggunya duduk santai di ruang tengah sambil memainkan ponsel miliknya.
Nando yang melihat Ariell baru saja kembali ia pun bangkit dari duduknya, "Sayang kamu dari mana saja?" tanyanya sambil mengikuti Ariell yang berjalan melangkah menuju ke lantai atas kamarnya.
"Maaf aku tadi pergi ke rumah sakit, maaf kalau tidak memberitahumu sebelumnya," cicit Ariell sambil menatap sekilas Nando. "Apa kau pulang dari Resto?" Nando menggangguk sambil duduk di atas sofa.
"Kenapa tidak mengajakku kalau ingin menjenguknya? kan aku bisa mengantarmu," Nando tahu kalau Ariell merasa sedikit bersalah padanya, tapi bagaimana pun itu sudah terjadi bukan.
"Maafkan aku, kalau begitu aku bersih-bersih dulu."
Tanpa menunggu jawaban dari Nando, Ariell sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Nando kembali memainkan kembali ponselnya yang entah sedang berkirim pesan dengan siapa?
Tak lama Ariell pun keluar setelah menyelesaikan ritualnya, " Nando kau sedang apa?" Ariell melihat Nando yang sedari sibuk terus dengan ponselnya.
Ariell sebenarnya hanya basa-basi saja, ia tidak ingin mencampuri urusan pribadi pria itu. tapi menurutnya sikap Nando sedikit aneh, tidak seperti biasanya.
Bahkan ia tidak mempermasalahkan tentang dirinya yang pergi sendiri ke rumah sakit untuk mengunjungi Bryan, padahal sebelumnya pria itu sedikit tidak suka apabila di ajak ke rumah sakit, apalagi mengantarnya.
Harusnya ia marah bukan? seperti terakhir kali ia menegurnya, karena calon istrinya ini diam-diam pergi ke sana tanpa minta ijin dahulu.
Tidak seperti Nando biasanya ? tapi Ariell segera menepis pikhiran buruknya yang berpikhir Nando sama dengan pria di luar sana.
"Tidak aku sedang membalas email pada salah satu clienku." jawab Nando tenang sambil menatap Ariel dan memperlihatkan senyumnya.
"Sebaiknya kita turun makan malam, sepertinya Ibu juga sudah pulang." Ariell sudah lebih dulu berjalan meninggalkan kamar di ikuti oleh Nando yang berjalan di belakangnya.
...----------------...
"Tuan apa yang kau lakukan pada wanita itu?" tanya Felix pada Armand yang duduk di sofa.
Saat ini mereka berada di ruangan Bryan, " Seperti yang bosmu itu lakukan, jika ada yang berani mencari perkara dengannya. dan mungkin saja tubuhnya saat ini sudah tinggal tulang belulang saja yang tersisa, karena menjadi santapan para penghuni samudra itu." jawab Armand begitu santainya tanpa memperdulikan Felix yang bergedik ngeri.
__ADS_1
"Ternyata kalian berdua mempunyai kesamaan, bahkan sahabat bos yang bernama tuan Lucas itu pun juga sama. sedikit berbau seorang devil." Armand hanya menyeringai saja mendengar ucapan Felix barusan.
Ia dan Bryan memang mempunyai sisi lain tapi itu berlaku jika ada yang mengusik hidup mereka.
"Felix apa Bonee tadi kemari?" Felix hanya mengangguk sambil sesekali melirik pada bosnya yang terlihat damai sekali dalam tidurnya.
Armand menghela nafas kasarnya, sambil memejamkan kedua netranya lelah." Apa tidak sebaiknya anda pergi istirahat tuan, sepertinya anda terlihat kelelahan sekali." ujar Felix yang memang melihat wajah Armand yang letih.
Dan melihat penampilannya juga yang sedikit berantakan tapi tetap tidak membuat ketampanannya luntur.
"Kau tahu Felix, aku sedikit mencurigai seseorang yang aku perkirakan dia ada hubungannya dengan 'Black Serigala'." kata Armand sambil menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa.
"Jadi menurut anda, orang itu sedang mengintai kita begitu?" tanya Felix penasaran, ingin tahu orang seperti apa yang bos ceritan padanya dulu.
"Bukan mengintai kita, tapi memang ada di sekitar kita tepatnya. dia masih menyembunyikan statusnya dengan sangat baik.' timpal Armand kini membuka matanya.
"Apa menurut anda tuan David ada hubungannya dengan anggota itu?"
"Mereka semua hadir, di saat anda masih sibuk mencari wanita j****g itu, sebentar tuan!." balas Felix yang kini berjalan mendekat ke arah ranjang Bryan berada karena ia melihat sekilas ada yang janggal.
"Ada apa? apa yang kau lihat?" tanya Armand sambil mengikuti langkah Felix.
"Benda apa ini tuan?" tanya Felix yang baru saja mengambil sesuatu benda yang jatuh di bawah ranjang tidur Bryan.
"Coba kulihat?" pinta Armand yang sudah mengambil benda itu dari tangan Felix.
"Sepertinya aku pernah melihat benda ini sebelumnya, tapi diman, apa ada seseorang yang mencurigakan masuk ke dalam sini tadi?" tanyanya tegas sambil menatap Felix menunggu jawabannya.
"Sepertinya tidak ada tuan? tapi saya sempat masuk ke dalam toilet kurang lebih setengah jam, karena tiba-tiba saja perut saya sembelit." terang Felix sambil mengkerutkan keningnya.
Saat ia tengah dalam pemikirannya yang menelisih jauh, tiba tiba saja ia di kejutkan dengan umpatan keras dari seseorang.
Siapa lagi orangnya kalau bukan Armand karena hanya mereka berdua saja yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Shitt, b*****t , sialan." begitulah umpatan Armand dan masih banyak lagi umpatan hewan yang ia keluarkan.
"Ada apa tuan?"
"Felix kita kecolongan?" ucapnya geram sambil menggenggam erat benda yang masih ia pegang itu.
Felix mengernyit tidak faham, "Kecolongan itu apa tuan?"
"Oh God, aku melupakannya, sorry aku lupa kalau kau itu bukan penduduk pribumi. sudah lupakan saja, yang jelas orang yang aku curigai berhasil masuk ke dalam ruangan ini." jelas Armand membuat Felix terbelalak.
"Maksud anda anggota 'Black Serigala'?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1