
"Kau pikhir aku ini semiskin itu sampai tidak bisa membeli tiket sendiri" keluh Kyle yang tak terima hanya mendapatkan sebuah tiket liburan.
Suara tawa dari semua pun meledak kembali, tapi tiba tiba terhenti di saat mereka semua melihat langkah gontai dari sang empu acara menghampiri meja mereka.
"Kau kenapa terlihat tidak bersemangat begitu,??" Tegur Andrew yang lain pun ikut memasang telinga untuk mendengar apa yang sedang terjadi pada Lucas yang terlihat menyedihkan seperti mayat hidup berjalan.
Felix pun langsung menarik kursi kosong di sebelahnya, Lucas segera duduk dan memanggil pelayan meminta sebotol minuman yang kadar alkoholnya tinggi.
Sepertinya hanya itu yang bisa merendam kepalanya yang serasa seakan segera meledak dari sarangnya.
Hening di meja panjang itu, para sahabat masih saja menatap heran, menunggu sang empu acara menikmati seteguk demi seteguk sudah hampir dua botol Lucas meminumnya seorang diri.
Merasa bahwa sahabatnya sedang tidak baik baik saja, Bryan merampas cepat botol yang di genggam oleh Lucas.
"Shiitt," sambil mengumpat Lucas berusaha merebut kembali botolnya tapi di karenakan pandangannya yang sudah tak fokus, membuat Bryan dengan cepat sudah menyingkirkannya.
"Ada apa denganmu, minuman itu tidak akan bisa menyelesaikan masalahmu dude," ujar Bryan datar merasa tak senang bila Lucas mengambil tindakan yang bodoh.
"Damn F*cking you" Umpat Lucas keras setengah melotot pada Bryan tapi efek dari minuman itu membuat kepalanya sakit berputar putar,dan menjatuhkan kepalanya di atas meja hingga tak sadarkan diri.
Bryan segera memanggil anak buah Lucas untuk mengantarkan bos nya itu kembali ke rumahnya.
...----------------...
Ariell mondar mandir di kamar hotel yang ia sewa. yaa akhirnya Ariell memutuskan untuk segera pergi dari acara tadi.
Ia bingung harus memulai dari mana, tidak mungkinkan tiba tiba saja ia muncul di hadapannya lalu mengaku bahwa dirinya adalah adiknya.
Secara nama orang itu saja sudah berbeda dari nama abangnya.
Tapi entah dari mana ia merasa yakin bahwa otang itu adalah abangnya.
Mungkin karena ikatan batin, dan darah lebih kental dari air sobat.
Hingga lama berpikhir akhirnya Ariell pun memutuskan untuk menghubungi seseorang yang mungkin bisa membantunya saat ini.
...----------------...
Matahari sudah naik di atas sana, membuat kulit terasa terbakar rasanya. pagi menjelang siang ini Ariell sudah berada di dalam restoran milik salah satu temannya.
__ADS_1
"Ini orang yang bisa membantumu, aku sudah bicara dengan bosnya " Ucap Kadek teman Ariell sesama chef.
Ariell menatap seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan kerja milik Kadek
Agak bergedik ngeri sebenarnya, tapi demi mendapatkan sesuatu ia pun harus rela melawannya.
"Baiklah seperti rencana yang aku bicarakan sebelumnya," sambil mendekat ke telinga Ariell berbisik." Kau tak sedang main main kan denganku, anak buahnya saja seperti ini, bagaimana dengan bosnya." lalu kembali duduk ke posisi bersandar.
Kadek yang mendengar itu seketika tertawa keras, paham dengan apa yang di pikhirkan oleh kawannya barusan.
"Kamu tenang aja, dia gak akan ngapa ngapain kamu kok, aku jamin itu, kalau gak, bos nya langsung berurusan denganku nanti jika terjadi apa apa denganmu.!!" tegas Kadek supaya Ariell tak berpikhiran yang aneh aneh lagi.
"Baiklah" ujar Ariell masuk ke dalam mobil, dan pergi meninggalkan restoran milik kawannya, orang yang tadi terus mengikuti Ariell hingga masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Awas saja, macem macem aku akan habisi itu bosnya. bukannya bergerak sendiri malah menyuruh anak buahnya. shitt, lihat saja nanti. gerutu Ariell masih mengemudikan mobil sewaannya, sambil melihat ke spion bahwa orang itu masih terus mengikutinya dari belakang.
...----------------...
Kyle, Bryan, Richard, Lucas, Andrew dan Felix kini mereka sengaja berkumpul sebab setelahnya mereka akan kembali ke tempat asal masing masing.
"Eh, Gimana semalam?" tanya Richard yang tiba tiba mengingat taruhan konyoll yang di lakukan dua sahabat jomblonya itu.
Andrew yang mendengar itu hanya bisa tertawa geli menanggapi pertanyaan Richard, sebab ia masih ingat betul tragedi yang di alami tersangka pelaku utama.
...----------------...
Sudah hampir lewat tengah malam mereka menunggu, hingga sang Dj pun turun dari singgahsananya lalu mengambil segelas minuman cocktail yang berada di atas meja yangbsudah tersedia, sebab pelayan yang bekerja sudah pergi meninggalkan acara tersebut.
Dengan gagah berani Kyle melangkah mendekati wanita Dj itu. dengan tampang yang di bilang lumayan tampan itu dia merasa percaya diri.
Tanpa babibu, Kyle langsung menarik tengkuknya lalu mengecup bi**r yang mungil itu dengan cepat.
Wanita Dj yang bernama Clara itu sangat terkejut dengan tindakan yang sangat tidak senonoh ia rasakan secara tiba tiba.
Dengan wajah yang sudah merah padam menahan kekesalannya itu, Clara menatap pria yang berada di depannya yang tengah tersenyum tengil.
Tanpa berpikhir panjang langsung mendaratkan tamparan keras di pipi kiri pria itu, dan menambahkan pula siraman di atas kepala pria itu. lalu setelahnya pergi dengan perasaan seolah tidak terima telah di lecehkan oleh pria asing.
Andrew yang melihat adegan drama tersebut langsung tertawa terpingkal pingkal, sampai mengeluarkan air mata dan merasakan sakit di perut bawahnya.
__ADS_1
Kyle pun pergi menatap kesal pada Andrew yang tengah berani menertawakannya.
Double shitt, f*cking you, baru kali ini aku di permalukan oleh seorang wanita murahan seperti dia. awas saja sampai ketemu. gerutu Kyle sambil melangkah masuk ke dalam kamar hotel tak menghiraukan teriakan Andrew memanggilnya.
...----------------...
Hahahaha...para sahabatnya masih menertawakan apa yang tengah Kyle alami malam itu, mendengar cerita dari Andrew sambil membayangkan wajah Kyle yang seperti seekor nyamuk habis menghisap darah lalu pemiliknya marah besar dan PLAAKKK...hahaha
Tiba tiba bunyi dering ponsel dari saku Richard menghentikan aksi tawa mereka.
Richard langsung merogoh ponselnya dan langsung mengangkat panggilan dari nomor asing.
"Yaa Hello,"__ " whatt???oke aku akan segera kesana." jawab Richard sambil memasukkan kembali ponselnya di sakunya dia pun berpamitan pada para semua sahabatnya.
"Oke, aku pergi dulu sampai jumpa lain waktu bye see u," ujarnya pada semua sambil setengah berlari keluar resto.
Yang lainnya yang tak paham dan tak berani bertanya banyak, takutnya itu hal pribadi, mereka pun hanya menggangguk dan melambaikan tangan mereka.
"Sepertinya ada sesuatu tengah menimpa Richard barusan" tanya Lucas curiga.
"Kau sendiri tak ada niat membicarakan sesuatu tentang tingkah konyolmu malam itu,?" skakmat pertanyaan yang di berikan Bryan pada Lucas mampu membungkam mulutnya itu.
Tak ingin ada yang di sembunyikan akhirnya Lucas pun menceritakan kronologi tentang kisah percintaannya yang berakhir dengan tragis.
Mereka pun paham, bagaimana hubungan asmara keduanya dulu yang terlihat saling mencintai, apalagi cinta Lucas yang tulus, mereka pun ikut merasa berempati.
Bahkan kalau mereka semua pergi untuk berlibur Lucas selalu mengajak wanitanya itu. tak heran kalau Lucas merasa kecewa.
Lihat Dj yang cantik gini gimana gak Klepek klepek coba si Bule tengil ngeliat yang bening dikit aja langsung pengen cepat cepat bungkuuusshhh...😂😂
Visual Clara Ivani Aome
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
__ADS_1
Bagaimana guys, ada yang suka gak dengan ceritaku.
Thanks yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo. jangan lupa kasih like dan koment. kasih rose juga boleh yang banyak yaa..hehe