
"Kamu". ucap mereka bersamaan.
"Kenapa aku selalu bertabrakan dengan pria sepertimu.!" desis Bonee sudah akan melangkah pergi, tapi tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh orang itu.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya David saat mereka bertabrakan untuk kedua kalinya.
Bonee tidak menjawab, ia menepis tangan David yang berani sekali mencekalnya, dia akan melangkah pergi tidak ingin menanggapi pria yang mesum ini.
Pertama kali mereka bertabrakan saat Bonee yang baru pulang dari Mansion Bryan, ia pergi ke sebuah kafe dan bar untuk bertemu dengan temannya, dan disanalah mereka bertemu.
David sedikit menggodanya yang memang malam itu dia sudah setengah tidak sadar, tapi masih bisa mengamati wajah Bonee dan bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Beruntung waktu itu sang Papi menelponnya, sehingga Bonee bisa lari dari pria mesum yang tiba-tiba menggodanya.
"Kau mengenal Nando atau sang mempelai wanita?" tanya David lagi, disaat Bonee tidak menjawab pertanyaannya.
" Bukan urusanmu." sinisnya sambil meronta meminta tangannya di lepaskan, astaga wanita ini membuat David melupakan istrinya sejenak yang saat ini masih duduk sendirian di meja mereka tadi.
"Galak amat, kau sedang galau ya? atau kau sedang palang merah? " tanya David menduga-duga.
"Lepaskan atau aku akan berteriak sangat kencang." desis Val menatap tajam pada pria itu.
" Okay-okay baiklah, siapa namamu? bahkan kita belum berkenalan tapi kau sudah akan pergi saja." cegah David sambil memandang wajah Bonee dengan intens.
Ini perempuan kenapa begitu mirip dengannya, apa mereka kembar? Tapi kenapa tidak ada yang memberitahunya. batin David dalam hati.
Saat David sedang memikhirkan sesuatu dan terlihat sedang melamun , itu membuat Bonee berkesempatan untuk kabur, ia kembali berlari keluar mencari Armand.
"Sial, aku bahkan belum tahu nama dan alamat tempat tinggalnya, dia sudah pergi saja." gerutu David sambil menatap punggung wanita itu sampai hilang dari pandangannya.
"Kamu kenapa? lari-lari begitu?" tanya Armand heran melihat Bonee seperti seorang pencuri yang baru saja ketahuan masa sedang beraksi.
"Sudah nanti saja aku jelaskan, yang penting kita pergi dari sini sekarang, ada orang gil* di belakang sana.!" Bonee sudah menarik Armand untuk berjalan ke arah mobilnya yang sedang terparkir yang cukup lumayan jauh juga.
Sebab para tamu undangan sang pengantin begitu banyaknya, membuat tempat area parkir penuh.
...----------------...
Sementara di kamar pengantin Nando mulai terjaga dan melihat ke atas nakas baru pukul tiga dini hari, ia pun beringsut duduk untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.
Saat ia akan kembali tidur, malah kedua netranya tidak mau memejam lagi, ia pun memandang wajah istrinya yang sedang tidur pulas, begitu nyamannya.
__ADS_1
Val mulai terusik dengan kecupan-kecupan ringan di seluruh wajahnya, tapi Val hanya bergumam saja dan membalikkan posisi tidurnya yang membelakangi suaminya itu.
Membuat Nando sangat gemas, pria itu memeluk istri cantiknya dari belakang, menghirup dalam-dalam wangi rambut Val yang berantakan itu.
"Hon, bangun dong." bisik Nando begitu mesra sekali, tapi Val nampak bergeming, tapi Nando tidak menyerah begitu saja, tangan pria itu sudah meraba kemana-mana.
Hingga mendarat sempurna di salah satu gundukan yang begitu kenyal milik istrinya, yang sempat ia cicipi sebagai bentuk cicilan bermesraan waktu mereka tidur bersama di Apartementnya.
Nando mulai meremas namun masih pelan sekali, jangan di tanya seberapa ingin Nando menyentuh Val sekarang, sesuatu di balik celana boxernya itu sudah tegang sejak tadi.
"Honey, bangun yuk, katanya tadi duo Mama pesan cucu yang banyak, ayo buat!!" ia terus berusaha.
Walau yang Nando dapatkan hanya deru nafas teratur dari istrinya, dia semakin gemas dan meremas lebih kencang gundukan tadi sambil mulutnya menciumi leher istrinya itu dari belakang.
Val yang setengah sadar langsung melotot begitu merasa aset berharganya itu di sentuh oleh seseorang reflek dia langsung menggerakkan tangannya untuk menyikut Nando yang langsung mengaduh kesakitan.
Membuat Val langsung tersadar, dan saat mendengar suaminya itu mengeluh sakit, ia langsung memutar tubuhnya dan menatap suaminya dengan sedikit panik.
"Aduh maaf Hon, tadi aku reflek saja, aku lupa kalau kita sudah menikah." cicitnya merasa bersalah.
"Bukannya di sayang-sayang malah di sikut suaminya." gerutu Nando merajuk sambil mengelus sisi perut yang menjadi sasaran empuk istrinya.
"Yang mana yang sakit ini?" Nando menggeleng." Lalu yang mana ini?" tanyanya lagi sambil tangannya berpindah, tapi Nando masih saja menggeleng, yang memang tadi sedikit sakit.
"Ini yang sakit dari tadi." lirih Nando menatap wajah istrinya yang membuat wajah Val langsung memerah.
Walaupun Val sudah pernah melakukan make out dulu dengan mantan kekasihnya tapi ia masih merasa gugup saat ini, apalagi sekarang dengan pria yang sangat ia cintai sedari dulu.
Mantan kekasihnya di luar negeri sana hanyalah sebuah kesenangan belaka, dan mereka tidak melakukan hal yang lebih.
Nando mulai menciumi leher Val, meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sana sini, kemudian ia mengu**m bibir Val dengan ganas, sambil tangannya bergeriliya kemana-mana. Ciuman itu begitu panas dan romantis, Val sudah memejamkan kedua netranya dan menikmati semua sentuhan yang suaminya itu berikan.
"Kamu cantik sekali Honey," Bisik Nando kembali berciuman terlalu dalam membuat Val tidak sadar tubuh mereka sudah sama polos tanpa sehelai benang.
Dan sudah berada di kungkungan suaminya itu, Val menjerit saat Nando mengu**m puncak kedua gundukan itu bergantian dengan rakus.
Memberikan rangsangan dimana-mana, membuat Val terengah-engah merasakan sentuhan hampir di sekujur tubuhnya.
"Enak Hon?" tanyanya setengah mendesah pada istrinya yang sedang memejam, merasakan tangan suaminya sudah bermain di bawah sana.
Val hanya bisa mengangguk sambil menjerit seiring dengan ritme yang di mainkan tangan suaminya itu, "Kau siap kumasuki?"
__ADS_1
Sambil tersengal-sengal merasakan orga**** pertamanya Val mengangguk. Nando kembali mengulum puncak kembar itu menyesapnya sedikit kencang.
"Hon, please.." pinta Val sudah tidak tahan lagi, membuat Nando terkekeh, dan kembali memangut bibir pink itu dan tanpa aba-aba ia menghentakkan bird nya ke dalam sangkarnya dengan sekali dorongan.
Membuat Val menjerit sambil mencengkram bahu suaminya itu, "Sakiitt.." lirihnya bersamaan dengan air mata yang mengalir di sudut netranya.
"Maaf, aku kelepasan." Nando kembali menciumi seluruh wajah istrinya dan menjilat air mata yang mangalir itu tanpa jijik.
Kemudian setelah Val kembali tenang, Nando mulai menggoyangkan sedikit pinggulnya maju mundur, awalnya perlahan tapi lama-lama ritmenya semakin bertambah." Milikmu membuatku gil*." desah Val mencoba mengimbangi gerakan suaminya itu.
Hanya terdengar suara ******* dari keduanya memenuhi ruangan tersebut, "Ohhh, milikmu juga membuatku gil* Honey, bagaimana rasanya senikmat ini." desah Nando tepat di samping telinga istrinya, dan mengu**m cupingnya.
Membuat Val semakin bergairah, dan tak lama mereka berteriak bersamaan saat mencapai puncaknya dengan nafas yang saling memburu, Nando menyemburkan benih unggulnya ke dalam rahim hangat sang istri.
" I love you, maaf kalau aku pernah menyakitimu, padahal menyakitimu adalah hal yang ingin aku hindari dulu, tapi aku malah melakukannya." Seru Nando sambil memeluk tubuh istrinya di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
"I love you more." sahut Val yang sudah memejam, akibat pertempuran mereka barusan membuatnya langsung mengantuk.
Nando hanya terkekeh melihat istrinya yang sudah kembali terpejam cepat sekali, karena hari pun masih gelap, ia juga ikut terpejam sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Semoga cepat tumbuh di dalam sini."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..