
Deg..
Ada apa ini dengan jantungku. Ariell reflek memegang dada kirinya.
Tidak, bukan ini semua salah. kemudian ia menggeleng pelan mencoba mengenyahkan perasaan itu yang tiba tiba muncul.
"Kamu lagi mabuk yaa..sebaiknya tidur sana.!" ketus Ariell yang kemudian mengakhiri panggilan itu tanpa mendengar jawaban dari Bryan.
Tutttt.
Ariell merutuki kebodohannya, bisa bisanya ia termakan rayuan maut seorang Bryan kembali.
Sedangkan Bryan tersenyum geli masih saja menatap layar yang gelap itu, sungguh ia sangat rindu sekali menggoda wanita itu kembali.
Sepertinya harus extra lagi gercep nya, sedetik kemudian Bryan tersentak karena merasakan ada pergerakan di betis kirinya yang saat itu menggantung di bibir ranjang tempat tidur.
Seketika ia bangkit dari berbaringnya kemudian duduk dan ternyata baby Romeo yang merangkak di bawah sana berusaha untuk berdiri.
"Hei, Gendutt,," Bryan mengangkat tubuh bulat itu meletakkannya di atas pangkuannya, " Apa kau mencari uncle jagoan kecil." sembari mencium kedua pipi gembul yang menyerupai bakpau itu.
Bryan ingin sekali rasanya menggigit kuat pipi merah itu, menggemaskan sekali, tapi takutnya baby itu menangis kencang.
Nanti bila ia menangis kejang lalu mencari as* emaknya, masa iya di sodorkan punya miliknya yang tidak mungkin bisa keluar itu..pikhirannya sudah terkontaminasi mes*m si bule tengil rupanya.
"Sebaiknya ayoo uncle antar ke Mommy mu, pasti Mommy mu sedari tadi sudah mencarimu kemana mana." ucapnya pada baby Romeo walaupun ia tidak mungkin mendapatkan jawaban.
Rupanya tadi pintu kamar Bryan tidak di tutup rapat oleh Belinda, sehingga pas Belinda lengah Baby Romeo yang sedang bermain merangkak masuk ke dalam kamar Bryan.
Yang memang kamar Bryan letaknya bersebelahan dengan ruangan bermain anak anak kakaknya itu.
...----------------...
__ADS_1
"Sayang kamu makan dulu ya sedikit saja.!" bujuk Gustav pada istrinya.
Sudah hampir dua mingguan ini istrinya hanya diam saja duduk termenung di sofa dekat jendela yang berada di kamar.
Setelah terakhir kali ia sempat mengalami emosi jiwa yang tak terkontrol tapi setelah mengkonsumsi obat khusus sekarang keadaannya sudah lebih baik, walau menjadi pribadi yang pendiam.
"Istriku yang pintar, nanti kita jalan jalan yaa.." sambil menyapukan sisa makanan yang tertinggal di bibir istrinya itu dengan tissu. piring kosong yang berisi makanan tadi telah kandas, lalu di letakkannya di nakas samping.
"Pasti kamu merasa sangat bosan berhari berhari berada di dalam kamar, Mike selalu menanyakanmu setiap hari sayang." ujar Gustav sambil mengecup mesra sisi wajah istrinya.
Seketika istrinya menoleh saat mendengar nama cucunya di sebut."Mike cucuku, dimana dia sekarang aku ingin bertemu." Gustav sungguh sangat senang melihat istrinya sudah kembali sehat, wajah cantiknya nampak berseri seri.
Gustav pun tersenyum menatap ke dalam bola mata hitam milik isyrinya, "Nanti kita berkunjung kesana ya..!" Gustav langsung memeluk istrinya dari belakang sedetik kemudian membalikkan tubuh mungil itu dan menciumi seluruh wajah yang masih terlihat cantik di matanya.
Yaa satu minggu yang lalu Richard beserta Istri dan putranya sudah kembali ke negaranya, hanya Val yang masih berada di indo, katanya ia masih ada urusan sedikit dengan beberapa kawannya di sana.
Gustav akhirnya memberitahu Putranya Richard dan menceritakan semua hal tentang istrinya yang ia tahu dari istrinya sendiri yang bercerita padanya juga dari mendiang Papa mertuanya dulu
"Oma, Opa " Teriak Mike saat melihat Oma dan Opanya baru saja masuk ke dalam rumah mereka, ia pun berlari menghampiri keduanya dan langsung memeluk bergantian.
Richard dan Zoey seketika menoleh dan bangkit dari duduknya. "Mama, mama sudah sehat..?" tanya Richard yang langsung memeluk tubuh kecil itu dan di sambut hangat oleh mamanya.
"Mama sudah sehat sayang, lihat mama sudah bisa tersenyum kembali pada kalian semua," melepas pelukan putranya setelahnya memeluk tubuh Zoey tak lama pandangan Wilona kembali pada bocah tampan itu lagi. "Oh Mike cucu Oma yang ganteng, Oma begitu merindukanmu sayang."
...----------------...
"Daddy hari ini kita mau kemana..?" tanya Ken yang sudah duduk di bangku samping Daddy nya yang sedang mengemudi.
Bryan sengaja mengajak jalan jalan putranya itu menjelang sore hari ke suatu tempat yang sangat indah dan luas.
"Nanti kamu pasti suka, " jawab Bryan tersenyum pada putranya, yang terlihat berpikhir.
__ADS_1
Tak berapa lama mobil terparkir agak jauh masuk ke dalam, di bawah dekat dekat pohon yang rindang.
"Beach,,?" seru Ken saat mobil berhenti di tepi pantai yang lumayan sedikit ramai pengunjung.
"Bagaimana kamu suka.?" tanya Bryan melepas seatbelt miliknya dan juga milik Ken.
"Suka sekali Dad, wuuaahh Ken ingin segera bermain air Dad, ayoo Dad cepat.!!" Ken menarik narik tangan Daddynya yang lagi mengambil sesuatu di kursi belakang.
Ternyata putranya itu sudah tidak sabar lagi. Bryan sengaja membawa bekal dan pakaian ganti untuknya dan juga untuk Ken.
Dari kejauhan nampak seorang wanita tengah duduk di bawah pohon, sambil tersenyum penuh arti menatap pada pria berbadan kekar yang tengah bermain air bersama seorang anak lelakinya.
"Kamu tetap hot Daddy yang aku idam idamkan selama ini." gumamnya seketika ia bangkit melangkah untuk menghampiri keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Maaf sedikit dulu yaa.
Terima kasih semuanya, love u all.
jangan lupa bayaran buat authoorr,,hihi
__ADS_1