Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 84


__ADS_3

Sudah seminggu pernikahan Ariell dan Bryan berlalu, Bryan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kantornya.


Setelah kejadian yang menimpa Armand dan Nando tempo hari itu, yang mana malam itu juga anak buah Bryan menemukan rumah tua yang menjadi tujuan mereka sudah rata dengan tanah, sengaja di ledakkan.


Dan seperti keadaan yang sudah di antisipasi oleh Armand, yang memilih bersembunyi setelah mendengar teriakan dari sahabatnya Bryan, mereka berdua pun keluar dari dalam bawah tanah.


Bukannya Armand takut untuk menyerang mereka, secara mereka kalah jumlah dan Arman hanya membawa dua orang anak buahnya saja.


Itu pun mereka berdua sudah di lumpuhkan oleh para musuh, sungguh ini di luar dugaannya, Armand benar-benar salah strategi kali ini.


Ia hanya tidak menyangka rumah yang sudah tua terbengkalai itu ternyata masih di jaga oleh sang pemilik.


Bryan pun menyuruh Armand untuk kembali ke kota asalnya dulu hingga sampai keadaan kembali membaik.


Bryan sudah rapi dengan pakaian kantornya hanya tinggal memakai jasnya saja, ia baru saja turun dari lantai atas dan berjalan menghampiri sang istri yang tengah menyiapkan sarapan paginya.


"Bee kau sedang membuat apa?" tanya Bryan sembari memeluk sang istri dari belakang dan juga mencium tengkuknya.


Ariell langsung tersenyum sambil menoleh ke samping, membuat Bryan langsung mencium bibir sensual milik istrinya itu.


"Sandwich, duduklah akan aku siapkan sarapan untukmu," Bryan pun menurut dan menarik salah satu bangku untuk ia duduki.


Tak lama Ariell menghampirinya dan menyajikan sepotong Sandwich ke atas piringnya dan segelas Hot Coffe Americano kesukaan suaminya.


"Duduklah Bee, temani aku makan," Ariell pun duduk di samping suaminya dan mengambil sepotong juga untuk diirnya sendiri.


Tiba-tiba terdengar teriakan,"Daddy, Mommy." teriak Ken dari lantai atas sambil membuka pintu kamarnya, ia baru saja selesai memakai pakaiannya.


"Sayang kau makanlah sarapanmu, aku akan melihat Ken sebentar." Ariell beranjak dari duduknya.


Bryan pun menggangguk dan melihat istrinya bahkan belum menyentuh sarapannya sama sekali, setelah menghabiskan sepotong dan menyesap sedikit Coffe nya ia pun mengambil beberapa potong sandwich dan segera menyusul ke atas.


"Sayang kau sudah selesai, tunggu sebentar di dalam Mommy akan membantu mengeringkan rambutmu." Ariell langsung mengambil alat pengering di dalam laci meja riasnya.


Lalu berjalan masuk ke dalam kamar putranya itu, dan melihat Ken yang sudah duduk anteng di sofa kecilnya.


"Mommy kapan Ken akan mempunyai adik?" tanya Ken tiba-tiba membuat Ariell langsung tersedak.


Belum sempat Ariell menjawabnya Bryan sudah lebih dulu menyahut," Jadi Ken ingin memiliki adik seperti Meo dan Quel?" tanyanya sambil berjalan dan duduk di bibir ranjang di samping istrinya.


"Itu benar Dad, Ken sangat bosan tidak ada yang Ken ajak bermain, Apa ini buatku Dad?" sahut Ken sambil melihat Daddynya membawa sebuah piring berisi tiga potong sandwich dan segelas susu coklat hangat.

__ADS_1


"Aaa..buka mulutmu?" Ariell sudah lebih dulu menyomot sepotong dan memberikan suapan itu pada Ken, dan langsung di lahap Ken sambil tersenyum.


"Dan ini buatmu, Aaa?" Bryan pun mengikuti Ariell sambil menyodorkan sepotong juga di depan mulut istrinya.


"Aku bisa makan sendiri, kau makanlah dulu." tolak Ariell dengan halus.


"Aku sudah makan sepotong."


"Nanti saja aku makannya,"


Bryan nampak tak mendengarnya, dan masih bersikeukeuh." Cepat buka mulutmu, bagaimana kau bisa makan ini dengan kedua tanganmu yang tengah sibuk."


Mau tidak mau Ariell pun menerima suapan dari suaminya itu dan satu gigitan pun berhasil masuk.


"Kenapa kalian harus bertengkar hanya karena makanan, kini Ken yang menyuapi Dad!" sahutnya sambil menyodorkan sepotong juga untuk Daddynya.


Membuat keduanya saling pandang sejenak tak lama mereka bertiga tertawa menikmati kebersamaan mereka bertiga saja.


Sebab Mama Lidya sedang berada di Jogja saat ini kangen dengan cucunya yang lain padahal baru seminggu yang lalu mereka bertemu.


Alasan yang sangat konyol bagi Bryan, ia sangat tahu pasti Mamanya hanya ingin jalan-jalan saja.


Saat ini mereka bersiap akan berangkat yang satu ke kantor yang satunya ke Resto serta mengajak Ken juga.


Sebab di rumah tidak ada yang menjaganya, Ken malah terlihat senang jika di ajak kesana."Oh ya sayang aku juga sudah mendaftarkan Ken ke sekolah Paud yang tak jauh dari sini, tapi setelah kita pulang dari sana bagaimana?" tanya Bryan sambil memakai jasnya.


"Itu bagus sayang, agar ia bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, dan juga dengan teman-temannya." sahut Ariell sambil mengambil tas tangan miliknya.


"Ayo sudah siap?" tanya Bryan sambil memeluk perut istrinya itu dari belakang," Bee apa kau sudah selesai" bisiknya tepat di daun telinga Ariell.


Membuat Ariell langsung merasakan gelenyar aneh, Ariell hanya bisa mengangguk apalagi tangan nakal Bryan mulai merambah naik dan meremas aset kembarnya dengan lembut.


"Aku sungguh tidak sabar menunggu nanti malam," lanjutnya lirih sedikit tertahan karena gejolaknya mulai naik.


"Daddy," panggil Ken sambil berlari masuk ke dalam kamar orangtuanya, membuat keduanya langsung menjaga jarak." Ayo kita berangkat."


Ariell hanya tersenyum menatap raut wajah suaminya yang sedikit kesal itu, ia pun menggenggam tangan kekar itu membuat Bryan tersenyum menatapnya, akhirnya mereka bertiga turun dan bergegas pergi meninggalkan Mansion.


...----------------...


Berbeda dengan pasangan pengantin baru, sepasang kekasih yang saat ini sibuk mengurus acara pernikahan mereka itu saat ini masih berada di dalam Apartement.

__ADS_1


"Sayang aku mau temanya yang seperti ini?" tunjuk Val pada gambar acara pernikahan di pinggir pantai.


"Kenapa harus di pinggir pantai, kenapa tidak di gedung saja?" sedangkan Nando ingin di dalam gedung atau hotel saja.


"Tapi aku ingin pernikahan kita outdooor Hon, dan juga aku mau tempatnya di pulau Dewata nanti!" rengek Val masih bersikeras dengan permintaannya itu, membuat Nando pun mau tidak mau menyetujuinya.


Sampai hari ini Nando belum menceritakan perihal apa yang ia alami minggu lalu bersama Armand, sebab ia takut kekasihnya itu ikutan menjadi sasaran mereka.


"Hon, aku ingin bertanya sesuatu padamu?" membuat Val yang tadinya serius melihat-lihat katalog pernikahan langsung menoleh padanya.


"Tanya saja, tentang apa?" jawab Val dengan tersenyum manis padanya, membuat Nando jadi ragu untuk bertanya.


"Eemmm,, aku pernah melihat photo_


Belum sempat Nando menyelesaikan ucapannya dering ponsel milik Val berdering dengan begitu lantangnya, membuat Val langsung mengambilnya di atas meja.


"Mama!" gumamnya saat melihat nama Mama tertera di layar depan." Sebentar sayang." Val pun menggesel icon warna hijau.


"Halo Maa, ada apa?" mendengarkan suara di seberang sana." Oh Papa, Apa?" terial Val langsung spontan berdiri dari duduknya saat mendengar kabar dari Papanya barusan.


"Ada apa Hon?" tanya Nando setengah berbisik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2