
Di sebuah Panthouse yang terlihat begitu mewah yang berada di tengah-tengah kota kota M itu.
Seorang wanita masih menggunakan jubah mandinya baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri.
Dan seorang pria tengah duduk di atas sofa yang berukuran lumayan besar yang bisa di gunakan untuk tiduran, sambil berbicara pada seseorang melalui sambungan telepon.
"Kau pergilah setelah acara itu selesai." titahnya pada orang di seberang sana, tanpa menunggu jawaban ia langsung menutup panggilan itu.
Wanita yang tadi saat ini tengah duduk di meja riasnya juga mendengar ucapan pria itu, tapi ia hanya cuek bebek tidak ingin bertanya lebih pada pria yang dia sebut sebagai 'Buaya buntung'.
Ia pun hanya berdandan se-natural mungkin karena ia tidak suka berdandan glamor, kemudian bangkit berniat untuk segera berganti pakaian, karena pagi ini ia ada temu janji dengan salah satu pelanggan tetap di butik miliknya.
"Kau sengaja bukan ingin menggodaku, dasar wanita penggoda?" seru sang pria menatap tajam pada wanita itu yang bersiap akan melangkah pergi.
"Jangan berpikhir terlalu tinggi pada istri yang tidak kau anggap selama ini, lalu sekarang kau tuduh menggoda suaminya sendiri begitu? huh kau pikhir aku wanita jabl*y yang haus belaian!." sinisnya sambil melenggang masuk ke dalam walk in closet.
"Sial semakin berani saja dia, awas saja kau!!" desis David tajam sambil melempar gelas kaca ke dinding, membuat serpihan kaca itu berhamburan ke lantai.
Ya David memang sudah menikah tapi ia sama sekali tidak menginginkan pernikahannya itu, ia terpaksa menyetujui keinginan kedua orang tuanya yang terus saja memaksanya.
Wanita tadi yang bernama Vivian yang ternyata adalah istri David itu mendengar suara kaca yang pecah, tapi ia tetap bergeming tidak peduli sama sekali dengan apa yang tengah di lakukan oleh suami gilanya itu.
Itu sudah hal yang biasa di lakukan oleh David kalau ia sedang marah, lalu Vivi pun hanya diam membiarkannya tanpa menegurnya.
"Dasar buaya buntung! sudah tahu punya istri tapi masih saja menggoda wanita lain yang sudah punya pasangan lagi, sudah di kasih pelajaran juga masih saja tidak mau menyerah, terserahlah. yang penting kau tidak mengganggu urusan pribadiku." gumam Vivi pelan masih betah memilih-milih baju.
Tanpa ia sadari orang yang ia umpat tadi, yang tidak lain David sang suami sudah berdiri tegak di balik tembok, dan mendengar semua ucapannya itu.
Apa itu berarti dia sudah melupakan cinta pertamanya? gumam Vivi lagi dalam hati.
...----------------...
__ADS_1
Masih di Hotel Djandra, setelah acara pagi selesai, malam ini Ariell dan Bryan dan seluruh keluarga sudah berkumpul kembali di resepsi yang di adakan di swimming poll di area belakang hotel.
Para tamu undangan juga sudah pada datang dan pergi silih berganti, mereka memang tak banyak menyebar undangan sebab memang Bryan dan Ariell yang tidak menginginkan itu.
Bryan paling hanya mengundang para sahabat-sahabatnya dan para kolega bisnisnya saja, itupun tidak semuanya.
Ariell pun juga sama para karyawannya dan beberapa sahabatnya saja, yang ia undang.
Kalau keluarga dekat tidak perlu undangan juga sudah hadir semua di sana, dan untungnya abangnya hadir membawa serta istri dan kedua putranya.
Ya anak kedua abangnya seorang baby boy yang sama gembulnya dengan baby Meo," Hello boy kau tampan sekali sayang." seru Bonee sambil menoel-noel pipi gembul milik baby Miquel.
"Kau ingin? cepatlah menikah biar bisa mempunyai baby seperti ini." seloroh Andrew sengaja menggoda Bonee.
"Kau sendiri belum punya, kenapa kau tak membuatnya sendiri." timpal Richard sambil meletakkan baby Quel ke dalam Stroller-nya kembali karena sudah kembali tertidur." Bawa masuk sust." pintanya pada sang baby sitternya.
"Aku hampir setiap malam membuat_ aww aduch Baby, kenapa kau mencubitku." keluhnya sambil mengusap lengannya yang menjadi sasaran empuk dari calon istrinya itu.
Reyko hanya tersenyum tak bersalah begitu, sambil menatap yang lain."Sebaiknya kita langsung turun saja, kita menunggu yang lain di bawah."
"Kenapa Kyle belum juga sampai? bukankah dia ikut ke dalam jet pribadimu?" tanya Andrew pada Richard.
"Entahlah mungkin sedang mencari pasangannya?" jawab Richard sambil mengedikkan bahunya.
Mereka semua sudah sampai di area resepsi, terlihat dari kejauhan sepasang pengantin yang terlihat begitu sangat bahagia.
"Beruntung sekali Bryan mendapatkan gadis secantik adikmu itu." celetuk Andrew lagi sambil mengedikkan dagu ke arah pelaminan.
"Jelas dong, siapa dulu abangnya yang juga sangat tampan ini." sahut Zoey menatap cinta pada suaminya itu.
__ADS_1
Yang malam ini terlihat begitu tampan sekali, apalagi melihat senyumnya itu tidak akan ada yang tahu bahwa dia hot Daddy beranak dua.( hanya di novel ini tapi ya,,😀)
"Kau cepatlah menyusul keburu si djordy mu itu sudah tidak bisa memproduksi lagi benih yang unggul." seloroh Armand yang baru saja bergabung dengan mereka sambil melirik pada wanita yang terlihat berbeda malam ini.
"Kau sangat cantik malam ini." bisiknya tepat di dekat telinga sang gadis yang terlihat wajahnya langsung memerah bak kepiting rebus.
Ini visualnya Bonita Shandy Wijaya.(Bonee)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Insya Allah nanti Author akan buat cerita mereka masing-masing yang lebih seru lagi, mohon dukungannya semuanya yaa..🙏🙏
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..