Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 87


__ADS_3

Tok..


Tok..


Bryan pun terjaga lebih dulu lalu beringsut bangun setelah merapikan selimut itu kembali untuk menutupi tubuh polos istrinya.


Kemudian Bryan berjalan masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang menuju walk in closet untuk memakai celana pendek.


Kemudian ia berjalan untuk membuka pintu tersebut, yang ternyata putranya sudah berdiri dengan wajah yang sedikit sembab.


"Ada apa Son?" tanyanya saat melihat putranya langsung memeluknya erat.


Kemudian terkekeh,"Ada apa?" Bryan mengangkat tubuh Ken dan menggendongnya.


"Ken mimpi buruk Dad, Ken mau lanjut tidur di sini boleh?" tanya dengan wajah memelas, membuat Bryan gemas lalu mengecup sisi wajahnya.


Bryan menutup pintunya kembali dan mereka berjalan mendekat ke ranjang, "Ssttt, Ken kalau mau lanjut tidur boleh, tapi jangan ganggu Mom tidur ya?!" pintanya sambil menurunkan Ken ke atas ranjang.


Ken pun mengangguk dan kemudian dengan perlahan dia membaringkan tubuh kecilnya di samping Ariell.


Bryan sendiri memilih masuk ke dalam kamar mandi, tapi saat baru saja masuk ia tersadar cepat-cepat ia keluar kembali.


Dan pandangannya melihat istrinya ternyata sudah bangun dan putranya itu saling pandang, "Dad Mommy sakit apa? kenapa di leher Mommy ada warna merah-merahnya?" tanya Ken dengan polosnya.


Membuat Ariell langsung terbatuk-batuk sambil menatap Bryan yang juga sama terhenyaknya mendapati pertanyaan dari putranya sendiri.


Sebab tadi saat Bryan berjalan ke kamar mandi, tangan mungil Ken mengusap tangannya yang memang tadi sudah terjaga dan juga mendengar obrolan Ayah dan anak ini tapi netranya memang sengaja masih ia pejamkan.


Tapi saat merasakan tangan mungil itu Ariell membalasnya sembari membuka kedua kelopak matanya, saat Ken menyibak sedikit selimut atasnya.


Membuat Ken hampir saja melihat apa yang belum seharusnya ia lihat, dengan cepat Ariell menahannya, sehingga selimut itu masih menutupi bagian depannya, walau sebenarnya Ken tadi sempat melihat leher dan tulang selangkanya yang menyuguhkan banyak tanda merah.


"Oh iya, Mommy sedikit kurang enak badan, Mommy akan ke kamar mandi dulu." ujar Ariell sambil bangun dari tidurnya tapi baru akan menggerakkan tubuhnya ia sudah meringis menahan sakit.


"Sss..Aw," desisnya karena merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk apalagi inti tubuhnya yang terasa perih dan ngilu, membuat Ken semakin mengkerutkan keningnya bingung.


Bryan dengan cepat berjalan mendekati istrinya," Masih sakit ya? maaf ya aku terlalu bersemangat semalam, ayo aku bantu." Bryan langsung menggendong tubuh istrinya itu.

__ADS_1


"Daddy." teriak Ken dengan kerasnya membuat dua orang itu langsung menoleh ke arahnya.


" Ada apa Son?"


"Dad Mom sakit apa? kenapa ada darah di sini." tunjuknya ke atas seprai tempat tidur terdapat noda bercak darah milik Ariell yang sudah mengering.


"Oh itu Mom_


"Dad habis bermain sama Mom, tidak sengaja Dad membuat Mom sedikit terluka hingga mengeluarkan sedikit darah itu." potong Bryan dengan cepat dan sedikit bingung sebenarnya bagaimana menjelaskan pada putranya yang masih kecil itu.


"Dad buat Mom sakit? kenapa Dad melakukan itu? cepat obati Mom Dad." ujar Ken menatap kasian pada Mommynya, tanpa tahu ekspresi nakal dari Daddynya.


Membuat Ariell hanya bisa meringis, lalu menyuruh Bryan membawanya cepat ke dalam kamar mandi, tidak lupa melilitkan selimut itu untuk menutupi tubuh polosnya.


"Dad akan obati Mom dulu, Ken tidur saja lagi." pintanya sudah menggendong istrinya ala bridal.


Bryan mendudukkan Ariell di samping wastafel, setelahnya ia mengisi air ke dalam bath tub tidak lupa menuangkan sedikit aroma terapi.


"Ayo aku bantu," Ariell hanya mengangguk sudah di masukan ke dalam bath up, namun Bryan malah ikut masuk dan duduk di belakangnya." Aku bantu menggosok punggungmu."


Belum sempat Ariell menjawabnya Bryan sudah lebih dulu menuangkan sabun ke telapak tangannya, sebelum ia menggosok punggug itu, Bryan mengecup tengkuk Ariell lebih dulu.


Membuat tubuh Ariell seketika meremang, ia hanya bisa mrngangguk pelan," Mau aku obatin?" rayu Bryan dengan sengaja, agar mangsanya tidak terlepas.


Tak lama ia pun menyeringai saat istrinya itu kembali menganggukkan kepalanya," Emang bisa?" sahutnya dengan suara menahan ******* gairah.


Bryan terkekeh mendengar pertanyaan polos dari istrinya, membuat si djordy pun seketika turn on kembali, " Tentu bisa."


Ariell pun bisa merasakan milik suaminya itu kembali mengeras, apalagi kedua tangan suaminya yang sudah meremas lembut aset kembarnya.


Membuat Ariell kembali merasakan sensasi itu datang kembali, "Sayang ada Ken di luar, Aah." satu ******* lolos saat jari Bryan berhasil masuk ke dalam inti tubuhnya.


"Sayang, aku ingin di dalam-mu, satu ronde lagi, aku janji kali ini tidak akan sakit." desahnya menggeram saat djordy nya seakan sudah meronta ingin di masukkan kembali ke sangkarnya.


Bukannya menjawab pernyataan Ariell, Bryan malah meminta haknya lagi, dan kini ia baru menyadari bahwa seluruh tubuh istrinya itu seperti heroin baginya, membuatnya kecanduan, tidak mau terlepas.


Tanpa mendengar jawaban Ariell, Bryan sudah mengangkat tubuh istrinya itu ke dalam pangkuannya dan memutar tubuhnya menjadi berhadapan.

__ADS_1


Tatapan keduanya saling mengunci, nafas saling memburu, pandangannya juga sudah sama-sama berkabut, entah siapa yang memulai tapi bibir keduanya sudah menempel sempurna satu sama lain, saling memang*t, mencecap dan membelitkan lid*h mereka.


Bahkan inti tubuh keduanya sudah menyatu, Bryan memegang pinggul istrinya dan mulai membantu istrinya itu untuk bergerak, menari di dalam air membuat sensasinya sungguh sangat luar biasa.


"Aahh, sayang aku mau keluar.." desah Ariell saat ciuman itu terlepas, Bryan meminta Ariell berganti posisi sekarang menungg*ng berpegangan pada pinggiran bath up.


Kemudian memasukinya lagi, dengan sedikit kasar memompanya, dan mereka pun akhirnya menikmati berc*nta di dalam bath up hingga beberapa kali putaran.


Bahkan melupakan putranya yang kini berada di atas ranjang king bed milik mereka, entah tidur lagi ataukah sudah terjaga, mereka berdua malah masih asyik berperang saling mencari kepuasan masing-masing, hingga siapa yang kalah duluan.


...----------------...


Setelah beberapa jam lamanya perjalanan yang mereka tempuh, akhirnya mereka berdua sudah sampai di London, dan langsung menuju Mansion milik keluarga Taro.


"Mama." panggil Val dengan berlari cepat menuju kamar milik orang tuanya itu, di ikuti Nando di belakangnya.


"Val kau sudah datang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Aah maklum yaa,,pengantin baru ini tidak mengenal waktu lagi, sampai melupakan putranya sendiri, terserah kalian sajalah..😀


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2