
"Baiklah aku pulang dulu yaa.!!" pamit Nando masih memandang wajah Ariell.
"Heemm,, iya biar cepet istirahat, hati hati di jalan, makasih udah di anterin, bye!" tangannya sambil membuka handle pintu mobil tapi belum sempat terbuka Nando memanggilnya.
"Ariell sepertinya ada yang ketinggalan,!"
"Apa Nan_
Cup.
Tiba tiba Nando mencium sekilas pipinya, terkejut pasti apalagi pipinya langsung merona terlihat seketika ia pun segera turun dengan cepat dari mobil.
Tak ingin Nando melihat itu, tapi sepertinya terlambat, Nando sudah melihatnya.
Nando tersenyum senang melihat semburat merah yang di lihat di wajah cantik itu." Bye sayang," setelahnya ia tancap gas meninggalkan kediaman Ariell dengan senyum yang tak kunjung pudar.
Setelah kepergian Nando Ariell segera masuk ke dalam rumah menuju kamarnya untuk bersih bersih dulu sebelum istirahat.
...----------------...
Seorang pria terlihat begitu marah sekali di dalam mobilnya, berteriak, memukul mukul setir entah sudah berapa lama ia melakukan itu, nyatanya itu tidak bisa mengurangi apapun.
"Harusnya aku tak bersikap seperti ini, lihatlah sudah seperti bocah abg yang baru saja putus cinta.ckck tapi kenapa begitu sesak rasanya." sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak tidak ini tidak boleh terjadi," ada terbesit ingin rasanya egois tapi ia tak ingin merusak hubungan orang lain.
"Sepertinya aku harus merelakan semuanya, yaa mereka memang pantas untuk bahagia." ucapnya mantap sambil melajukan mobilnya kembali pulang.
Sesampainya di apartemen ia akan masuk ke dalam ruang kerjanya lebih dulu, tanpa melihat ada tamu yang menunggunya sedari tadi.
"Bryan, dari mana saja kamu.??" teriak sang Mama yang melihat putranya itu baru pulang dan akan masuk ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Langkah Bryan pun terhenti dan berbalik arah menghampiri sang Mama yang ternyata tak sedang sendiri.
"Lihat Bonita sedari tadi nungguin kamu lho malah gak pulang pulang,." gerutunya membuat Bryan mau tak mau duduk di depan Mamanya.
"Ken mana Mah?" Bryan mencoba mengalihkan pembicaraan, dan itu tak luput dari pandangan gadis itu.
"Dia sedang main sama Lia." jawab Mamanya cepat.
Gadis itu tahu bahwa Bryan tidak menerima perjodohan ini, ia pun sama hanya menghargai Mamanya pria itu saja.
Tapi ia tak tahu harus berbuat apa, ia tak bisa menolak merasa tak enak hati, karena Mama Lidya yang begitu baik padanya selama ini, karena ia juga sudah mengaggapnya Mamanya sendiri, apalagi mengingat ponakan gantengnya itu.
Sepertinya ia harus membicarakan ini semua dengan Bryan nanti, biar Bryan sendiri yang mengakhirinya, yaa itu bukan ide yang buruk.
Bonita juga tidak mau kalau harus menikah tanpa cinta apalagi dengan orang yang berwajah dingin seperti Bryan.
Bisa bisa jadi patung beku aku tinggal serumah dengannya. belum apa apa aja sifatnya udah keluar begini, gimana nantinya.
Bonita bermonolog dalam hatinya, sambil tersenyum terus sedetik kemudian berubah bergidik ngeri membayangkan seperti apa nantinya.
"Bon, kenapa dengan expresi wajah kamu itu,?" itu yang bertanya Mamanya.
Haha Bryan pengen sekali tertawa saat ini juga, tapi ia berusaha memasang muka dinginnya seperti biasa.
"Oh, gak apa apa tante." astaga ketahuan mengkhayalkan, ia mencoba tersenyum ramah.
"Sepertinya dia butuh istirahat!!." ucap dingin Bryan dan akan beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya tapi suara Mamanya menghentikan pergerakannya.
"Tunggu Bryan, Mama belum selesai ngmong lho, udah main tinggal aja. Bonita sengaja Mama undang kesini itu supaya kalian bisa lebih dekat, ingat satu bulan lagi kita akan mengadakan pertunangan kalian." jelas Mama Lidya tidak ingin di bantah.
"Udah Mama ngomongnya, kalau begitu Bryan masuk kamar dulu, capek ingin cepat istirahat." setelahnya ia benar-benar pergi meninggalkan Mamanya dan Bonita.
__ADS_1
"Maafin Bryan ya Bonita, kamu pasti bisa nanti sedikit demi sedikit meluluhkan hatinya." sambil mengusap lengan Bonita, berharap gadis itu tidak tersinggung atas sikap putranya.
Mencairkan sifat dinginnya itu aja belum tentu bisa, gimana mau meluluhkan hatinya coba. gerutu Bonee sambil tersenyum canggung sebagai jawaban pertanyaan itu.
Sementara Bryan yang baru masuk kamar langsung terkejut melihat ulah putranya yang ternyata dari tadi main tebak tebakan mungkin karena terlihat wajah mereka sudah penuh dengan coretan berwarna putih.
"Astaga putra Daddy ini lagi main apaan sih, seru banget kayaknya sampai mukanya mirip badut begitu." sambil berjalan menghampiri putranya yang duduk di karpet di bawah lantai lalu di angkatnya ke dalam pangkuannya.
"Ken main tebak tebakan Dad, dan mba Lia selalu kalah dari Ken, coba lihat wajahnya penuh kan di bandingkan Ken.??" tanyanya dengan polos sambil tertawa tanganya melingkar di leher sang Daddy..
Mba Lia assisten rumah tangga itu pun ikut tersenyum dan pamit undur diri. setelah melihat majikannya sudah pulang, yang berarti tugasnya sudah selesai dan pengen segera istirahat juga.
"Daddy mandi sebentar yaa, Ken juga belum bersih bersih dan sikat gigi kan, ayoo barengan sama Daddy." sambil menggendong putranya ia masuk ke dalam toilet.
...----------------...
.
.
.
.
.
.
.tbc.
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..