
Keesokan harinya Nando sedang berada di Apartemennya, ia merutuki kebodohannya, karena lalai menjaga kekasihnya malam itu.
Ia tidak menyangka kalau kekasihnya akan mengalami hal yang mengerikan seperti itu.
"Bren***k, aku akan buat perhitungan denganmu,!" desis Nando geram, amarahnya sudah memuncak sambil menyambar kunci mobil dan segera keluar dari Apartemennya.
Flashback on
"Tuan Nando anda pasti salah paham, bukan tuan Bryan yang membawa nona Ariell malam itu tapi ada seseorang yang telah menculiknya." terang Felix saat mereka baru saja pulang dari kantor polisi.
"Apa maksudmu? kau lihat sendiri mereka mengalami kecelakaan semobil, bahkan mereka di temukan dalam keadaan saling berpelukan, omong kosong apa kau bicarakan.!" ucap sengit Nando yang amarahnya sudah memuncak.
Akhirnya Felix pun menceritakan kronologi yang sebenarnya terjadi dari hari sebelumnya, mereka sudah mengawasi gerak-gerik seseorang yang selalu mengawasi Ariell, hingga malam itu ia di culik.
"S*al, David bren***k. " Nando mendengus kesal sambil memukul dashboard mobil dengan sedikit kencang.
Felix hanya melirik saja tanpa berucap, " Kalau anda perlu bukti. anda bisa bertanya pada tuan Armand, beliaulah yang membantu tuan Bryan selama ini." Kata Felix membuat Nando mengernyitkan dahinya.
"Armand? sudah kuduga, saat aku sempat melihatnya kapan hari." gumam Nando pelan tapi masih terdengar di telinga Felix yang fokus menyetir.
Flashback off
...----------------...
Nando keluar dari mobilnya menuju sebuah perusahaan yang pernah ia kunjungi beberapa minggu lalu.
Dia berjalan menuju ke arah beberapa resepsionis." Apa Bos kalian ada di ruangannya sekarang?" tanyanya dengan nada dingin pada tiga wanita muda yang sedang berdiri.
"Maaf tuan, Mr David sedang tidak berada di kantor sudah beberapa hari ini, tapi ada tuan James saat ini, apa tuan ingin menemuinya?" jawab salah satu wanita itu.
"Tidak, baiklah. terima kasih.!" Nando kembali keluar menuju mobilnya kembali." Sial kemana dia?"
Akhirnya Nando pun melajukan mobilnya ke rumah sakit. " Apa aku harus bertemu dengan Armand? tapi dia sekarang ada dimana? bahkan nomor ponselnya saja aku tidak tahu.!" gumamnya pada dirinya sendiri.
...----------------...
Sudah hampir dua minggu, Ariell juga sudah di pindahkan di ruang IGD tapi ia masih belum juga sadar walaupun sudah melewati masa kritisnya.
__ADS_1
Sedangkan keadaannya Bryan jauh lebih parah jika di bandingkan dengan Ariell, Bryan yang sekarang masih di ruang ICU karena pria itu di diagnosa mengalami Koma entah sampai berapa lama ia akan bangun, tapi membuat kelurga besarnya bisa sedikit bernafas lega.
Setidaknya Bryan masih bernafas, Fredly, Belinda dan juga dua putra putrinya juga datang, tapi anak- anak mereka ia tinggal di rumah bersama dengan Ken, mereka bergantian menjaga dengan Mama Lidya.
Pernikahan Ariell dan Nando pun di batalkan, Keluarga Nando sudah bergantian menjenguk, walaupun tidak bisa berlama-lama tinggal, sekarang mereka juga sudah kembali ke kota mereka masing-masing.
Abangnya Richard sendiri sudah seminggu lebih berada di indo, sebenarnya datang bersama kedua orang tuanya, serta Valerie juga tapi mereka sudah lebih dulu kembali, karena tidak tega membiarkan Zoe dan Mike sendirian di rumah.
Wilona juga sudah minta maaf sebesar-besarnya pada Ibu Ayu, bahkan ia sampai berlutut membuat Ibu Ayu terenyuh hatinya dan memaafkan apa yang dulu pernah wanita itu lakukan pada keluarganya.
Tapi Wilona bersikeras menyangkal bahwa ia tidak ada hubungannya dengan kematian Syarief suami Ibu Ayu.
Bahkan ia menyesal dulu pernah bekerja sama dengan iblis itu, yang sampai saat ini mungkin masih berkeliaan di mana-mana, karena ia sendiri tidak pernah bertemu kembali sekian tahun.
Bukannya Wilona tidak mau memberitahu siapa sebenarnya orang itu, tapi saat ia mencoba ingin memberitahu ia justru merasa tertekan apabila mengingat kembali dengan ancaman iblis itu kalau sampai ia buka mulut, jangan harap ia bisa melihat putri satu-satunya itu lagi di dunia ini.
Makanya sang suami Gustav juga selalu berada di sampingnya, tidak ingin istrinya itu kembali merasa kesakitan, apalagi mengalami trauma berkepanjangan yang mengakibatkan ia berteriak histeris kembali.
Tanpa Wilona ketahui bahwa sebenarnya putrinya itu sudah hampir mengalami hal yang mengerikan terjadi padanya, tapi Val tidak pernah menceritakan perihal kejadian yang sempat ia alami pada siapapun termasuk kepada keluarganya sekalipun.
Hanya ada satu orang saja yang tahu kejadian yang memalukan itu, penyelamatnya, cintanya.
Untung saja dia yang menyelamatkannya, coba kalau orang lain, entah bagaimana nasibnya sekarang, ia juga bersyukur orang itu tidak menceritakan pada siapa pun.
Kembali ke rumah sakit, "Ibu pulanglah dulu istirahat, biar Richard dan Nando yang menjaga Ariell." pinta Richard pada Ibu kandungnya, tidak tega melihat Ibunya yang duduk di samping adiknya dengan wajah yang terlihat sangat letih karena kurang istirahat.
Karena saat ini hanya ada dia dan Ibu Ayu saja di ruangan rawat Ariell. sedangkan Nando pamit pergi untuk membeli makanan untuk mereka makan malam ini.
"Tidak Ibu ingin menjaga adikmu, dia tidak pernah tidur selama ini. apa dia baik-baik saja? " lirih Ibu Ayu sambil menatap nanar putrinya yang tertidur sangat nyenyak sekali tanpa beban.
"Pasti Ariell baik-baik saja, dia wanita yang kuat Ibu. mungkin sekarang dia sedang menikmati mimpi indahnya, kita harus terus berdoa supaya Ariell cepat bangun dari mimpinya." terang Richard sambil mengusap sayang puncak kelapa Ariell.
"Bagaimana istrimu? dia sedang hamil tapi kau malah meninggalkannya? " Ibu Ayu terus saja mengomel pada putranya karena meninggalkan istri yang tengah hamil besar.
"Zoe baik-baik saja Ibu, Rich kasian kalau Zoe harus melakukan perjalanan jauh lagi, kandungannya sudah semakin besar." terang Richard walaupun sebenarnya ia pun juga memikhirkan istrinya itu.
"Kamu kembali saja nak, kasian Zoe."
__ADS_1
"Sudah Ibu tenang saja jangan terlalu banyak pikhiran, di sana ada Papa dan Mama yang menjaga mereka semua, ada Val juga, Rich janji kalau Ariell sudah bangun Rich akan segera kembali." Richard berjalan menghampiri Ibunya.
Ia langsung memeluk sayang Ibu Ayu dari belakang, Ibu Ayu pun hanya bisa membalas dengan mengusap lengan putranya sambil mencoba tersenyum.
Setidaknya ia tidak sendirian masih ada putranya yang membuatnya bersemangat melewati cobaan ini.
Tapi adegan mesra antara Ibu dan anak itu tidak berlangsung lama, sebab ada seseorang yang tiba-tiba masuk.
"Tan, Rich makan dulu ini aku bawakan pizza dan beberapa cemilan." Seru Nando sambil melangkah masuk dan meletakkan bungkusan makanan itu di atas meja sofa.
"Ayo Ibu makan dulu sedikit saja, jangan sampai Ibu juga ikutan sakit lalu siapa nanti yang akan menjaga Ariell, kalau aku sudah kembali." bujuk Richard membawa Ibu Ayu duduk di sofa.
"Fer kau sendiri tidak makan?" karena Nando malah gantian duduk di kursi yang di duduki Ibu Ayu tadi.
"Makanlah aku sudah makan tadi." balasnya sambil menggenggam tangan Ariell yang terasa dingin.
"Sayang kapan kau bangun?" lirih Nando pelan tapi masih kedengaran membuat kedua orang yang duduk di sofa ikut terenyuh.
Malam semakin larut, Ibu Ayu sudah tidur di sofa, sedangkan Nando dan Richard duduk di samping dan di ranjang Ariell.
"Jadi benar Ariell dan Bryan bersama saat kecelakaan itu terjadi." kata Richard pada Nando.
Tak berapa lama tiba-tiba ada sebuah pergerakan samar-samar di dalam genggaman seseorang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..