Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 101


__ADS_3

Menjelang pagi, dua insan masih bergumul di bawah selimut untuk mencapai kenikmatannya masing-masing.


"Aahh sayang punyamu menjepit si djordy membuatnya semakin mengeras di dalam sana." bisik Bryan masih terus bergoyang morena.


Membuat wanita yang di bawahnya terus mende**h meneriaki namanya, sambil menyeimbangi goyangan suaminya itu.


Tak lama mereka melenguh panjang bersamaan saat mencapai puncak kenikmatan itu." I Love you" bisik Bryan sambil mengecup kening istrinya sebelum ia menggulingkan tubuhnya ke samping.


Itu adalah pergulatan panas mereka yang ke sembilan kalinya membuat Ariell lemas seketika." Tidurlah sebentar sebelum kau menerima hukuman terakhirmu." ujar Bryan memejamkan netranya sembari mengatur nafasnya juga yang masih memburu.


Membuat Ariell sedikit kesal, bagaimana tidak kesal? semalaman suntuk ia di ajak bergulat oleh suaminya, sebagai hukuman atas apa yang ia lakukan kemarin siang di kantor.


"Kau masih ingin meminta lagi, aku heran kenapa djordy milikmu itu masih setegak tiang listrik? atau jangan-jangan kau meminum obat semacam itu agar milikmu terus saja berdiri?" selidik Ariell sambil memicingkan netranya itu menatap curiga suaminya yang malah terlihat tersenyum.


Bryan pun tergelak mendengar ucapan istrinya yang tepat sasaran," Memangnya kenapa kalau aku meminum obat semacam itu! kau seharusnya merasa senang bukan? keluar berkali-kali?!" membuat Ariell mengkerucutkan bibirnya.


Jawaban ini bukan yang Ariell inginkan, tapi ia juga tidak menyangkalnya bahwa permainan mereka kali ini benar-benar yang paling dahsyat dari yang sebelumnya.


"Tapi tubuhku terasa remuk dan itu semua karena ulahmu, tahu tidak?!" desis Ariell yang akan beringsut bangun.


"Kau mau kemana?"


"Ke kamar mandi." rengeknya masih berusaha untuk bangun tapi rasanya tubuhnya remuk redam.


Bryan terkekeh akibat ulahnya sang istri menjadi sedikit manja, ia langsung menggendong tubuh mungil istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Kau mau apa?" tanyanya menatap curiga suami mesumnya itu yang ikut masuk dan malah mengunci pintunya.


"Tentu saja ingin membantumu, aku akan menyiapkan air hangatnya, kau lanjutkan saja ritualmu itu." balas Bryan tersenyum menyeringai.


Ariell ingin protes tapi percuma saja suaminya itu pasti tidak akan mendengarkan ucapannya kalau sudah begini.


"Ayo kau sudah siap? ini hukuman terakhir dariku." seru Bryan tersenyum lebar dan sudah menggendong kembali istrinya, memasukkan ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat.


Dan selanjutnya pasti kalian tahu sendiri, mereka melakukan apa,😀😀


Yang pasti mengadon supaya cepat jadi adonannya itu menjadi adiknya Ken.


...----------------...


Sementara itu di Apartement, seperti yang sudah Felix duga semalam bahwa kondisi tubuhnya memang kurang fit, dan pagi ini ia masih merasa hangat di sekujur tubuhnya.


Beruntung ada seseorang yang menjaganya dan merawatnya semalaman membuat tubuh Felix jauh lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Pada saat orang itu mencoba memperko**nya tadi malam, ia merasakan hawa panas di tubuhnya, membuat orang itu menghentikan aksinya kemudian mengkompres dahinya dengan menggunakan handuk kecil.


Dan pagi ini Felix masih tertidur, dan orang itu-lah yang mengirimkan pesan pada bosnya Felix.


Mengatakan bahwa Felix tidak bisa masuk ke kantor hari ini, di karenakan kondisi tubuhnya memang kurang sehat.


Terlihat seseorang baru masuk ke dalam kamar sembari membawa sebuah nampan berisi mangkok bubur yang ia buat tadi pagi.


Orang itu berjalan mendekati ranjang sambil meletakkan nampan itu di atas nakas kecil, lalu menatap Felix yang masih saja terpejam.


Tangannya terulur untuk mengambil handuk kecil yang sedikit mengering, lalu ia menempelkan tangannya di dahi Felix," Sudah tidak terlalu panas." gumamnya.


Membuat tidur Felix terusik dan mengeliatkan tubuhnya, perlahan membuka kedua netranya, dan bisa melihat siapa orang yang sedang duduk di bibir ranjangnya.


"Kau rupanya yang berusaha memperkosaku semalam?" ucapnya sedikit dingin sambil menatap pada tersangkanya, padahal orang itu-lah yang telah menolongnya.


"Harusnya kau berterima kasih padaku, beruntung semalam aku bisa menyelinap masuk ke dalam Apartementmu ini, kalau tidak! siapa yang tahu kau sedang sakit begini." balasnya tidak kalah dingin kepada Felix.


"Cepat bangun." titahnya tidak sabaran tapi Felix nampak bergeming, malah memejamkan kedua netranya kembali.


Membuat wanita yang ada di sampingnya itu merasa kesal sendiri." Felix cepat bangun." teriaknya sambil menarik kedua tangan Felix agar duduk.


"Astaga pukul berapa sekarang?" tanya Felix begitu ia ingat ada pekerjaan penting pagi ini.


"What?!! kenapa kau tidak membangunkanku Clara?" Felix akan beringsut dari ranjangnya tapi wanita tadi sudah lebih dulu menahan tubuhnya agar tidak bangkit dari atas ranjang.


"Kau itu masih demam, dan aku juga sudah mengirimkan pesan pada atasanmu, bahwa kau sedang demam tinggi. jadi lupakan pekerjaamu hari ini." perintahnya seolah tidak ingin di bantah.


Felix masih berusaha bangun dari tempat tidur, tapi wanita itu masih saja menghalangi dengan tubuhnya.


Felix seketika menarik tubuh mungil itu dan membuat tubuh wanita itu menindih tubuh kekarnya.


Kedua netra itu saling mengunci, hingga detik kelima mereka baru tersadar saat Clara mengerjapkan kedua netranya beberapa kali.


Membuat Felix melepas pegangannya, yang sedari awal memegang pergelangan tangan wanita tersebut.


"Eekhem, cepat duduk, aku sudah membuatkan bubur untukmu, kalau kau tidak mau makan aku akan memaksamu!" desis wanita tadi yang terdengar memaksa itu.


"Cepat buka mulutmu," titahnya kembali membuat Felix mau tidak mau membuka mulutnya dan menerima satu suapan hingga ke suapan terakhirnya.


"Good boy." puji wanita bernama Clara itu tersenyum sambil mengusap puncak kepala Felix, membuat Felix sedikit menghangat.


Sudah lama ia tidak di perlakukan seperti ini, semenjak kedua orang tuanya meninggal saat ia masih kecil, dan juga kakak laki-lakinya yang ikut menyusul orang tua mereka.

__ADS_1


Sungguh ia sangat merindukan suasana keluarganya dulu, ia juga jadi teringat sahabatnya yang dulu selalu ada untuknya, Alrick dan juga Davin.


Bagaimana kabar mereka? pasti mereka sudah sama-sama menikah dengan pasangannya mereka masing-masing.


Lalu pandangannya menatap kesamping melihat wajah Clara yang ternyata menatap dirinya sambil tersenyum begitu manisnya.


"Bagaimana kau bisa masuk kesini?" tanyanya saat Clara masih menatapnya, entah sambil mengkhayalkan apa wanita itu tadi, senyum-senyum sendiri tidak jelas.


"Kau pasti tahu kalau aku ini wanita yang sangat cerdik bukan? jadi urusan membobol passcode Apartementmu ini adalah urusan kecil bagiku." jawab Clara sambil tangannya membelai sisi wajah tampan pria yang sudah lama sangat ia cintai itu.


Walaupun Felix berusaha menghindarinya, sampai pergi ke negara tetangga pun, ia juga ikut menyusulnya berbekal profesinya yang menjadi Dj yang selama ini ia pelajari dari sang kakak yang sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Walaupun Clara sebenarnya masih mempunyai kedua orang tua lengkap di negaranya sana, tapi ia memilih merantau ke negara ini untuk mengejar cintanya, walupun jarang sekali bertemu.


Seketika Felix langsung menarik tengkuk Clara menempelkan bibir mereka, begitu sangat lembut.


Clara yang tidak siap atas penyerangan yang tiba-tiba dari Felix langsung memukul dada bidang itu agar melepaskan ciumannya.


"Mmmpp.." tangannya terus memukul-mukul kecil, hingga Felix dengan terpaksa melepaskannya. "Kau membuatku sesak." sambil menghirup oksigen yang sudah menipis itu.


"Kau masih menyukaiku?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Cerita Felix dan Clara ada di novel satunya ya, walaupun belum secara detail keseluruhannya.


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2