Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 44


__ADS_3

Masih Bryan 💓 Ariell


Di sebuah klub malam di terletak di pinggiran kota besar di London, terlihat di sudut-sudut ruangan begitu banyak pasangan-pasangan yang bercumbu mesra, bahkan melakukan hal yang tak senonoh di ruangan yang cukup terbuka.


Walaupun lampu terlihat remang-remang, tapi di sudut-sudut ruangan tampak sedikit gelap, membuat para pasangan yang sudah terbakar ga***h menyatukan tubuh mereka hanya sekedar mencari kepuasan belaka.


Bahkan suara keramaian orang-orang yang menari di area dansa dan di meja-meja yang penuh dengan orang tak membuat para pasangan-pasangan itu merasa terusik atau merasa malu.


Bryan dan beberapa temannya, mereka tengah berada di antara meja di dalam klub itu, karena hari ini ada satu pasangan yang baru saja jadian dan mereka merayakannya di situ.


"Bryan kau kenapa? malam ini kau terlihat tidak bersemangat, ini minum dulu," seru seorang wanita bule bernama Laurent berbicara dalam bahasanya sambil menyodorkan segelas minuman bersoda karena Bryan tidak ingin minum minuman beralkohol selama jauh dari kekasihnya.


"Tidak ada apa-apa, thank's." jawab Bryan menerima minuman itu dan langsung menyesapnya hingga tandas.


"Bray kita turun yaa, Laurent kau tidak ingin turun.!" seru Kyle merangkul mesra wanitanya malam ini.


"Pergilah" tolak Laurent menggeleng pelan.


Tak lama Bryan merasakan kepalanya pusing luar biasa, bahkan penglihatannya sudah kabur, melihat itu Laurent menyeringai senang karena tujuannya berhasil, ia tidak ingin gagal malam ini seperti malam-malam sebelumnya.


Melihat semua temannya turun ia mengkode teman prianya yang duduk tak jauh dari mejanya untuk membawa Bryan masuk ke dalam sebuah kamar di dalam klub itu.


Setelah masuk Laurent langsung melepas pakaian atas yang melekat di tubuh Bryan, ia langsung mencium rakus bibir Bryan dan meminta teman prianya tadi untuk membidik aksinya menggunakan camera kecil miliknya.


Untung saja ia ingat passcode di ponsel milik Bryan ia langsung mencari sebuah nomor kontak setelah ketemu ia pun menyalinnya ke ponsel miliknya, setelah di rasa puas ia langsung mengirim hasil bidikan itu ke sebuah nomor kontak di luar negeri itu.


Laurent sudah mempunyai perasaan oleh Bryan semenjak pria itu masuk ke universitas yang sama dengannya, lambat laun mereka pun berteman saling berbagi cerita masing-masing, semakin hari Laurent tergila-gila pada Bryan, lalu Laurent pun menyatakan perasaannya tapi Bryan menolaknya halus, karena ia sangat mencintai kekasihnya yang berada di negaranya sana.


Membuat Laurent kesal, emosinya memuncak dan melakukan hal-hal gila itu, tapi selalu saja gagal, tapi malam ini ia merasa menang.


Tanpa mereka sadari aksi yang mereka lakukan barusan di ketahui oleh seseorang yang sedari awal sudah menguntit mereka.


...----------------...


Beeb..


Beeb..


Beberapa foto di kirim dari nomor asing seperti nomor luar negeri tapi itu bukan nomor yang biasa kekasihnya gunakan.


Setelah membuka satu persatu foto tersebut, dada Ariell semakin sesak, matanya kian memanas melihat foto kekasihnya bercumbu mesra bersama seorang wanita asing.

__ADS_1


Bahkan kekasihnya tanpa memakai pakaian, dan berada di sebuah ranjang tempat tidur.


Ariell pun langsung mematikan ponselnya tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.


Apalagi malam itu juga ia bersama keluarganya tertimpa musibah yang mengakibatkan Ayahnya meninggal dunia dan tak lama ia bersama sang Ibu memutuskan untuk meninggalkan kota kelahiran mereka.


...----------------...


Sedangkan Bryan yang akhir-akhir ini tidak bisa menghubungi Ariell semakin resah, ia menduga-duga ada apa dengan kekasihnya itu, karena tidak seperti biasanya.


Bryan yang baru mengetahui masalah yang menimpa hubungannya bersama Ariell setelah di beritahu kronologinya oleh seseorang ia langsung membuat perhitungan yang tak main-main terhadap Laurent.


Tak lama ia pun memutuskan terbang ke Indo dan langsung menuju ke Jogja guna meluruskan duduk permasalahan yang sebenarnya pada Ariell kekasihnya itu.


Sesampai di sana ia tak menemukan keberadaan sang kekasih, yang ternyata Ariell bersama Ibunya sudah meninggalkan kota itu hampir satu bulan lamanya setelah kepergian sang Ayah.


Akhirnya Bryan memutuskan pulang ke ibukota, karena sang Mama menghubunginya terus menerus. tak ingin berkepanjangan ia memenuhi keinginan Mamanya itu.


Dan hal yang tak terduga terjadi pula malam itu Papanya mengalami kecelakaan hebat, detik-detik terakhir sang Papa mempunyai permintaan ingin melihat putra bungsunya itu menikah dengan gadis pilihan Papanya yaitu Fanya.


Teman masa kecil Bryan, Papa dan Mamanya sangat sayang pada Fanya juga adiknya Bonita. mereka sudah ia anggap seperti putri mereka sendiri.


Mau tidak mau, Bryan dengan terpaksa menikahi Fanya atas permintaan sang Papa, biarlah raganya di miliki gadis itu tapi tidak untuk hatinya.


Tak lama Papa Hadinata meninggal dunia setelah melihat Bryan menikahi Fanya, Bryan pun memutuskan untuk kembali ke London untuk menyelesaikan studynya yang sempat tertunda berhari-hari.


Perusahaan Djandra Group di kelola oleh omnya dan juga sahabat baik papanya itu, karena Bryan belum bisa mengambil alih sementara kuliahnya belum selesai. Fanya pun mengikuti Bryan kemanapun pria itu pergi.


"Sayang terima kasih sudah menikah denganku, aku sangat mencintaimu." ucap Fanya tulus seraya memeluk erat tubuh Bryan, mereka saling berbaring di satu ranjang tanpa memakai satu helai benang pun dan hanya di tutupi selimut tebal.


"Heemm." balas Bryan sambil memejamkan kedua matanya, walau raganya sudah di miliki oleh gadis lain, tapi pusat akal pikhirannya berkelana kemana-mana. ia adalah lelaki normal Fanya terus saja menggoda bahkan memancing kejantanannya, membuat akal sehatnya pun runtuh.


Dimana kau Bee, aku sangat merindukanmu, maafkan aku. batinnya merintih.


Setelah beberapa bulan Fanya di nyatakan telah berbadan dua, wanita itu sangat bahagia, setelah studynya selesai Bryan mengajak Fanya kembali ke Ibukota dan sambil menanti Fanya melahirkan ia pun sudah bisa memegang perusahaan peninggalan sang papa.


Dengan di bantu om dan juga sepupunya Andrew. "Bro Fanya mau melahirkan dia sudah di bawa kerumah sakit sama Mamamu, cepatlah." seru Andrew saat menerobos masuk tanpa ijin ke dalam ruangan Bryan.


Bryan yang mendengar istrinya mau melahirkan ia pun mematung sesaat." Dude kau sedang apa? cepatlah aku antar." ulang Andrew karena Bryan bukannya bergegas malah mematung di tempat.


Seperti orang linglung Bryan yang baru sadar langsung menyambar jasnya dan berlari keluar gedung tak menghiraukan tatapan para karyawannya yang menatapnya heran.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit ia melihat Mamanya menangis di pelukan adik iparnya mereka duduk di kursi ruang tunggu.


" Ada apa Ma? semua baik-baik saja, bayiku dimana Ma?" tanya Bryan tidak sabaran.


"Putramu sangat sehat Bray," jawab Mama Lidya sambil terisak. "Tapi,,tapi istrimu_" Mamanya Lidia tak kuasa menahan sesak di dadanya saat ini, Bonita pun sama-sama terisak.


Ceklek


Seorang dokter keluar dari ruang VK. "Dengan keluarga pasien.?" tanya sang Dokter, Bryan pun mendekat.


"Saya suaminya." jawab Bryan tenang.


"Begini kami mohon maaf sang Ibu tadi mengalami pendarahan yang hebat atau di sebut Abrupsio plasenta adalah kondisi di mana plasenta terpisah dari rahim sebelum waktu kelahiran. sehingga sang Ibu tidak bisa di selamatkan, mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin. tapi Tuhan berkata lain. kalau begitu saya permisi dulu." jelas sang Dokter panjang lebar pada Bryan dan semua anggota keluarga lainnya sebelum pergi.


Mendengar penjelasan dari dokter Bonita dan Mama Lidya semakin terisak histeris, Papi Bram dan juga Andrew mencoba menenangkan keduanya.


Bryan langsung masuk ke dalam ruang VK itu dan melihat tubuh istrinya yang terbujur kaku dan sudah di tutupi kain putih.


Tanpa terasa air mata menetes di pipinya tanpa di minta, ia pun hanya bisa menatap nanar tanpa berkata apa-apa.


Ia sungguh membenci dirinya sendiri saat ini, selama ini istrinya begitu sangat mencintainya, bahkan tidak pernah mengeluh padanya, tapi apa yang ia lakukan bahkan ia tidak bisa memberikan sedikit saja cintanya pada istrinya itu sampai sang istri pergi untuk selamanya. menyesal sudah pasti, tapi ia tidak bisa membohongi istrinya dengan berpura-pura.


* Flashback off..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc*


Kita kembali ke cerita sebelumnya yaa,,setelah Bryan dan Bonita saling curhat. terima kasih.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2