Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 57


__ADS_3

Bryan pun menggeleng lagi, " Tidak ada yang mengetahui kejadian semalam kecuali Armand, kita dan tentu saja David ." jawab Bryan sambil berjalan meninggalkan Ariell yang mematung di tempat.


"Maksudmu Armand temanmu dulu waktu kuliah?" Ariell pun mengikuti langkah Bryan yang sudah hampir masuk ke dalam lift.


Bryan tak menjawab pertanyaan dari Ariell, ia melangkah masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka di ikuti oleh mereka berdua, ia malah berkata lain pada asistennya itu yang memang menunggu mereka berdua sejak tadi.


"Felix kau kerjakan saja pekerjaan yang belum selesai kemarin, aku bisa pergi sendiri." pinta Bryan tanpa mengalihkan pandangannya dari depan, tapi ia masih bisa melihat pantulan Felix yang berdiri di belakangnya dan juga Ariell saat ini.


Felix hanya mengangguk sedikit, saat baru saja turun satu lantai dari atas, lift itu terbuka lalu Felix segera melangkah keluar setelah sebelumnya membungkukkan sedikit tubuhnya pada keduanya, lalu berjalan menuju kantor perusahaan yang memang masih satu gedung dengan hotel dan Penthouse milik Bryan.


Kini tinggallah mereka berdua, tak lama pintu besi itu terbuka kembali mereka berdua segera keluar menuju basement tempat di mana mobil Bryan terparkir rapi di sana.


"Aku sebenarnya bisa pulang sendiri, kau bisa melanjutkan kembali pekerjaan_


"Masuk." potong Bryan tak terbantahkan yang memang sudah membuka pintu depan samping kemudi.


Ariell menghela nafas kasarnya kemudian masuk ke dalam mobil, setelah memastikan Ariell duduk dengan nyaman Bryan pun segera masuk di bangku kemudi dan mobil Lutus emira berwarna blue milik Bryan pun melesat meninggalkan area Hotel.


Tanpa mereka sadari ada mobil hitam yang menunggu di pinggir jalan dan segera tancap gas untuk mengikuti mobil Bryan dari arah belakang.


Sudah sepuluh menit berlalu tercipta keheningan saja di dalam mobil yang sedang melaju itu, membuat Ariell sedikit bosan.


Tanpa meminta ijin terlebih dahulu ia menyalakan musik yang memang sudah terpasang Usb di dalam nya itu.


Seketika suara musik yang sedikit melow itu mengalun merdu apalagi suara lirih Enrique yang begitu menyentuh hati siapapun yang mendengarnya.


🎶


You, do you remember me?.


Like I remember you?


Do you spend your life.


Going back in your mind to that time?.


Because I, I walk the streets alone.


I hate being on my own.


And everyone can see that I really fell.


And I'm going through hell.


Thinking about you with somebody else.


Somebody wants you.


Somebody needs you.


Somebody dreams about you every single night.


Somebody can't breath without you, it's lonely.


Somebody hopes that one day you will see.


That Somebody's Me.

__ADS_1


That Somebody's Me.


Bryan melirik sekilas Ariell yang sengaja berpaling ke arah samping jendela, ia sangat tahu wanita itu mungkin sedang menyembunyikan air matanya setelah mendengar lagu barusan yang terputar.


Bryan pun tidak ingin bertanya sesuatu jadi di biarkan saja sampai wanita itu berhenti sendiri sambil menyodorkan kotak tisu ke arahnya.


🎶


How, How could we go wrong.


It was so good and now it's gone.


And I pray at night that our paths soon will cross.


And what we had isn't lost.


Cause you're always right here in my thoughts.


Somebody wants you.


Somebody needs you.


Somebody dreams about you every single night.


Somebody can't breath without you, it's lonely.


Somebody hopes that one day you will see.


That Somebody's Me.


You'll always be in my life.


Because you're in my memory.


You, when you remember me.


And before you set me free.


Oh listen please.


Somebody wants you.


Somebody needs you.


Somebody dreams about you every single night.


Somebody can't breath without you, it's lonely.


Somebody hopes that one day you will see.


That Somebody's Me .


That Somebody's Me.


That Somebody's Me.


That Somebody's Me.

__ADS_1


Ariell mengusap kasar air mata yang mengalir terus di pipinya itu untuk kesekian kalinya." Lagu ini yang selalu menemaniku setiap hari semenjak aku kehilanganmu Bee." seru Bryan yang juga sambil mengusap air yang berada di kedua pelupuk mata dengan ujung ibu jarinya.


Ariell nampak bergeming bahkan menoleh saja tidak, karena apa yang barusan Bryan katakan tadi sama seperti apa yang ia rasakannya selama ini.


Mobil tiba-tiba berhenti membuat Ariell kini menoleh cepat menatap Bryan sampai melupakan wajah sembabnya yang sedari tadi ia sembunyikan.


Seakan sadar seseorang di sebelahnya menatapnya, Bryan pun menoleh membalas tatapan Ariell sambil menarik rem tangan.


Membuat Ariell langsung memalingkan wajahnya kembali ke samping jendela. ia baru menyadari kalau mobil berhenti karena lampu merah, yang ternyata sedari tadi ia sedang melamun.


"Tidak perlu kau menyembunyikannya dariku, dan kau boleh saja tidak mempercayai ucapanku barusan, tapi aku tidak pernah berhenti memikirkanmu selama ini." Bryan kembali menatap ke depan.


Ariell tahu ucapan Bryan begutu tulus, "Kau tahu, kenapa aku tidak bisa menerima ucapanmu? bahkan permintaanmu?" seru Ariell dengan suara seraknya membuat Bryan membuka laci dashboard berisi air mineral kemasan botol mini sambil melajukan kembali mobilnya karena lampu sudah berganti warna.


Tanpa banyak bertanya Ariell langsung mengambil sendiri botol kemasan itu lalu meneguk isinya sampai tandas." Hubungan kita sebaiknya memang harus benar-benar berakhir, kau juga harus memikirkan dirimu sendiri." Ariell berusaha sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak memikirkan egonya sendiri.


"Setelah apa yang di ucapkan David padaku semalam, aku merasa takut Nando akan melakukan hal yang sama seperti David lakukan, walaupun aku sudah mengenal baik Nando tidak akan mungkin melakukannya tapi_


"Oke aku faham maksudmu, tapi aku sama sekali tidak memikirkan diriku sendiri!" potong cepat Bryan.


"Kau bisa tidak memikirkan dirimu sendiri, tapi kau mempunyai seorang putra yang selalu membutuhkanmu." sahut Ariell membuat Bryan bungkam, membenarkan ucapan yang terlontar dari mulut Ariell.


"Maafkan aku." lirih Ariell sambil menunduk memegang erat botol kosong yang masih ia pegang.


Membuat dada Bryan serasa sesak ia rasakan, tapi ia harus menerima semua ini, bukankah ia harus siap dengan jawaban apa yang akan ia dengar? ini mungkin balasan untuknya karena dulu ia kurang memperjuangkan cintanya, memperjuangkan hubungan mereka.


Saat melewati jalan yang agak sepi tba-tiba saja dari arah belakang terlihat sebuah Truk besar melaju dengan cepat.


Membuat Bryan menambahkan laju mobilnya dan sedetik kemudian truk besar itu yang tepat berada di belakangnya menabrak body belakang mobil Bryan, Bryan yang tak siap membuatnya sedikit oleng dan berusaha menguasai lajunya agar stabil tapi mobil Bryan kalah besar sehingga membuat kecelakan itu tak terelakkan lagi.


Mobil Bryan terseret ke depan lalu berguling-guling dengan cepat sementara sopir truk tersebut segera keluar dari dalam truk setelah tujuannya tercapai dan kemudian melarikan diri berlari dengan cepat ke arah hutan.


"Bryan".


"Bee."


Ucap mereka bersamaan sebelum mereka kehilangan kesadarannya dengan seluruh tubuh keduanya berlumuran darah segar.


Seseorang yang berada di seberang telepon sana yang baru mendapatkan informasi dari salah satu orang suruhannya langsung menyeringai puas dengan hasil yang ia minta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Maaf baru up, Author lagi kurang fit.


Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2