
" Kita mau kemana?" tanya Ariell curiga pada suami mesumnya ini.
Bryan mengemudikan mobilnya ke arah jalanan yang agak sepi, karena Ariell sempat melirik jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari.
" Jangan khawatir Bee, aku hanya membawamu untuk bersenang-senang. " jawabnya terus fokus menyetir.
"Bersenang-senang? jangan aneh-aneh ya?" gerutunya sambil melirik suaminya itu.
"Kenapa kalau aneh-aneh, sama istri sendiri juga." tangannya meraih tangan istrinya menggenggamnya erat.
" Aku serius, kita mau kemana?" tanyanya tidak sabaran.
" Ke hutan," Bryan mengecupi punggung tangan Ariell yang ia genggam.
" Dan aku akan mengajarimu bagaimana caranya menjadi hewan buas." lanjutnya, membuat Ariell mengernyit.
" Hewan buas? tapi aku tidak bisa melakukannya."
" Kau pasti bisa sayang, dari tadi ada saja yang mencoba mengganggu kita, tadi Mama bilang kalau aku tidak boleh deket-deket kamu, aku mana bisa.! pasti Mama juga yang meminta Ken untuk tidur di kamar kita, kenapa mereka berniat sekali." sungut Bryan kemudian.
Ariell malah terkekeh," Mama 'kan niatnya baik, itu juga demi calon baby kita, sudah ayo kita pulang saja." Bryan bergeming.
" Kita mau kemana sih? 'kan kita bisa pindah ke kamar lain, saat ada Ken di kamar kita." masih kesal dengan tingkah sang suami.
" Mau kemana ini? gimana kalau tiba-tiba Ken mencari kita. bagaimana_."
Ariell terperanjat saat mobil tiba-tiba berhenti mendadak, kemudian Bryan melepas sabuk pengamannya dan langsung menyerobot perkataan Ariell dengan melahap rakus bibir pink.
Tangan Bryan mengunci pergerakan Ariell agar ia lebih leluasa mencicipi kulit leher istrinya itu.
Berlanjut Bryan melengserkan gaun tidur Ariell dengan menggunakan giginya, untuk mengetahui daya nikmat, melihat dan merasakan rasa terhebat begitu ia menggigit kecil Are**a.
Dampak dari lidah Bryan sudah menggetarkan pikiran dan otot Ariell yang seketika menegang, darahnya terasa berdesir hebat, hingga ke pori-pori kulit membuat Ariell tentu langsung membanting punggungnya sekaligus mulai melenguh.
Tangannya *******-***** jok mobil, lalu entah nalurinya sudah terlalu menagih dengan apa yang Bryan lakukan sekarang, ia membusung indah seolah menyuguhkan apa yang tengah di nikmati oleh suaminya tersebut.
" Aaahhh, sayangghh.." Ariell mencermati lidah di d**anya dan mata Bryan seketika mengedip genit ke arahnya. " Ooccghh.." des*hnya kembali.
Sampai di ubun-ubun Ariell dapat merasakan kenikmatan itu berlangsung, kondisi itu menaruh harapan untuk memperoleh sesuatu yang lebih dari sentuhan Bryan yang kini sudah membelai pahanya.
Ariell melepas cengkraman suaminya, kemudian meraih wajah Bryan dan seketika menyambar bibir yang tebal serta dagu suaminya itu tak kalah rakus.
"Eemmm, sshh..kau semakin pintar Bee." Bryan mengerang saat istrinya mengecup serta menj**ati lehernya, sensasi rasanya sudah semakin panas hingga Bryan menarik tubuh istrinya ke atas pangkuannya.
" Yaahh, terus sayang," Bryan mendongak dan mulai melucuti satu persatu pakaian yang menempel di tubuh mereka.
__ADS_1
Jemari Bryan mulai mengurung ke celah nikmat milik Ariell dengan tangannya, ia mengusap-usap k******s istrinya itu hingga tubuh di atasnya mengeliat hebat.
Sesekali Ariell menggigit daun telinga Bryan, hawanya sudah tidak terkendali lagi, begitu dua jari suaminya sudah menusuk-nusuk ke dalam, semakin dalam hingga Ariell menjerit.
" Aahhh," reflek Ariell menggerakkan pinggulnya dan meresapi apa yang sudah jemari Bryan bersarang di dalam bawah sana. " Oohhh, aahh ini sangat nikmat sayang."
Suara-suara itu sudah membuat telinga Bryan semakin panas, sensasinya sudah menjaring keinginan mereka, kini Ariell pun semakin cepat menggoyangkan pinggulnya, dan d**anya membusung untuk di nikmati.
" Aahh, lebih cepat sayang." baru gesekan di perlambat oleh jemari suaminya membuat Ariell sudah pening, di tambah Bryan ******* aset kembarnya secara bergantian.
" Ugghh, gimana hmmm?" Bryan mempercepat jemarinya bergerak keluar masuk.
" Aahhhh, aku akan sampai, uugghh." lenguhan panjang Ariell merasakan kenikmatan walau hanya dengan jemari suaminya saja.
Seluruh tubuhnya gemetar, pinggulnya terus berupaya menanggapi apa yang telah meracuni pikiran Ariell dan gejolaknya lagi.
Tidak sampai disitu saat suaminya menggesekkan djordy miliknya itu, pinggulnya sudah mulai menari dan siap untuk menerima bentuk kuat berotot itu.
Karena rasa malu itu sudah tidak bersarang lagi, tanpa menunggu waktu lama Ariell membelai djordy lalu meremasnya pelan, Ariell mengeliat saat Bryan kembali meraup pucuk aset kembarnya lagi.
Dan tak lama Bryan sudah menjerumuskan miliknya itu ke dalam sangkar surganya, sambil menyeruk b*****g indah istrinya dengan kedua tangannya.
" Uughh,." lenguh mereka bersamaan.
Gelora woman on top menjelma kenikmatan sesungguhnya, Bryan mengguncang tubuh Ariell untuk menerangkan bira**nya.
Ia mencermati gaya nakal apa yang istrinya itu berikan kepadanya, saat ia ikut andil dengan menggerakkan pinggulnya juga.
Lekukan tubuh di tambah rintihan kenikmatan di atasnya membuat Bryan pun enggan untuk berkedip justru ia merenyuk b****g yang terus bergetak gemulai.
Meliuk-liuk dengan lebih berani dari biasanya, ada apa? entah yang pasti Bryan menggemari kelincahan istrinya meski di ruang sempit namun kenagihan gair*h yang saling meninggi.
Semakin lama tubuh keduanya semakin terguncang dan saatnya Bryan sudah tidak berdaya mengendalikan gair*hnya yang sudah sangat membara itu.
Tangannya mengangkat tubuh istrinya lalu Bryan menggerakkan pinggulnya tanpa mengenal batas, jika Bryan harus menjaga apa yang mesti ia lindungi di perut Ariell saat ini.
" Aahh, tung,,gu,,aww." ringis Ariell bahkan Bryan seolah tuli tidak mendengarkan nada protes dari istrinya itu, karena Bryan terlalu bersemangat untuk memanjakan naf**nya sendiri.
Nafas Ariell tersengal ketika mendapati guncangan dari tubuh suaminya itu, dengan sisa tenaganya Ariell menekan d**a Bryan untuk memberi sinyal kecil jika ada yang perlu di pikirkan saat ini.
Namun sepertinya usaha Ariell kandas saat suaminya semakin menjadi melakukan pet**ng.
" Sssshh,,aahhhh, kau tidak teriak lagi Bee, tubuhmu sangat nikmat dan menggoda sayang." Bryan meraub bibir mungil itu kembali.
" Ouuhhh, yeah, bergerak lebih lincah Bee." racaunya lagi.
__ADS_1
Pet**ng yang di lakukan Bryan sudah menggerakan tubuh Ariell menjadi mengayun, guncangannya semakin menjadi saat Ariell meremasi rambutnya.
Gil*, ya memang gil* rasanya benar-benar sialan jika harus di tinggalkan begitu saja.
" Oouhhh,ber,,,henti, pelan-pelan." Ariell mengunci wajah suaminya hingga mereka saling tatap.
" Ingat ada ba,,by di perutku, baby kita Aahh,,sayang.."
Hampir saja, meski tidak mengurangi keinginan Bryan, ia memperlambat sentakannya namun tangannya tidak busa diam bergeriliya kemana-mana.
Mereka saling tersenyum dan melenguh panjang dengan belaian di sisi wajah dan di sebagian tubuh lainnya, Ariell mengeliat berakhir tubuhnya bergetar lagi saat mencapai titik ternikmat malam ini.
" Yaah, ini sangat nikmat sayang." Ariell membusungkan d**anya.
Lengihan Ariell menyemangati Bryan agar pergulatannya berakhir puas, ia masih menggerakkan pinggulnya sampai getaran di bawah sana menyatu dan melekat, sehabis menyemburkan cairan cintanya ke dalam rahim sang istri.
Ariell terkulai di dada bidang suaminya masih mengatur nafasnya, " Terima kasih Mommy." bisik Bryan mesra sembari mengecup sisi wajah dan kening istrinya.
Ariell tersenyum saat Bryan memanggilnya dengan sebutan Mommy, terdengar seperti ia baru saja membelikan mainan yang di inginkan oleh bayi besarnya ini.
" Sebenarnya kita akan pergi kemana Daddy?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..