
Entah kenapa perasaan Bryan menjadi tak tenang malam ini, bahkan kerjaannya terbengkalai di atas meja.
Dia pun mengambil ponsel miliknya berusaha menghubungi seseorang.
"Halo,,kamu dimana sekarang?" Tanya Bryan saat panggilan itu tersambung.
(....)
"Baiklah tunggu aku di sana." setelah mengakhiri panggilannya Bryan mengambil kunci mobil dengan cepat di atas nakas.
Mencium kening sang putra sesaat sebelum keluar kamar.
Ia pun menghampiri sang Mama untuk menjaga Ken yang tengah terlelap di kamarnya.
...----------------...
"Yaa halo, ada apa?"
(....)
"Aku lagi di Brother Cafe's, kenapa memang.?"
(....)
"Yaa baiklah aku lagi sama temanku juga,hmmm" jawabnya sebelum mengakhiri panggilan itu.
"Siapa Riell..?" tanya Nando merasa ada sesuatu.
"Cuma temen, gak apa apa kan dia kesini.?" merasa tak enak sama Nando. Nando pun menggangguk mengiyakan.
"Emmm Nando soal yang tadi, beri aku sedikit waktu yaa untuk mempertimbangkannya, gak apa apa kan.?" tanya Ariell dengan hati hati.
"Nanti aku pasti jawab secepatnya kok, !" imbuhnya sambil tersenyum samar.
Ariell hanya tak ingin memberi luka pada Nando, dia pria yang sangat baik selama ini selalu menemaninya dalam suka dan duka.
__ADS_1
Tak lama orang yang menelfon Ariell tadi pun datang, Ariell melambaikan tangannya ke atas sebagai kode.
"Sorry Riell ganggu yaa..?" tanyanya saat baru sampai di depan meja mereka berdua.
Orang itu belum melihat Ariell tengah bersama dengan siapa sekarang ini, karena memang Ariell dan Nando menempati tempat duduk yang berada di bawah pohon jadi gak begitu di terangi cahaya lampu Cafe.
"Gak apa apa kok kita udah selesai, duduk yuk!" jawab Ariell sambil menarik kursi di sampingnya.
"Astaga," orang itu di kejutkan dengan sosok pria yang ada dihadapannya saat ini." Kamu, eh Anda Chef Fernando yang terkenal itu kan, Riell kok gak bilang bilang sih kalau kamu mengenal Chef ganteng ini?" tanyanya senyum senyum memandang pria ganteng itu sambil menyenggol lengan Ariell dengan sikunya.
"Dia kan memang teman aku yang_
"Whaatt???" sejak kapan kalian berteman, wuuaahh kamu begitu pelit cerita sekarang padaku Riell, gak pernah mengunjungiku, bahkan udah gak pernah cerita apa apa lagi, kalau bukan aku yang menghubungimu duluan mana pernah kamu ingat punya teman kayak aku." mulai dech ngerocos gak jelas.
"Nando kenalin dia teman aku Bonita, .?" ujar Ariell yang sebenarnya merasa tak enak dengan Nando, tapi dari pada panjang urusannya nanti.
"Bonee dia_
"Yaa aku udah kenal, " potong Bonita cepat sambil terus memandangi wajah tampan yang sangat sayang di lewatkan barang sedetik saja.
Nando yang di tatap seperti itu merasa risih ingin segera kabur sebenarnya. tapi tak ingin meninggalkan wanita yang ia cintai sendirian, walau ada temannya di sini ia tak akan membiarkan wanitanya pulang sendirian.
"Tadi sore aku nyampe, besok aku ada pertemuan dengan calonku, bukan sebenernya ini bukan kemauanku, kemauan orang tuanya sih." jelas Bonita pada Ariell.
Mereka berdua pun berbincang bincang setelah lama tak bertemu. sedangkan Nando hanya sedikit menimpali obrolan mereka sambil membalas email yang masuk mengenai pekerjaannya lainnya.
...----------------...
"Ada apa bos?" tanya Felix yang menunggu bosnya di sebuah cafe di tengah kota.
"Aku hanya ingin mencari angin segar, sesak berada di ruang kerja menatap kertas kertas itu." jelas Bryan sambil menyesap Coffe latte yang telah di pesankah Felix sebelum datang.
"Maaf bos, bos tadi yang meminta saya untuk kembali." terang Felix tak ingin di salahkan.
Hampir tengah malam mereka mengobrol membahas hal lainnya juga.
__ADS_1
"Gimana, apa sudah ada info selanjutnya,?" mengalihkan pembicaraan yang lebih penting dari itu.
"Dugaan masih sama bos, tapi saya dengar Mamanya Tuan Richard dulu sempat menjalin kasih dengan Ayahnya nona Ariell tidak berlangsung lama, karena terhalang restu dari pihak orang tua Ayahnya nona Ariell, tapi sejauh ini masih belum ada info selanjutnya bos." jelas Felix
"Oke bagus gali terus info nya, berapa pun aku bayar sampai menemui titik terang." ujar Bryan kemudian beranjak segera kembali ke Apartement.
"Siapp bos, Kita harus terbang ke ibukota minggu depan bos tuan Andrew akan melangsungkan pertunangannya, apa bos sudah mengetahui itu.?" tanya Felix mengikuti Bryan dari belakang.
"Yaa kau atur saja." jawab Bryan seraya mengangkat tangan setelahnya menginjak pedal gas mobil meninggalkan Felix yang masih berdiri mematung di samping mobilnya sendiri.
...----------------...
"Ariell kamu baru pulang sayang" seru Ibu Ayu yang baru melihat putrinya masuk kedalam rumah.
"Iya Buu, tadi habis ketemuan sama teman juga jadi agak lama." jawabnya dengan tak bersemangat sambil naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.
Ibu Ayu tahu itu, pasti putrinya sedang tak baik baik saja sekarang. ia pun mengekori Ariell yang akan masuk ke dalam kamarnya.
Ariell keluar dari kamar mandi setelah bersih bersih dan mengganti pakaian dengan piyama tidurnya.
Dan terkejut saat Ibu Ayu yang tiba tiba sudah berada di dalam kamarnya duduk di tepi ranjang.
"Ibu, ada apa, aku lelah Bu,!" seru Ariell yang bahkan tak bertanya dulu Ibunya ngapain masuk kedalam kamarnya.
"Kamu yang ada apa, semenjak naru pulang bgelisah terus, ada apa cerita sama Ibu siapa tahu Ibu bisa membantu memberi solusi misalnya.!" pinta Ibu Ayu yangbtak ingin putrinya memendam masalahnya sendiri.
Ariell kemudian merangkat naik ke atas ranjang dan kemudian berbaring kepalanya srngaja ia letakkan di atas pangkuan sang Ibu.
Sungguh ia sangat merindukan pelukan dan belaian dari Ibu dan Ayahnya, tapi sekarang hanya Ibu dan sang Nenek yang akan memberinya memberi semangat untuk terus maju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada yang kangen sama babang Bryan sama si ganteng Ken. kompak banget kan mereka. duh lirikannya Aak Ken.
__ADS_1
.tbc
Terima kasih semua..kasih jempolnya dan rose nya juga gak papa..