
Sang bibi membuka pintu depan sambil mengernyit begitu melihat siapa tamu yang datang, seorang pria berdiri di hadapannya sambil tersenyum.
"Maaf cari siapa?" tanya sang bibi.
"Siapa Bi?" tanya Ariell berjalan mendekati pintu yang terbuka sedikit.
"Kau? mau apa kesini." desisi Ariell begitu melihat siapa yang datang dan berdiri di balik pintu.
"Jadi kau membiarkan tamumu ini terus berdiri di sini tanpa kau mempersilahkan tamumu ini masuk ke dalam." jawab orang itu masih dengan tersenyum.
"Biarkan dia masuk Bi." titahnya.
"Masuklah, tapi_
"Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun dengan kalian berdua. aku hanya datang berkunjung untuk melihat keadaan Kenzie, dimana dia?"
Ariell langsung mengkerutkan dahinya bingung untuk apa pria ini mencari putranya, pikhirnya.
Ariell mempersilahkan tamunya duduk di ruang tamu, dia pun duduk di sofa single, sementara tamunya duduk di sofa yang panjanh, seolah menjaga jarak.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan putraku? dan kenapa kau selalu ingin mendekatinya?" desis Ariell menatap curiga.
Membuat orang itu pun terkekeh, sambil mengeluarkan sebuah amplop putih dan meletakkannya di atas meja." Coba kau lihat ini?" titahnya menatap Ariell sambil tersenyum.
Ariell tak langsung mengambil amplop itu, malah terkesan berpikhir, orang ini akan melakukan apa lagi dengan keluarganya begitulah yang ada di pikhirannya saat ini.
"Kau tidak perlu curiga, sudah ku bilang aku tidak akan melakukan apapun pada kalian." jelas orang itu kembali, di saat Ariell masih saja bergeming.
Dengan perlahan Ariell mengambil amplop tersebut dan langsung membukanya, yang ternyata itu hasil Lab.
"Maksudnya apa ini? aku tidak mengerti." ujar Ariell sambil meletakkan kembali kertas itu, karena ia hanya menatapnya sekilas. menatap tidak penting!
"Kau tidak membaca nama di bawahnya? aku tahu kau tidak sebodoh itu yang tidak mengerti hasil dari tes DNA, itu hasil dari kecocokanku dan juga Ken." terang David.
Ya memang David siapa lagi? membuat Ariell mengambil kertas itu kembali dan membacanya dengan teliti." Kau_
Ariell tidak melanjutkan ucapannya malah membungkam mulutnya dengan sebelah tangannya sendiri. merasa tidak percaya dengan apa yang barusan ia baca.
"Menurutmu bagaimana? aku pun juga sama terkejutnya sama sepertimu begitu melihat hasil itu, dan kini aku sudah tidak menyalahkan Bryan lagi, sebab kami sama-sama korban disini. benarkan?" ujar David.
__ADS_1
"Itu memang bukan hasil dari sampel darah Ken, tapi itu rambut dia, yang waktu itu aku sempat mengambilnya." lanjutnya Ariell masih begitu shock.
"Kenapa kau tidak bilang sedari awal? sewaktu kita bertemu itu?" tanya Ariell masih tidak percaya.
" Aku juga baru tahu ini, saat pertama kali melihat wajah Ken, wajahnya begitu sama persis seperti wajahku masih seumuran Ken dulu, kau pasti bingung bukan melihat wajahku sekarang?" David bisa melihat raut wajah Ariell yang tampak kebingungan itu.
"Sudah pasti, wajah kalian berdua tidak begitu mirip setelah kau dewasa."
"Aku sudah menduga kau akan bicara begitu, dulu waktu aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku sempat kecelakaan dan sebagian wajahku rusak, membuatku melakukan oplas di luar negeri, kau tidak melihat mata dan juga hidungku yang sama persis dengannya juga rambutku, hanya bibirnya saja yang mirip Fay." terangnya membuat Ariell menatap David intens.
Sementata itu di lantai atas, tepatnya di kamar utama, Bryan mulai terjaga ia membuka kedua netranya sambil melihat sekelilingnya, ia pun beringsut turun dari ranjang begitu tidak melihat sosok istrinya.
Bryan berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu sebelum ia turun ke bawah untuk mencari istrinya.
Walaupun masih sedikit pening, ia berjalan dengan sangat pelan. tak lama ia keluar dari kamar mandi dan berjalan keluar kamar.
Begitu sampai di lantai bawah dan berjalan ke arah dapur ia tidak melihat keberadaan sang istri, tapi ia mendengar ada suara di ruang tamu depan sana.
Siapa yang datang? terdengar begitu ramai.
Bryan terkejur begitu sampai di ruang tamu dan melihat sang istri tengah mengobrol dengan dua pria yang ia kenal." Kalian ada apa kemari?" tanyanya sambil berjalan mendekat pada sang istrinya.
"Aku bertanya pada kalian ada apa kemari? terutama kau?" tunjuknya pada David, sedikit curiga pada sahabat satunya itu.
"Sorry Bray aku tidak ada maksud tertentu, dan masalah waktu itu aku benar-benar minta maaf, saat itu aku pun tidak sadar, pengaruh minuman." terangnya.
Membuat Bryan menatapnya kesal" Tapi kau sudah melecehkan istriku." desisnya.
"Sorry, aku benar-benar minta maaf padamu Bray, aku sudah minta maaf terlebih dahulu dengan istrimu. dulu aku masih di kuasai oleh dendamku padamu, tapi sekarang tidak lagi aku tahu kita sama-sama korban disini." membuat Bryan mengernyit bingung.
"Coba kau baca lihat ini." Bryan pun dengan terpaksa menuruti permintaan dari sahabatnya itu, walaupun masih bingung.
"Ini? apa maksudnya? kenapa ada nama Ken disini?" tunjuknya pada kertas itu sambil menatap David curiga.
"Yah seperti yang kau lihat di kertas itu yang menunjukkan bahwa hasil tes DNA-ku dan Ken putramu cocok, yah walaupun itu hanya rambut kami berdua, bukan sampel darah kami, yang itu berarti aku adalah Ayah biologis dari putramu itu." terang David membuat Bryan dan juga Nando terkejut.
Nando memang baru saja datang, dan tidak tahu mereka sedang membicarakan tentang hal apa.
"Kau pasti masih ingat saat aku bercerita tentang kecelakaan yang membuat wajahku di oplas, itulah yang membuat wajah kami sedikit berbeda, tapi tidak dengan mata dan hidungnya juga rambutnya yang semuanya adalah milikku." terang David kembali.
__ADS_1
Bryan menyadari itu wajah putranya memang begitu tampan, tidak ada bagian wajahnya yang menempel di wajah Ken, karena ia menganggap wajah putranya mirip dengan mendiang istrinya yang sudah meninggal.
Tapi setahun terakhir ini kenapa ia melihat ada sebagian wajah dari mantan sahabatnya itu di wajah putranya.
"Tapi kau tidak bisa mengambilnya dariku jika memang kau adalah Ayah biologis Ken." seru Bryan setelah sejenak berpikhir.
"Kau tenang saja, aku tidak seburuk yang kau pikhirkan, kau sangat tahu betul bagaimana sifakku dulu. aku hanya ingin Ken tahu statusku yang sebenarnya siapa? tapi tidak untuk sekarang. mungkin suatu hari nanti jika Ken sudah cukup dewasa." terang David sok dewasa.
Mereka berdua terdiam dengan pikhiran mereka masing-masing, "Oh iya Nando ada apa kau kemari tadi?" tanya Ariell memecahkan keheningan.
"Oh aku hanya ingin memberi ini, ku harap kalian bisa datang." jawabnya sambil menyerahkan sebuah kartu pada pasangan suami istri ini.
Yang ternyata adalah kartu undangan," Jadi kalian akan menikah di jogja? tapi kenapa resepsinya di luar negeri?" tanya Ariell begitu selesai membaca undangan tersebut.
"Yaah itu permintaan dari Mama Ona."
Dan kini undangan itu sudah berada di tangan David, setelah Bryan sudah selesai membacanya." Wah jadi aku tidak di undang, tuan Fernando?" tanyanya sambil membuka undangan tersebut.
"Wanita ini calon istrimu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..