
Bunyi ketukan di luar pintu membuat keduanya tersadar dan Ariell pun langsung melepas ciuman mereka hingga nafas mereka terengah-engah, saling memburu menghirup banyak-banyak oksigen yang begitu segar.
"Daddy, Mommy." suara teriakan beserta dengan gedoran terus saja terdengar begitu mengusik mereka berdua yang akan melakukan pergulatan panas tadi, tapi memang sudah hancur berantakan.
Aiiss,, ada saja yang mencoba untuk mengganggu kesenanganku, mana sedang tegang-tegangnya lagi. gerutu Bryan mendengus kesal.
Sambil menatap Ariell yang sedang berusaha menarik kembali resleting belakang dressnya yang tadi sudah berhasil ia buka.
Hingga menampakkan kedua bahu mulusnya itu, dan juga penutup aset kembarnya yang membuat Bryan semakin menatap lapar mangsa yang masih berada di depannya ini.
"Kau," ucap Ariell menatap kesal Bryan yang tidak membantunya sama sekali malah tersenyum padanya." Kau sakit juga masih saja nakal, istirahatlah, aku akan ke bawah sebentar." tanpa menunggu jawabannya Ariell langsung bergegas turun sambil mengusap kasar mulutnya dengan punggung tangannya akibat sisa ciuman panas mereka tadi.
Tapi cekalan di pergelangan tangannya membuat tubuhnya yang akan beranjak itu kembali duduk, Bryan langsung memutar tubuh Ariell dan menarik ke atas resleting itu tanpa mengucapkan apapun.
Ariell langsung bangkit ia sampai tidak sadar kalau pakaiannya hampir saja terlepas dari tubuhnya, ia berjalan sambil bibirnya medumel merutuki kebodohannya sendiri yang bisa-bisanya malah membalas perlakuan yang Bryan lakukan padanya.
Membuat Bryan hanya terkekeh geli sambil memandang tubuh Ariell dari belakang yang berjalan untuk membukakan pintu kamar.
"Sayang ada apa?" tanya Ariell begitu membuka pintu ternyata Kenzie yang berada di depan pintu kamar.
"Mom, Oma dan nenek serta nenek uyut sedang menunggumu di bawah, apa Daddy sudah tidur?" seru Ken sambil berjalan masuk ke dalam sambil melihat Daddynya yang memang sudah tertidur.
Dasar juliet dari goa hantu berpura-pura tidur dia. gerutu Ariell yang melihat Bryan sengaja menutup kedua matanya.
"Sayang kita ke bawah yuk, biarkan Daddy istirahat ya," Ariell sudah menggandeng tangan mungil Ken, kemudian ia berhenti sejenak di depan cermin untuk melihat penampilannya saat ini." Sebentar."
Saat terlihat baik-baik saja lalu ia hanya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan itu tak lupa ia juga merapikan warna pink yang menempel di kedua bib*rnya yang sedikit belepotan.
Tanpa Ariell sadari bahwa sedari tadi kedua mata Bryan sudah terbuka sedikit sambil melirik dan memperhatikannya yang sedang berdiri untuk memperbaiki penampilannya itu.
Bee, Bee kau sungguh menggemaskan sekali, rasanya sungguh masih terasa manis saat terakhir kita melakukannya di malam itu sebelum aku pergi ke luar negeri, tapi kenapa rasanya aku baru menciummu lagi setelah sekian lama, bukankah kita sudah lama menikah, bahkan putra kita sudah sebesar itu?" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba saja kepalanya berdenyut merasakn sakit, Sepertinya aku memang harus segera istirahat. tak lama Bryan pun sudah di alam mimpi.
...----------------...
"Ariell sini Ibu mau bicara serius denganmu" pinta Ibu Ayu di saat hanya tinggal dia, nenek Dhisa dan Mama Lidya saja yang kini duduk di ruang keluarga.
Sedangkan Nando dan Armand juga Felix, mereka sudah melanjutkan kembali aktifitas mereka masing-masing.
Kalau Fredly dan Belinda jangan di tanya lagi mereka sibuk mengurus kedua putra putrinya mereka untuk tidur siang di tambah Ken yang memang sudah merasa mengantuk sedari tadi.
"Iya kenapa Bu." tanya Ariell yang kini duduk di samping neneknya di hadapan Ibu Ayu dan Mama Lidya seolah mereka sedang menyidangnya saat ini.
"Begini sayang, Ibu tahu bagaimana perasaanmu pada Bryan, Mama Lidya sudah menceritakan semuanya pada Ibu, Ibu sangat mengerti posisimu sekarang ini yang serba salah." membuat Ariell hanya diam menunduk sambil mendengarkan Ibunya yang terus saja berbicara.
"Kalau masalah hubunganmu dan Nando, dia sudah membicarakannya saat kau masih terbaring di rumah sakit, Ibu tahu dia pun sangat terluka, sebab kalian sudah bertunangan bahkan semua anggota keluarganya sudah mengenalmu ." lanjut Ibu Ayu.
"Kalau kalian memang masih saling mencintai maka, ya harus di perjuangkan! tapi kalian harus menikah terlebih dahulu, apalagi sandiwara ini kalian menjadi suami istri, Ibu tidak ingin kalian malah melanggar agama dan hukum." imbuh Ibu Ayu lagi sangat serius, nenek Dhisa dan Mama Lidya hanya diam mendengarkannya saja.
Dia tadi terlihat seperti seekor singa jantan yang sudah beberapa bulan tidak makan, di saat ia mendapatkan mangsanya seolah sudah tidak sabar akan segera menerkamnya sampai habis tak tersisa seperti tidak ada hari esok saja. batin Ariell sambil termenung.
"Ariell, kamu dengarkan Ibu tidak dari tadi bicara panjang lebar?" panggil Ibu Ayu setengah berteriak pada putrinya yang ternyata tengah melamun.
"Oh iya Ariell juga memikirkan hal itu, tapi bagaimana bisa Bu, kita menikah, sedangkan sekarang saja dia tahunya kami sudah menjadi sepasang suami istri." tanya Ariell yang sedikit pusing karena memikirkan hal itu.
"Soal itu kalian semua tenang saja, biar saya yang mengurus semuanya." seru Mama Lidya membuat mereka bertiga menghela nafas lega.
"Oh ya Tan Ariell baru saja mengingat sesuatu, bahwa akhir pekan ini adalah bertepatan dengan hari jadian kami, pasti dia juga masih mengingatnya." ujar Ariell yang membuat Mama Lidya mendapatkan ide ysng sangat menarik.
Akhirnya hari menjelang petang itu mereka berempat meeting membahas masalah pernikahan yang akan mereka selenggarakan di akhir pekan ini.
Untung saja perkenalan Mama Lidya sangat luas, sehingga membuat acara megah dalam seminggu itu sangat mudah untuknya.
__ADS_1
"Oh ya Ariell mulai sekarang jangan panggil tante lagi, panggil Mama ya sama seperti Bryan juga." membuat Ariell tersenyum sambil mengangguk kikuk.
Ibu Ayu dan nenek Dhisa ikut senang ikut merasakan kebahagian Ariell, hari itu saat Bryan baru sadar memang Mama Lidya sudah mendatangi mereka berdua untuk membahas permasalahan putra putri mereka, bahwa ia yang memulai tentang drama adegan suami istri itu.
Bahkan Mama Lidya langsung mengutarakan niatnya untuk melamar Ariell untuk di jadikan istri sesungguhnya buat Bryan, dan Ibu Ayu pun langsung menyetujuinya mengingat bagaimana perjalanan cinta mereka berdua yang putus karena sebuah kesalahpahaman.
Akhirnya Ariell pamit untuk mengantarkan Ibu dan neneknya pulang juga dirinya yang akan kembali tidur di kediamannya sendiri sampai waktu pernikahan mereka tiba.
"Hai bro, kau sudah bangun rupanya. aku sengaja datang lagi ingin bertanya padamu," seru Armand yang sudah masuk dan duduk di sofa dekat jendela kamar milik sahabatnya itu.
"Sepertinya kau sangat menikmati mangsamu yang terlihat begitu lezat itu di matamu, sampai bekasnya saja tidak kau bersihkan." lanjutnya sambil menahan tawa sambil menatap Bryan geli.
Membuat Bryan mengernyitkan keningnya tidak mengerti." bersihkan mulutmu, ada bekas gincu berwarna pink di sisi bibirmu itu." imbuhnya yang kini tawanya sudah meledak di seluruh ruangan kamar yang terlihat begitu luas itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..