Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 88


__ADS_3

Val berjalan menghampiri sang Papa lalu memeluknya sembari memberi kecupan ringan di sisi wajahnya, lalu menatap Mamanya yang terlihat tertidur pulas.


"Mama baru saja tertidur, setelah meminum obatnya." beritahu Gustav saat Val melerai pelukan itu.


Lalu membiarkan putrinya itu untuk duduk di bibir ranjang tempat yang ia duduki tadi, " Pa semoga Mama cepat sembuh. " Nando memeluk calon mertuanya sekaligus pamannya itu sekilas.


Mereka berdua menatap Val yang sedang memandang Mamanya sambil menggenggam sayang jemari Mamanya lalu mengecup punggung tangan itu.


"Dimana Richard Pa?" tanya Nando yang tidak melihat sahabatnya itu saat baru saja sampai.


"Ia baru saja pulang, mungkin masih bersih-bersih di kamarnya." jawab Gustav sambil berjalan mendekat pada cucunya yang kini duduk di sofa dan nampak sibuk dengan gadgetnya itu.


Nando pun mengangguk paham, lalu ia juga mengikuti Gustav untuk duduk di sofa kamar." Hay jagoan? kau sedang main game apa?" tanyanya sembari duduk di samping Mike.


"Moba Uncle, apa kau juga memainkannya?" jawabnya tanpa mengalihkan tatapannya dari benda pipih itu.


Membuat Nando terkekeh lalu mengacak rambut Mike gemas," Uncle kau merusak tatanan rambutku," gerutu Mike menelengkan kepalanya ke samping mrmbuat Opa dan Aunty nya pun ikut tersenyum.


"Hay Fer, Val kalian sudah sampai?" seru Richard yang baru saja masuk bersama istrinya yang tengah menggendong Quel.


Val beranjak dan berjalan mendekat pada Kakak dan iparnya sambil tangannya merengkuh Quel ke dalam gendongannya.


"Uuh, baby Quel kau sangat tampan sekali," cicitnya sambil mengecup seluruh wajah bayi gembul itu.


"Kau bisa membuatnya sebentar lagi, atau malah kalian sudah menyicilnya." bisik Zoe tepat di telinga Val sambil tersenyum membuat gadis itu hanya meringis menunjukkan deretan giginya pada Zoe.


Sedangkan Richard mengajak Nando ke ruangan kerja miliknya,"Oh iyaa aku sudah mendengar kalau ingatan Bryan sudah kembali lagi, lalu bagaimana bisa kau dan Armand terjebak di rumah tua itu, untung kalian bersembunyi di bawah tana!?" seru Richard setelah mereka berdua sudah mendudukan diri mereka di sofa.


"Sebenarnya Armand yang mengajakku ke sana, dan aku melihat banyak sekali foto Mama Ona di kamar itu, dan yang paling mengejutkan aku menemukan ini." sambil menyerahkan sebuah amplop kecil.


"Apa ini?" tanya Richard sambil melihat amplop yang masih di pegang oleh Nando.


"Bukalah!" membuat Richard langsung membukanya tanpa bertanya lagi, begitu membaca isinya ia hanya mengkerutkan keningnya sambil melirik Nando.


"Kau sudah tahu?" tanyanya saat ekpresi sahabatnya itu sedikit biasa saja," Tapi siapa pria yang menulis surat ini untuk Mama Ona?" membuat Richard pun kembali memikirkan itu.


"Entahlah, sampai saat ini Mama belum juga memberitahu siapa pria itu sebenarnya, dan sebelum Mama sakit kemarin itu juga karena sebelumnya ia mendapatkan sebuah panggilan entah dari siapa, itu membuat penyakitnya kambuh." terang Richard yang merasa geram siapa sebenarnya orang itu.

__ADS_1


Ini mungkin orang yang sama dengan orang yang dulu bekerja sama dengan Mamanya di masa lalu yang menculikanya di waktu kecil, tapi siapa orang itu?


Ia berjanji jika ia menemukan orang tersebut ia sendiri yang akan membuat perhitungan dengannya! pikhirnya mantap.


"Bro istirahatlah dulu, nanti kita bicara lagi, kau terlihat sangat lelah." pinta Richard kemudian mereka pun kembali keluar.


Nando mengangguk sambil terkekeh, ia memang merasa lelah dari perjalanan yang panjang itu, terlebih ia hanya tidur beberapa jam saja, karena ia ingin terus menjaga kekasihnya itu.


Hari pun sudah malam, Mama Wilona juga sudah terjaga sedari sore, walaupun keadaannya belum sehat betul.


Terlihat Wilona yang banyak melamun, dan kemarin ketika di deketin orang ia merasa terancam dan ketakutan, dan langsung di redam oleh suaminya.


"Ma ini Val, kenapa Mama seperti ini lagi?" lirih Val menatap sendu sambil mencoba memeluk Mamanya, dan Wilona pun langsung menatapnya dengan sedikit rasa ragu.


Perlahan Gustav meminta Val untuk mendekat, dan Wilona juga nampak terdiam memandang putrinya dengan tatapan seolah merasa bersalah.


"Valerie," panggilnya lirih kemudian mulai terisak, Val langsung memeluk Mamanya mereka berdua menangis sambil berpelukan.


Membuat semuanya menghela nafas lega dan sedikit terhanyut, setelah sudah mulai tenang Val menyuapi Mamanya untuk makan malam.


Gustav sudah membawakan makanan kesukaan istrinya itu, dan tersenyum melihat istri dan putrinya yang sedang saling bersenda gurau setelah menghabiskan makanannya.


"Mama harus cepat sembuh, apa Mama tidak ingin melihat Val menikah nanti." ujar Val membuat Mamanya menatapnya dalam.


"Iya sayang, maafkan Mama, Mama akan menemani Val nanti, tapi Mama sedih jika nanti Val sudah menikah putri Mama jadi jauh dari Mama." balas Wilona mengkerucutkan bibirnya.


Membuat Gustav terkekeh, dan duduk di samping istrinya yang sedang duduk di bibir ranjang sedangkan Val duduk di sofa kecil.


"Kau harus menerimanya bukankah kau sudah mendapatkan menantu yang sama cantiknya seperti putri kita." ujar Gustav sambil medengkuh bahu istrinya itu tidak lupa mengecup sisi wajahnya juga.


Hal yang selalu ia lakukan setiap hari bahkan Gustav tidak merasa malu melakukannya di depan putra dan putrinya itu, baginya itu hal yang wajar di lakukan oleh suami kepada istrinya.


Agar kelak putra dan putrinya itu juga akan melakukan hal yang sama kepada pasangan mereka nanti jika sudah dewasa, sebagai bentuk jika kita begitu mencintai pasangan kita.


Membuat Val jadi ikut tersenyum melihat bagaimana romantisnya Papa dan Mamanya ini sepanjang pernikahan yang mereka bina selama ini.


Val dari dulu juga ingin jika sudah menikah dengan pria yang ia cintai akan di perlakukan demikian, tapi sepertinya ia sudah mendapatkan itu dari kekasihnya.

__ADS_1


Ia pun tersenyum jika mengingat perlakuan Nando padanya beberapa bulan terakhir ini." Ehem" Val sengaja berdehem agar pasutri di depannya ini berhenti mengumbar kemesraan mereka.


"Mama dan Papa bisa melanjutkan lagi." seru Val sambil beranjak dan akan berjalan keluar dari kamar orang tuanya.


Membuat Wilona mencubit pinggang suaminya itu," Lihat putri kita melihat kemesumanmu itu." gerutu Wilona menatap sinis pada suaminya.


Gustav hanya terkekeh melihat istrinya yang sudah kembali marah-marah padanya, " Biarkan saja, dia pasti merasa iri, pasti langsung menemui calon suaminya itu." cibirnya.


Membuat Wilona pun ikut tersenyum sambil melihat punggung putrinya yang tak lama mengilang di balik pintu kamar.


...----------------...


Sementara di belahan bumi lain tepatnya di kota yang tidak pernah sepi itu, seseorang sedang tertawa senang melihat wanita yang selalu menolak cintanya itu kini menderita depresi.


Bukannya ikut merasa kasihan atau prihatin, tapi justru itu yang membuatnya bahagia, sebab itu yang menjadi tujuannya untuk membuat wanita itu ikut merasakan apa yang dulu ia rasakan.


Wanita yang dulu sudah menghancurkan kehidupannya pantas mendapatkan balasan itu.


"Kau tunggu kejutanku selanjutnya." gumamnya sambil menyeringai devil, lalu menyuruh wanita yang tadi duduk di pangkuannya itu untuk berjongkok dan wajahnya sudah tepat di depan si djordy miliknya yang siap untuk di mainkan.


"Aaahh, terus bi**h." racaunya sambil tangannya menekan kepala wanita itu untuk memasukkannya lebih dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2