Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 102


__ADS_3

"Pertanyaan macam apa itu? kau kan sudah tahu jawabannya jadi tidak perlu kujawab lagi." jawab Clara sambil memanyunkan bibirnya ke depan.


Membuat Felix tersenyum, sungguh menggemaskan sekali di matanya. "Jadi kau masih menyukaiku? atau mencintaiku?" kali ini Felix sengaja menggodanya, ingin mendengarnya lagi.


"Iishh, kau menyebalkan sekali Felix." desisnya sambil memukul lengan pria itu, yang di pukul bukannya kesakitan tapi malah terkekeh.


"Aku sungguh minta maaf soal di klub kemarin, dan juga soal terakhir kita bertemu waktu itu. aku bukannya menghindarimu selama ini, hanya saja aku merasa tidak pantas untukmu, karena aku_


"Ssttt, kau terlalu banyak bicara." Clara langsung menstempel bibir Felix, memang**nya pelan, mencoba menciumnya seperti yang Felix lakukan tadi untuknya.


Dan Felix pun membalasnya dengan senang hati, ciumannya begitu lembut lalu berubah sedikit kasar dan menuntut ke hal yang lebih, terbukti tangan satunya sudah bergeriliya kemana-mana.


Clara melenguh pelan, membuat Felix semakin berhasrat saja, sampai ia melupakan kondisinya yang masih sedikit demam itu.


Clara melepas paksa ciuman mereka saat mengingat kondisi Felix saat ini, membuat Felix sedikit kesal dan kecewa," Kau masih sakit, istirahatlah." Clara duduk memunggungi Felix.


Seolah dungu Felix tidak mendengarkan ucapan Clara, malah menarik tubuh kecil itu menempelkannya di dada bidangnya dan tangan satunya justru sudah berhasil masuk ke celah celana hotpant yang di gunakan Clara saat ini.


Dan bibirnya masih terus menciumi leher putih Clara menhisapnya meninggalkan jejak kemerahan di sana sini.


Dan itu membuatnya tidak bisa berhenti,"Feliixx." desah Clara mencoba menepis tangan nakal Felix tapi tangan itu malah semakin dalam bahkan dua jarinya berhasil masuk ke dalam sarangnya, keluar masuk.


"Jangan menolakku, sebab kau sudah membangunkannya." ujar Felix dengan suara paraunya sambil membawa tangan Clara di atas Bumblebee miliknya yang sudah mengeras di balik kain segitiganya itu.


"Oouhhgg..Felix aku sudah tidak tahan lagi." lirih Clara, akibat ulah jari-jari Felix yang mengobrak-ngabrik area sensitifnya itu, dan satu tangannya yang meremas bukit kembar miliknya secara gantian, dengan cepat Felix berhasil melucuti pakaian Clara.


Dan langsung merebahkan tubuh wanitanya itu di atas ranjang, yang sebentar lagi akan segera meledak.


Sebelum itu terjadi, wajah Felix sudah berada di depan sarang favoritenya itu, mencecap dan menusuk-nusukkan l***hnya di bawah sana.


Kedua tangannya ia letakkan di pangkal paha atas wanitanya membuat Clara hanya bisa menjambak rambut hitam Felix.


Tak begitu lama gelombang itu datang membuat Clara berteriak meneriaki namanya sambil tubuh itu bergelinjang, bahkan da**nya di busungkan ke depan.


Membuat Felix semakin gelap mata, menghisap habis cairan itu, tak lama ia bangkit dan melepas cepat handuk kimononya dan pengaman terakhirnya itu, dan tertampanglah Bumblebee yang terlihat besar dan berurat itu.


Mata Clara langsung membola seketika, ini memang bukan yang pertama kalinya bagi mereka melakukan hubungan itu, dulu mereka bahkan tinggal satu atap bersama selama satu tahun lebih.


Dan sudah pasti mereka tidak pernah absen untuk melakukan hal seperti itu, mengingat kehidupan yang bebas di negara asal mereka sana.


Tapi setelah kejadian mengerikan itu, membuat mereka menjaga jarak, sebenarnya hanya Felix yang terus saja menghindari Clara.


Sementara Clara berusaha mendekati Felix, terbukti dengan adanya dirinya di negara ini, yang memang menyusul Felix.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Felix menghentakkan miliknya ke dalam milik Clara sampai terbenam sempurna, walaupun di hentakan ketiga baru berhasil, membuat keduanya mendesah nikmat.


Setelah hampir empat tahun lebih mereka tidak pernah melakukannya, membuat milik Clara sedikit sempit, seperti saat pertama kali mereka melakukannya waktu mereka masih duduk di bangku SMA dulu.


Felix menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, kemudian menjadi lebih cepat, terus bergerak, dan berganti posisi, bahkan menghisal dua aset kembar itu secara bergantian bagaikan seorang bayi yang kehausan.


Bahkan Clara sudah keluar untuk yang ketiga kalinya, kali ini Felix memintanya menungging, gaya d**gystyle.


"F**k, kau membuatku g**a Baby," Felix terus saja memompa sembari mendesah bersama dengan Clara. hingga mereka mencapai puncaknya bersamaan.


"Aku lupa tidak memakai pengaman Baby," ujar Felix sambil memeluk tubuh Clara dari belakang.


"Hmmm, aku sudah menyiapkan obat penunda hamil dari semalam." balas Clara dengan kedua netra yang terpejam.


Bukan hanya akibat kelelahan mereka sehabis bernana-nena, tapi juga karena ia semalaman hampir tidak tidur untuk menjaga dan mengecek kondisi Felix.


"Jadi kau sudah merencanakan ini semua dari semalam? ckck kau benar-benar sangat merindukanku ya?" Felix semakin mengeratkan pelukannya.


Sedangkan Clara hanya terkekeh tidak menyangkalnya, " Jadi hanya aku saja, kau tidak?" tanyanya balik.


"Tentu saja aku juga Baby. aku selalu mencintaimu." bisiknya tepat di telinga Clara tidak lupa mengecupnya.


"Demamku sudah pergi, dan kau benar-benar obat dari segala penyakitku, apalagi ini, membuatku candu." ia meremas salah satu gundukan kembar itu.


"Baby, ponselmu berdering, mungkin itu dari bosmu yang tampan itu.!" seru Clara sedikit menggoda.


Tapi Felix tahu bahwa Clara mencoba untuk membuatnya cemburu, ia pun mengangkat panggilan penting itu.


...----------------...


"Ada apa sayang?" tanya Ariell, saat Bryan baru saja membuka pesan masuk di ponsel miliknya.


"Ini si Felix sedang sakit, dan mau tidak mau aku yang harus pergi ke kantor sebab pagi ini ada pertemuan yang penting bersama Clien ku." jelas Bryan sambil berganti pakaian kemeja.


"Felix sakit? ternyata ia juga bisa sakit ya," ejek Ariell yang sedang memasangkan dasi untuk suami mesumnya itu.


"Kau ini, dia juga manusia biasa yang pasti bisa sakit. mungkin dia kelelahan sebab semua hal aku serahkan padanya." jelas lnya.


"Kau jangan terlalu banyak memberinya pekerjaan di luar, dan nanti jika kita kembali ke Makasar, siapa yang mengurus perusahaanmu yang disini?" tanya Ariell sambil memeluk tubuh kekar suaminya seusai memasangkan dasi itu.


Sepertinya Felix yang aku tempatkan disini, apalagi ia wanitanya juga berada disini. " jawab Bryan mengajak Ariell keluar kamar untuk sarapan.


"Felix sudah memiliki kekasih? dan disini wanita itu? seperti apa orangnya? aku jadi ingin bertemu dengan kekasih Felix." mereka berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


"Dad, Mom kalian akan pergi kemana?" tanya Ken begitu melihat Dadnya yang sudah rapi tapi Momnya hanya memakai dress rumahan.


Tapi itu membuat Ariell tetap cantik di mata Ken, " Dad mau ke kantor sebentar Son, siang nanti Dad sudah kembali kesini." Ken pun mengangguk mengerti.


Seusai sarapan Bryan merogoh ponselnya di saku jas, lalu mendial nomor Assistennya itu.


"Hallo lama sekali kau mengangkatnya! bagaimana kondisimu sekarang?"


"Maaf Tuan, saya tadi masih tidur, sekarang sudah jauh lebih baik."


"Kau sudah meminum obatmu?"


"Sudah Tuan, sudah sarapan bubur juga."


Membuat Bryan sedikit mengernyit mendengar penjelasan Felix barusan, apalagi ia juga mendengar ada suara wanita yang tak jauh dari Felix berada.


Membuat Bryan paham jika kekasih Felix-lah yang merawatnya, sehingga ia tidak perlu datang kesana nanti sepulang dari kantor, yang rencanakan memang akan mampir.


"Baiklah kalau begitu istirahatlah, pulihkan kondisimu lebih dulu, dan bersenang-sensnglah." ucap Bosnya ambigu sebelum menutup teleponnya.


*Bersenang-senang? apa bosnya tahu kalau ia sedang bersama kekasihnya sekarang??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc*


Maaf ada cerita Felix dan kekasihnya nyempil sedikit disini.


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2