
Sudah hampir seminggu berlalu pasangan pengantin yang sudah tidak baru, saat ini tengah menikmati sarapan paginya.
"Sayang nanti siang sepertinya aku tidak bisa makan bersama, aku akan bertemu dengan klien di luar kota dan mungkin saja aku akan pulang sedikit terlambat." Bryan sudah beranjak setelah menyelesaikan sarapannya.
Ariell mengikutinya dari belakang untuk mengantarkan suaminya itu ke depan teras, "Iya tidak apa, mungkin nanti aku akan pulang lebih cepat, karena aku harus menyiapkan barang bawaan kita buat besok 'kan?!" jawabnya sambil membenarkan dasi yang sudah terpasang sempurna itu.
"Baiklah, aku pergi dulu," Bryan tidak lupa mengecup kening dan juga sedikit mengul*m bibir manis milik istrinya itu.
"Son Dad berangkat dulu, Ken harus menurut kalau tidak besok Dad tidak mengajak Ken pergi jalan-jalan." titahnya sembari memberi kecupan ringan di puncak kepala putranya.
Ken mengangguk sambil menampilkan ibu jarinya tanda mengerti," Siap Dad, Ken mengerti!" dia pun berlari kembali ke halaman untuk bermain bola bersama Pak Ujang tukang kebun di Mansion itu.
"Ayo Felix kita berangkat." ajaknya sambil masuk ke dalam mobil yang sudah di buka pintunya oleh asistentnya itu, mobil pun perlahan keluar meninggalkan Mansion.
Taanpa mereka sadari ada seseorang yang berada di dalam mobil yang terparkir cukup jauh dari Mansion itu, ia melihat semuanya menggunakan teropong kecil, dan bahkan juga sudah mengambil beberapa foto lalu akakn mengirimkamnya pada seseorang.
Orang itu pun melajukan mobilnya kembali dan melesat dengan cepat, untuk segera memberi tahu pada seseorang apa yang telah ia lihat dengan segala bukti nyata.
Sementara di dalam mobil yang di tumpangi Felix dan bosnya itu melaju dengan kecepatan sedang.
Mereka pun menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memata-matai Mansionnya akhir-akhir ini."Felix cari tahu siapa orang yang berada di dalam mobil tadi." Bryan sudah tidak bisa diam lagi, selama dua hari ini dia cukup mendiamkan itu.
Tapi sekarang tidak lagi, entah kenapa ia selalu berpikhiran negatif, apalagi semenjak di beritahu sahabatnya kalau Mamanya itu baru saja kambuh depresinya akibat ulah seseorang.
Yang Bryan yakini adalah orang yang terlibat di masa lalu diantara keluarganya, keluarga angkat Richard dan juga keluarga sang istri.
"Baik tuan." Felix mengangguk dan kembali fokus mengemudi.
__ADS_1
Dan insting Bryan mengatakan kalau orang itu adalah orang yang ia cari yang tidak lain adalah ketua dari anggota Mafia 'Black Serigala', ya itu tidak salah lagi, pikhirnya.
Sesampainya di dalam ruangannya Bryan mengerjakan beberapa pekerjaannya, " Tuan ini fax yang dikirim langsung orang kita di sana." Felix menyodorkan sebuah map yang berlogokan 'Singa Group' ke atas meja bosnya.
"Felix jam berapa kita bertemu dengan Mr Tora?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang sedang ia pelajari.
"Satu jam lagi tuan, Mr Tora memajukan pertemuannya karena dia bilang akan segera terbang ke negara lain siang ini." Felix menerima berkas yang sudah selesai di tanda tangani oleh bosnya.
"Dan nanti siang sepertinya saya harus mengunjungi pabrik pengiriman tuan, sebab ada salah satu orang kepercayaan kita telah memanipulasi laporan keuangan di sana." lanjutnya membuat Bryan menghentikan pergerakannya lalu menatap pada Asistennya.
"Siapa orang itu? berani sekali dia, kita akan kesana bersama dan kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan." titahnya dengan tangan mengepal hingga buku tangannya memutih.
"Saya mengerti tuan, dan saya sudah mendapatkan data pribadinya." setelah itu Felix keluar dari ruangan bosnya.
Bryan nampak merenung sejenak bukan memikirkan siapa orang yang telah berkhianat pada perusahaannya tapi pada orang yang sedang mengintai di luar Mansionnya.
...----------------...
Tak lama asistent pribadinya masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu," Tuan orang kita telah mendapatkan sesuatu." beritahu Owl pada bosnya itu.
"Suruh dia masuk Owl." titahnya tanpa menatap asistentnya itu.
Dan masuklah seorang pria bertampang preman, dengan membawa sebuah amplop coklat yang yang berukuran sedang.
Membuat David beralih menatapnya dan kemudian bangkit dari kursi kebesarannya dan duduk di single sofa di ikuti orang itu yang duduk di sofa depannya sedangkan Owl berdiri di samping bosnya itu.
"Bos saya mendapat ini," sambil menyodorkan amplop itu yang langsung di terima dan di buka oleh Owl membuat bosnya hanya tinggal melihat saja tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
Dan begitu isinya keluar semua di atas meja seketika mata David membola tak percaya dengan apa yang di lihatnya itu.
Degh..
Kenapa ia merasa tidak asing dengan wajah yang ada di dalam lebaran photo tersebut, ia pun mengambil salah satunya, dan menatap satu keluarga yang tengah berada di teras dengan wajah yang sangat bahagia.
Seharusnya ia marah bukan? sebab pria sekaligus sahabatnya itu, ralat mantan sahabatnya itu tengah merasakan kebahagiaan dengan wanita yang ia cintai, sementara dirinya selama ini merasakan penderitaan yang amat sangat menyakitkan di tinggalkan oleh orang yang sangat ia cintai.
Tapi bukan itu sekarang yang ada di dalam pikhirannya saat ini alih-alih marah, ia justru bingung dengan apa yang ia lihat sekarang.
Salah satu wajah di antara satu keluarga itu membuatnya melupakan kemarahannya, sebab ia merasa tidak asing dengan wajah yang dari dulu melekat di diri seseorang.
"Owl, ini siapa? jangan bilang!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..