Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Bonchap_013


__ADS_3

Seluruh keluarga Djandra hari ini sedang berkumpul semuanya di taman belakang yang sudah di sulap sedemikian rupa dengan tema warna pink dan juga putih. Sore ini tengah berlangsungnya acara besar namun juga terkesan sederhana bagi kedua putra-putri sang empu pemilik acara dalam rangka hari bertambahnya usia kedua bocah gembul yang tepat pada hari ini genap berusia satu tahun.


Ya siapa lagi jika bukan bayi kembar Bryan dan Ariell, juga untuk syukuran atas kesembuhan sang Nyonya rumah yang hampir selama satu tahun lebih mengalami koma. Tak hanya kerabat saja yang datang akan tetapi ada pula para sahabat mereka beserta dengan pasangan mereka masing-masing dan juga para anak-anak yang lain guna memeriahkan acara tersebut.


" Hey Baby Kanz Happy Birthday, gemes sekali sih pengen gigit dech pipi mbulnya ini." Seloroh Bonee mencium gemas bocah perempuan yang tengah di gendong oleh Daddy Bryan, sementara baby boy mereka sudah lebih dulu menyambut kedatangan yang lain, bayi laki-laki itu tengah di gendong oleh Omanya Lidya. Di sebelah Bryan ada istri tercintanya Ariell yang tengah duduk di atas kursi roda canggih yang bisa bergerak memakai tombol saja, sebab sebelah kakinya masih belum sepenuhnya pulih, namun senyum manis tak memudar dari wajah ayunya untuk menyambut kehadiran semuanya yang hadir ke acara tersebut.


" Jika kau ingin, kalian bisa membuatnya sendiri, tidak perlu gigit-gigit anak orang, kalian tidak tahu betapa kerasnya perjuangan kami membuat mereka_ Aww ." Sarkas Bryan yang menatap pada pasangan pria dan wanita, yang satu sahabatnya dan satu lagi adalah mantan Adik Iparny .yang kini sudah merubah status mereka. Namun ucapannya langsung terhenti begitu perut sampingnya terkena hadiah capit panas dari sang seseorang yang tidak lain adalah istrinya sendiri.


" Bee kau menyakitiku, ini termasuk sebagai KDRT lho. Apa ada yang salah dengan ucapanku barusan, tidak bukan?!" Keluh Bryan tidak terima tiba-tiba mendapatkan serangan dari wanita yang sangat ia cintai.


" Iya, tapi tidak perlu di perjelas juga 'kan? Sayang, mereka pasti paham, jangan membuatku malu!" Gerutu Ariell menatap kesal pada suaminya lalu tersenyum beralih menatap sahabatnya Bonee yang saat ini di rangkul oleh suami posesifnya, membuat Ariell memutar bola matanya jengah sebab kedua pria ini memang memiliki kesamaan yaitu sama-sama pria bucin terhadap wanitanya.


Bukannya marah Bryan justru tersenyum sebab ini sudah lama sekali ia tidak melihat istrinya merasa kesal dan mengomelinya seperti ini, ia sangat merindukan senyuman manis dari istrinya, yang sudah jarang terlihat akhir-akhir ini pasca kejadian-kejadian yang menimpa rumah tangga mereka berdua.


Ya ini sudah dua tahun lebih berlalu setelah kejadian dimana mereka mengalami kecelakaan hebat untuk kedua kalinya, dan juga untuk kedua kalinya selamat dari maut, berjuang antara hidup dan mati. Setelah mendapatkan kabar bahwa istrinya sudah sadar dari masa komanya waktu itu, tak lama Bryan beserta Armand berhasil menangkap dan mengalahkan sang ketua Black Serigala. Ya walau sedikit kecewa dengan hasil yang mereka terima sebelumnya, namun mereka bersyukur melihat musuh dalam selimut mereka yang selama ini selalu menghalalkan cara untuk mengganggu kehidupan mereka telah lenyap dari muka bumi ini. Setidaknya batang hidungnya sudah tidak akan nampak lagi di hadapan mereka, walau ada satu orang yang nerasa terpukul atas kejadian tersebut.

__ADS_1


Alih-alih bertahan hidup dan tinggal ke dalam jeruji besi, Bram si pria tua bangka itu yang tidak lain mantan mertua Bryan memilih terjun bebas dari gedung perusahaan miliknya sendiri saat Armand Cs datang ingin menangkapnya bersama rombongan detektif lain tentunya , sebab banyaknya bukti yang mereka dapatkan yang selama ini di lakukan oleh sang ketua Mafia tersebut, membuat Bram tidak bisa berkutik dan berkelit lagi, maka dari itu jalan satu-satunya yang ia ambil adalah mengakhiri hidupnya sendiri.


" Lebih baik aku mati daripada harus mendekam di balik jeruji besi jahanam itu. Aku tunggu kau di neraka anak muda." Begitulah yang dikatakan Bram sebelum ia melompat dari atas rooftop. Dan ucapan terakhirnya tertuju kepada Armand.


Bukannya Bram tidak tahu apa saja yang Armand lakukan selama ini, pria paruh baya itu hanya ingin melihat sampai dimana jiwa iblis seorang Armand begitupun Bryan mantan menantunya. Ya Bram sangat menyukai Bryan dan Armand sebab mereka berdua tidak jauh berbeda dengannya. Terlepas dari itu Bryan juga adalah putra dari sahabatnya yang dulu sama-sama menggeluti di dunia kegelapan. Hanya saja aliran mereka saja yang berbeda, hitam dan putih, sebab Hadinata Papa kandung Bryan, terkesan orangnya tidak ingin menyakiti orang yang tidak bersalah walau dunia yang ia jalani bertentangan, maka dari semenjak bertemu dengan Lidya istrinya, perlahan Hadi mundur dari dunia gelap tersebut yang bisa saja menjerumuskan kejalan sesat.


Armand yang sedikit tersentil dengan ucapan dari sahabatnya tersebut pun langsung membalasnya. " Kami memang tidak berniat menundanya Dude, bahkan kami melakukannya siang dan malam tanpa kenal waktu setiap hari. Dan kurasa kami hanya masih menikmati masa-masa bulan madu kami berdua, bukan begitu Mrs.Delvis." Goda Armand pada sang istri yang sengaja tidak ingin ambil pusing dengan keadaan Bonee yang hingga sekarang belum kunjung hamil. Mendengar itu wajah Bonee sudah berubah merah, antara malu dan juga kesal bercampur menjadi satu.


Ya Armand dan Bonee memutuskan untuk menikah, setelah Bonee kehilangan Bram, usia pernikahan mereka hampir satu tahunan. Bonee sadar antara dirinya dan Bram tidak punya ikatan darah, namun ia masih menganggap Bram adalah orangtuanya, Papinya yang selama ini menjaganya, walau Bram terkadang selalu bersikap cuek, bahkan ia di kirim ke rumah Tantenya di bandung waktu masih remaja. Namun entah mengapa tidak ada rasa benci dari dalam dirinya untuk pria tua itu hingga ajal menjemputnya.


Bryan dan Ariell sama-sana terkekeh melihat pasangan ini, mereka berdua mendoakan yang terbaik, dan Bonee lekas segera mengandung buah hati mereka berdua. " Baiklah nikmati pestanya kami akan berkeliling." Seru Bryan mengajak Ariell untuk berbincang dengan yang lain.


" Hai Dude, gimana kabarmu?" Ujarnya sambil memeluk sedikit tubuh Bryan. " Oh, hai Sweety Happy Birthday untuk kalian berdua. Tunggu saja sebentar lagi aku juga akan mempunyai sepertimu." Ucapnya pada bayi perempuan yang hanya bisa menatapnya saja dengan bola mata yang lebar, layaknya boneka, membuat siapa saja pasti gemas. " Oh iya, aku sangat merindukan Ken, bolehkah malam ini aku ajak menginap di rumahku Bray?" Tanyanya yang kini menatap serius kepada Bryan, berharap permintaannya di kabulkan.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.tbc


* Siapakah dia??? Di tunggu ya..


* Hai para Readers semuanya, maaf sebelumnya jika cerita disini kurang lengkap, sebab nanti lebih lengkapnya cerita ini di lanjut di novel satunya. Balik lagi, disini hanya bonus chapter saja ya, jadi ceritanya pasti loncat-loncat tidak menentu.


* Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2