Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 113


__ADS_3

"Aaahh Bee." desahnya saat mulut Ariell menghisap ujung miliknya membuatnya sudah tidak kuat lagi.


Kedua tangannya mengusap kasar wajahnya karena gelisah sebab gelombang itu akan segera datang.


"Hmmm," respon Ariell yang masih asyik bermain-main di bawah sana hanya menatap sekilas wajah suaminya yang sedang memejam menikmati permainannya.


Ariell sangat suka melihat suaminya pasrah padanya, seperti sekarang suaminya terus meracau dan mendesah memanggilnya, Ariell tahu suaminya akan segera meledak, ia pun melepas milik suaminya sambil duduk menegak.


"Kau jangan bercanda sayang,." geram Bryan yang sudah membalikkan tubuh istrinya dengan cepat dan mereka berganti posisi kembali.


"Aku harus ke kamar mandi lebih dulu." Ariell sudah akan beranjak tapi Bryan menahan tubuhnya dan menatapnya dengan pandangan menegur.


"Itu bisa nanti, sekarang aku harus menyelesaikan apa yang sudah kau mulai." raut wajahnya sudah sangat geram di saat ia sebentar lagi akan meledek tiba-tiba sang istri menghentikan aksinya.


"Tapi aku ingin di atas." rengek Ariell mencoba membalikkan tubuh mereka lagi tetapi Bryan nampak bergeming.


"Dan semakin membuatku gil*? kau sudah mengambil kendali tadi. sekarang giliranku." tolak Bryan sudah kembali menciumi leher istrinya.


Ariell mengkerucutkan bibirnya" Aku suka mengambil kendali dan sangat suka melihatmu takhluk di bawahku." cicitnya merajuk.


Membuat Bryan terkekeh dan menciumnya," Kenapa kau jadi seagresif ini? hmm?" rasa kesalnya pun langsung sirna beganti dengan senyum geli.


Bryan tidak memberi istrinya itu kesempatan untuk menjawabnya, karena ia kini sudah kembali membungkam mulut istrinya, dengan ciumannya yang panas dan keras.


Tidak ada lagi yang Bryan tahan-tahan sekarang, mereka sudah membuang terlalu banyak waktu.


Gairah datang menyerang dan menyelubungi mereka berdua dengan begitu kuat, Ariell mengerang di balik ciuman Bryan, dan meraih bahu telanj**g suaminya itu agar lebih dekat lagi dengannya seolah tubuh mereka belum sepenuhnya menyatu.


Bryan melepas ciuman itu untuk menciumi leher dan semakin turun hingga ke tempat favoritnya itu.


"Aaggthhh.." tentu Ariell mengeliat hebat saat suaminya itu menjil** bahkan menyesap bagian yang membuatnya tidak karuan.


"Mari bermain-main denganku sayang." seringai muncul di bibirnya.


"Eengghh..Aahh." Ariell menahan jeritannya saat jemari besar dan li**h suaminya itu memperoleh kesenangannya.


Tangan satunya lagi meremasi dua gundukan milik Ariell secara begantian, Ariell mengerjap akan berteriak kembali tapi suara desa***nya sudah terpenjara di dalam mulut Bryan.


Dan tangan Bryan menuntun jemari istrinya untuk membelai si djordy, yang langsung di remas dan di pijit bentuk kekar dan berurat itu.

__ADS_1


Bryan menarik tubuh istrinya menjadi menungging, " Saatnya putaran ke tiga Bee." perlahan saat bentuk panjang itu mulai terbenam Bryan melenguh dan terus menatap tubuh di genggaman mengeliat hingga menarik tengkuknya.


Kini terlihat kulit mulus dengan tulang ekor sedikit tertampang, meremasi pangkal pah* istrinya karena melihat miliknya tertelan habis Bryan begitu bernaf**.


Dan suara khas tubuh saling melekat terdengar dan desa*** mereka menyatu dalam pandangan mengabut.


"Aaahhh, " des*h Ariell saat bentuk kekar itu semakin menusuk lebih dalam, tegas mendominasi kekuatan dan dorongan naf**.


"Uggh, milikmu selalu nikmat Bee," Bryan meracau di sela genjotannya itu.


"Yaahh, terus sayang, kau mampu menghisapnya, hmm? belajar hal itu dari mana kau Bee?" imbuh Bryan ketika dinding rahim itu mulai memberi ekstasi.


Ariell menggigit bibir bawahnya sembari memikhirkan apa yang di maksud oleh suaminya tersebut.


Yang Ariell tahu setiap kali bisikan terdengar sentuhan dari Bryan selalu berbeda, lembut bahkan pergerakannya selalu ia rasakan.


Hangat tangan Bryan membara dengan naf** yang berkobar meremas dua gundukan dari belankang, di susul saat Bryan semakin mengguncang tubuh Ariell melakukan pett** yang benar-benar dahsyat sehingga Ariell hanya bisa berpasrah pada lengannya yang di jadikan sebagai pegangan.


Sentakan itu semakin tegas dan berambisi saat Ariell hampir terkulai lemas, Bryan menyadari itu ia menyandarkan punggung istrinya ke dadanya.


Menahan pinggang Ariell agar tetap bertahan dengan gerakan yang Bryan berikan, gelombang itu semakin dekat dan ia terus mengguncang tubuh istrinya semakin cepat.


Bryan melimpahkan keinginan di ujung rasa nikmat bercin**, ia menuangkan kepuasan sekaligus cairan cintanya ke dalam tubuh yang semakin terkulai itu.


Ariell sudah tidak mampu menjawabnya, ia masih bersandar di dada suaminya lalu menoleh ke samping, dan langsung dilum*t kembali bibirnya yang sudah membengkak itu oleh suaminya.


Bryan pun mencabut miliknya dan membantu istrinya untuk kembali berbaring di ranjang.


"Tidurlah kembali, aku akan bersih-bersih lebih dulu dan memesankan sarapan untuk kita yang sangat terlambat ini." Ariell mengernyit lalu menatap benda kecil di atas nakas.


Ariell langsung terbelalak saat melihat sudah pukul sebelas siang, " Astaga kau benar-benar singa yang kelaparan, sampai lupa waktu, pantas saja perutku terasa perih." keluh Ariell yang sudah sangat lemas tak bertenaga.


Bryan hanya terkekeh dan duduk kembali di sisi ranjang, " Maafkan aku Bee, itu karena kau yang selalu membuatku gelap mata." Bryan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya, lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan keadaan yang masih polos.


Ariell hanya bisa menggerutu tanpa menjawab perkataan konyol dari suami mesumnya itu.


...----------------...


Sementara itu pasangan suami istri yang sudah tidak baru lagi dan selalu menjaga jarak satu sama lain kalau sedang berdua saja itu, kini sudah berada di dalam pesawat untuk perjalanan kembali pulang.

__ADS_1


Walau duduk bersisian tapi tidak ada yang saling bicara, mereka diam dalam pikhiran mereka masing-masing.


Vivi yang memikhirkan kejadian tadi pagi di dalam kamar yang mereka sewa untuk satu malam itu.


David memang hanya menyewa satu kamar saja, takut semua orang akan curiga pada status mereka, jikalau mereka harus menyewa dua kamar.


Mereka memang berada di dalam satu kamar tapi semalam Vivi memilih tidur di sofa panjang yang ada di dalam kamar tersebut.


Guna untuk menghindari hal yang tidak di ingankan, tapi bukan itu yang tengah ia pikhirkan melainkan kenapa tadi pagi ia bisa berada di atas ranjang, bukankah seharusnya ia terbangun masih berada di atas sofa, atau jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi?


Yang suka berjalan sendiri di saat ia dalam keadaan tertidur, tapi itu sudah lama sekali terakhir kali melakukan itu saat ia masih duduk di bangku menengah atas.


"Astaga" cicitnya tanpa suara, sambil menggigit bibir bawahnya gelisah merasa gugup. ia sedikit bergedik saat membayangkan dirinya sendiri yang merayap naik ke atas ranjang, lalu ia melirik suaminya yang sedang memejam itu.


Apa jadinya kalau tadi pagi dia tahu dan melihatku berada di atas ranjang yang sama di sampingnya, oh God,,apa ia akan berpikhir aku berusaha menggodanya? untung saja aku yang lebih dulu bangun daripada dia. batinnya yang masih melirik ke samping.


Merasa ada yang tengah menatapnya David pun mengintrupsi, " Kenapa menatapku seperti itu?"


Deg...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2