Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 35


__ADS_3

Flasback Bryan 💓 Ariell


"Jess malam ini kamu jadi menginap di rumahku kan,?" tanya Ariell pada sahabatnya itu.


"Jadi lah kita harus ajak si Kadek juga, sekalian besok kita langsung praktekin resep terbaru kita." seru Jessy sambil menghubungi sabahatnya lagi.


"Halo Kadek kamu dimana?" tanya Jessy saat panggilan baru saja terhubung.


"Sorry aku buru buru ke toilet tadi, perutku sakit sekali, kalian tunggu aja di kantin nanti aku nyusul." jawab Kadek sebelum menutup panggilan tersebut.


"Astaga sial ni bocah, main tutup aja ." gerutu Jessy sambil mengumpat pelan. " Dia sedang menuntaskan panggilan alamnya, ayoo."


Akhirnya Ariell dan Jessy memutuskan pergi ke kantin duluan sambil menunggu si Kadek menyusul mereka.


Saat Ariell sedang mengantri makanan buat kedua sahabatnya, tiba tiba ada seseorang berbadan besar tak sengaja menabrak tubuh sampingnya.


Hingga Ariell terhuyung ke samping dan hampir saja terjatuh kalau tidak ada tangan kekar yang menahan tubuhnya.


Ariell mendongak menatap seseorang yang setengah memeluknya itu dengan kurang ajar.


Wuuah,,ini orang beneran, apa titisan dewa. begitu sempurna ciptaanMu Tuhan. batin Ariell meronta.


Tak lama suara krusak krusuk dari orang di sekitarnya menyadarkan mereka dari posisinya yang begitu intim.


Ariell berdehem pelan sebelum berbicara. " Bisa lihat jalan gak sih, main tabrak orang sembarangan, lepasin cepat tangan kamu dari tubuhku." pinta Ariell sedikit ketus.


Pria itu pun langsung melepaskan kedua tangannya yang sebelumnya berada di pinggang Ariell. dan


Buukk..


Aaww.." jerit Ariell keras membuat beberapa mahasiswa langsung menatap kearah mereka kembali.


"Kenapa langsung di lepasin, bukannya di tolongin dulu!!." gerutu Ariell sambil mencoba berdiri sendiri dan mengusap usap pan**t nya yang terasa ngilu habis nyium mesra lantai dingin kantin.


"Bukannya kamu sendiri yang memintaku untuk segera melepasnya.?" balas si pria itu dengan nada dingin.


"Eh, bukannya minta maaf duluan udah nabrak orang, malah ngajakin ribut." seru garang Ariell menahan emosinya.


Pria itu nampak bergeming tak ingin menanggapi ocehan dari Ariell, malah melipir pergi. membuat Ariell meradang dan hampir mencercanya kembali kalau tidak ada Jessy yang menahannya.


"Sudah Riell, percuma kamu tanggepin dia, sudah ayoo duduk." pinta Jessy mengajak Ariell kembali duduk lalu ia menggantikan Ariell mengantri makanan yang mereka pesan tadi.

__ADS_1


Tak lama Jessy kembali dengan membawa nampan berisi makanan buat mereka, Kadek sahabat mereka juga baru saja kembali.


"Kamu makan apa tadi pagi, sampai sakit perut gitu.?" tanya Jessy pada Kadek yang baru saja duduk.


"Itu capjay yang baru aku keluarin tadi pagi." jawab Kadek masih mengusap ngusap perutnya yang masih sedikit mulas.


"Astaga kamu makan Capjay-ku yang di lemari es itu.?" tanya Jessy sambil tertawa.


"Iyaa lah habisnya udah kelaparan banget, semalam aku cuma makan sedikit." jawab Kadek menyesap minumannya yang sudah di pesan sebelumnya oleh Jessy tadi.


"Itu Capjay udah beberapa hari di dalam lemari es, apa kamu tidak menyium dulu baunya..!" Jessy masih saja tertawa cekikikan sendiri.


"Apa!!? kenapa tidak memberi tahuku, pantas saja." keluh Kadek terus pandangan beralih menatap sahabatnya satu lagi yang terlihat sedang emosi.


"Ariell kamu kenapa, emosi jiwa yaa apa lagi pms..?" tanya Kadek yang melihat sahabatnya itu mengerucutkan bibirnya sedari tadi.


"Dia lagi kesal sama seseorang tadi, habis nabrak tidak mau meminta maaf, eh langsung pergi aja, yaa kesal lah dia jadinya." Jessy yang menjawab pertanyaan Kadek.


Kadek langsung meradang mendengatnya. "Seseorang siapa dia, berani sekali, mana orangnya." seru Kadek tidak terima sambil melihat sekeliling di sekitar mereka.


"Katanya dia pria yang yang super dingin di kampus ini, dia tadi nabrak Ariell terus peluk Ariell juga, dasar pria cari kesempatan. namanya kalau tidak salah, Bryan Juliiando." ujar Jessy yang memang mendengar dari beberapa mahasiswa di situ.


"Dewa Yunani dari goa hantu, si muka juliet kaya gitu kamu bilang tampan, sikapnya aja sedingin es gitu, tampan dari mana coba, masih tampan juga Dosen killer kita." dusta Ariell mengelak.


"Awas kamu nanti jatuh cinta sama dia, secara banyak para gadis di sini yang mengincarnya. walau belum ada yang berhasil sih." Jessy sedikit memancing Ariell. walau sahabatnya ini tidak mudah terpancing.


"Aku," Ariell menunjuk dirinya sendiri, "Jatuh cinta sama pria macem itu,ck yang benar saja, seperti tidak ada pria lain saja." elak Ariell yang tidak menyukai pria yang sombong itu.


Tidak lama seseorang menghampiri mereka," hai lagi ngegosip apaan nih.?" tanya seorang pria lalu duduk di samping Ariell.


"Eh Nando kami baru aja gibahin pria super cool di kampus kita ini." seru Kadek memberi tahu.


"Pria super cool..maksud kalian siapa..?" tanya Nando yang tidak mengerti.


"Itu si Bryan anak jurusan bisnis, bukankah kalian satu jurusan.?" jawab Jessy


"Oh Bryan, kenapa memang tiba tiba kalian ngomongin dia." ujar Nando menatap semuanya.


"Sudah sudah jangan ngomongin pria itu lagi, membuat selera makanku hilang saja." ujar tegas Ariell pada semua sahabatnya.


Sore pun datang, Ariell, Jessy, Kadek mereka berjalan bersisian menuju ke halte untuk menaiki Trans Jogja sebuah sistem transportasi bus cepat di seputaran kota Jogja.

__ADS_1


Brakk.


Tiba tiba dari arah depan mereka ada segerombolan pemuda yang berjalan melawan arah.


"Kamu lagi kamu lagi, hoby banget sih nabrak orang, udah gak mau minta maaf," gerutu Ariell yang baru saja menabrak Bryan kembali di jalan.


"Situ yang nabrak, kok situ yang marah marah, harusnya aku yang marah.!" gerutu balik Bryan tidak terima dengan nada dinginnya.


"Udah ayoo guys males banget ngeladelin orang es balok kaya dia." protes Ariell sambil menggandeng tangan kedua sahabatnya.


"Tunggu,!" cegah Bryan menarik pergelangan tangan Ariell dengan cepat.


"Lepasin tangan aku." Ariell ingin menepis tangan Bryan, tapi kekuatannya tak sebanding dengan tangan kekar pria itu." Makanya jalan itu pake mata, heh, pantes nabrak orang terus emang dasarnya kamu itu si Juliet dari goa hantu." Teriak Ariell menatap tajam pada Bryan.


Bryan sedikit meradang ingin rasanya membungkam mulut tajam gadis di depannya itu sekarang, tapi ucapannya tertahan oleh suara dari sahabatnya.


"Sudah Bro kita pergi aja, dimana dimana ladies yang paling benar di bandingkan para pria." Armand sahabat Bryan ingin segera mengajak pergi sahabatnya itu.


Dan Ariell dengan kasar langsung melepas cengkraman yang berada di pergelangannya sampai terlepas. langsung berjalan pergi dengan cepat dengan emosi yang sudah memuncak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Kita balik cerita awal mula pertemuan mereka yaa...ikuti terus ceritanya...


Jangan lupa like dan komennya.


love u all..

__ADS_1


__ADS_2