
Nando dan Ariell berjalan menghampiri beberapa pegawainya yang menjadi tamunya malam ini.
Mereka tak membiarkan para pegawainya untuk bekerja, jadi meminta orang staf gedung yang mereka sewa ini untuk menyiapkan para pekerja untuk menghidangkan beberapa makanan yang memang sudah di siapkan sebelumnya.
"Selamat miss dan chef Nando, semoga langgeng sampe hari-H yaa kami sungguh ikut bahagia." ucap salah satu waiters wanita pegawai Ariell.
"Iyaa terima kasih buat semuanya juga yang sudah datang untuk memberi ucapan, ayoo dong di nikmati hidangannya walaupun kalian semua yang sudah menyiapkan semua ini tadi." Ujar Ariell pada semua pegawainya. dan di jawab senyuman hangat oleh semuanya.
Setelah itu mereka berpindah tempat ke salah satu saudara Nando, tiba tiba ada sahabat Ariell menghampiri keduanya.
"Waahh, patah hati aku melihat Chef ganteng ini melamarmu Riell, kenapa gak bilang bilang coba, kan aku bisa membuatkan dress cantik untukmu." protes Bonita sambil memeluk sahabatnya.
Ariell yang bingung dengan apa yang di ucapkan sahabatnya ini hanya bisa mencoba untuk tersenyum." Iyaa sorry soalnya ini juga mendadak " ini Nando yang menjawabnya.
Dari kejauhan terlihat seorang pria yang sedari tadi duduk pandangannya tak lepas dari wanita cantik yang sudah berubah statusnya itu.
Setelah berbasi basi mengucapkan selamat pada keduanya tadi ia kembali duduk ke tempat sebelumnya.
"Bos itu bukannya nona Bonita calon anda,?" tunjuk Felix yang juga duduk di sebelah bosnya," sepertinya mereka sahabat baik bos." Bryan berdecak kesal mendengar kata 'calon', tapi dia pun sependapat dengan Felix setelah melihat keakrapan dari dua wanita itu.
Tak lama pandangan Bryan teralihkan pada tamu yang baru saja datang. yang tak lain adalah sahabatnya.
Sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi. batinnya sambil tersenyum penuh arti.
Richard memeluk mesra pinggang istrinya sambil menggandeng putranya juga ia menghampiri orang tua sahabatnya itu.
Saat bersamaan dari ruang dalam sesorang berteriak melihat ada seseorang yang tiba tiba jatuh tak sadarkan diri.
membuat semua orang berhampur masuk untuk sekedar melihat siapa orang yang pingsan itu.
Yang ternyata orang itu adalah Ibu dari sang mempelai wanita. "Ibu" teriak Ariell seketika melihat Ibunya yang tiba tiba pingsan lalu berlari ke arahnya dan juga nenek Dhisa yang berdiri tak jauh dari Ariell tadi ikut menghampiri Ibu Ayu.
Bryan yang merasa berada lebih dekat dari Ibu Ayu segera mengangkat tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam ruangan yang lebih tertutup.
__ADS_1
Acara pun jadi heboh seketika, Nando memang sengaja tak mengundang orang orang dari reporter, tak ingin terlalu terekspos kabar dari keluarganya.
"Ibu kenapa Nek, ?" tanya Ariell panik melihat keadaan Ibunya saat ini.
Bryan dan Ariell pun sempat bersitatap muka sebentar, lalu Bryan memilih mundur dan menunggu di depan pintu.
Di luar acara menjadi sedikit kisruh para tamu ada yang bertanya tanya, dan ada juga yang berimpati.
Mama Hanna segera masuk melihat sang calon besannya itu yang di ikuti oleh anggota lainnya.
Wilona pun ikut masuk ke dalam ingin melihat juga, tapi wajahnya seketika menegang menjadi pucat, panik luar biasa saat melihat siapa yang terbaring di atas sofa.
Nenek yang kebingungan pun hanya bisa duduk di sebelah Ibu Ayu sambil menunggu pegawai yang tengah mengambilkan minyak angin, dan mengedarkan pandangannya.
Tiba tiba pandangannya terlihat tajam berapi api menatap seseorang yang ikut masuk, berdiri sambil membekap mulutnya sendiri.
"Kamu, wanita ular ngapain di sini." teriak menggelegar dari nenek Dhisa membuat semua orang yang berada di ruangan itu mengikuti pandangan nenek Dhisa yang mengarah ke Wilona.
Wilona ysng sedang di tatap oleh semuanya, bingung harus bagaimana. ia seperti seorang maling yang tertangkap basah.
Waduh kok jadi seperti ini, ternyata wanita yang akan di nikahi Nando adalah putrinya Syarief. gila harus bagaimana aku sekarang. wilona sangat panik. lebih panik lagi saat melihat putranya juga ikut masuk ke dalam.
Serasa dunianya akan runtuh detik ini juga, ia terus berpikhir apa ia harus lari, atau bertahan saja, lalu berterus terang.
Nenek Dhisa tak menggubris ucapan Hanna, ia bangkit seketika saat ingin memaki Wilona lagi tiba tiba pandangannya terpaku pada seorang pria tampan yang baru saja masuk ke ruangan.
Begitu juga dengan Ariell yang ikut terpaku, melihat abangnya berada sangat dekat dengannya.
Bryan tentu saja melihat semuanya, layaknya ia seorang sutradara yang tengah melihat adegan drama life yang di perankan oleh orang orang di hadapannya saat ini.
Jantung nenek Dhisa berpacu dengan cepat saat melihat pria yang begitu mirip dengan almarhum putranya sendiri.
Ia berjalan menghampirinya, tangannya langsung tersulur meraba wajah tampannya."Cucuku" lirih Nenek Dhisa menitikkan air mata, sampai tak terdengar ucapan yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Richard mematung bingung dengan keadaan ini, terlebih ia mendengar panggilan 'cucuku' dari wanita yang sudah berusia hampir senja ini walaupun masih terihat cantik.
Beberapa saat setelah adegan itu dan Ibu Ayu juga sudah siuman kini di ruangan itu hanya tertinggal Nenek Dhisa, Ibu Ayu, Nando dan kedua orang tuanya, Bryan, keluarga Richard dan juga Richard yang masih bingung.
Kenapa ada Bryan sedangkan dia bukan siapa siapa, karena dia yang sudah mengutarakan, apa yang ia tahu pada semuanya termasuk keluarga Ariell yang terlihat bingung untuk menjelaskannya.
Setelah di jelaskan panjang lebar Richard masih terlihat bingung, sekedar bertanya saja rasanya mulutnya terkunci rapat.
Pikirannya sekarang kenapa baru sekarang ia tahu orang tua kandungnya, bahkan terlihat mamanya sepertinya sangat mengenal mereka semua.
Apalagi sahabatnya juga tahu, tapi kenapa tak bicara padanya soal ini. ia akan bertanya nanti setelah ini.
Ia memang sudah lama tahu bahwa ia bukanlah anak kandung dari mama dan papanya, tapi kasih sayang yang mereka berikan untuknya membuat ia tak berani bertanya siapa orang tua kandungnya.
Sementara Richard masih bingung dengan pikhirannya, Ibu Ayu malah terus menangis sambil memeluk putrinya, ia sendiri masih sedikit shock.
"Sebaiknya kalian melakukan test ulang, supaya Richard pun bisa percaya, aku hanya menyarankan saja, atau mungkin ini ada sangkut pautnya dengan masa lalu Ibu dan Ayah Ariell." ujar Bryan yang tak tahan sedari tadi, melihat keadaan yang saling diam semuanya.
"Mama kemana Pa,?" tanya Valerie tiba-tiba pada Papanya, mereka semua tak menyadari bahwa Wilona sudah kabur sedari tadi.
Mereka pun saling pandang dan mencari sosok itu yang memang tak ada di dalam ruangan.
"Dia pasti sudah kabur merasa menjadi tersangka utama." seru nenek Dhisa yang tahu betul siapa Wilona itu.
"Maaf, istri saya bukan orang seperti yang anda maksudkan, mari kita cari jalan keluarnya saja secara baik-baik.," bela Gustav tak terima istrinya di jelekkan.
"Anda belum mengenal baik siapa Wilona itu jadi anda pasti mengira dia wanita baik-baik selama ini. Tapi aku tahu betul siapa Wilona, wanita yang hampir merusak rumah tangga putraku dan faktanya sekarang lihat selama ini ternyata dia yang menyembunyikan cucuku juga." ujar Nenek Dhisa panjang lebar matanya.
Seketika membuat semua orang terdiam, mendengar semua ucapan dari nenek Dhisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc.
__ADS_1
Thanks All, like dan komen yaa...
yuk ikuti kelanjutannya....