Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 110


__ADS_3

Ayo Riel kita masuk ke dalam kamar rias." ajaknya.


"Kalian mau kemana?" tanya Andrew melihat wanitanya juga ikut berdiri bersama Bonita.


"Tentu saja ikut masuk ke dalam, kau juga mau ikut?" tawar Reyko menatap sinis pada tunangannya itu.


Mereka yang lebih dulu bertunangan saja belum menikah, la ini baru menjalin hubungan dalam beberapa bulan saja sudah langsung nikah.


Sebenernya Reyko terus saja mendesak Andrew untuk menikahinya, tapi Andrew selalu mencari alasan agar bisa mengulur waktu, entah karena apa?


"Waahh, lihat pengantin wanitanya sangat cantik sekali, yang dapat buketnya dulu aku, tapi kau yang lebih dulu menikah." celetuk Bonee begitu mereka semua baru masuk.


Val hanya terkekeh saja menanggapinya," Kau sebentar lagi juga akan menikah 'kan?" tanya Reiko yang menatap Bonee sambil mengkerutkan dahinya.


"Kamu cantik sekali hari ini? pasti Nando akan terpesona denganmu, kau pasti gugup ya? aku pun dulu juga sama sepertimu, tenang saja hanya sebentar." ucap Ariell bisa merasakan kegugupan Val yang pernah ia alami bulan lalu.


"Ayo sudah siap itu acara akadnya sudah akan selesai." seru Mama Wilona berjalan masuk menghampiri putrinya, Valerie pun beranjak dari duduknya.


"Kau sangat cantik sekali sayang." setelahnya ia menggenggam jemari Val mengajaknya berjalan keluar.


Zoey juga menggenggam jemari Val satunya, mereka berjalan menghimpit Val, dan di belakang mereka ada Ariell, Bonee dan juga Reyko.


...----------------...


"Bagaimana para saksi SAH??" tanya sang bapak penghulu.


"SAH, SAH." jawab mereka serempak.


Nando melepas jabatan tangannya dengan Papa Gustav dan langsung bernafas lega begitu ia selesai mengucapkan ijab kabulnya dengan satu kali tarikan nafas, padahal sedari tadi ia sangat gugup, sampai Richard yang duduk menjadi saksinya pun tersenyum geli meliriknya.


Padahal Nando sudah sering masuk ke sebuah acara masak-memasak di beberapa acara offline dan juga online.


Tapi ia sama sekali tidak merasa gugup, apa karena ini pengalaman pertamanya dan juga ini adalah acara pernikahan yang sakral membuatnya jadi gugup begini sampai keluar keringat sebiji jagung di dahinya itu.


Valerie pun keluar dan berjalan dengan masih di apit Mama dan Kakak Iparnya kemudian ia melihat senyum cerah seseorang yang sedang berdiri menunggunya di sana.


Seketika suara riuh yang mengatakan dia cantik membuatnya sedikit salah tingkah dan gugup kembali.


"Istriku cantik sekali," bisik Nando ketika mereka sudah bertemu membuat wajah Val langsung memerah seperti tomat, bahkan air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Sudah jangan nangis, nanti make up nya jadi luntur." bisik Nando lagi sambil mengusap air mata Val lembut.


Nando bisa merasakan bahwa mungkin istrinya itu masih belum percaya dengan semua ini, mengingat wanita itu sangat mencintainya sedari dulu, selalu memperjuangkan cintanya dan menganggap semua ini pasti hanyalah sebuah mimpi baginya.


Pak Penghulu pun melanjutkan acaranya untuk membacakan doa untuk kedua mempelai yang akhirnya sudah SAH ini.


Semua tamu undangan pun ikut merasakan keromantisan kedua pasangan itu.

__ADS_1


Para Repoter juga sudah mengambil beberapa bidik photo dan mereka acara mereka, Nando sengaja mengundang sedikit dari mereka agar nantinya tidak ada kesalapahaman, apalagi Val juga seorang model di negara asalnya sana.


" Mereka begitu nampak serasi." bisik Bonee pada seorang pria yang duduk di sebelahnya.


"Kau juga ingin seperti mereka? sudah dapat belum pasangannya?" goda pria itu sambil menaik turunkan kadua alisnya.


Membuat Bonee mengkerutkan dahinya, " Sudah, dan aku akan menikahinya sebentar lagi, kau lihat saja." balas Bonee seakan menantangnya.


Para tamu undangan pun sedang menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja panjang prasmana.


" Lihat, sejak dulu Mama memang sudah sangat cocok sekali denganmu, Mama pikhir kalian tidak akan pernah bersama, Tuhan memang sangat baik sudah membuat kalian berjodoh." celetuk Mama Nando sambil memeluk Val dengan erat yang sudah menjadi menantunya itu.


Val pun membalas pelukan Mama mertuanya itu tak kakah erat, "Terima kasih Ma." bisiknya sedikit terisak lalu tak lama mengurai pelukannya.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, aku ikut senang." seru Fernandez Kakak kandung Nando memeluk sang adik sambil melirik seseorang.


"Terima kasih Kak," balas Nando tersenyum," Kakak kapan menyusul?" tanyanya sambil mengurai pelukan mereka.


" Belum kepihiran, nanti saja." balasnya datar tanpa ekspresi.


"Selamat ya Nando, Val moga cepat di kasih momongan, Aamiin." seru Ariell sambil memeluk Val.


"Terima kasih sudah datang ke acara kami, kalian dulu lah yang sudah lebih dulu menikah, baru setekah itu kami." sahut Nando sambil menjabat tangan suami sahabatnya itu.


"Kita juga terus berusaha, hampir setiap malam kita berolah raga." timpal Bryan yang langsung mendapatkan capitan di sisi perutnya, membuatnya meringis.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan sang istri, membuat Nando dan Val pun tersenyum senang melihat kedua pasangan ini.


" Tidak perlu belajar, langsung mempraktekkannya saja biar lebih afdol, tunggu sebentar lagi, bagaimana kalau kita adu kekuatan di ranjang malam ini siapa yang lebih terkuat?" tantang Nando sambil mengerlingkan sebelah matanya pada istrinya itu.


"Kalian ini ya, tidak bisa ya tidak membicarakan soal ranjang di tempat umum begini." gerutu Ariell menatap kesal suami mesumnya itu dan juga Nando bergantian.


"Tidak ada yang denger sayang, ya sudah kita lihat besok saja, kamar kita bersebelahan bukan?" ujar Bryan setelahnya ia mengajak sang istri untuk bergabung dengan keluarga mereka kembali.


Semua orang juga mengucapkan kata selamat pada kedua mempelai secara bergantian, tapi hari ini tidak ada acara lempar bunga, itu ajan ada di acara resepsi meteka nanti di negara LN sana.


Para tamu undangan beserta pihak keluarga pun sudah banyak yang meninggalkan Resort itu, sebab acara pun sudah selesai, dan malam sudah semakin larut.


"Akhirnya bisa berbaring juga," ucap Val sambil merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang big size, kamar khusus untuk kedua mempelai pengantin.


"Kau tidak mandi dulu?" tanya Nando sambil melepas kemeja putihnya itu sambil akan berjalan ke arah kamar mandi.


"Sebentar lagi, kau dulu saja." sahut Val pelan sepertinya sudah mengantuk akibat kelelahan.


"Ayo kita mandi bersama saja," Nando sudah menarik lengan istrinya membuat Val mau tidak mau ikut masuk ke dalam.


"Kita hanya mandi saja, tidak lebih." seru Val seolah mengerti bagaimana otak mes*m para pria itu bekerja.

__ADS_1


"Iya, baiklah."


Mereka benar-benar hanya mandi saja, tanpa melskukan apapun di dalam sana, padahal tubuh sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Setelahnya mereka keluar dengan menggunakan handuk piyamanya Val kembali berbaring kali ini ia langsung memejamkan kedua netranya bukan karena takut suaminya akan meminta haknya, melainkan memang ia merasa sangat mengantuk melanda.


Sedangkan Nando hanya geleng-geleng kepala sambil melirik istrinya yang berpura-pura tidur itu, padahal ia takut.


Tidak perlu waktu yang lama bagi Val untuk sampai ke alam mimpi, ia langsung terlelap begitu nyaman sambil memeluk guling yang sedikit keras.


Bukankah seharusnya guling itu empuk, tapi kenapa ini keras? atau ini guling memang sengaja di buat seperti ini agar bisa di gunakan sebagai senjata juga untuk para pria yang akan berbuat macam-macam, sekali tabok langsung KO. batin Val semakin menyenyakkan tidurnya.


Ia tidak tahu saja, guling itu bisa membalas pelukannya dengan begitu erat sambil tersenyum bahkan mengecupi puncak kepalanya berkali-kali.


"Kau sangat manis sekali jika tertidur seperti ini." gumam Nando sambil mengecup bibir mungil itu, lalu ia pun ikut menyusul istrinya ke alam mimpi.


...----------------...


Sementara di bawah sana ada sepasang insan yang masih duduk di kursi taman dalam Resort tersebut sambil menikmati cemilan ringan.


"Aku ke toilet sebentar ya.?" pamit Bonee pada Armand yang duduk di hadapannya.


Memang siapa lagi, mereka sudah semakin dekat saja semenjak waktu itu, apalagi salah satunya baru teringat jika ia sudah lama mempunyai rasa padanya.


Belum sampai ke depan toilet Bonee menabrak tubuh kekar seseorang membuatnya mengaduh sedikit kesakitan.


" Aduh, maaf-maaf saya tidak melihat tadi." sesalnya sambil mendongak untuk melihat siapa orang tersebut.


"Kamu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2