
Bryan terjaga saat tengah malam, ia baru tersadar bahwa dia tak sendiri di dalam ruangan itu.
Lalu ia pun beranjak dari atas ranjang berjalan menuju sofa dengan langkah pelan kemudian duduk berjongkok tepat di depan wajah Ariell.
Sambil tersenyum ia mengamati lekuk wajah cantik di depannya itu, menyingkirkan setiap helaian rambut ke belakang telinga Ariell sebab menggaggu pandangannya.
Alis mata yang tidak terlalu tebal tertata rapi, bulu mata yang lentik, hidung yang seperti prosotan kemudian
Glek
Bryan menelan saliva susah payah saat pandangannya teruju pada bib*r ranum merah jambu milik Ariell yang begitu menggoda Iman para kaum adam itu.
Mencoba menyingkirkan pikhiran buruk, ia segera berdiri dan akan kembali lagi ke ranjang, tapi tiba tiba langkahnya terhenti kepalanya menengok ke belakang mengamati posisi tidur Ariell.
Pasti tidurmu tidak nyaman dengan posisi seperti itu. batinnya.
Kemudian dengan pelan pelan ia mengangkat tubuh Ariell membaringkannya di atas ranjang.
Setelah memastikan tubuh Ariell tertutup selimut semua hingga menampakkan kepalanya saja, kemudian ia segera pindah tidur di sofa.
Tidak mungkinkan dia juga tidur di ranjang yang sama, bisa jadi pulang tinggal nama besok. mengingat Kucing betina manisnya kini sudah berubah menjadi kucing yang galak, mungkin kurang belaian, pikhirnya hahaha.
Tapi langkahnya terhenti saat tiba tiba tangannya di tarik ke samping hingga tubuh kekarnya hampir saja menindih tubuh Ariell yang mungil itu.
Tangan Ariell tiba tiba memeluk lehernya, dan cup benda kenyal mereka saling menempel sempurna, Bryan seperti mendapatkan durian runtuh seketika jantungnya memompa lebih cepat.
Bryan memandang mata Ariell yang masih terpejam rapat, tidak ingin menyia nyiakan kesempatan emas ini, Bryan pun mulai menggerakkan sedikit bib*r nya meng**umnya.
Oh,,sungguh terasa sangat manis saat menyes*pnya, sepertinya ini akan membuatnya kecanduan ingin terus menikmatinya setiap hari.
Tapi entah kapan waktu itu tiba, atau bahkan mungkin tak pernah ada kesempatan lagi untuknya.
Tak berapa lama pag**an itu terlepas, Bryan kemudian berusaha bangkit dan berjalan ke arah sofa.
Setelah membaringkan tubuhnya kembali sambil menetralkan detak jantungnya yang masih menderu kenjang. matanya seakan tidak mau terpejam.
__ADS_1
Bryan tersenyum membayangkan kembali apa yang mereka lakukan barusan, ia tak habis pikhir ia seperti kembali menjadi Abg saja yang baru mengenal cinta, tapi rasanya sungguh luar biasa indahnya, seakan melayang layang di atas awan.
Sedangkan Ariell telah bermimpi indah seakan ia meminjam baling baling bambu milik tokoh kartun kesukaannya, menikmati terbang melayang bisa memeluk awan putih yang begitu lembut, Eh, tapi kok ini keras pikhirnya tapi ia tak mau ambil pusing dia mengirup dalam dalam udara yang segar menciumi awan putih yang berhasil ia peluk tadi, tapi seakan awan putih pun bisa membalas ciumannya, ia pun merasa janggal dan melepas kan ciuman itu,(wkwkwk itu bukan awan, tapi kucing garong😂😂)
...----------------...
"Halo Nando sorry baru bisa menghubungimu, hari ini aku akan kembali. hmmm baiklah aku tutup dulu telfonnya." saat ini Ariell sudah berada di hotel dimana ia menginap.
Setelah kejadian kemarin baik Ariell maupun Bryan tak banyak bicara, hanya berbasa basi lalu Bryan pun mengantarkan Ariell kembali ke hotel dia menginap.
Dua minggu berselang setelah kembalinya dari bali, mereka berdua belum bertemu lagi, hanya para assisten mereka yang bertemu di saat ada pembahasan mengenai kerja sama mereka.
Bryan sempat pulang, tapi tak berapa lama kembali lagi ke bali. sibuk dengan pembangunan hotel miliknya yang berada di sana, ia pun membawa Ken ikut serta.
Sedangkan Ariell sibuk mengurus restorannya dan menggali info lebih banyak lagi tentang abang kandungnya.
Setibanya di rumah Ariell langsung memberitahu kabar bahagianya pada sang nenek dan Ibunya.
Mereka terharu senang, apalagi Ibu Ayu yang seperti menemukan sosok pengganti suaminya yamg sangat ia rindukan.
...----------------...
Bryan langsung berdecak kesal mendengar kenarsisan yang ke luar dari mulut si 'Singa' ini.
Mereka sedang duduk di bangku dekat kolam renang, sambil menikmati malam yang dingin.
Bukannya menjawab Bryan malah melihat pemandangan yang tak biasa melihat bocah yang biasanya petakilan kini sedang senyum senyum tak jelas menatap ke langit yang gelap.
Seperti melihat di langit yang gelap itu bintang bintang seolah berbentuk menyerupai wajah cantik seorang wanita.
"Eh, ada apa dengannya itu, seperti orang g*la saja, pasti sedang berimajinasi lagi dia,ckck." celetuk Bryan yang tak berfilter itu pada Lucas yang berada di sampingnya.
Lucas mengikuti arah mata elang Bryan yang ternyata memandang adik satu satunya itu, " Entahlah mungkin sedang kasmaran dia, biarin aja!!." mengedikkan kedua bahunya sambil menyesap gelas berisi wine favoritenya. malas membahas wanita semua sama saja, bulshit.
Tak lama bocah yang tengah mereka jadikan ghibahan datang menghampiri mereka. duduk di bangku depannya.
__ADS_1
"Eh, ada abang Bryan, tumben kesini mau jengukin orang yang lagi patah hati yaa?" ucapnya sengaja menyindir abangnya lalu mendapat hadiah cantik berupa sandal melayang sempurna tepat di atas kepalanya.
"Aaww, sakit bang, sorry sengaja memang haha ", sambil mengusap kepala yang terkena hadiah tadi.
"Kenapa senyum senyum dari tadi,?" walaupun masih kesel tapi sedikit penasaran juga kenapa adeknya bertingkah tak biasa.
"Oh,, tempo hari itu ada seorang wanita cantik banget, dia lagi test dna punya orang entah siapanya dia. waktu lihat hasilnya cocok, eh dia langsung mewek di depanku, akupun hampir ikut terharu." jelas Levon.
"Tak lama ia tersadar dan menunduk malu, muka sembabnya bercampur merah seperti tomat, lucu dan menggemaskan banget." tiba tiba dia teringat sesuatu," Eh tapi bentar sepertinya aku mengenal nama orang yang tertera di kertas itu kalau gak salah 'Richard Romeo Taro' bukankah dia sahabat kalian." tebak Levon yang baru mengingatnya.
Bryan dan Lucas yang mendengar nama sahabatnya di sebut lalu saling pandang bingung, sambil berpikhir lagi.
"Siapa nama perempuan yang melakukan test itu,?" tanya Bryan mulai penasaran sebab ia tau banyak tentang keluarga Richard yang tak memiliki keluarga di bali kecuali di makasar.
"Hmmm, kalau tidak salah namanya Ariella Devika, yaa itu dia. haduch mengingat senyumnya buatku meleleh." ucap absurd Levon yang tak lama mendapat gertakan dari Bryan.
"Enyahkan pikhiran mes*mmu itu dari wanitaku," bentak Bryan setelahnya melangkah pergi begitu saja dari kediaman Lucas tanpa berbasa basi.
Lucas dan Levon sedikit terkejut, lalu saling pandang bukan karena suara gertakan yang membuat mereka terkejut tetapi kata 'Wanitaku' itu yang membuat keduanya merasa janggal.
Sesampainya di dalam mobilnya Bryan mengambil ponselnya ingin segera menghubungi wanita itu, tapi niatnya di urungkan.
Bryan merenung sebentar lalu ingatannya kembali pada kejadian tempo hari itu saat ia melihat Ariell keluar dari hotel yang ternyata menuju ke rumah sakit, Bryan sengaja mengikutinya dari belakang, lalu sengaja menunggunya di dalam mobil, setelah melihat Ariell keluar kembali dia langsung bergegas menghampirinya.
Apa yang sedang ia sembunyikan dariku, kenapa dia mencari bukti test DNA milik Richard. apa ada hubungan di antara mereka berdua. Bryan menerka nerka dengan pikhiran bingung.
Tak lama ia pun melajukan mobilnya menuju ke Apartemennya, mengingat putranya tadi yang sudah terlelap di titipkan kepada mbok (mbak) yang biasa membersihkan Apartemennya.
"Uhuuukk..uhuukk.."
Di sisi lain Ariell yang hampir terlelap tiba tiba saja tersedak sesuatu, padahal tidak ada makan ataupun minum apapun, ia pun beringsut duduk dari baringnya meraih gelas berisi Air minum di atas nakas samping ranjangnya lalu meminumnya setengah setelah itu ia berbaring kembali berharap segera terlelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
__ADS_1
Terima kasih all..jangan lupa bayarannya cukup like dan koment kasih vote nya juga yaa...dukung terus kalau suka dengan ceritanya.😘