
Matahari mulai menerobos masuk lewat celah tirai jendela yang tipis itu.
Seketika Ariell mengeliat dan mulai terjaga. ia melirik sekilas jam yang berada di atas nakas.
Setelah di rasa kesadarannya sudah penuh ia mulai beranjak dari ranjang berjalan masuk ke dalam toilet untuk bersih bersih sebentar.
Setelahnya ia keluar mengecek ponselnya sebelum turun. ternyata ada pesan masuk dari semalam. ia pun langsung membuka pesan itu.
(Ariell bisa kita ketemuan, ada hal penting yang ingin aku bicarakan).Bryan.
Mau ngomong apa lagi ni si juliet, gerutunya sambil ganti baju olah raga dan berjalan keluar kamar tanpa membalas pesan itu.
"Pagi Bu, Nek..!" sapa Ariell sambil duduk di meja makan untuk menikmati segelas coklat hangat dan sepotong roti bakar.
"Gimana, udah ambil keputusan dengan matang,??" Ibu pasti menanyakan prihal yang semalam deh pikhir Ariell.
"Ada masalah apa memangnya,?" tanya sang Nenek yang tidak tahu menahu apa yang tengah di bahas pagi itu.
"Ini lho Mak, si Ariell mau di lamar katanya sama nak Nando. menurut mamak ( Ibu) bagaimana.?" minta pendapat juga pada sang mertua.
"Nando mau ngelamar kamu?? nenek pikhir kamu malah ada hubungan sama si Dion, Nenek malah setuju kalau sama Dion secara Nenek kan tahu betul keluarganya itu bagaimana. ?" tanya Nenek tak menduga apa yang di dengar.
"Kok jadi Dion si nek, Ariell malah gak ada hubungan apa apa sama Dion hanya sebatas sahabatan aja, toch Dion juga udah punya calon kali Nek, nenek ini ada ada aja.!!" Gerutu Ariell kok bisa bisa nya neneknya malah jodohin sama Dion.
"Kalau Nando Ayu tahu Mak, gimana anaknya juga keluarganya mereka kan memang bersahabat sudah sangat lama, kalau Ibu mahh setuju setuju saja yang penting putri Ibu senang, Ibu bisa lihat Nando serius pasti akan membuat Ariell lebih bahagia lagi." terang Ibu Ayu penuh harap.
"Yaa sudah kalau begitu, Nenek sih ngikut saja asal cucu Nenek bahagia. Nenek juga gak sabar pengen gendong cicit Nenek." merasa ikut senang cucunya sudah dewasa sudah waktunya melepaskan lajangnya.
"Nanti Ariell pikhirkan dan membicarakan lagi sama Nando, kalau begitu Ariell pergi dulu Bu, Nek." pamitnya kemudian pergi bersepedah ke arah pantai.
Di sepanjang perjalanan ia terus berpikhir apa keputusan yang akan ia ambil ini sudah tepat.
Di sisi lain perasaannya masih sama untuk seorang pria yang namanya masih terukir indah di hatinya, yang sudah mengisi relung hatinya selama ini.
Tapi apa yang mau di harapkan lagi, toch orang itu sudah bahagia sekarang dengan kehidupannya yang sekarang, ia tidak mau merusak kebahagiaan orang lain, oke mungkin ini mungkin keputusan yang terbaik, dan mungkin ini memang jalan takdirnya seperti ini toch semua keluarganya mendukungnya, merestui hubungannya dengan Nando.
__ADS_1
...----------------...
Siang itu saat di Resto Nando masuk ke ruangan Ariell yang memang sebelum berangkat tadi sempat balas membalas pesan.
"Yaa Ariell, gimana?" tanya Nando yang baru masuk dan duduk di sofa.
"Iyaa aku bersedia Nando, setelah aku berpikhir dan berbicara sama keluargaku mungkin ini memang keputusan yang terbaik untuk kita." menjeda sebentar," tapi maafkan aku kalau belum sepenuhnya membuka hatiku buat kamu, tapi aku akan berusaha." dengan tersenyum Ariell menjelaskan walaupun masih ada sedikit keraguan.
"Eh, maksudnya kamu beneran nerima lamaran aku Riell, serius, sungguh!??" antara terkejut juga senang Nando mendengarnya ia amat sangat bahagia cintanya di terima.
Lalu kedua telapak tangan Ariell ia raih dan langsung di genggamnya erat erat, sungguh luar biasa hatinya di penuhi bunga bunga saat ini.
"Aku akan segera mengabari keluargaku, pasti mereka semua akan senang mendengar kabar ini, secepatnya aku akan datang ke rumah kamu Riell untuk melamarmu bersama dengan keluargaku, aku sungguh tidak sabar menantikan hari itu," Nando berkaca kaca bahkan menciumi berulang kali kedua punggung tangan Ariell yang ia genggam.
Ariell hanya bisa tersenyum tak terasa air matanya jatuh tanpa di minta, entah air mata bahagia ataukah bersedih ia tidak tahu.
Sore pun tiba Nando sedang bersiap siap untuk pulang cepat, mulai hari ini ia akan mengantar jemput kekasihnya.
Ariell yang baru saja akan keluar dari ruangannya di beritahu salah satu pegawainya bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengannya dan kini sudah menunggunya di depan.
Mau tak mau Ariell harus menemui tamu tak di undang itu, saat tiba di meja yang mana tamunya itu sudah menunggunya Ariell sedikit terkejut dengan kehadiran tamu itu yang ternyata adalah orang yang ia hindari selama ini.
Ariell pun terpaksa duduk di hadapan Bryan, menunggu apa yang sebenarnya akan di bicarakan oleh juliet ini.
"Langsung saja mau bilang apa, maaf aku harus segera pulang.!" sebenarnya ia merasa tak enak bila nanti Nando melihat mereka berdua.
"Sepertinya kamu sangat sibuk, oke baiklah tidak masalah, aku hanya ingin membicarakan tentang-
"Sayang sudah siap?" tiba tiba Nando keluar dan berjalan menghampiri mereka ia sedikit terkejut atas kehadiran rivalnya. tapi ia berusaha tenang toch ia akan mendapatkan wanitanya sebentar lagi.
Bryan cukup terkejut bukan karena melihat Nando yang tiba tiba muncul tapi karena mendengar panggilan 'Sayang' yang di lontarkan Nando pada wanitanya. "ckck" Bryan berdecak dalam hati wanitanya, mungkin sudah tidak ada harapan lagi untuk mereka kembali bersama lihatlah sekarang.
Bukan hanya Bryan yang terkejut dengan panggilan itu Ariell pun sama, tapi tidak ada yang salah dengan itu, toch mereka akan segera bertunangan.
"Bryan, hei long time no see." sapa Nando sambil mengajaknya bersalaman dan pelukan ala pria yang biasa mereka lakukan dulu.
__ADS_1
"Hei Dude, kamu di sini juga, udah lama..?" balasnya sebisa mungkin menutupi perasaannya yang campur aduk.
"Ehhmm..lumayan lah, aku dengar Hotel kamu bekerja sama dengan Restoran kami.?" tanya Nando berbasa basi.
'Kami' apa ini, artinya mereka memang ada hubungan selama ini. dalam hati Bryan bertanya tanya.
"Oh yaa,, belum lama. emmm kalian udah lama, maksudku berhubungan?" tanyanya sungguh penasaran sambil melirik wanita di hadapannya yang sedang menunduk.
"Yaa,, bahkan kami akan segera bertunangan tak lama lagi, yaa kan sayang, nanti pasti kita akan mengundangmu dude.." Ariell hanya bisa menganggukan kepalanya sambil mencoba tersenyum menatap Nando.
"Maaf kami harus segera pulang, ayooo.." Ariell langsung beranjak dan menggandeng lengan Nando tapi Nando malah menggenggam telapak tangan Ariell dengan mesra.
Bryan melihat semua itu di depan matanya berusaha tenang, tapi tangan yang ada di kolong meja sedari tadi sudah terkepal dengan sempurna.
"Baiklah aku juga ada urusan mendadak." Bryan menepuk pundak Nando pelan sambil ekor matanya melirik wanitanya ralat mantannya sebelum pergi.
"See u dude," teriak Nando sambil mengajak Ariell masuk ke dalam mobilnya. kemudian pergi meninggalkan Resto yang sebentar lagi akan tutup.
"Sayang kamu kenapa kok diem aja? tadi kalian ngomongin apa?" tanya Nando mencoba mencairkan suasana. karena sedari tadi hening menemani mereka tengah di perjalanan pulang saat ini.
"Gak apa apa kok, gak tau dia tadi mau ngomong apaan, keburu kamu datang tadi." 'Keburu' apa maksudnya, apa artinya tak ingin aku menganggu mereka tadi. Nando menggeleng pelan mencoba menepis prasangka itu.
"Kamu sakit kepala,!!" tanya Ariell saat melihat apa yang tengah di lakukannya barusan.
"Oh gak kok, sedikit lelah aja. di buat tidur besok juga enakan lagi." jawab Nando setelah menghentikan mobilnya karena yang ternyata sudah sampai di depan rumah Ariell.
"Gak mampir dulu Nando, apa kamu benar benar kelelahan pengen cepat rebahan yaa?" sambil tersenyum manis Ariell, membuat jantung Nando berdetak lebih cepat dari biasanya.
Bisa bisa kena diabet aku Riell liat senyum manismu itu tiap hari. batinnya mulai meronta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Babang Nando baru selesai masak.
__ADS_1
.tbc.
Terima kasih, kasih like dan komen juga yaa..