
Di rumah sakit dimana sepasang suami istri yang mana masih tengah di rawat disana, setelah mengalami insiden kecelakaan beruntun bulan lalu itu masih belum ada kemajuan dari keduanya. kedua belah pihak keluarga hanya bisa pasrah dan terus mendoakan kesembuhan untuk keduanya.
" Rich Ibu dengar, Mama dan juga Papamu akan sampai sebentar lagi, sebaiknya kau jemput mereka. biar Ibu yang disini sambil menunggu Fredly datang." usul Ibu Ayu menatap serius pada putra sulungnya.
" Kita tunggu Kak Fredly datang dulu Bu, Rich yakin mereka pasti akan mengerti jika nanti aku terlambat menjemput, kalau tidak biar mereka naik taksi saja." sahut Rich menatap teduh Ibunya.
Rich hanya tidak ingin meninggalkan Ibunya sendiri disini, terlebih jika nanti Mama dan Papanya datang, itu berarti dirinya harus kembali ke negaranya sebab tidak ada orang yang akan mengurus perusahaan milik keluarganya disana.
Sedangkan bisnisnya sendiri memang sudah di handle oleh beberapa orang kepercayaannya sewaktu ia masih kuliah dulu. namun tidak dengan perusahaan besar milik keluarganya yang memang Papanya itu tidak percaya begitu saja pada orang lain, jika bukan dirinya? lalu siapa lagi, Val? adiknya itu tidak mungkin bisa, sebab memang dia tidak mengerti dunia bisnis.
" Ibu tidak apa, mungkin sebentar lagi Fredly akan segera tiba. kau pergilah! sungguh Ibu tidak apa." pinta Ibu Ayu dengan lembut.
Walau awalnya Rich keberatan dengan permintaan sang Ibu. namun pada akhirnya ia pun mengangguk setuju, ia juga tidak mungkin menyuruh supir pribadi adiknya untuk menjemput kedua orangtuanya, sebab sang supir sudah di amanahi untuk mengantar jemput putra bosnya itu, serta sekaligus menjaganya.
Apalagi tadi Mamanya bilang mereka ingin di jemput olehnya, walau ada sedikit curiga dengan permintaan Mamanya, namun ia tetap berusaha patuh.
" Baiklah, Rich pergi dulu sebentar Bu, setelah itu Rich akan segera kembali kesini. Ibu hati-hati ya." pamitnya sebelum meninggalkan ruangan rawat adik ipar sekaligus sahabatnya.
Setelah kepergian Rich, Ibu Ayu hendak beranjak pergi ke toilet karena sesuatu panggilan alam, namun langkahnya terhenti disaat ia mendengar suara panggilan samar-samar, ia pun mencari asal sumber suara yang ternyata dari mulut menantunya Bryan.
" Yan, kau sudah sadar nak, Ibu akan panggilkan Dokter." seketika Ibu Ayu panik berjalan keluar ruangan hanya untuk memanggil Dokter yang bertugas merawat menantunya.
Padahal sudah di sediakan tombol kecil di samping ranjang pasien untuk memanggil suster atau Dokter yang berjaga, jadi tidak perlu keluar ruangan. mungkin karena saking paniknya sehingga Ibu Ayu tidak memikirkan hal tersebut.
Tak lama Dokter dan satu suster masuk dan segera memeriksa keadaan Bryan, sementara Ibu Ayu menunggunya di ruang tunggu.
" Ibu, sedang apa di luar? semuanya baik-baik saja bukan?" tanya Fredly yang baru saja tiba setelah pulang sebentar tadi pagi ke Mansion sang adik. untuk ganti pakaian juga mengantarkan Mamanya pulang.
Sebab sudah dari semalaman mereka yang berjaga di ruangan sang adik, sedangkan Rich dan Ibunya baru tadi pagi datang. jadi mereka berempat bergantian jaga, walau di luar sudah ada beberapa penjaga yang memang di siapkan Armand untuk mereka.
__ADS_1
Namun mereka berempat tetap tidak bisa percaya begitu saja pada orang lain, mereka tetap ingin menjaga Bryan dan Ariell sendiri, walau mereka merasa lelah namun mungkin itu akan terbayar jika keduanya sudah sadar nantinya.
Sedangkan semua perusahaan di serahkan kepada Felix dan juga Pras sebab hanya mereka berdua yang bisa menghandlenya saat ini, terlebih Felix orang yang sangat di percayai oleh Bryan.
Bahkan istrinya di ajak tinggal bersama di Penthouse nya hanya agar mereka tetap aman dalam jangkauannya. mereka? tentu saja mereka istri dan juga seorang putra yang sangat tampan, yang baru di lahirkan bulan lalu di pulau bali tentunya.
" Fredly akhirnya kau datang, sepertinya tadi Bryan sudah sadar, sekarang sedang di tangani oleh Dokter di dalam, semoga keadaannya membaik ya." ujar Ibu Ayu berdoa dengan penuh harap.
" Syukurlah Bu, Aamin, semoga mereka berdua segera sadar dari komanya, kasihan putra-putri mereka, terlebih dua janin yang ada di perut Ariell, sungguh cobaan terus saja menguji keluarga mereka berdua." Fredly pun ikut berdoa untuk kesembuhan adik dan juga adik iparnya.
Tak berapa lama, Dokter yang menangani Bryan pun akhirnya keluar, dan akan memberi keterangan pada pihak keluarga, mengenai sang pasien.
Fredly langsung mendekat ke arah sang Dokter di ikuti Ibu Ayu di belakangnya." Bagaimana keadaan adik saya Dokter?" tanyanya tidak sabaran, Ibu Ayu langsung mengusap punggung Fredly agar bisa sedikit tenang.
" Syukurlah, pasien sudah bangun dari masa komanya saat ini, walau ada sebagian yang mungkin belum bisa di gerakkan seperti kaki atau tangannya, sebab semuanya melaui proses sendiri, dan saya pesan semoga tidak terlalu memaksakan pasien agar kembali mengingat kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi, biarkan pasien mengingatnya sendiri secara perlahan." terang Dokter panjang lebar, yang membuat Fredly dan Ibu Ayu sedikit merasa lega.
" Silahkan, kalau begitu kami permisi. semoga pasien segera pulih." setelah kepergian Dokter dan suster tadi, keduanya langsung masuk ke dalam ruangan Bryan.
" Bee, kaukah itu?" Bryan membuka kembali kedua netranya, yang tadi sempat ia pejamkan sejenak, setelah di periksa oleh Dokter.
" Bryan, syukurlah kau sudah sadar Nak." seru Ibu Ayu berjalan mendekati ranjang, begitu pun dengan Fredly di belakangnya.
" Bray akhirnya kau sadar juga." Fredly terlihat terharu melihat adiknya sudah sadar.
" Bu, Kak dimana istriku? dia baik-baik saja bukan?" tanya Bryan menatap keduanya secara bergantian.
Ibu Ayu dan Fredly saling pandang sejenak, lalu kembali menatap Bryan yang terlihat begitu penasaran dengan keadaan istrinya saat ini, melihat kondisi Bryan yang lemah membuat keduanya tidak tega.
" Istrimu baik-baik saja, kamu tenang saja, jangan khawatir. sekarang fokus untuk kesembuhanmu dulu, dia menjaga anak-anak kalian, dan juga menjaga kedua calon baby yang kurang tiga bulan lagi akan segera lahir, jadi Ibu tidak mau sampai istrimu itu kelelahn jika berada disini, ku paham bukan maksud Ibu." terang Ibu Ayu panjang lebar.
__ADS_1
Ibu Ayu tidak mungkin memberitahu kondisi Ariell saat ini, bukan ingin menyembunyikannya bukan! hanya saja ia tidak ingin kondisi Bryan kembali drop jika sampai mengetahui yang sebenarnya terjadi.
Fredly nampak bergeming, ia sendiri juga bingung harus menjelaskan bagaimana, namun saat mendengar penjelasan dari Ibu Ayu, ia pun mengangguk setuju, mungkin ini cara yang baik, demi kesembuhan sang adik.
" Syukurlah, Bryan sangat takut jika terjadi apa-apa pada mereka bertiga Bu, Kak. aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, jika sampai itu terjadi." sahut Bryan, merasa sedikit lega.
Ibu Ayu dan Fredly sejenak berpandangan kembali, mereka berdua menjadi merasa bersalah telah membohongi pria yang sedang sakit ini. tetapi disamping itu semua Ibu Ayu berharap putrinya benar-benar segera sadar, bukankah ucapan adalah doa.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1