
Di Legian Beach Hotel Kuta sore ini di selenggarakan sebuah resepsi pernikahan sepupu dari Vivi.
Terlihat seorang pria sedang berusaha tersenyum untuk menyapa beberapa para tamu undangan yang datang.
Tak lama ponsel yang berada di saku jasnya bergetar ada sebuah panggilan masuk,"Maaf saya angkat telepon dulu." pamitnya pada sang istri yang berada di sebelahnya dan juga keluarga dari istrinya tersebut.
"Ya Hallo." ujarnya begitu panggilan itu sudah tersambung.
"Maaf dengan tuan Gerhad luxio? ini dari rumah sakit XX, saya hanya akan menyampaikan bahwa hasil Lab kemarin hari sudah keluar sore ini. mau di ambil hari ini ataukah besok?" terang seorang perawat di seberang sana.
"Sudah keluar Sus? baiklah sebentar lagi saya akan kesana!" jawabnya begitu bersemangat.
David sudah bergegas menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari lokasi pernikahan, tak lupa ia mengirim pesan pada sang istri jika ia ada urusan mendadak diluar, takutnya nanti ada yang mencarinya.
Sesampainya di rumah sakit David segera bergegas ke sebuah ruangan yang telah di tunjukkan oleh salah satu perawat dimana dokter yang bertugas untuk membantunya kapan hari.
"Selamat sore Dok, saya Gerhad Luxio bagaimana hasil Labnya kemarin." tanyanya begitu ia duduk di slaah satu bangku.
"Sore Tuan Gerhad, ini hasilnya mudah-mudahan sesuai dengan keinginan anda." jawab Dokter muda itu sambil menyerahkan sebuah amplop putih yang langsung di terima oleh David.
Bagitu baru di buka lembaran kertas itu, kedua netranya langsung membola seketika saking terkejutnya. Dok ini akurat 'kan hasilnya?" tanyanya dengan rasa tidak percaya dengan hasilnya tersebut.
"Ini sangat akurat tuan, kalau anda masih belum percaya? anda bisa membawakan sempel darahnya pada kami, kita akan mencocokkan hasilnya kembali." jelas Dokter tampan itu.
"Tidak perlu Dok, ini saja sudah cukup, baiklah Dok, saya permisi dulu, dan terima kasih banyak atas bantuan dokter." jawab David sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan Dokter itu, ia pun berjalan keluar.
Dengan langkah gontai, David memasuki mobilnya dan termenung sesaat di dalam mobil untuk meluapkan rasa emosinya yang tiba-tiba memuncak." Bren****k.." umpatnya sambil memukul setir mobil yang tidak mempunyai salah apapun.
...----------------...
Tak terasa sudah hampir sepekan berlalu, Bryan dan Ariell menikmati honeymoon mereka di pulau dewata ini.
Malam ini adalah malam terakhir mereka di bali, dan saat ini mereka sudah berada di dalam pusat pembelanjaan Beachwalk yang berada di depan pantai kuta.
"Ken sudah puas 'kan bermain? sekarang kita makan ya?" ajak Bryan pada Ken dan juga istrinya menuju Restoran Sushi Tei Beachwalk.
"Sayang kau mau pesan makan apa?" tanya Ariell sambil melihat-lihat menu makanan khusus untuk anak-anak.
"Ken mau yang ini gak? bentuknya lucu sekali ya?" tunjuk Ariell pada salah satu menu.
"Iya Ken mau yang ini Mom." jawabnya dengan tersenyum menatap gambar makanan itu.
__ADS_1
Sedangkan Bryan sudah mengambil beberapa menu sushi yang berukuran kecil di meja panjang di depannya yang sedang berjalan itu, dan langsung memakannya begitu lahapnya.
"Isshh,, kau sudah sangat kelaparan ya? sudah berapa hari tidak makan?" celutuk Ariell sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
"Hmmm,, energiku habis terkuras saat menemani Ken bermain tadi, nanti malam makanan penutupnya!" ucapnya sedikit menggoda sang istri di sela-sela ia mengunyah makanan tersebut.
"Woi, siapa ini nok?" celetuk seorang pria saat ia baru saja masuk ke dalam Restoran yang sama bersama beberapa teman prianya.
"Woi, kau kenapa bisa ada disini?" tanya Bryan saat melihat sahabatnya bersama dengan temannya ada di tempat yang sama dengannya.
"Wuiih, pengantin baru sedang honeymoon yaa? tapi kenapa bawa putramu Bray?" celetuk Lucas lagi sambil berpelukan ala pria.
"Tak apa, kami honeymoon sekeluarga." jawab Bryan sambil mengurai pelukan mereka, dan menjabat tangan pada teman Lucas.
"Hay jagoan? apa kabar kakak ipar?" sapa Lucas lagi, membuat ia terkena sikutan di sebelah lengannya.
"Dia istriku, bukan kakak iparmu? sana kau cepatlah menikah, jangan goda istri orang. sayang aku duduk di situ ya!" ucapnya pada sang istri.
"Kau ini jek, becanda sedikit jangan terlalu serius, becanda ya Mommynya Ken." ucapnya sambil tersenyum jahil pada Ariell, membuat Bryan sedikit membolakan bola netranya pada sahabatnya itu.
Beruntung sekarang sedang berada di tempat umum kalau tidak habislah kau Lucas sama Bryan, karena menggoda istrinya.
Bryan mengajak sesama pria duduk di bangku yang berada di samping tempat duduk mereka tadi, jadi masih bisa melihat istri dan putranya menikmati makanannya.
Bryan dan para temannya pria pun mengobrol panjang lebar dari berbasa-basi hingga menjurus ke dunia bisnis masing-masing.
Aku ikut senang hanya dengan melihat kalian bahagia.
Hingga malam semakin larut mereka semua membubarkan diri untuk pulang ke kediaman mereka masing-masing.
"Thanks mobilnya besok aku suruh Felix mengantarkan ke salah satu sorum milikmu." seru Bryan sambil merangkul bahu Lucas dari samping.
"I't okay no problem, salam buat Tante Lidya ya. hati-hati di jalan besok, sorry gak bisa nganterin." jawab Lucas sambil menepuk bahu sahabatnya sekilas lalu berjalan ke arah mobil sportnya yang keluaran terbarunya.
"Wuiihh, keren abis mobil barumu ini, gak salah kau jadi pemilik mobil ini." puji Bryan melihat mobil yang berharga fantastik itu.
"Yoi, pemilik sorum terbesar di pulau ini harus punya yang satu ini Brother." balasnya sambil mengangkat ibu jarinya bangga ke arah sahabat dan istrinya itu.
Mereka pun akhirnya terpisah di basement bawah dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.
...----------------...
Keesokkan harinya Bryan dan sang istri beserta putranya saat ini sudah berada di dalam pesawat menuju kota mereka.
__ADS_1
Tak lupa juga Felix yang duduk di bangku belakang mereka, dan harus elderen dengan sang kekasih. (sabar menunggu Felix😊)
Mama Lidya kemana? beliau sudah lebih dulu pulang ke rumah. walaupun sebenarnya Ken tidak mau di ajak pulang, sebab ia sudah merasa betah dan juga bahagia tinggal di sana, jalan-jalan di berbagai tempat yang begitu ramai.
Tapi dengan segala bujuk rayuan Dad dan Mom nya akhirnya ia menurut, begitu di janjikan dengan embel-embel sebuah mainan robot yang sudah lama ia inginkan.
Menjelang malam mereka baru sampai dan langsung beristirahat di kamar masing-masing.
Ini mereka sedang honeymoon atau jalan-jalan sekeluarga? yang pasti dua-duanya, sebab Ariell tak ingin Ken di tinggal di villa sendiri, walaupun ada Mama Lidya sebelumnya yang pada akhirnya pulang duluan.
Tapi Ariell memang ingin mengajak serta Ken kemanapun mereka akan pergi, hanya pada saat jam tidur malam saja Ken berada di dalam kamarnya sendiri, sementara Dad dan Mom nya mengadon biar cepat jadi.
Dan pagi ini di Mansion milik mereka, tepatnya di kamar utama, Bryan sudah terjaga dengan terpaksa ia harus beringsut dari ranjang saat ia merasakan gejolak yang luar biasa di dalam perutnya.
Ia pun berlari dan hampir saja terjungkal di depan pintu kamar mandi sebab kesadarannya belum sepenuhnya kembali.
Hoooeekk..hoooeekk..
Ia langsung memuntahkan segala macam isi yang ada di dalam perutnya itu, membuat tidur sang istri pun terusik.
Ariell memicingkan netranya sejenak lalu melihat sisi sampingnya itu kosong, lalu ia menyingkap selimut dan berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat suaminya itu kenapa?
"Sayang kamu kenapa?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..