Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 95


__ADS_3

Setelah kepergian Bryan, seseorang yang sudah lama menunggu di dalam mobil pun keluar, dan berjalan masuk ke dalam pantai itu.


Di pinggir pantai terlihat Ken bersama Ariell tengah bermain air sambil bersenda gurau, mainan pantai Ken pun berserakan di atas pasir.


Dan tak jauh dari mereka berdirilah dua pria yang beralih profesi menjadi dua orang bodyguard yang selalu setia menjaga mereka.


"Ken ayo kita buat istana dari pasir, sepertinya menyenangkan, ombaknya tidak sampai kesini." ajak Ariell yang sudah berjongkok siap mengumpulkan pasir.


"Kita buat yang besar ya Mom, seperti istana pangeran yang ada di dalam buku dongeng Cinderella itu." ujar Ken sambil merentangkan kedua tangannya itu kepada Mommynya.


Ariell tersenyum senang melihat begitu bersemangatnya Ken di ajak bermain di pantai, mereka pun asyik bermain membuat istana yang Ken inginkan.


Di tengah keasyikan mereka bermain pasir, tiba-tiba datanglah seseorang yang tak di undang langsung ikut berjongkok di depan mereka.


"Hay nona Ariell, sudah lama kita tidak bertemu." sapanya, membuat Ariell dan Ken serempak mendongakkan kepalaya untuk melihat siapa orang yang ada di hadapan mereka.


Deghh...seketika Ariell membeku di tempat, matanya membelalak sempurna melihat siapa orang tersebut.


"Kau!" tunjuknya dengan tatapan nyalang sungguh Ariell merasa muak dan jijik dengan orang seperti David ini.


"Tolooong, Max, Made kalian dimna?!!" teriaknya sambil mencari dua orang yang sedari tadi menjaga mereka, tapi entah pergi kemana mereka berdua saat ini.


Karena Ariell tak melihat Max dan Made di sekitar mereka, Ariell menarik Ken mengajaknya berdiri lalu langsung menggendongnya.


"Tenang dulu Ariell, aku tidak akan melukukan sesuatu apapun padamu, aku hanya ingin mengenal putramu ini, aku tahu dia putra dari wanita yang aku cintai, ijinkan aku berkenalan dengannya sekali saja, please.!" pintanya dengan bersungguh-sungguh.


Ariell bisa melihat itu dari sorot matanya, bahwa itu tatapan kejujuran dari David, membuat Ariell pun sedikit melunak dan menurunkan Ken kembali.


"Hay jagoan, siapa namamu?" sapa David sambil menyodorkan sebelah tangannya pada Kenzie.


Tapi Ken hanya menatap uluran tangan itu lalu beralih menatap Ariell, "Dia temannya Dad Ken." ujar Ariell seolah mengerti kalau Ken mungkin memang belum pernah bertemu dengan David sebelumnya.


Perlahan Ken mengulurkan tangan kecilnya itu untuk membalas uluran tangan David sambil menyebutkan namanya." Namaku Kenzie Uncle."


David sungguh merasa hatinya menghangat seketika saat kedua tangan beda ukuran itu saling bersentuhan, apa ini yang di namakan ikatan batin begitu pikhirnya.


David pun membalas dengan tersenyum," Hay Kenzie, David Nama Uncle, kau sangat tampan sekali sama seperti Daddy."


Dan aku Daddy-mu, Oh sungguh dia seperti duplikatku, sama persis saat aku masih kecil dulu.

__ADS_1


David hanya bisa berucap dalam hati, ia masih terus menatap Ken sambil tersenyum penuh arti.


Dan semua itu tak luput dari pandangan Ariell, David seolah mengerti kalau ia sedang di tatap oleh Ariell, David pun mengalihkan pandangannya ke bawah mereka.


"Oh ya Kenzie sedang membuat istana pasir ya? boleh Uncle bantuin." rayunya agar bisa semakin dekat dengan putranya itu.


David mencoba mencari keakraban bersama Ken, dengan segala macam cara, bahkan ia rela memberikan segalanya pada Ken, jika memang Ken adalah putra kandungnya.


Akhirnya mereka bermain dengan riang, Ken dan David terlihat begitu cepat akrabnya, sampai Ariell terheran-heran.


Seorang David yang ia kenal sebagai pria yang mesum, jahat dan seorang player sepertinya.


Ternyata juga bisa menjadi seorang pria yang hangat, yang bisa sayang kepada anak kecil, apa ini adalah sisi lsinnya dari David yang tak terlihat? begitulah Ariell menerka-nerka.


"Waaow besar sekali Mom, pasti Dad akan suka dengan istana buatan Ken," serunya bersorak gembira sambil melompat-lompat girang di pasir.


"Maafkan kami Nona yang baru saja kembali." ucap Max menyesal sambil berdiri menundukkan kepalanya di hadapan istri bosnya itu begitu juga dengan Made.


"Kalian dari mana saja? sedari tadi aku berteriak memanggil kalian." gerutu Ariell sedikit marah, walau apa yang ia takutkan tidak terjadi.


"Maafkan kami Nona, tadi ada dua perempuan yang meminta tolong pada kami, saat kami hendak meminta ijin pada anda, kami sudah dulu di tarik paksa oleh mereka, saat kami baru sampai di sana, kami di buat tak adarkan diri, untung ada yang menolong kami tadi, maafkan kami." terangnya yang memang seperti itu kejadiannya.


Mereka tidak tahu saja bahwa dalangnya ada di hadapan mereka saat ini, yang malah asyik bermain dengan Ken.


"Baiklah, ayo kita kembali. hari sudah sangat larut," ajaknya yang meminta Ken supaya bersiap untuk pulang.


Ariell hanya tidak ingin membahas yang tidak penting sekarang, yang penting ia dan Ken tidak kenapa-kenapa tadi.


"Oh baiklah ayo Uncle antar sampai ke mobil kalian." ajak David sambil beranjak dan mengusap-ngusap celana belakangnya.


Dan tak lupa juga tangan David pun mengusap celana belakang Ken tak luput ia bersihkan dari butir-butir pasir pantai yang menempel di pakaian mereka berdua.


Sedangkan Ariell bagaimana? oh itu tidak mungkin David akan membersihkannya juga, ia tidak akan berani lagi menganggu wanita ini.


Apalagi akibat dari perbuatannya yang waktu itu, beberapa investornya langsung menarik saham mereka dari perusahaan yang ia kelola, dan hampir saja mengalami kebangkrutan.


Max bejalan mendekat sudah akan menggendong Ken, tapi David sudah lebih dulu menggendong Ken di depan tubuhnya seperti koala.


"Jangan David, Biar mereka saja yang menggendong Ken." tolak Ariell pelan akan David tidak tersinggung.

__ADS_1


"Tak apa, sekalian aku juga mau pulang, ini sudah hampir petang," jawabnya tersenyum pada Kenzie.


Membuat Ariell semakin bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan David? apa karena Ken adalah putra dari wanita yang ia cintai, sehingga membuatnya juga menyayangi Ken sama seperti ia menyayangi Mamanya, tapi sepertinya lebih dari kata menyayangi yang ia lihat.


Ariell pun menggengkan kepalanya pelan, agar bisa mengenyahkan pikhiran-pikhirannya yang membuatnya sedikit pening itu.


"Kau kenapa? pusing?" tanya David saat ia baru saja menurunkan Ken di bangku tengah dan melihat Ariell yang menggelengkan kepalanya sedari tadi.


"Oh iya hanya sedikit, mungkin karena kelelahan saja." jawabnya lalu berjalan mendekat ke arah pintu mobil yang masih terbuka itu.


"Baiklah kami duluan ya, Bryan sudah menunggu kami." Ariell sudah masuk ke dalam dan duduk di samping Ken.


Sementara Max dan Made berjalan ke pintu depan menundukkan kepalanya sedikit pada David sebelum masuk ke dalam mobil.


"Baiklah, kalian berhati-hatilah," setelah itu mobil mereka pun melaju meninggalkan David yang masih berdiri mematung memperhatikan mobil itu semakin jauh dari pandangannya.


David pun tersenyum senang, sambil mengingat kembali kebersamaan bersama sang putra, walaupun itu hanya sebentar saja.


David pun berjalan ke arah mobilnya sendiri dan melajukan mobilnya ke suatu tempat sebelum ia pulang ke kediaman mertuanya.


"Aku akan memperjuangkanmu Son, selagi Daddy bisa." gumamnya tersenyum penuh arti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2