
Membuat Bryan menghentikan pergerakan tangannya, dan menatap Felix dengan raut yang sama," Suruh langsung masuk saja Felix," titahnya sambil tersenyum simpul.
"Selamat datang nona Ariel Tatum?" sapa Bryan tersenyum ramah sambil bangun dari duduknya saat melihat wanita itu sudah masuk ke dalam ruangannya.
Bryan mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangan si wanita itu, "Selamat pagi juga Mr.Djandra." jawab wanita itu dengan sangat sopan sambil mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan Bryan.
Bryan pun masih tersenyum, dan mempersilahkan tamunya itu untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
Bryan sendiri juga kembali duduk di kursi kebesarannya," Maaf kalau boleh bertanya? apa anda sedang tidak enak badan?" tanyanya saat melihat wanita yang bernama Ariel Tatum itu sedang menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
Sehingga hanya terlihat kedua netranya saja yang nampak olehnya." Oh iya saya sedikit flu, takutnya virusnya menulari semua orang." jawabnya sedikit gugup.
"Oh baiklah, jadi bagaimana apa anda bisa melakukan job malam ini dalam keadaan begini?" Bryan menatap dengan mengkerutkan keningnya.
"Maaf sebelumnya, untuk itu saya datang kesini, untuk membicarakan mengenai masalah itu, yang seperti anda lihat, tiba-tiba saja saya kurang enak badan, bolehkah saya membatalkan job ini?" pintanya dengan suara memohon.
Bryan belum langsung menjawab ia malah terlihat sedang berpikhir sejenak, lalu setelah itu ia menegakkan tubuhnya ke depan, hingga menempelkan kedua tangannya di atas meja kerjanya sambil menatap dalam wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Bukankah bisa saja langsung menghubunginya lewat telepon atau melalui managernya 'kan bisa, kenapa harus susah-susah mengajak bertemu, dasar perempuan. gerutu Bryan dalam hati.
"Maaf tapi tidak bisa langsung memutuskan sepihak begitu nona Ariel, dan saya juga tidak bisa langsung mendapatkan penggantinya dalam waktu sesingkat ini, bukankah ini sudah di bicarakan jauh-jauh hari dengan pihak manager kami." balas Bryan yang terus menatap wanita itu semakin intens.
Astaga wanita ini.
Wanita itu diam sejenak lalu menjawab." Sungguh saya minta maaf membatalkan secara sepihak dan secara mendadak karena tidak bisa melaksanakan job ini." masih saja merayu.
Tak lama wanita itu bersin-bersin membuat Bryan menukikkan sebelah alisnya, semakin menatap tajam pada si Ariel Tatum itu.
"Baiklah saya mengerti, atau begini saja, karena sepertinya anda memang benar-benar tidak bisa melakukan job ini, saya juga harus mencari penggantinya secepatnya, bagaimana kalau besok dengan makan siang saja." tawar Bryan yang membuat wanita itu mendengus kesal di balik maskernya.
Dasar laki-laki, ketahuan akal bulusnya bukan sekarang, kalau ada maunya saja ngrayu-ngrayu, sekarang cari kesempatan dalam kesempitan dengan wanita lain, tidak ingat istrinya yang sedang di rumah menunggunya.
Bryan terlihat bangkit dari duduknya," Maaf nona sepertinya saya harus pergi untuk menjemput istri saya, atau anda ingin saya antarkan pulang sekalian." tawar Bryan sambil berjalan ke arah depan.
__ADS_1
Membuat wanita itu pun juga bangkit dari duduknya dan berjalan di depan Bryan.
"Oh tidak terima kasih Mr.Djandra, sepertinya saya harus pergi ke dokter dulu sebelum pulang, kalau begitu saya permisi." pamit Ariel Tatum melangkah pergi.
"Tunggu nona," panggil Bryan menghentikan langkah wanita itu. lalu berjalan mendekat tangannya terulur ke belakang punggung wanita itu, membuat Ariel Tatum terkejut dengan tindakan Bryan yang dirasa kurang sopan itu.
"Anda sedang apa?" wanita itu mencoba menghindar tapi tangan Bryan sudah lebih dulu menyentuh rambut belakangnya.
Membuat wanita itu seketika mematung," Maaf saya hanya menyingkirkan ada ulat kecil di rambut indah anda." ucap Bryan tersenyum simpul.
Sontak saja setelah mendengar ada ulat kecil di rambutnya membuat si Ariel Tatum itu berjingkat sambil berteriak, dan spontan langsung meloncat ke tubuh depan Bryan, membuat Bryan tersenyum penuh arti.
"Aaa,,dimana ulatnya? Juliet dimana ulatnya? kenapa kau tidak bilang dari tadi." teriak wanita tersebut sembari mengibas-ngibas rambut belakangnya.
Dasar wanita, di tipu sedikit langsung saja main peluk-peluk, untung sayang, kena 'kan jebakan permainanmu sendiri.
Bryan masih saja tersenyum sambil kedua tangannya menopang ****** yang tidak begitu besar itu, yang masih berada di dalam gendongannya seperti anak koala saja.
Wanita itu masih saja mengibas-ngibaskan rambutnya, sampai beberapa menit ia baru tersadar dengan apa yang ia lakukan saat ini, ia pun langsung melepaskan pegangannya dan turun dari tubuh Bryan dengan cepat.
Bryan melepas paksa masker yang di gunakan wanita tadi, lalu membuangnya ke dalam tempat sampah.
"Apa maksudnya seperti ini Bee? kenapa kau berbuat begini? kau masih cemburu dengan aktris Ariel Tatum itu hmm?" tanyanya sedikit melembut.
"Kau pikhir aku tidak tahu? aku tidak mengenal istriku sendiri? dengan nada bicaramu, dengan kedua sorot mata indahmu itu, dan bau tubuhmu ini, kau tidak bisa berusaha menipuku." gerutu Bryan kembali.
Wanita itu masih saja diam membisu, terus saja menunduk." Ariella Devika Makatu jawab aku? jangan diam saja.!" Bryan berusaha tidak marah tapi rasa kesal itu masih saja mendominasi.
"Maafkan aku." cicit Ariell pelan begitu pelannya sampai Bryan mendengus kesal.
"Sudahlah ayo jelaskan nanti di mobil, Mama pasti sudah menunggu kita," ajak Bryan sambil menggandeng tangan istrinya itu untuk keluar dari ruangannya.
Di perjalanan Ariell masih diam, " Bee bicaralah jangan diam begitu, kau tahu tidak perlu kau berpura-pura menjadi wanita itu, memang aku sudah menggantinya dengan orang lain. setelah pagi tadi kau marah padaku. aku langsung menghubungi managernya menyuruhnya untuk membatalkan *j*ob nya malam ini." terang Bryan yang sedari awal sudah curiga pada sosok wanita yang mengaku sebagai Ariel Tatum.
__ADS_1
Yang tidak tahunya adalah istrinya sendiri," Kalau kau membatalkannya, berarti kau mengganti uang ganti rugi padanya?" tanya Ariell merasa menyesal telah melakukan penipuan tadi.
"Tentu saja, kau mau suamimu ini di laporkan kepada pengacara?" membuat Ariell menggeleng cepat sambil mengkerucutkan bibirnya.
Salahkan saja pada perasaannya yang mudah sekali emosi, cepat sekali senang juga cepat sekali kesal.
Akhirnya setelah sampai villa, Bryan langsung pergi mandi dengan cepat berganti pakaian, begitupun dengan Ariell seban acaranya akan di mulai pukul tujuh malam ini.
Sedangkan mereka tadi pulang dari kantor sudah pukul lima sore akibat drama yang mereka perankan tadi, membuat mereka terlambat pulang.
"Ayo sudah siap semua?" tanya Bryan sambil berjalan menuruni anak tangga terlihat istrinya itu begitu cantik dan juga putranya yang berpenampilan sama seperti dengannya.
"Dad kenapa Mom tadi menangis di kamar?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..