
Nando langsung berlari ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu yang masih terkunci dari dalam.
Karena sangat paniknya ia pun mulai menggedor dengan keras pintu itu," Hon buka kau kenapa?" tak ada jawaban? hanya terdengar air gemericik saja.
Membuat Nando semakin panik dan gelisah." Hon cepat buka pintunya sekarang!!" teriaknya dengan terus menggedor pintu itu.
Tak lama pintu pun terbuka dan memunculkan kepala Val saja, membuat Nando langsung mengernyitkan keningnya bingung.
" Kau tidak apa-apa 'kan Hon?" tanya Nando yang masih sedikit panik tapi juga terlihat lega sebab kekasihnya itu ternyata baik-baik saja.
"Kau kenapa Hon? kau sakit?" tanyanya lagi semakin panik saat melihat raut wajah Val yang terlihat menahan rasa sakit itu.
"Emmm, boleh aku minta tolong,?" cicit Val dengan sedikit malu-malu.
Tapi yang terlihat justru mimik wajah Val yang sungguh imut seperti bocah yang minta di beliin es cream, ingin rasanya Nando menarik dan memakannya saat ini juga. Tapi sepertinya itu bukan waktu yang tepat sekarang.
"Minta tolong apa?"
"Tolong belikan diapers khusus wanita ya, yang untuk malam dan ukurannya yang lebih panjang." Ujar Val sambil menahan rasa malunya, sebab baru kali ini ia meminta tolong pada pria selain Papa dan kakaknya, terlebih ini pada pria yang ia cintai, malu sekali rasanya.
"Diapers wanita yang panjang? Malam? Memang ada yang jual begitu? Bukannya ukurannya lebih besar ya dari diepers bayi?" Balas Nando tidak paham apa yang di minta oleh Val. Maklum saja dia hanya mempunyai saudara laki-laki, yang pasti tidak paham dengan masalah diapers seorang wanita.
"Isshh! Itu sih diapersnya orang tua! Pokoknya kamu minta saja sama pegawainya, biar dia nanti yang memilihkan untukku? "
"Kalau pegawainya seorang pria, aku gak terima ya, dia yang milihin buat kamu." Desis Nando dengan nada yang agak tinggi.
Membuat Val langsung mendesah." Sudah sana turun ke supermarket bawah cepetan keburu banjir dimana-mana ini!" seru Val yang sudah menahan rasa kesalnya.
"Banjir? Apanya yang banjir? Kerannya rusak?" Tanya Nando lagi membuat Val kesal sendiri ia pun langsung membuka pintu kamar mandi itu lebar-lebar, membuat Nando langsung terbelalak dan meneguk salivanya dengan susah payah.
Glekk..
Apalagi di depannya terlihat mangsa yang begitu nikmat membuatnya kelaparan ingin segera memakannya saat ini juga yang hanya memakai handuk setengah tubuhnya saja.
Tetapi suara bentakan yang tajam menyadarkannya dari pikhiran yang tidak-tidak itu," Cepat pergi atau aku yang akan pergi dengan tampilan seperti ini." Ancaman wanita itu tidak main-main di saat rasa kesalnya sudah sampai di ubun-ubun.
"Oke-oke aku pergi, kau tetap di sini dan jangan membukakan pintu untuk siapapun." Titah Nando masih diam berdiri di tempat.
Tapi begitu mendengar suara menggelegar ia segera berlari keluar, takut terkena lemparan sesuatu benda yang bisa saja membuatnya terluka.
"FERNANDO SAYOO.!!!" teriak Valerie pada akhirnya sambil memegang sebuah yang ada di genggamannya.
...----------------...
__ADS_1
Ini saatnya hari yang indah, hari yang berbahagia pun tiba, hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua mempelai.
Dan saat ini calon mempelai wanitanya tengah di dandani oleh MUA yang dulu pernah mendadaninya.
"Nona semakin cantik saja dengan dandanan seperti ini look !"
(Photonya nyomot di ig kak Faradilla ya)
Ariell memperhatikan wajahnya di pantulan cermin yang di lukis sedemikian rupa membuatnya sangat cantik itu, terbitlah senyuman di wajah cantiknya yang hari ini bertambah cantik berlipat-lipat.
"Ada apa sesuatu? di luar seperti ada keributan?" tanya Ariell panik pada sang MUA.
"Entahlah Nona mungkin saja itu rombongan dari calon mempelai prianya baru saja datang."
Ariell terdiam mencoba bersikap tenang walaupun sejujurnya jawaban itu sama sekali tidak membuat Ariell merasa puas.
Seperti ada sesuatu hal yang terjadi di luar sana, tapi apa? tiba-tiba Ibu Ayu muncul di balik pintu ruangan.
"Sayang kau tenanglah, Ibu akan melihat keadaan di luar." setelah Ibu Ayu kembali menghilang di balik pintu.
Membuat Ariell semakin gelisah tidak karuan, mencoba tenang kembali dengan berpikhir positif, itu yang kini ia lakukan.
...---------------...
Bryan sudah rapi dengan pakaian pengantinnya pagi ini, ia duduk di temani Felix yang berdiri di sampingnya, ia termenung sejenak saat tiba-tiba ia kembali mengingat kejadian tadi malam.
Flashback on
Saat Bryan sudah berbaring di atas ranjangnya tiba-tiba saja ponselnya yang berada di atas nakas berbunyi nyaring, ia pun mengambilnya.
"David" gumamnya saat melihat siapa orang yang malam-malam meneleponnya.
"Ya halo kenapa Dav?" Tidak ada yang memberi tahu Bryan perihal kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi.
Bryan masih menganggap dia dan David masih bersahabat dan mereka masih baik-baik saja," Akhirnya kau angkat juga panggilan dariku." Bryan mengernyitkan keningnya bingung atas jawaban yang ia dengar barusan.
Sedangkan David ia sudah mendengar bahwa Bryan mengalami amnesia dan esok hari ia akan menikah dengan Ariell, kekasihnya dulu yang begitu pria itu cintai.
"Apa mkasudmu Dav? Oh iya sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Bryan mencoba berbasa basi, ia masih ingat pembicaraan terakhirnya dengan sahabatnya itu
Dimana mereka membahas status seorang wanita yang di anggap sahabat saja oleh Bryan, sedangkan David mengatakan pada Bryan bahwa ia mencintai wanita itu.
__ADS_1
David pun sedikit merasa lega, apalagi Bryan menceritakan bahwa saat ini ia tengah menjalin kasih dengan seorang wanita yang kuliah satu universitas dengannya.
"Omong kosong! Kau tidak usah berbasa basi, kau pasti sangat senang bukan? Dulu kau berhasil merebut wanita yang aku cintai sampai ia meninggal seusai melahirkan putramu itu." David menjeda ucapannya di saat tak ada jawaban di seberang sana ia pun melanjutkan ucapannya.
"Dan kudengar besok kau akan melangsungkan pernikahanmu untuk kedua kalinya dengan wanita yang sangat kau cintai itu. Heh! Bukankah keberuntungan berada di pihakmu Bung." Bryan yang sedari tadi diam dan bingung mencoba mencerna ucapan dari David pun mulai angkat bicara.
"Kau bicara apa Dude? Aku tidak mengerti sama sekali, wanita siapa yang kau maksud aku merebutnya darimu? Kau tidak sedang mabuk bukan?" David merasa dongkol dan seperti orang idiot saja saat ini.
"Ya kau pasti tidak mengingatnya sebab kau kehilangan ingatanmu, baiklah kuperjelas lagi, kau telah menikahi FANYAKU SAMPAI DIA MENINGGAL." David sengaja menekan kata terakhirnya itu, membuat Bryan langsung tercengang dan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
"Dan sekarang kau akan merasakan kebahagian di atas penderitaan orang lain, Heh! Aku bersumpah hidupmu tidak akan bisa tenang setelah kau menikah nanti! " David pun langsung mengakhiri panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia anggap bodoh.
Flashback off
***
"Tuan anda kenapa?" Tanya Felix sedikit panik melihat bosnya itu terus saja memegangi kepalanya, seakan merasa kesakitan.
"Felix sakit sekali kepalaku, kenapa aku merasa aku pernah mengalami hal ini sebelumnya."
Dari kejauhan Bryan bisa melihat dengan jelas tempat di mana akan berlangsungnya pernikahan mereka terjadi membuat beberapa bayangan di masa lalunya berputar-putar di ingatannya saat ini. Membuat kepalanya berdenyut kesakitan, Bryan mencoba berdiri saat melihat Ken tengah berjalan bersama Auntynya Bonee dan juga Mama Lidya.
Sangat jelas bayangan dimana saat ia dulu menikahi Fanya lalu berganti dengan bayangan Fanya yang melahirkan bayinya di rumah sakit. Kepalanya semakin berdenyut-denyut saat ingatannya kembali pada saat melihat Fanya yang baru saja melahirkan bayinya itu di nyatakan meninggal karena mengalami pendarahan hebat. Seakan kaset yang rusak di putar berulang kali hingga Bryan tidak kuat dan pandangannya menggelap.
"Bryan"
"Daddy."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..