Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 125


__ADS_3

" Dok tekanan darahnya turun hingga 96 dan suhu tubuhnya juga dingin sekali Dok." seru salah satu perawat yang baru saja memeriksa tekanan darah Ariell.


Sementara Bryan sudah berada di luar ruangan sebab Dokter akan menangani istrinya lebih lanjut.


Tubuhnya langsung melemas beruntung ada Kakaknya yang langsung membantunya untuk duduk d bangku tunggu.


" Bryan ada apa? Apa yang terjadi dengan Ariell? dan bagaimana dengan bayinya nak?" tanya Ibu Ayu beruntun dengan wajah sangat cemas dan panik.


Bagaimana tidak, begitu pintu ruangan opersi terbuka, ia melihat menatunya keluar dengan wajah berkekuk seperti itu.


Pasti ada hal yang terjadi di dalam sana yang membuat menatunya terlihat pucat begitu, pasti ada sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi.


Bryan nampak bergeming, bukan tidak mau menjawab pertanyaan Ibu mertuanya tapi rasanya bibirnya itu seolah seperti di lem sama sekali tidak bisa terbuka.


Bryan hanya bisa menunduk menelangkupkan kedua tangannya ke depan wajahnya sambil terisak.


Ya ia kembali terisak, Bryan merasa dejavu ia benar-benar sangat ketakutan saat ini, ia takut istrinya itu akan mengalami hal yang sama seperti mantan istrinya dulu.


Bryan sangat ketakutan apalagi ini adalah wanita yang ia cintai sedari dulu, wanita yang ia inginkan untuk menjadi pendamping di sisa hidupnya.


Peristiwa ini kembali terjadi saat Fay mantan istrinya melahirkan Ken dulu, sekelebat ingatan-ingatan itu muncul kembali di benaknya.


Kejadian waktu ia berada di rumah sakit dulu itu seolah berputar kembali, ia sungguh merasa seperti seorang suami yang sudah di kutuk tidak akan pernah mempunyai seorang istri yang mendampinginya hingga akhir hayatnya nanti.


Mama Lidya dan Fredly yang melihat keadaan Bryan yang seperti itu jadi mengerti, apa yang terjadi di dalam sana, dan memahami apa yang Bryan rasakan saat ini.


Sama saat Bryan kehilangan Papanya dan juga mantan istrinya, Bryan tidak akan bisa menjawab pertanyaan dalam keadaan yang sedang shock berat seperti ini.


Mama Lidya pun langsung merangkul besannya itu untuk duduk agak jauh dan menjelaskan dengan pelan atas kediaman putra bungsunya itu.


Sementara Nenek Dhisa sudah terisak duduk sendirian sebab Belinda mengajak semua anak-anak untuk pulang terlebih dulu.


Kasihan kalau anak-anak terlalu lama berada di rumah sakit, apalagi baby Meo yang baru menginjak usia dua tahun.


Sedangkan David sudah pulang sejak setengah jam lalu, karena tiba-tiba ada urusan yang mendadak di kantornya, yang membuatnya harus pergi.


Satu jam berlalu masih belum ada tanda-tanda dari sang Dokter, hanya para perawat yang keluar masuk dari ruangan itu sedari tadi sambil membawa beberapa kotak berwarna putih.


Hingga setengah jam kemudian akhirnya pintu ruangan operasi itu pun terbuka dan muncullah salah satu Dokter yang menangani Ariell.


Bryan langsung bangkit dengan paniknya, bahkan wajah sembabnya tidak ia hiraukan saat ini.


" Dok bagaimana keadaan istriku?" tanyanya dengan tidak sabaran, begitupun dengan yang lainnya yang berdiri di belakang Bryan.


" Maaf sang Ibu mengalami Preeklampsia. Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, terutama ginjal dan hati, jadi ada kemungkinan istri Bapak mengalami koma." jawab sang Dokter menerangkan keadaan pasien.


" Apa saya boleh melihatnya Dok,?" tanya Bryan lagi.


" Maaf untuk saat ini belum bisa, karena kondisinya masih kritis tunggu setelah istrinya di pindahkan ke ruangan IGD ya, dan mudah-mudahan cepat sadar, berdoa saja, saya permisi." terang sang Dokter sebelum pergi meninggalakan keluarga pasiennya.


Kedua bahu Bryan langsung turun begitu mendengar penjelasan dari Dokter, tapi ia pun sedikit lega bahwa istrinya masih hidup.


Malam semakin lariut, dan Bryan menyuruh semuanya untuk kembali ke rumah masing-masing sementara dirinyalah yang menjaga Ariell sendiri di rumah sakit itu.

__ADS_1


Keesokkan paginya Ariell masih belum juga sadar, Bryan meninggalkan sejenak Ariell untuk melihat putrinya yang berada di ruangan khusus bayi, terlihat di dalam box itu bayinya tengah tertidur pulas.


Bryan mencoba tersenyum sambil menatap bayi mungilnya itu, " Maaf sayang kau belum bisa merasakan kehangatan dari Mommy, kita sama-sama berdoa ya agar Mommy cepat sadar." gumamnya pelan dari balik kaca ruangan.


...----------------...


Malam harinya di tempat yang berbeda, seorang pria sedang berbaring di atas ranjang sambil merasakan nikmatnya pijatan di seluruh tubuhnya dari seorang wanita yang usianya sama dengan usia putrinya.


" Kau sudah mendengar jika istri Bryan mengalami koma setelah melahirkan bayi mereka?" ujar pria itu tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


" Ya mungkin itu karma yang ia terima, tapi itu tak sebanding dengan apa yang di alami kakakku Felicia dulu, dia membunuh kakakku dengan cara yang kejam, seharusnya nyawa di bayar dengan nyawa pula, bukan begitu?" sahut wanita itu menyeringai licik.


Membuat pria separuh baya itu pun ikut tersenyum, padahal dalang di balik kematian Felicia juga karena perintahnya.


Tanpa menjawab ucapan wanita tadi, pria itu justru menikmati pijatan lincah jemari lentiknya juga kemarahan yang ada pada wanita itu.


...----------------...


Dua hari kemudian.


Ariell masih belum sadar dan Bryan masih terus berada di sampingnya, menggenggam tangan istrinya itu, Bryan mulai terjaga dari tidurnya saat merasakan punggungnya di usap.


" Bray pulanglah sejenak, kau terlihat berantakan, atau setidaknya pergi mandi, Mama sudah bawakan pakaian ganti untukmu." ujar Mama Lidya yang baru saja datang.


" Hmmm, bagaimana kalau istriku sadar saat aku meninggalkannya? dan dimana Ibu Ayu?" tanyanya sambil melihat ke arah istrinya yang masih terpejam.


" Dia sedang mengambil bayimu untuk di bawa kesini, cepat pergi mandi kau tidak mau 'kan Ariell melihatmu seperti ini jika dia sadar nanti?" titah Mama Lidya memaksa.


Bryan pun kemudian beranjak dan masuk ke dalam toilet, tak lama ia keluar setelah membersihkan tubuhnya sekedarnya saja.


" Sama Daddy ya, lihat Daddy mu sudah tampan." seru Mama Lidya sambil menyodorkan baby mungil itu kepada Bryan.


Bryan pun menggendongnya dan meletakkannya di d**a yang istri, entah apa yang dia lakukan saat ini.


" Lihat, baby kita merindukanmu, dia ingin kau belai, kau cium, kau beri Asi. kalau kau tidak bangun juga aku akan membawanya pergi darimu." sarkasnya yang memang di sengaja.


Tak lama ada pergerakan samar-samar di tubuh Ariell, dari mulai jari hingga perlahan kedua kelopak itu mulai terbuka.


" Ariell kau bangun nak." teriak Ibu Ayu dengan antusiasnya, begitu pun dengan Mama Lidya.


Kedua netra itu terbuka sempurna, " Jangan kau bawa putriku," lirih Ariell menatap sayu kepada Bryan.


Bryan malah terkekeh, walau kedengarannya suara Ariell sangat lemah tapi ia tahu bahwa istrinya itu sedang kesal terhadapnya.


" Syukurlah, aku merindukan ocehanmu Bee, " sambil mengecup kening Ariell sedikit lama.


Sebelum itu bayinya di ambil lebih dulu oleh Mama Lidya, setelah Ariell benar-benar sudah sadar dan sudah di periksa oleh Dokter juga kini siap untuk menyusui bayi mereka yang sudah tiga hari ini belum di beri asi.


" Cobalah satunya." pinta Ibu Ayu saat satu gundukan itu tidak bisa mengeluarkan asi.


" Tidak bisa juga Ibu." desah Ariell sedikit kesal, kenapa asinya tidak kunjung keluar.


" Baiklah Bryan kemari, " titah Ibu Ayu membuat Ariell dan Bryan menatap bingung kenapa malah memanggil Daddy nya.

__ADS_1


Tidak mungkin 'kan Daddy nya yang akan menyusui?


" Kau yang memancingnya dulu agar asinya bisa keluar?" Bryan menatap bingung kepada Ibu Ayu dan juga istrinya.


" Ayo cepat, kau tidak menyuruh Ibu atau Mamamu yang memancingnya 'kan? cepat sesap itu gantian" Bryan pun akhirnya mengerti ia langsung melahap kedua pucuk pink itu bergantian sampai asinya keluar.


Begitu keluar asinya Bryan langsung berlari ke ke toilet untuk memuntahkan asi yang masih di dalam mulutnya tersebut.


Sementara itu baby mereka langsung menggantikan apa yang di lakukan oleh Bryan tadi," Wah dia sangat lahap sekali. kau sangat lapar ya sayang." seru Ibu Ayu sambil membantu Ariell menyusui bayinya.


" Bagaimana Ibu bisa tahu kalau dengan cara seperti tadi asinya bisa keluar?" tanya Ariell dengan polosnya.


" Tentu saja Ibu tahu, sebab dulu Ibu juga mengalaminya saat baru melahirkan abangmu Richard." setelah itu terdengar pintu toilet terbuka.


" Kenapa rasanya aneh seperti itu?" seru Bryan sambil berjalan mendekat ke arah mereka, dan berdiri di samping istrinya yang sedang menyusui.


" Ya memang rasanya itu, sudah sana lebih kamu majan dulu, jangan sampai gantian kamu yang sakit." omel Mama Lidya kepada putranya.


Hingga seminggu berikutnya Ariell sudah di perbolehkan untuk pulang, tapi harus rutin untuk melakukan cek up setelahnya.


Ariell dan baby nya di sambut dengan pesta kecil saat baru saja memasuki Mansionnya, dan terdapat tulisan indah di dinding ruang tamu mereka.


Welcome Baby 'Kayleigh Xara Djandra'.


Yang artinya Tuan putri yang penyayang kepada semua orang, berharap bisa menyayangi semua keluarga yang ada di dekatnya.


Ariell dan Bryan saling pandang dan tersenyum, " Hay baby Kaylee sama Aunty yaa," seru Bonee mengambil alih baby Kaylee dari tangan Mommy nya.


" Kau cepatlah menikah dan buat sendiri." celetuk Andrew membuat semuanya tertawa.


Suasana gelak tawa memenuhi Mansion Bryan dan Ariell, akhirnya takdir masih memberi mereka kesempatan untuk bersama.


*Dengan orang yang tepat, anda tidak harus bekerja begitu keras untuk menjadi bahagia, itu hanya terjadi dengan mudah.*


THE END.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya selesai juga akhir kisah cinta ini, dengan begitu banyak masalah-masalah yang muncul.


Jangan di unfavorite dulu ya, nanti akan ada bonus Chapter nya dari Author.


Tunggu kisah selanjutnya dari kisah cinta ini yaa, yang akan mengisahkan cerita hidup seorang Arleo atau Richard Kakak kandung dari Ariell yang harus dipisahkan dari kedua orangtua kandungnya.


.


.


Thank's yaa maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2