Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 100


__ADS_3

"Dad kenapa Mom tadi menangis di kamar?" tanya Ken karena ia sempat melihat wajah Momnya sedikit sembab.


"Mom tidak apa-apa tadi hanya sakit kepala saja Son? " dusta Bryan agar putranya itu tidak lagi bertanya." Ayo nanti kita terlambat."


Mereka pun akhirnya berangkat pergi ke acara pembukaan hotel bintang lima milik Bryan yang baru.


Tampak dari kejauhan terlihat suasana di hotel tersebut begitu ramai, sebab mulai malam ini sampai dengan enam hari berikutnya, Bryan memberi diskon bagi siapa saja yang menginap di hotel miliknya.


Sebagai ungkapan rasa syukurnya atas peresmian hotel miliknya, juga karena rasa bahagianya sudah menikah dengan wanita yang sangat ia cintai selama ini.


Acara peresmian pun berjalan dengan lancar, dengan Bryan memotong pita merah di temani sang istri di sampingnya.


Dan acara selanjutnya penyambutan kecil dari sang pemilik hotel yaitu Bryan sendiri, lalu di lanjutkan sambutan dari beberapa pihak yang ikut melaksanakan melancarkan acara tersebut.


Dan acara pun di akhiri makan bersama dengan para investor juga para tamu serta para karyawannya yang bekerja sama dengannya.


Dengan menu masakan yang di masak langsung oleh chef cantik siapa lagi kalau bukan Miss Farah Qinn, yang begitu cantiknya pada malam hari ini.



"Felix, dimana istriku dan juga putraku?" Bryan berjalan ke arah assistennya itu sembari mengedarkan pandangan ke sekitarnya, sebab sedari tadi ia tak mendapati sosok dua orang yang ia cintai itu.


"Tadi Nona berpesan pergi sebentar bersama temannya serta mengajak tuan muda juga masuk ke dalam restoran yang berada di dalam Tuan." jawab Felix.


Sebenarnya Ariell sudah akan meminta ijin terlebih dahulu pada suaminya, tapi saat melihat suaminya dari kejauhan yang begitu serius berbincang-bincang dengan beberapa investornya, ia pun hanya berpesan pada Felix.


"Baiklah aku akan menyusul mereka sendiri, kau temui saja para investor kita, oh iya lalu dimana Mama?" tanya Bryan lagi sebelum melangkah pergi.


"Sepertinya tadi Ibu Lidya sedang bercengkrama dengan beberapa temannya di meja sana Tuan, nah itu beliau." tunjuknya membuat Bryan pun menatap ke arah Mamanya berada.


Dan itu membuatnya merasa sedikit lega, Bryan pun melanjutkan niatnya untuk segera menyusul istri dan putranya berada.


"Sayang kau disini?" tanya Bryan begitu sampai di meja yang di tempati oleh istri dan juga benerapa temannya itu.


"Daddy," panggil Ken begitu melihat Daddynya itu, Ariell hanya tersenyum menatap suaminya itu.


Bryan pun ikut bergabung dan duduk di samping Ken, sambil melihat istrinya yang sedang bersenda gurau dengan temannya itu.


"Hay Dek apa kabar?" sapanya pada teman Ariell yang ternyata sahabat baik dari istrinya saat mereka masih kuliah dulu.

__ADS_1


"Hay Bray, kau lihat sendiri aku sangat baik. dan kau hebat sekali, aku ikut senang suami sahabatku ini tambah sukses bisnisnya." balas Kadek sambil merangkul bahu Ariell.


Membuat Ariell pun tersenyum bangga melirik suaminya yang ternyata juga sedang menatap dirinya.


Tak lama datanglah seorang pria berwajah sangat kental orang bali, dan duduk di samping Kadek.


"Oh iya Bray kenalin ini suamiku, Sayang dia pemilik hotel ini, juga suaminya sahabatku." Kadek mengenalkan suaminya pada Bryan dan Ariell.


"Iya aku sudah tahu, tadi kami sempat berbincang sebentar di depan, bukan begitu Mr, Djandra?" ujar suami Kadek yang sambil merangkul bahu istrinya itu.


Mereka berempat pun akhirnya mengobrol panjang sambil menghabiskan makan malam yang sudah di sediakan.


Tak terasa malam semakin larut, Kadek dan suami pun harus berpamitan, sebab sudah terlalu lama meninggalkan putra mereka.


Tak lama Bryan pun juga mengajak istri dan putranya untuk segera kembali ke Villa, sebab Mama Lidya sedari tadi sudah mengeluh ingin segera pulang.


"Felix pekerjaan kita sudah selesai bukan? aku hanya ingin menghabiskan waktu Honeymoon kami." seru Bryan sesaat sebelum ia turun dari mobil.


"Siap tuan, jika ada masalah di kantor saya bisa menghandlenya." setelah bosnya sudah turun dari mobil dan masuk ke dalam villa, Felix pun kembali melajukan mobilnya menuju Apartement yang sudah di siapkan bosnya untuk dirinya.


...----------------...


Ia menyalakan lampu kamar lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia tidur.


Tak berselang lama Felix pun keluar dengan memakai handuk kimononya, dan langsung berjalan menghampiri ranjang empuk yang seolah-olah memanggilnya untuk segera merebahkan tubuhnya itu.


Hari ini menjadi hari yang sangat melelahkan baginya, dari pagi ia belum sama sekali istirahat, mengatur ini itu untuk acara malam tadi, baru sekarang ia bisa mengistirahatkan tubuhnya.


Walaupun sudah banyak orang yang membantunya tadi di hotel, tapi nyatanya lelahnya tidak berkurang sama sekali. sebab dia lah yang mengatur segala sesuatunya atas perintah dari bosnya itu.


Walau kadang ia ingin menyerah dan kembali ke negaranya sana, tapi di sana ia sudah tidak mempunyai siapa-siapa, beruntung ia bertemu dengan bosnya ini, yang menganggap dirinya sebagai saudara bosnya sendiri.


Felix pun menjatuhkan tubuhnya di sisi ranjang yang kosong dengan posisi tubuh telentang dengan kedua tangannya ia rentangkan sambil memejamkan kedua netranya.


Nyatanya rasa lelah di tubuhnya itu sudah tidak bisa di tahan lagi, ia benar-benar akan memeasuki alam mimpi, tapi ia merasa tubuhnya sedikit menghangat, dan belum sempat ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu.


Tiba-tiba saja ia merasakan ada pergerakan di bawah sana, yang terus merambat naik ke atas tubuh kekarnya.


Ingin rasanya ia membuka netranya itu untuk melihat siapa yang tengah menindih tubuhnya, tapi nyatanya netranya sudah benar-benar terpejam rapat mungkin karena rasa lelahnya yang begitu besar, membuat kedua netranya terasa berat untuk terbuka.

__ADS_1


Felix pun hanya bisa pasrah dan membiarkan saja tangan seseorang itu yang terus bergeriliya kemana-mana di seluruh tubuhnya.


Felix merasakan benda kenyal menempel di bibirnya, terus mengu**m, melum*tnya, mencec*p rasa bibir miliknya.


Felix pun membuka sedikit bibirnya itu, membuat seseorang yang telah menciumnya malah tambah berani dengan memasukkan l****hnya ke dalam mu*utnya dan mengapsen setiap deretan giginya itu.


Membuat Felix mendes*h tertahan di tenggorokannya, akibat ciuman panas yang di berikan oleh seseorang tersebut.


Kedua netra Felix masih juga terpejam, dan kini ciuman itu turun di lehernya dan semakin turun lagi di da**nya mengecup kedua pu**ng miliknya, membuat tubuhnya bergelinjang gelisah.


Sampai ia tidak sadar kapan handuk kimononya yang membungkus tubuhnya tadi sudah terbuka, sebab ia merasa kulitnya menempel sempurna dengan kulit orang itu.


Beruntung ia memakai pengaman segitiganya di bawah sana, membuat bumblebee miliknya masih terkurung, walaupun sudah merasakan sedikit sesak.


Siapakah orang yang telah memperko**nya saat ini? Apakah orang ini tidak sadar bahwa dirinya adalah pria tulen!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Maaf baru bisa up, mumpung weekend di kasih yang hangat-hangat.😀


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2