
Di pantai Losari sore ini tampak banyak pengunjung yang datang, sekedar untuk menikmati sunset.
Terlihat dua manusia berlain jenis yang sedang duduk berdampingan meluruskan kaki mereka di atas pasir tengah menghilangkan rasa penat.
Sang pria berwajah bule hanya memakai boxer menutup tubuh bawahnya saja, sedangkan sang wanita memakai pakaian renang yang agak tertutup, sepertinya mereka kelelahan sehabis berenang di pantai tadi.
Mereka duduk di bawah pohon kelapa entah kapan itu di mulai nyatanya bibir mereka sudah saling menempel ber***bu mesra saling memburu mencari kepuasan masing masing.
Bahkan keadaan di sekitarnya yang ramai oleh para pengunjung pantai tak di hiraukan oleh keduanya, mereka masih menikmati permainan kecil yang mereka buat.
Di saat pasokan oksigen mereka terasa kosong barulah tautan itu terlepas, saling tersenyum dan saling menghirup udara segar.
Si wanita itu mengedarkan pandangan sejenak sekelilingnya dan pandangan tertuju pada sesorang yang ia kenal.
"Sayang tenggorokanku terasa kering, bisakah kau bawakan kelapa muda itu pasti sangat segar diminum." ucapnya sedikit mendesah manja pada pria bule di sampingnya.
"Baiklah kau tunggu sebentar disini baby.." si pria mengecup sekilas bibir wanitanya setelah itu beranjak pergi mencari apa yang tengah di inginkan olehnya.
Di saat si pria itu sudah hilang dari pandangan, wanita itu pun beranjak melangkah pasti menghampiri seseorang yang ia lihat tadi.
...----------------...
"Dad ayo kita buat istana pasir." seru Ken langsung berjongkok menggali pasir pakai kedua tangannya. karena ia tidak membawa mainan pasir pantainya tadi.
Bryan pun ikut berjongkok juga di samping putranya." Baiklah kita buat yang besar oke!!." mereka nampak bersemangat, sangat kompak sekali.
Tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Bryan. "Hai sayang, aku begitu merindukanmu." ucap genit dan manja suara seorang wanita.
__ADS_1
Bryan menengok ke belakang sedetik kemudian langsung menepis kasar tangan nakal itu, sembari berdiri menatap tajam setajam silet," Ken jangan kemana mana Dad ke belakang sebentar," pinta Bryan pada putranya dan langsung di jawab anggukan dari Ken.
Tanpa babibu ia langsung menarik kasar wanita gila itu untuk menjauh sedikit dari putranya, tidak mungkin ia mengeluarkan suara kasarnya di depan putranya sendiri.
"Apa apaan kamu, kurang ajar berani sekali tangan kotormu itu menyentuhku." Kilatan mata tajam itu berapi api menahan emosi sejak tadi.
Membuat wanita itu menciut seketika untuk merayu kembali. " Rupanya kau sungguh tidak mendengarkan peringatan keras dariku nona Felicia". Bryan berdecak sangat kesal.
Felicia berdecak kesal sambil menghela nafas pelan. "Kau sudah bosan hidup rupanya, jangan pernah mendekatiku lagi atau kau.." Bryan langsung menarik dengan kasar rambut panjang itu. " Tinggal pilih saja laut atau jurang..?" tawarnya tak main main kali ini.
Membuat kepala Felicia mendongak kebelakang, ia menjerit kesakitan, Belum sempat Felicia akan menjawab perkataan Bryan tiba tiba ada seorang pria memukul punggung Bryan hingga pegangan kuat itu terlepas.
"Br****k apa apa ini, kenapa kau main tarik rambut wanitaku." kemudian ia mendekati wanitanya. "Sayang kau tidak apa apa kan??" ucap kawatir pria bule tadi sambil mengusap kepala Felicia lembut.
Setelah memastikan kekasihnya itu tidak apa apa tatapannya kembali garang pada Bryan, tapi sedetik kemudian wajah kedua pria itu nampak berubah.
"Hai Dude, waahh long time no see." ucap pria bule itu langsung menyapa Bryan dan memeluk ala pria.
"Ck" Bryan berdecak kesal merasakan punggungnya yang terasa sedikit nyeri rupanya ulah dari sahabatnya sendiri ." Kau rupanya," ucapnya sambil berjalan menghampiri putranya berada tadi.
Rupanya pria itu adalah Kyle si bule tengil, panjang umur dia baru di omongin kapan hari.
"Dad, apa kita akan pulang,,?" tanya Ken saat melihat Daddynya sudah kembali.
"Yaa, ayo pakai alas kakimu kembali. sudah hampir gelap juga." Bryan membantu Ken membersikan butiran butiran pasir yang menempel di celana belakang putranya.
Ternyata dua orang tadi menghampiri keduanya, " Hi jagoan kecil, " sapa Kyle sambil menggandeng mesra wanitanya. Ken hanya tersenyum kecil saja sebagai jawabannya. "Bray kau bersama putramu,? kurira dengan wanitamu tadi.?" serunya lagi.
"Hai Dude kau dengar tidak, aku sebenarnya masih sedikit kesal atas tindakanmu tadi, kau belum mengucapkan maaf pada wanitaku," seru si bule tengil itu lagi karena tidak mendapatkan respon dari kawannya.
__ADS_1
"Kami harus kembali Kyle, Ahh,,yaa Kalau memang akal sehatmu masih berfungsi, coba bayangkan kalau kau di posisiku tadi?!" seru Bryan sambil menggandeng putranya meninggalkan mereka berdua yang masih mematung.
"Dia bicara apa tadi.?" tanya Kyle pada Felicia pelan, "Aku akan berkunjung nanti." Teriak Kyle pada Bryan yang terlihat membuka pintu mobilnya.
"Kalian saling kenal rupanya,?" tanya Felicia setelah menyesap air kelapa permintaannya tadi.
Mereka kini duduk kembali ketempat mereka sebelumnya." Yaa bahkan kami bersahabat saat kuliah dulu." jawab Kyle sambil menyerukan kepalanya ke tengkuk Felicia agar bisa menghirup aroma tubuh itu.
Darah Kyle mulai berdesir akibat sentuhan kecil di bagian bawah tubuhnya yang mulai terbangun.
"Sebaiknya kita kembali ke hotel sayang, djordi-mu sudah on." ucap Felicia sengaja di buat mend**ah membangkitkan gair*h prianya.
Kyle langsung menggendong Felicia ala bridal style menuju ke hotel mereka menginap yang memang dekat dengan pantai itu.
Tidak apa untuk sementara bermain dengan bule bodoh ini, tunggu saja Bryan aku tidak akan menyerah begitu saja. batin Felicia menyeringai licik tanpa di ketahui oleh Kyle.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca.