
Buugghh.." Lepaskan aku." teriak Felicia mencoba memberontak.
Anak buah Armand langsung menjatuhkan tubuh Felicia di atas tempat tidur yang berada di dalam sebuah Villa.
"Kenapa anda melepaskan tuan David?" tanya Felix yang baru tahu kalau David ternyata sudah di bebaskan.
"Kau tenang saja, dia tidak akan berani macem-macem lagi, dia di bawah pengawasanku." sahut Armand sambil menatap tajam pada Felicia yang mencoba untuk melarikan diri.
"Apa kau ingin mencobanya?" tawar Armand pada Felix yang juga menatap tajam pada Felicia yang meronta karena sedang di paksa minum.
"No, No thank's, aku tidak suka pada wanita yang sudah banyak di jamah oleh banyak para pria." elak Felix langsung berjalan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Armand.
Dan bergegas pergi menuju ke rumah sakit karena ingin melihat perkembangan bosnya saat ini.
Armand langsung tertawa terbahak melihat Felix yang langsung melipir pergi tanpa mencicipi dulu buruan mereka.
"Kau lihat j****g dia saja tidak mau, bagaimana ini. sedangkan kau sepertinya sudah sangat tersiksa, dan aku saat ini sedang tidak lapar." Armand sengaja menyuruh anak buahnya tadi memberi minuman yang sudah di campur dengan obat terkutuk.
Yang membuat tubuh Felicia panas dingin mengeliat tidak karuan seperti cacing kepanasan, kalau Bryan melihat ini pasti sangat menyenangkan.
Armand memanggil beberapa anak buahnya dan menyuruh mereka semua yang berjumlah enam orang untuk memakan buruannya yang sudah sangat kehausan itu.
Itulah akibatnya jika berani bermain-bermain dengan seorang Armand ataupun Bryan.
"Kalian nikmatilah mangsa kalian, sampai kalian puas." Armand pun menyeringai sambil keluar meninggalkan Felicia beserta anak buahnya yang sudah terlihat begitu kelaparan.
...----------------...
Dua bulan berlalu, Bryan juga sudah di pindahkan ke ruangan icu karena kondisinya yang sudah mulai membaik, tapi masih dalam keadaan koma.
Sedangkan Ariell, dia sudah pulang sejak satu bulan lebih yang lalu, ia sudah tidak tahan ingin berkunjung kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bryan hari ini.
__ADS_1
Walaupun kadang di antar sama Nando, tapi jujur ia merasa kurang nyaman kalau datang bersama Nando.
"Oma kenapa Daddy belum juga bangun, apa Daddy marah pada Ken karena Ken tidak mau menurut untuk belajar." tanya Kenzie yang hari ini di ajak untuk mengunjungi Bryan.
"Tidak sayang, Daddy tidak marah sama Ken, Ken berdoa ya agar Daddy cepat bangun." Mama Lidya pun mencoba kuat agar tidak mengeluarkan air matanya di depan cucunya kali ini.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka dan masuklah wanita cantik berdiri di depan pintu sambil tersenyum ramah ke arah mereka berdua.
"Tante." panggil Ken yang memang mengenal wanita yang baru saja masuk.
Membuat Oma Lidya mengkerutkan keningnya," Kau mengenalnya sayang?" Ken pun menggangguk.
"Pagi Tante, saya Ariell," sapanya begitu sopan pada Oma Lidya. "Hai jagoan apa kabarmu?" kini tatapannya beralih pada Kenzie.
Kenzie pun turun dari pangkuan Omanya, lalu berjalan ke arah Ariell, membuat Ariell berjongkok untuk menjajarkan tinggi badannya pada Ken.
" Tante lihat Daddy Ken, kenapa tidurnya lama sekali coba tante yang membangunkan suami tante itu." celetuk Ken membuat semuanya terkesiap.
"Suami?" gumam Oma Lidya sambil menatap Ariell dan juga Felix yang memang sedari tadi di ruangan itu duduk di sofa sambil mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda.
" Karena Ken juga pernah melihat ada photo tante Ariell yang sedang bersama Daddy di ponsel Daddy, berarti Daddy suami tante kan?." membuat semua orang kembali terkejut, bahkan Ariell sampai kehilangan kata-katanya tidak tahu harus berkata apa.
Mau tidak mau Felix pun berjalan ke arah Oma Lidya mengajak Mama bosnya itu keluar ruangan, untuk menjelaskan ada hubungan apa antara Ariell sama bosnya itu.
"Memangnya Ken faham artinya Suami istri itu apa?" Ken langsung menggelengkan kepalanya." Kalau belum faham arti dari suami istri itu apa? Ken tidak boleh mengartikan kata-kata yang Ken belum mengerti kepada sembarangan orang, Ken mengerti." Ariell menjelaskan begitu lembut membuat Ken pun langsung mengangguk.
" Good boy."
Kini Ariell berjalan dan duduk di bangku yang diduduki oleh Oma Lidya tadi sambil mengangkat Ken duduk di atas pangkuannya.
"Bryan apa kabar? Maaf baru bisa menjengukmu lagi, cepatlah bangun coba lihat putramu ini begitu sangat merindukanmu." Ucap lirih Ariell sambil menatap Ken sambil tersenyum.
__ADS_1
"Coba pegang tangan Daddy sayang." pinta Ariell meminta Ken menggenggam telapak tangan Bryan dengan tangan mungilnya itu.
Kenzie pun menurut, dan langsung menggenggam telapak tangan Daddynya yang terasa agak dingin.
"Ken harus membantu Dad dengan banyak berdoa agar Daddy cepat bangun ya?" Ken pun menggangguk kembali membuat Ariell tersenyum.
Andai kita dulu sudah menikah pasti putra kita juga setampan Ken. gumam Ariell dalam hati sambil mengusap kepala Ken dengan lembut.
Akhirnya Ariell dan Ken bersenda gurau di samping ranjang Bryan, sambil sesekali saling menggoda sampai terdengar pintu ruangan terbuka membuat keduanya langsung menoleh menatap ke arah pintu dan melihat Mama Lidya melangkah masuk ke dalam.
Dan ternyata di belakang Mama Lidya ada seseorang lagi yang akan masuk ke dalam membuat Ken langsung berseru senang memanggil nama orang itu sambil turun dari pangkuan Ariell.
Ariell juga langsung bangkit dari duduknya dan menatap ke arah pintu saat semua sudah masuk ke dalam malah membuat Ariell mengernyitkan keningnya dan juga sedikit terkejut.
"Ariell."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..