Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 26


__ADS_3

Nando yang melihat kekasihnya itu baru saja datang dan akan masuk ke dalam ruang kerjanya.


Ia pun segera mengikutinya, "Sayang, kok tumben agak siangan datangnya?" tanyanya sambil duduk di sofa.


Ariell sedikit terkejut tidak menyadari kalau Nando juga ikut masuk. "Oh, iya tadi bang Leo datang, emh.. maksudku bang Richard sama istri dan putra mereka." sambil tersenyum Ariell menghampiri Nando.


"Oh, Richard yang dat-


" Maaf Kak Ariell, tadi aku nganterin Mike dulu ke toilet ,Eh,,!!" potong Val yang baru saja masuk saat melihat pintu yang belum tertutup rapat, sehingga ia langsung mendorong pintu tersebut dan tak mengira kalau di dalam ruangan Ariell ada orang lain.


Degh!


Huh, kok dia ada di dalam sini juga. apa aku ganggu mereka. batin Val sambil melangkah masuk.


" Oh ya gak apa-apa," jawab Ariell lalu tatapannya mengarah pada keponakan yang ganteng itu, " Sini duduk sama Aunty sayang, kamu sangat lancar ya bahasa indonya.?" Ariell merasa bahwa keponakannya ini sangatlah genius.


" Karena Dad dan Mom selalu memakai bahasa indo kalau sedang berada di rumah." terang Mike sambil mendaratkan bo***g kecilnya itu di sofa bersebelahan dengan Aunty-nya.


Sementara itu Val juga ikut duduk di sofa yang lebih panjang di hadapan Ariell dan Mike, yang kebetulan satu sofa dengan Nando.


Nando merasa risih ia pun bergeser duduk sampai ke ujung sofa, sedangkan Val pun juga sama duduk di ujung lainnya.


" Aunty apa Uncle ini kekasihmu,?" tanya Mike tanpa basa-basi, saat menatap pria dewasa duduk di hadapannya, yang tak lain adalah Nando.


"Ya, bahkan Uncle ini adalah calon suami Aunty mu Mike." Nando-lah yang langsung menjawab pertanyaan yang di tunjukkan pada kekasihnya.


Sedikit dongkol sebenarnya mendengar jawaban dari pria itu, bahkan terdengar seperti di sengaja untuk membuatnya kesal! Val terus saja menggerutu melirik sinis pria itu. Dan itu semua tak luput dari pandangan Ariell.


Sepertinya mereka berdua dulu ada hubungan tapi tak berjalan dengan lancar, batinnya memandang gantian pada dua orang yang ada di hadapannya.


"Val kamu dulu pernah ada hubungan ya sama Nando, sepertinya keluargamu dan keluarganya juga sangat dekat." tanya Ariell tiba-tiba setelah kepergian Nando sesaat.


Eh kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu, apa dia curiga padaku. batin Val.


"Oh,, itu karena keluarga kami memang sangat dekat, Papaku sama Papanya sepupuan, walau hanya sepupu angkat sih. tapi kami tidak punya hubungan apa-apa kok." jawabnya sambil mencoba tersenyum pada Ariell agar tidak bertanya jauh lagi padanya.


"Oh, jadi kalian masih saudaraan ya..?" Val hanya menggangguk kecil sambil tersenyum.


Ariell baru tahu karena selama mengenal Nando ia tidak pernah terlalu dalam mengenal siapa-siapa keluarga pria itu.


Toch memang dia tidak punya rasa terhadap Nando dari dulu, hanya menganggapnya sahabat walau sekarang statusnya sudah berubah dan akan segera menikah dengan Nando, tapi hatinya belum bisa menerima Nando sepenuhnya hingga detik ini.


Ia sungguh merasa bersalah pada sahabatnya, entah lah ia sangat bingung, walaupun ia bilang akan berusaha untuk membuka hatinya buat Nando tapi begitu sulit mengendalikan perasaan yang sudah tertancap begitu dalam pada seseorang.

__ADS_1


...----------------...


"Bos sepertinya ada beberapa penyelundup yang akan memasuki kawasan markas kita,?" ucap salah satu anak buah pria yang bertubuh besar tubuh penuh dengan tato yang adalah kaki kanan big bos mereka.


"Awasi terus gerak gerik mereka, jangan sampai kecolongan buat mereka terkecoh, ayo Bim kita turun." seru Jon mengajak sahabat karipnya munuju ruang rahasia dimana tempat Bosnya itu biasa tempati.


Setelah keluar dari lift bawah tanah ia langsung masuk ruangan yang tertutup rapat, pintunya pun menggunakan passcode dan hanya Jon dan Bim yang bisa masuk ke dalam selain big bosnya.


...----------------...


"Mand, kau yakin ini tempatnya.?" tanya Bryan melalui alat kecil pada Armand yang baru saja tiba di area depan rumah yang tak terlalu besar.


"Sudah pasti, aku sudah menaruh gps pelacak di dalam pakaian mereka yang kita jebak kemarin." balas Armand yang juga sudah sampai di belakang rumah itu.


"Bos sepertinya mereka sudah memasang jebakan di beberapa area tertentu." ujar salah satu anak buah Armand. yang melihat jebakan tikus mengenai salah satu kawannya.


"Shitt, sial mereka membuatku naik pitam, cepat kita semua bergegas masuk ke dalam dan tetap waspada pada jebakan jebakan mereka." ucap Armand mulai gusar dan terlihat menahan amarahnya.


Bryan tampak bergeming mendengar lontaran lontaran dari mereka semua, fokusnya kini beralih pada seseorang yang tengah duduk di sofa ruang tamu yang memang terlihat dari luar teras rumah.


Tempat Bryan berdiri sekarang ini agak tertutup tanaman pagar jadi dia tak terlihat dari dalam, tiba tiba saja pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah.


Reflek Bryan berpindah posisi segera bersembunyi di balik tembok pagar yang berada di samping.


Tatapan Bryan mengarah pada punggung pria itu, dan melihat ada tanda seperti tato di tengkuknya, ia seperti mengenal tanda itu, tapi dimana.


Bryan mencoba mengingat ingat kembali tapi tiba tiba ada suara tembakan dari dalam rumah, pria itu langsung berlari masuk ke dalam, Bryan dengan gerakan cepat seketika mengikutinya dari belakang.


"Cepat katakan dimana bos kalian, "Teriak Armand sambil menendang nendang perut pria yang sudah terkapar di lantai.


Di sekitarnya anak buah Armand yang terus berbaku hantam dengan anak buah preman itu.


Dan beberapa saat mereka semua terkapar di lantai, perang di menangkan oleh pihak Armand.


"Bre****k...kita sudah terjebak oleh mereka. kita cabut sekarang tak ada gunanya kita di sini. kali ini kita salah sasaran." seru Armand pada anak buahnya.


Mengajak mereka semua untuk segera meninggalkan tempat itu, Bryan nampak bergeming kemudian berjongkok tepat pada salah satu pria, mengamati tato di tengkuknya.


"Damn,,shitt.." umpat Bryan.


Belum sempat Bryan mengutarakan sesuatu Armand sudah menariknya keluar dari rumah itu.


"Cepat kita pergi, karena rumah ini akan segara hancur aku sudah memasang sebuah peledak di dalamnya." ucap Armand menarik paksa Bryan menuju mobil yang sudah standby tinggal menunggu mereka saja.

__ADS_1


Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil masing masing dan segera tancap gas keluar dari hutan itu.


Tak lama terdengar suara ledakan yang menggelegar dari dalam hutan itu, asap hitam mengepul di atas udara begitu banyaknya.


"Sepertinya aku mengenal tanda tato mereka." seru Bryan yang sudah mengingatnya.


"Yaa itu tato 'Black Srigala', apa kau mengenal mereka.?" tanya Armand yang memang sudah sangat lama mengenal Anggota itu.


Anggota mafia berdarah dingin itu, sepak terjangnya Armand sudah mengetahuinya selama ini.


Tapi anehnya kenapa kawannya ini juga mengenalnya, secara dia yang tak pernah terlibat dalam hubungan apapun itu apalagi dengan orang orang semacam mereka.


Sementara di sisi lainnya. seseorang menyeringai licik setelah mendapatkan info dari kaki kanannya bahwa markas mereka yang di selatan pulau telah di hancurkan oleh sesorang.


Ia pun langsung mengecek CCTV yang berada di markas itu melalui ponsel smart nya.


"Cih kau rupanya, Ini baru awalan saja anak muda, setelah menghancurkan markas kecilku, dan ku anggap ini sebuah perkenalan setelahnya tunggu saatnya tiba." ucap sang big bos Black Srigala dengan tatapan mematikan dan menyeringai kas sang devil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc.


Siapa yaa kira kira orang itu?


terus ikuti ceritanya yaa..


Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2