
"Huuh, ada apa ini kenapa tersedak tiba tiba apa ada yang lagi ghibahin aku.?" gumam Ariell pelan sambil menggelengkan kepalanya kembali melanjutkan tidur panjangnya yang terganggu barusan.
Pagi pun datang, Bryan sudah berada di bandara sekarang akan terbang ke makasar pagi ini bersama putranya.
"Dad, kenapa pagi pagi sekali kita berangkat, Ken masih sedikit mengantuk Dad." rengek Ken sambil tangannya memeluk erat leher Bryan.
"Sorry boy, Dad tiba-tiba saja ada kerjaan penting di sana. lain kali Dad pasti ajak Ken jalan-jalan lagi kemari oke!" Sambil berjalan masuk untuk boarding pass.
...----------------...
"Pagi Tan, Nek!" Sapa seorang pria tengah berjalan masuk menghampiri mereka berdua yang tengah duduk di meja makan sambil menenteng papper bag di sisi tangan kanannya.
"Pagi, Oh Nak Nando, mau ajak Ariell olah raga bareng yaa?" tanya Ibu Ayu yang sudah tahu pasti Nando dan Ariell akan melakukan acara olah raga paginya.
"Iyaa maaf Tan, ini Nando bawain bubur ayam buat Nenek sama Tante, emmm apa Ariell-nya sudah pergi Tan?" Tanya Nando sambil menyerahkan paper bag itu pada Ibu Ayu.
"Belum, tapi kenapa harus repot repot gini bawain bubur segala, makasih lho, sebaiknya sarapan dulu nak Nando " ucap Ibu Ayu seraya mengambil piring kosong di pakai untuk Nando.
"Iyaa sepertinya Ariell masih di kamarnya belum turun kok.!" timpal Nenek Dhisa sambil menikmati sarapannya.
Tak lama orang yang mereka tunggu pun turun menuju ruang makan seperti biasa meminum coklat hangatnya terlebuh dahulu sebelum pergi olah raga.
Belum sampai ke meja makan ia sudah di kejutkan dengan kehadiran seorang pria yang tengah duduk menikmati sarapan paginya bersama Ibu dan Neneknya, mereka semua tersenyum menatapnya.
"Nando, kamu pagi pagi begini udah ada di rumahku aja ada apa?" tanya Ariell sambil menarik kursi sembari duduk dan menyesap sedikit demi sedikit coklat hangatnya.
"Gak ada, cuma ngajak barengan aja. kamu gak sarapan dulu.?" ujar Nando yang melihat Ariell sudah menghabiskan minumannya hingga tandas dan sudah beranjak bersiap untuk pergi.
"Gak, aku masih kenyang, ayo mau pergi gak, Bu, Nek Ariell pergi dulu.?" pamit Ariell yang langsung berjalan keluar samping rumah mengambil sepedanya.
"Permisi Tan, Nek, Nando sama Ariell pergi dulu " Pamitnya dengan sedikit membungkukkan badannya sedikit kedepan sebagai tanda hormat.
"Iya hati hati," jawab Ibu Ayu dan Nenek serempak.
Mereka pun mengayuh sepeda mereka sambil bergurau bercanda ria sampai ke ujung pantai.
__ADS_1
Kalau Nando hanya sesekali saja bersepedah jika dia kepengen saja, tapi lebih banyak ia habiskan paginya di dalam Apartemen miliknya sambil mengerjakan pekerjaan lainnya.
Tapi jadi koki lebih menyenagkan karena memang hoby dia memasak, dia sebenarnya Chef yang lumayan terkenal dalam tiga tahun terakhir ini, dia hanya malas kalau harus berurusan dengan para wartawan atau para netizen, makanya ia ikut serta Ariell bersembunyi di kota ini, walau masih ada beberapa orang yang mengenalnya.
Sehingga jarang ia menampakkan batang hidungnya di depan publik, kalau tidak terdesak, ia selalu memakai topi serta pakaian yang serba tertutup tak lupa masker juga.
(Sudah seperti para penelusup saja Babang Nando.😁)
...----------------...
"Bos orang suruhan dari kita memberi info bahwa benar Tuan Fernando memang sudah lama bekerja di Makatu Resto itu hampir tiga tahun lamanya." ujar Felix menyampaikan permintaan dari bosnya tersebut.
"Oke sepertinya dia memang menyamar selama ini, apa masih belum ada kabar juga tentang test DNA itu?" Sambil menutup Laptopnya Bryan berjalan menuju ke jendela dalam ruang kerjanya.
"Seperti yang selama ini kita tahu bos bahwa Nona Valerie dan Tuan Richard tidak mempunyai hubungan darah sama sekali." Terang Felix sambil menyerahkan berkas tentang info itu.
"Karena memang Tuan Gustav hanya Ayah sambung tuan Richard sedangkan masalah test DNA itu masih dalam penyelidikan bos, dugaan saya sepertinya ini menyangkut masa lalu keluarga kedua belah pihak bos." tambah Felix lagi yang berdiri di belakang Bryan.
"Iyaa,, dugaanku juga begitu Fel, apa lagi tentang Ayah Ariell yang meninggal penyebabnya di karenakan terkena tusukan tepat di jantungnya yang di sengaja di lenyapkan itu sudah menjadi bukti bahwa ada musuh yang sedang mengintai keluarga Ariell dari dulu." jelas Bryan setelah memikirkan topik masalah ini.
...----------------...
Malam harinya Ariell sudah duduk di bangku meja cafe yang berada di dekat pantai, tempat yang sudah di pesan oleh temannya itu.
Ia tengah menunggu kedatangan seseorang yang tak lain adalah Nando sahabatnya yang tak muncul-muncul juga batang hidungnya sudah dari lima belas menit ia menunggu.
Malam ini setelah pulang dari Resto Nando mengajak Ariell bertemu di cafe karena ada yang mau di omongin katanya.
Sampai Ariell merasa jenuh ia ingin beranjak pergi tapi tiba-tiba yang di tunggu pun datang tampak tersenyum menatapnya tanpa rasa bersalah sama sekali telah membiarkan seorang gadis menunggunya sendirian di sini.
"Sorry Riell, macet tadi, kamu udah lama ya nunggunya?." dusta Nando yang sebenarnya mampir dulu ke toko sebentar mengambil pesenannya yang baru selesai.
"Iyaaa lah,, sampai hampir habis darahku aku donorin tau gak!" ketus Ariell yang memang gak percaya kalau jalanan macet.
Para pasien yang dapat donoran gratis pun pergi mungkin mencari pendonor lainnya.( si nyamuk kali😁)
__ADS_1
"Sorry laah aku tak sengaja," ucapnya sambil memasang wajah memelas, alasan yang tidak masuk akal pikhir Ariell.
"Jadi ada apa ngajakin aku ketemuan di sini.?" to the poin Ariell yang memang sudah tidak sabar sampai harus pake acara beginian lagi, kan hampir tiap hari ketemu di resto.
"Riell aku udah sering banget ngomong ini ke kamu kan tentang perasaanku ini_
"Yaa aku tau, ngmong aja maksudnya apa?" potong Ariell yang geram Nando sengaja bicara berputar putar dulu.
Oke, Nando menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai mengutarakannya.
"Kamu tahu aku udah sayang banget sama kamu Riell sewaktu kita di Jogja dulu, tapi aku sedikit terlambat karena kamu udah jadian duluan sama Bryan, jadi aku hanya bisa pendam saja perasaanku ini ke kamu hingga detik ini, tapi aku tidak bisa nahan lebih lama lagi Riell kalau sekarang." ucap Nando sambil memandang expresi Ariell yang terlihat sangat shock mendengar ucapan Nando padanya.
Ariell tampak bergeming mencerna ucapan Nando barusan. memang Nando sering bilang tentang perasaannya bahkan sering mengajaknya untuk berpacaran dulu.
"Riell gimana perasaan kamu ke aku, apa kamu udah bisa membalasnya,? aku benar-benar sayang sama kamu Riell, mau gak kamu jadi kekasihku, bukan, bukan itu maksudku, mau gak kamu menerima lamaranku, aku serius Riell ingin menikahimu?!" seru Nando bersungguh sungguh.
Sungguh Ariell sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan seorang Chef Fernando melamarnya bahkan mengajaknya untuk menikah.
Ada apa ini Nando tiba tiba ngelamarku, bahkan mengajakku untuk menikah ?!. gerutu Ariell dalam hati yang tak menyangka.
Walau sebenarnya Ariell pun juga sayang sama Nando selama ini tapi hanya sebatas sayang ke sahabat saja tidak lebih, ia belum bisa membuka hatinya kembali, ia pun berusaha menepis mungkin itu semua hanya gurauan saja.
"Sumpah becandamu kali ini tidak lucu,!" elak Ariell yang masih terkejut dan belum percaya.
Ariell yang masih bingung menatap mata Nando mencari keseriusan atau kegilaan, tapi apa mata itu memang menunjukkan keseriusan yang tulus.
sungguh ia bingung harus bagaimana.
Belum sempat mendapatkan jawaban yang tepat untuk Nando tiba tiba ponselnya berdering dengan suara yang lantang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
Terima kasih..maaf baru up, masih banyak kerjaan di dunia nyatanya..heje
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen juga hadiahnya yaa..terima kasih banyak love u all..😘😘