Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 52


__ADS_3

"Bee, apa kau baik-baik saja?" Bryan menggedor pintu itu dengan keras takut terjadi apa-apa pada wanitanya itu di dalam sana, karena tadi secara tiba-tiba ia langsung berlari masuk ke dalam toilet.


Setelah mendengar sahutan dari dalam Bryan pun melangkah pergi menjauh dan duduk di sofa sambil menunggu.


Sedangkan Ariell di dalam, menahan dadanya yang bergerumuh hebat, bagaimana ia bisa melupakan statusnya yang kini sudah bertunangan dengan pria lain.


"Maafkan aku, tapi ini yang terbaik untuk kita semua." rintihnya tak lama ia pun keluar dan melihat Bryan masih setia menunggu duduk di sofa sambil melihat berkas dari perusahaan Luxio tadi.


"Maaf Mr.Djandra kalau kau sudah tidak ada kepentingan lainnya lagi, anda bisa pergi, karena saya masih sibuk." pinta Ariell berbicara formal kembali membuat Bryan langsung meletakkan cepat map itu ke atas meja kemudian beralih menatap Ariell sambil beranjak dari duduknya.


"Kenapa kau kembali memanggilku begitu, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Bee?" tanya Bryan menatap sendu.


"Sorry ini tidak benar, kita tidak seharusnya begini, dan aku sudah mempunyai tunangan. jadi aku minta tolong jangan membahas apapun lagi tentang kita, kita sudah lama berakhir, dan biarkan aku menatap masa depanku, kumohon pergilah sekarang." pinta Ariell sambil meneteskan air mata yang sudah kurang ajarnya, padahal sedari tadi ia sudah berusaha untuk menahannya agar tidak kaluar.


"Omong kosong," Bryan tidak tahan jika melihat wanitanya menangis apalagi di depan matanya saat ini.


Buuukk..


Pyaarrr..


Bryan langsung meninju guci besar yang berada tidak jauh darinya itu mengeluarkan semua amarahnya saat ini, membuat kepalan tangannya mengeluarkan darah segar, lalu ia pun berjalan segera keluar cepat dari restoran itu, tanpa berucap sepatah katapun pada Ariell.


Membuat Ariell langsung terduduk lemas di sofa," Maafkan aku." hanya itu yang bisa ia ucapkan, kenapa semuanya baru terungkap di saat ia sudah bertunangan dengan pria lain, ini sungguh tidak adil, pikhir Ariell semakin terisak menahan sesak di dadanya.


Sedangkan di luar Felix yang melihat bosnya itu sudah keluar dari Resto, ia langsung cepat membukakan pintu mobil dan segera menyusul masuk di bangku kemudi.


Felix bisa melihat ada kilatan amarah dari sorot mata tajam bosnya itu dari kaca spion, ia ingin bertanya tapi ia urungkan niatnya setelah melihat ada darah segar di jari-jari bosnya, ia segera mengambil kotak P3K dilaci dashbor lalu kembali keluar, dan segera masuk ke bangku belakang untuk membantu mengobati luka yang di diderita bosnya.


Bryan yang melihat asistennya yang berusaha mengobati lukanya hanya diam saja tanpa menoleh ke samping dan mengucapkan apapun.


Ada apa sebenarnya?, bagaimana tuan Bryan bisa sampai terluka seperti ini, pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam tadi. maaf bos mungkin aku bisa mengobati luka luarmu saja, tapi tidak bisa mengobati luka di dalam hatimu. batin Felix sambil mengeluarkan perban yang akan ia pakaikan pada bosnya itu.


"Sudah ayo Felix kita pergi dari sini." pinta Bryan sebelum Felix menyelesaikannya tugasnya. Felix pun menurut segera kembali di bangku kemudi dan melajukan mobil itu kembali ke hotel.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang berada di dalam mobil, sudah memperhatikan mereka dari saat baru datang sampai mereka baru saja pergi.

__ADS_1


"Bagus kau pantau terus, jangan sampai lengah." balas seseorang melalui sambungan telepon pada salah satu orang suruhannya.


Sepertinya dejavu yang kini tengah di rasakan oleh seseorang tadi, rasa sakit yang ia rasakan dulu itu masih terasa sampai saat ini.


...----------------...


Nando sudah berada di rumah Ariell, karena Ariell tadi mengirim pesan untuk datang malam ini. ia tengah duduk di sofa ruang keluarga.


Mengobrol dengan Ibu Ayu dan Nenek Dhisa sambil menunggu Ariell yang tengah membersihkan diri sepulang dari Resto tadi.


"Maaf nunggu lama ya?" seru Ariell yang baru saja turun dari kamarnya, dan langsung berjalan menuju ruang keluarga.


Nando hanya tersenyum menanggapi, " Ada apa sayang? kenapa kau memintaku untuk datang?" tanya Nando yang sedikit penasaran.


Ariell bingung harus memulai dari mana,"Emmm,,gimana kalau acara pernikahan kita di percepat saja, kalau bisa dua minggu lagi dari sekarang." seru Ariell membuat semuanya langsung terkejut.


"Sayang kamu ngomong apa barusan, jangan becanda?" tanya Nando takut ia salah dengar.


Bukannya ia tidak mau, kalau saja bukan karena adat dari mereka, dia malah ingin mempercepat segera pernikahan mereka berdua.


"Harus mencari hari, tanggal, dan bulan yang baik untuk melaksanakan sebuah pernikahan sayang." lanjut Ibu Ayu menatap heran pada putrinya kali ini.


Ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja putrinya itu ingin mempercepat pernikahannya, padahal masih beberapa bulan lagi seharusnya.


Sepertinya memang ada sesuatu yang baru saja terjadi, tapi apa ia sangat mengenal baik putrinya itu, ia tidak mungkin mau mengatakan apa yang terjadi padanya.


"Pokoknya Ariell hanya ingin mempercepat pernikahan ini, atau kita tidak jadi menikah sama sekali." serunya menatap Nando, ia sendiri bingung dengan keputusannya sendiri.


Ia hanya tidak ingin membuat sahabat sekaligus tunangannya yang baik ini merasa tersakiti, ia sudah terlalu banyak menyusahkan Nando selama ini, toch cinta bisa datang seiring berjalannya waktu kan itu pikhirnya.


Sedangkan Nando sendiri heran dengan sikap keras kepala Ariell, yang masih bersi-keukeuh untuk mempercepat pernikahan mereka.


Ada apa sebenarnya? pasti ada sesuatu yang terjadi bila tidak, Ariell tidak mungkin seperti ini, pikhir Nando bertanya-tanya.


Nenek Dhisa menghela nafas kasarnya melihat menantu dan cucunya itu malah beragumen," Sudah-sudah biarkan saja Ayu, toch mereka menikahnya di sini, bukan di Jogja kan.?!" sahut Nenek Dhisa memberi saran.

__ADS_1


"Terima kasih Nenek." membuat Ariell langsung memeluk neneknya erat sambil terisak, ia tidak tahu harus bagaimana lagi agar pria lain di sana tidak bisa mengganggunya lagi.


Nando dan Ibu Ayu pun hanya bisa pasrah kalau sudah begini, hanya bisa berdo'a dalam hati mereka masing-masing semoga persiapan pernikahannya berjalan dengan lancar sampai hari-H.


Tiba-tiba saja Ariell baru teringat sesuatu."Oh iya Bu, sebenarnya Abang Richard kemarin menghubungi Ariell."Ariell pun menceritakan apa yang Abang dan semua keluarganya minta.


Ibu Ayu mendesah pelan, ia pun bingung harus bagaimana, tapi melihat putranya itu masih hidup dan tumbuh dengan baik saja, sudah sangat bersyukur.


"Jadi kapan mereka akan datang?" tanya Ibu Ayu akhirnya.


"Ariell akan meminta pas acara pernikahan kami saja bagaimana?" mereka pun mengangguk mengiyakan.


...----------------...


"Tuan sepertinya ada seseorang yang mencurigakan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2