
Hari berganti hari, tak terasa sudah hampir semingguan, dan Nando pun sudah memberi kabar pada semua anggota keluarganya.
Akhirnya kedua belah pihak keluarga sudah memutuskan hari ini akan di adakannya acara pertunangan untuk mereka.
Jauh jauh hari Nando sudah mengatur semua segala sesuatunya, dari mulai Gedung tempat acara, membeli semua perlengkapan untuk seserahan di bantu oleh Mamanya juga. ia begitu bersemangat melakukannnya.
Kalau soal memilih cincin itu urusan sang calon, keduanya pun sudah menyiapkannya dari hari hari kemarin.
Ariell kebagian untuk menyiapkan catering yang memang memakai jasa dari Restoran miliknya sendiri.
Mereka hanya mengundang keluarga terdekat, sahabat dan juga ada beberapa tamu undangan yang sengaja di undang karena keluarga saling kenal.
Keluarga besarnya Nando semua sudah berkumpul di Apartemennya dari hari kamarin, sebagian ada yang memilih untuk tinggal di hotel saja.
Mungkin Apartemen Nando terlalu sempit bila semuanya harus berdesakkan di sana, kalau harus menginap di tempat calon besan mereka merasa tak enak.
Jadi Nando dan kedua orang tuanya tak mempermasalahkan toch memang kenyataannya seperti itu adanya.
Menjelang sore di gedung tempat yang di gunakan untuk menggelar acara terlihat sudah ramai para pekerja, ada yang mendekor, ada yang menata letak meja kursi dan lainnya.
Malam acara pun segera tiba terlihat dua keluarga yang begitu sibuk mengatur disana sini.
Sedangkan seorang wanita cantik tengah duduk di depan meja rias, mematut pantulan wajahnya di dalam cermin yang sedari tadi di lukis, di berikan beberapa warna hingga terlihat berbeda malam ini seperti bukan dirinya.
"Waahh, look, miss sangat cantik sekali, hanya di poles sedikit saja sudah menjelma jadi cinderella." puji sang MUA setengah menggoda sang calon degan logat gemulainya.
"Aaiiss kamu ini pintar sekali menggoda, jangan di dengarkan miss cantik." protes suara berat dari pria tinggi yang bisa di lihat dari tampilannya adalah seorang fotografer yang baru saja masuk ruangan, ingin melihat sang calon yang tengah di make over sudah siap atau belum untuk di abadikan gambarnya.
"Iyaa gak apa apa kok, asal nanti tepat jam dua belas malam tidak ada yang berubah yaa. takutnya malah orang orang kabur semua liat penampilanku yang berubah serem!."! gurauan itu membuat semuanya yang berada di ruangan seketika tertawa lepas.
"Nanti bukannya berubah serem miss tapi malah menjelma lebih cantik bak seorang putri yang menunggu pangerannya berkuda putih datang." goda sang MUA lagi dengan bahasa tubuh yang gemulai.
"Kamu itu kebanyakan nonton kartun disney yaa, atau barbie Sandara,!!.." sahut Tom nama sang fotografer sambil geleng geleng kelapa mendengarnya.
"Iyaa siapa tahu nanti sang pangerannya pun menjelma juga pakai kemeja putih dan menunggang kuda beneran." balas Sandara sambil menata rambut Ariell agar terlihat indah.
"Eh Candra cepetan dikit sudah waktunya ini, jangan ngegosip terus.!!" setengah berteriak suara tegas dari seorang wanita yang di sinyalir adalah big bos mereka baru saja membuka ruangan itu tak lama setelah mengeluarkan seruannya ia pun kembali pergi dan menutup pintu kembali.
"Whaaattt!!! hei miss Fay namaku SANDARA, bukan Candra woii..!! " teriak suara berat dengan lantang menggema seketika di ruangan itu seolah ingin menerkamnya itu hidup hidup tak peduli jika itu adalah bosnya sendiri.
"Kalau tadi mungkin Sandara, tapi kalau yang barusan bicara baru Candra.!! hahaa" Tom dan sandara memang sudah terbiasa saling mengejek satu sama lain, bagaikan dua tokoh kartun yang di gemari Kenzie Tom and Jerry.
__ADS_1
"Diem lu Tikus.." sungut Sandara seperti akan mengeluarkan tanduknya, tapi ia rendam sebisa mungkin, melihat kondisinya sekarang yang tak memungkinkah untuk bertarung.
Sandara masih sedikit kesal tapi ia menuntun Ariell bangkit dan membimbingnya untuk masuk ke dalam ruangan ganti.
Ariell hanya bisa mengangguk kepalanya dan tersenyum pada mereka, setelah mendengar pertarungan sengit dari keduanya.
Setelah beberapa menit Ariell pun keluar sudah menjelma wujud seperti yang sang MUA sampaikan tadi bak seorang peri cantik memakai dress brokat berwarna putih tulang, dengan panjang sampai di bawah lututnya, tidak terlalu terbuka, tapi terlihat elegan.
Sedangkan Nando tampak memakai kemeja yang senada dengan Ariell menambah poin ketampanannya juga.
Setelah beberapa jam di rubah menjadi peri yang sangat cantik Ariell siap menuju ruangan pemotretan untuk melakukan beberapa sesi photo yang memang sengaja Nando siapkan.
Bulu matanya yang lentik, matanya yang biru dari soflen yang ia kenakan menambah kesan wajahnya yang terlihat seperti kartun disney.
Perona pipi yang di buat natural serta bibir berwarna merah ceri serta hiasan aksesoris yang semua berbahan mutiara asli menambahkan poin plus untuk dirinya.
Semua orang yang berada di ruangan itu seketika pandangannya berubah tertuju padanya termasuk Nando yang terdiam mematung, terpaku memandang calonnya menatapnya lekat lekat.
Hingga akhirnya suara panggilan dari sang fotografer menyadarkannya. "Sayang kamu sungguh cantik sekali," Nando mengambil tangan Ariell kemudian mengecup punggung tangan itu sekejap dan mereka pun melakukan pemotretan dengan berbagai pose.
"Mana nih senyumnya?!" tegur sang fotografer.
Setelah selesai mereka keluar ruangan dimana anggota keluarga mereka sudah berkumpul untuk menyambut mereka berdua.
Di depan banyak tamu undangan dan seluruh anggota keluarga mereka, Nando mengutarakan niatnya melamar Ariell dengan tulus dan terlihat begitu mencintai Ariell.
Selalu menampilkan senyumannya ketika mengutarakan kata pujian untuk wanita yang saat ini yang berada di hadapannya. Tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun.
Sampai tiba gilirannya Ariell, untuk menyatakan beberapa kata tentang Nando, sambil berusaha tersenyum juga.
Sambil menitikkan bulir bening Ariell menatap Ibunya dengan derai air mata yang terus mengalir. Membuat suaranya di microphone terdengar seperti orang yang lagi flu.
Bahkan seseorang yang duduk di barisan ujung paling belakang ikut tersentuh oleh kata-kata yang Ariell ucapkan, merasakan begitu tulus setiap kata yang keluar dari mulut Ariell.
Tak hanya dia bahkan hampir semua tamu yang hadir juga ikut merasakannya.
Selesai mengucapkan semuanya dan setuju menerima lamaran dari Nando, Ariell dan Nando kini sudah berdiri saling berhadapan dan saling mengambil cincin yang sudah mereka siapkan. Setelah Nando selesai menyematkan cincin emas bermata putih yang begitu berkilau di jari manis Ariell.
Kini giliran Ariell, ia memandang wajah Ibu dan juga Neneknya seolah meminta persetujuan terlebih dahulu, keduanya memberi anggukan padanya, tapi Ariell sejenak berpikhir apakah sudah benar keputusan yang ia ambil ini.
__ADS_1
" Pengantin wanitanya grogi nih," tegur sang host pembawa acara. melihat Ariell yang masih terus saja diam sambil memegang cincinnya.
Hingga membuat Ariell tersadar dari lamunannya dan dengan cepat ia menyematkan cincin polos itu ke jari manis Nando.
Setelahnya Nando dan Ariell saling berpegangan tangan sambil menebarkan senyuman pada para tamu yang memberi tepuk tangan untuk mereka berdua.
Acara dilanjutkan dengan acara makan makan, dari mulai makanan ringan yang sudah di hidangkan di beberapa meja bulat para tamu. Dan makanan Prasmanan yang sudah di hidangkan di tepi, berhimpitan dengan dinding.
Dari arah pintu masuk terlihat satu keluarga baru saja datang dan langsung masuk ke dalam ruangan untuk menghampiri sang empu acara.
"Selamat Hanna, maaf kalau kami baru datang, tadi ada sedikit masalah, apakah sudah selesai acara tukar cincinnya?!" ujar seorang wanita paruh baya seumuran dengan Ibu Ariell dan Mamanya Nando.
"Hei Wil iya tidak apa-apa kok acaranya baru saja selesai, sudah ayoo mari di nikmati saja hidangannya,!" jawab Hanna Mamanya Nando sambil menggandeng tangan kawannya itu.
"Oh, ini Valerie ya, duh tambah cantik lho, kamu masih kuliah di london?" tambah Mama Hanna saat pandangannya jatuh pada sosok wanita cantik di sebelah kawannya.
"Hello Tan, iya masih, Val juga baru saja datang tadi sama Abang Rich," Val mencoba tersenyum sambil mengarahkan pandangannya ke arah belakang yang memperlihatkan seorang pria yang seumuran dengan sang mempelai pria tengah merangkul pinggang wanita cantik beserta seorang putra yang sangat tampan berjalan mendekat ke arah mereka.
"Oh yaa dimana Nando dan calon istrinya?" tanya Wilona pada Mama Hanna.
"Iya kemana ya tadi, sepertinya menemui beberapa sahabat mereka," kemudian pandangannya teralihkan pada mereka yang berjalan semakin mendekat. "Ini Richard sama istri dan putranya?" seru Mama Hanna dengan mata yang berbinar bahagia.
"Malam Tante, maaf kami baru saja datang, tadi pesawat kami sempet delay beberapa jam." seru Richard memberi salam pada Mama Nando.
Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang wanita yang jatuh tidak sadarkan diri. Membuat acara menjadi kisruh dan heboh seketika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Kira kira siapa nih yang tiba-tiba pingsan guys?
Thank's ya yang sudah mampir baca.
__ADS_1
minta like, komen dan dukungan dari semuanya. love u all..